Bacaan : Roma 16 : 17 – 20 | Pujian : KJ. 436 : 1, 2
Nats: “Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!” (Ay. 17)
Pembuat masalah atau istilah sekarang si trouble maker adalah karakter dalam diri manusia yang senantiasa mengarah ke arah negatif. Si trouble maker seringkali menciptakan dan menimbulkan masalah yang seharusnya tidak terjadi, ini seolah-olah dibuat terjadi. Akibat yang ditimbulkan oleh si trouble maker ini sungguh berdampak luar biasa bahkan sampai menimbulkan perpecahan di antara individu, kelompok maupun golongan satu dengan yang lain. Tentu, si trouble maker tidak hanya ditemui di kehidupan masyarakat luas, namun bisa jadi dia ada di dalam lingkup kehidupan gereja kita. Jumlahnya memang tidak banyak, namun hanya satu trouble maker saja bisa menghancurkan semuanya sehingga kita perlu waspada.
Seperti di dalam bacaan kita, beberapa masalah menyebabkan perpecahan di jemaat Roma, sehingga Rasul Paulus memberikan peringatan keras kepada jemaat di Roma untuk bersikap tegas terhadap para pembuat masalah. Rasul Paulus berharap agar jemaat dapat bijaksana terhadap apa yang baik dan bersih, terhadap apa yang jahat. Selain itu Paulus mengingatkan jemaat Roma agar tetap teguh serta kuat di dalam Tuhan, agar iman mereka tak tergoyahkan sedikitpun karena adanya godaan dari si trouble maker.
Ada atau tidaknya, sedikit atau banyaknya si pembuat masalah di dalam hidup kita, di manapun kita berada, kita harus tetap waspada! Iya waspada sangat perlu, berhati-hati dan berjaga-jaga dari segala godaan yang tampak sedemikian rupa. Jangan sampai kita masuk dan turut serta di dalamnya. Ada perkataan filsuf yang bernama Socrates mengatakan “Pikirlah dulu, baru berkata. Dengarlah dulu, baru beri penilaian”. Kebanyakan sumber masalah timbul dari hal ini. Banyak orang yang berkata tanpa berpikir dan menilai tanpa mendengar, dan inilah salah satu contoh perbuatan jahat si trouble maker. Sekarang kita di posisi mana? Apakah kita si trouble maker atau kita peace maker? Mari berefleksi, mari introspeksi diri. Tuhan menyertai kita. (tama)
“Janganlah engkau berteman dengan orang jahat karena sifatmu akan mencuri sifatnya tanpa engkau sadari” – Socrates