Bacaan: Markus 11 : 1 – 11 | Pujian : KJ. 296
Nats: “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan.” (Ay. 9b)
Hosana artinya selamat, menyelamatkan, dan juruselamat. Secara lengkap kata hosana adalah sebuah seruan dan pujian yang berakar dari Bahasa Ibrani hosiana yang bermakna: berilah kiranya keselamatan yang merupakan Mazmur seruan dan doa khusus kepada Allah seperti dinyatakan Mazmur 118:26. Kata sambutan yang diserukan rakyat di sekitar jalan masuknya Yesus ke Yerusalem ini sesungguhnya juga merupakan seruan yang mengandung penguatan. Penguatan kepada yang menyerukan maupun kepada yang diseru. Bagi yang menyerukan kata Hosiana ini menyemangati supaya dirinya sungguh diselamatkan. Kepada yang diseru, juga menguatkan untuk menghadapi segala tantangan yang akan dihadapi.
Perjalanan Yesus memasuki Yerusalem meneguhkan diri-Nya sebagai juruselamat dunia sesungguhnya. Perjalanan-Nya adalah perjalanan menghadapi risiko. Yesus yang disambut seruan Hosana memang sedang mendekati risiko ditangkap dan didera sebagai konsekuensi langkah tegap-Nya untuk membuka hakikat pribadi-Nya sebagai penyelamat sejati. Dan sesungguhnya tak ada upaya menyelamatkan dan membangun keselamatan sejati yang tanpa risiko. Disinilah letak jiwa besar dan kemuliaan Yesus. Yesus berani menghadapi risiko, Ia tidak mundur dengan segala konsekuensi yang harus dihadapi-Nya.
Bagaimanakah dengan kita yang senantiasa mengharapkan keselamatan? Apakah kita bersedia memiliki mental berani menghadapi risiko dengan tegap turut bersama Yesus mewujudkan Kerajaan Allah di masa kini? Marilah di masa Pra Paskah saat ini kita menilik ulang diri kita. Apakah kita memiliki keberanian menghadapi segala risiko untuk melakukan kebenaran dan kebaikan mewujudkan Kerajaan Allah? Ataukah kita malah melarikan diri ketika menghadapi risiko atas tujuan baik? Marilah kita mengikuti Yesus Kristus dengan jiwa ksatria dan percaya bahwa keselamatan yang kita alami adalah keselamatan yang sungguh berharga. Karena memang karya keselamatan itu telah dikaruniakan oleh Kristus yang berani menempuh segala risiko, termasuk risiko mati di atas kayu salib, supaya kebenaran diwartakan dan keselamatan sejati kita terima. Hosana! Diberkatilah manusia yang berani menghadapi segala risiko. (WKW)
“Berani menghadapi risiko adalah ciri dari karakter manusia yang telah diselamatkan dan bersedia turut mewujudkan keselamatan sejati.”