Bacaan : 1 Korintus 3 : 10 – 23 | Pujian : KJ. 383
Nats: “Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus“ (Ay. 11)
Di tengah kesulitan beribadah beberapa gereja di Indonesia, kisah dari kabupaten Luwu Utara membangkitkan pengharapan kita. Kehadiran dan keterlibatan Bupati yaitu ibu Hj. Indah Putri Indriani dengan meletakkan batu pertama pembangunan Gereja Protestan Toraja Jemaat Ebenhaezer pada bulan Maret 2020 menjadi wujud dukungan pemerintah. Berita dan foto peristiwa tersebut tersebar dengan cepat di sosial media dan mendapat apresiasi positif dari masyarakat.
Peletakan batu pertama menjadi momen penting sebuah pembangunan. Ada acara khusus yang dilakukan untuk menandai momen tersebut. Terlebih jika bangunan tersebut terkait dengan instansi, maka peletakan batu pertama tidak hanya melibatkan ‘orang dalam’ tetapi juga mengundang pejabat dan tokoh masyarakat. Hal itu menunjukkan bahwa sekalipun tersembunyi di dalam tanah, pondasi dipandang penting karena menjadi awal dan penentu kualitas sebuah bangunan.
Paulus mengandaikan kehidupan iman jemaat Korintus seperti sebuah bangunan. Tiap orang bisa saja membangun dengan berbagai kreasi material: kayu, jerami, emas, dsb. Namun yang menjadi dasar dan pusatnya hanya satu, yaitu Kristus sendiri. Hanya dengan berdasarkan Kristuslah bangunan iman jemaat dapat berdiri. Dengan mendasarkan diri kepada Kristus, jemaat Korintus dapat menjalani kehidupan yang penuh tantangan dan pergumulan.
Bagaimana dengan kita? Mari kita renungkan kembali, selama ini apa pondasi kehidupan kita? Harta, kepandaian, jabatan, atau hal lain yang kita punya? Ingat, pondasi akan menentukan keseluruhan bangunan! Jika sampai saat ini kita membangun kehidupan dengan pondasi yang salah, waspadalah karena sewaktu-waktu ‘bencana’: sakit, dukacita, kebangkrutan, dsb, dapat memporak-porandakan kehidupan kita. Namun ketika kita mendasarkan diri pada Kristus, kita mungkin tidak akan terhindar dari pencobaan namun kita akan mampu berdiri teguh dan tidak akan goyah dalam menghadapi kehidupan ini. (WE)
“Kristuslah dasar dari kehidupan seluruh makhluk.”