Bacaan: Filipi 2 : 12 – 18 | Pujian: KJ. 416 : 1, 3
Nats: “… karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar,…” (Ay. 12b )
Rani sangat senang karena ibunya mengajak ke pasar untuk membelikannya sepatu. Ia yakin ibunya pasti menepati janji, karena tidak pernah sekalipun ingkar janji. Namun dalam perjalanan, Rani bertemu temannya yang sedang asik bermain. Ia melepaskan tangan ibunya yang menggandengnya dan memilih bermain bersama temannya. Ibunya berusaha membujuk, tapi ia tidak mau ikut. Akhirnya, ia tidak sampai di pasar dan batal mendapatkan sepatu.
Ilustrasi tersebut sebenarnya menggambarkan kehidupan orang percaya. Banyak orang Kristen begitu yakin dan bangga karena mendapat jaminan keselamatan dari Tuhan. Anugerah itu dipandang sebagai janji Tuhan yang pasti ditepati. Tetapi banyak yang lalai bahwa untuk sampai tujuan, harus pula mau dituntun di jalan yang ditunjukkan Tuhan. Tawaran-tawaran dunia yang menggiurkan rentan membuat manusia jatuh ke dalam pencobaan. Tak sedikit yang memilih meninggalkan Tuhan dan enggan dituntun-Nya menuju kehidupan kekal. Seolah anugerah keselamatan menjadi hadiah cuma-cuma tanpa perlu diperjuangkan.
Paulus menasehati jemaat Filipi untuk “mengerjakan keselamatannya”. Kerja menunjukkan sesuatu yang dilakukan secara aktif. Artinya, ada upaya manusia untuk memelihara janji keselamatan yang telah diberikan oleh Tuhan. Ada tujuan yang hendak dicapai, yaitu penggenapan janji keselamatan itu. Mengerjakan keselamatan berarti berjuang untuk hidup dengan cara hidup sebagai ciptaan baru, yakni kehidupan yang dituntun kehendak Allah. Di tengah banyaknya pergumulan dan pencobaan, kita harus berjuang secara aktif untuk mengalahkan keinginan daging agar senantiasa dipimpin oleh keinginan Roh. Karena menjadi orang-orang yang diselamatkan tidak otomatis menjadikan kita bebas dari pergumulan dan pencobaan. Meski demikian, bukan berarti usaha kita untuk mengerjakan keselamatan itu yang menyelamatkan, melainkan anugerah Kristus. Ketaatan untuk berusaha adalah wujud iman kepada Kristus yang kita hidupi dengan sungguh-sungguh. (wdp)
“Keselamatan adalah janji pasti yang sudah disediakan di depan, jika kita enggan dituntun Tuhan untuk berjalan ke sana, bagaimana mungkin kita sampai di tujuan?