Bacaan : Zakharia 8 : 1 – 17 | Pujian : KJ. 445
Nats: “Dan Aku akan membawa mereka pulang, supaya mereka diam di tengah-tengah Yerusalem. Maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah dalam kesetiaan dan kebenaran.” (ayat 8)
M-E-N-U-N-G-G-U. . . Bagi kebanyakan orang menunggu merupakan suatu perbuatan atau tindakan yang tidak menyenangkan karena apa yang ditunggu belum tahu bahkan belum tentu kapan datangnya. Banyak hal yang manusia lakukan ketika mereka harus menunggu sesuatu atau seseorang. Ada manusia yang bersedia untuk menunggu dengan hati yang penuh dengan sukacita dan setia. Namun tak jarang ada juga orang yang menunggu dengan hati yang menggerutu karena yang mereka tunggu tak kunjung tiba.
Pada bacaan kali ini merupakan sebuah fakta bahwa ada pemenuhan janji yang diterima dari Tuhan. Bagian ini menyatakan sebuah janji yang berkaitan dengan suatu masa depan yang penuh dengan kemakmuran. Ketika dikatakan bahwa “Aku akan membawa mereka pulang…(bagian awal ayat 8)” ini bermakna bahwa Tuhan akan memenuhi janjiNya untuk membawa umatNya keluar dari kesengsaraan masa pembuangan. Namun hal ini bukanlah semata penuntasan penggenapan janji tersebut, karena janji tersebut lebih kepada pembicaraan tentang keindahan kahadiran Tuhan bagi setiap umat yang setia kepada-Nya. Bacaan kita ayat yang ke-9 menyatakan “…kuatkanlah hatimu…” hal ini dimaksudkan untuk membakar semangat mendirikan bait suci. Seperti sebuah pondasi yang diletakkan menurut janji, maka sama seperti pemenuhan akan janji itu sendiri bergantung pada kesetiaan iman mereka pada kekuasaan Tuhan yang pasti memampukan mereka. Hal ini dapat diperoleh dengan kesetiaan dalam persekutuan dengan Allah sendiri.
Sama seperti dengan peristiwa penggenapan akan janji Allah kepada umatNya untuk dientaskan dari masa kesengsaraan pembuangan. Demikian halnya dengan kehidupan kita para umat Kristen kepunyaan Tuhan. Di masa-masa advent ini, masa penantian kita akan kehadiran Tuhan Allah kita, kita harus meyakini bahwa Tuhan pasti akan datang, karena kita tahu Tuhan Allah kita tidak akan pernah mengecewakan kita. Selamat menantikan kedatangan Tuhan dengan hati yang penuh dengan sukacita dan setia. (Bie)
“Penantian akan Kedatangan Kristus bukanlah hal yang sia-sia.”