Tidak Saling Curiga Tuntunan Ibadah Remaja 11 Oktober 2020

27 September 2020

Bacaan Alkitab : 1 Korintus 8: 1-13
Tahun Gerejawi :
Bulan Ekumene
Tema : Ekumene: Antar Denominasi
Ayat Hafalan : “Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.” (Efesus 4: 2)
Lagu Tema : Ku Tak Pandang Dari G’reja Mana
Tujuan:

  •  Remaja dapat menjelaskan nasihat rasul Paulus supaya tidak menjadi batu sandungan.
  •  Remaja dapat menjelaskan hambatan untuk menghormati perbedaan denominasi lain.
  •  Remaja dapat menjelaskan faktor pendukung untuk menghormati perbedaan denominasi lain.
  •  Remaja dapat membiasakan diri untuk menghormati perbedaan denominasi lain.

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Banyak suku kuno membuat patung (berhala) yang menggambarkan para dewa-dewi yang mereka sembah. Tukang daging biasanya menyiapkan daging untuk berbagai berhala, agar para pembeli dapat membawanya ke kuil-kuil sebagai kurban. Paulus menekankan bahwa apa pun yang dilakukan orang Kristen seharusnya dimaksudkan untuk menyembah Allah dan menunjukkan kepedulian mereka terhadap sesama.

Hidup di bawah pemerintahan Allah akan menjadi anugerah bagi orang-orang beriman. Bagi orang Kristen, Tuhan Yesus bukan hanya Anak Allah, tetapi ia juga hadir sepenuhnya bersama Allah pada saat penciptaan dunia. Inilah gambaran bahwa Tuhan memang berkuasa atas manusia dan segala yang ada di bumi. Orang-orang bukan Yahudi dalam jemaat Korintus pernah percaya bahwa berhala-berhala tertentu benar-benar hidup. Karena itu, banyak dari mereka yang masih percaya bahwa dengan memakan makanan yang dipersembahkan kepada berhala, mereka mengkhianati kepercayaan mereka kepada Allah. Beberapa orang Kristen Korintus mungkin pernah diundang mengikuti perayaan dalam kuil-kuil setempat. Makanan yang dipersembahkan kepada berhala mungkin juga disajikan dalam perayaan-perayaan tersebut. Paulus mengingatkan orang Kristen di Korintus bahwa memakan makanan tersebut tidaklah salah, dan tidak berarti mereka percaya kepada berhala itu. Akan tetapi, jika seseorang yang lemah imannya melihat mereka memakan makanan itu dan ia ikut memakannya, mungkin orang tersebut akan merasa sangat bersalah. Para pengikut Kristus harus berhati-hati untuk tidak melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan kesalahpahaman bagi orang lain.

Jemaat yang ada di Korintus terbagi berdasarkan dasar pelayanan, gaya hidup, dan juga pengetahuan tentang segala sesuatu yang memisahkan orang-orang yang ada disana. Iman dalam pengakuan bahwa Allah hanyalah satu dan yang berkuasa, mengarah kepada kelangsungan kepekaan terhadap orang lain. Seorang yang beriman tidak boleh melukai orang lain dan mengucilkan mereka. Pengetahuan yang dimiliki oleh setiap orang akan mempengaruhi bagaimana dia berpikir atau bertindak kepada orang lain. Sehingga jikalau tidak digunakan dengan bijaksana justru akan melukai atau membuat orang lain tidak mendapatkan berkat. Pengetahuan yang kita miliki harus kita gunakan dengan bijaksana agar tidak menyakiti atau membuat orang lain tersinggung.

https://alkitab.sabda.org/commentary.php?passage=1%20Korintus%208:1

Pendahuluan

  1.  Ajak remaja membaca 1 Korintus 8: 1-13!
  2.  Minta remaja menjawab pertanyaan berikut:
    1. Apakah kalian punya teman dari gereja lain?
    2. Berapa banyak teman kalian tersebut?
    3. Bagaimana perasan kalian ketika berkumpul dengan mereka?
    4. Apakah kalian pernah memberikan sesuatu kepada mereka?
    5. Apa yang kalian berikan?
    6. Pernahkah kalian bertengkar dengan mereka?
    7. Siapa yang terlebih dahulu meminta maaf jika kalian bertengkar?
    8. Apakah kalian suka berteman dengan mereka?
    9. Mengaa kalian berteman dengan mereka?

