Bacaan: Yakobus 4 : 1 – 10 | Pujian : KJ. 376
Nats: “Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.” (ay. 4b)
Saat memilih untuk bersahabat atau berelasi dengan seseorang pasti ada dampak bagi hidup kita, entah positif atau negatif. Ada konsekuensi atau resiko yang harus kita tanggung. Hal ini juga yang dituliskan oleh Yakobus dalam bacaan hari ini, saat memilih menjadi sahabat dunia ini, maka kita akan menjadi musuh Allah. Dunia yang dimaksud bukan dalam arti bumi atau alam semesta tetapi merujuk kepada hal yang bertentangan dengan Allah/musuh Allah (Bdk Yohanes 14:7)
Persahabatan dalam ayat ini memakai istilah Yunani Philia. Philia adalah cinta tahap kedua. Tumbuh dari hasil persahabatan yang mendalam, sehingga menimbulkan rasa ‘kami atau kita.’ Philia tidak hanya memikirkan keinginan menuntut tetapi juga ingin memberi. Suatu kecintaan bermakna melebihi sekedar materi (sumber: Wikipedia). Hal ini menunjukkan adanya keterikatan yang sangat erat, dengan perasaan yang mendalam, sulit terpisahkan, bahkan sikap berani berkorban bagi sahabatnya. Jika dikaitkan dengan persahabatan dengan dunia ini, maka ini bukanlah sesuatu yang dikehendaki oleh Tuhan, karena tidak mungkin seseorang bisa sungguh-sungguh mengasihi Tuhan jika masih ada hal lain yang mengikatnya.
Pertanyaannya, apa akibatnya jika kita memilih bersahabat / terikat dengan dunia ini:
- Hawa nafsu yang tidak terkendali
- Relasi atau hubungan yang renggang dengan Tuhan
- Tidak lagi setia kepada Tuhan.
Tidak setia dalam bahasa asli memakai kata berzinah artinya menyeleweng, mendua hati.
Bagaimana agar kita tidak terikat dengan dunia ini?
- Tunduk dan mendekatlah pada Allah
- Meninggalkan segala hal yang tidak berkenan bagi Tuhan
- Merendahkan diri di hadapan Tuhan
Bukan perkara yang gampang jika kita memutuskan untuk menjadi ‘musuh dunia’ ada banyak hal yang harus dipertaruhkan tetapi hasil akhirnya pasti akan mendatangkan kebaikan. [SS]
“Jangan tinggalkan Yesus untuk mendapatkan sesuatu, tetapi tinggalkanlah segala sesuatu untuk mengikut Yesus” (nn)