Cerita
Perbedaan itu akan selalu ada dalam kehidupan bersama umat manusia di tengah dunia ini. Tidak hanya perbedaan tentang pendapat, pemikiran, hobi, makanan kesukaan, dan warna kesukaan saja yang seringkali menjadi persoalan seseorang hidup di tengah suatu persekutuan atau komunitas. Namun perbedaan pengetahuan dan iman atau agama itu juga berpengaruh terhadap cara mereka menerima dan bertindak kepada orang lain. Perbedaan itu tentunya merupakan suatu tantangan, namun juga merupakan peluang atau cara yang memperkaya kita untuk bisa belajar dari pengalaman orang lain. Tentu hal ini tidaklah mudah untuk dilakukan, karena setiap kita pasti memiliki keinginan tertentu yang selalu harus kita perjuangan. Dan keinginan tersebut belum tentu sama dengan orang lain.

Perbedaan yang demikian juga dialami oleh orang-orang di Korintus. Mereka dibingungkan dengan praktek keagamaan yang berbeda-beda, dan juga cara hidup yang beragam. Ada orang-orang yang masih meyakini tentang adanya berhala, namun disisi lain ada juga yang hanya mempercayai bahwa yang berkuasa adalah Allah. Selain itu cara pandang mereka akan makanan yang dijadikan persembahan kepada patung (berhala) yang mereka sembah juga terus menjadi perselisihan di antara mereka. Perbedaan keyakinan tersebut membuat kebersamaan mereka penuh dengan kecurigaan dan ketidakpercayaan satu dengan yang lainnya. Sikap yang demikian jika dipertahankan tentunya akan menjadi sumber pemisah yang kuat bagi umat yang ingin bersatu.

Hidup di bawah pemerintahan Allah akan menjadi anugerah bagi orang-orang beriman. Oleh karenanya para pengikut Kristus harus berhati-hati untuk tidak melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan kesalahpahaman bagi orang lain. Jemaat yang ada di Korintus terbagi berdasarkan dasar pelayanan, gaya hidup, dan juga pengetahuan tentang segala sesuatu yang memisahkan orang-orang yang kuat dengan orang-orang yang lemah secara iman. Seharusnya mereka tidak saling menaruh curiga satu dengan yang lain, namun saling menghormati dan mendukung sesamanya ke arah yang lebih baik. Saat ini sebagai remaja yang dikasihi Tuhan, kita pun juga hidup di tengah keberagaman. Namun, kiranya perbedaan yang ada kiranya dapat membuat kita berlaku bijaksana dalam perjumpaan yang kita lakukan dengan orang lain. Jangan kita membeda-bedakan dan bahkan menjadi batu sandungan bagi orang lain hanya karena kita meminta mereka berlaku dan berpikir yang sama dengan kita.

Seorang yang beriman tidak boleh melukai orang lain dan mengucilkan mereka. Pengetahuan yang dimiliki oleh setiap orang akan mempengaruhi bagaimana kita berpikir atau bertindak kepada orang lain. Sehingga jikalau tidak digunakan dengan bijaksana justru akan melukai atau membuat orang lain tidak mendapatkan berkat. Pengetahuan yang kita miliki harus kita gunakan dengan bijaksana agar tidak menyakiti atau membuat orang lain tersinggung. Berhati-hati dalam bertindak dan berbicara merupakan salah satu cara untuk dapat menghargai orang lain dengan segala keberbedaan kita. Selamat menghargai perbedaan, dan tetaplah memuliakan Tuhan dalam sikap hidup bersama yang benar.

Aktivitas
Minta remaja menuliskan dalam sebuah tabel sebanyak mungkin kegiatan yang akan mereka lakukan selama satu Minggu dengan teman yang berbeda gereja. Tabel tersebut berisi: “Nama teman”, “Asal gereja”, dan “Bentuk kegiatan.” Tabel tersebut kemudian dikumpulkan pada ibadah minggu depan.

Catatan untuk Minggu depan:
Minggu depan remaja diajak untuk mengenal tempat ibadah agama lain, jika di sekitar gereja ada tempat ibadah agama lain, ajak remaja berkunjung ke sana. (Pamong bisa terlebih dahulu menyampaikan kepada Majelis Jemaat terkait rencana tersebut, kemudian menghubungi pengurus tempat Ibadah tersebut melalui surat juga datang secara langsung untuk berkoordinasi terkait acara yang akan dilakukan).

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak