Kepalsuan Renungan Harian 30 September 2019

30 September 2019

Bacaan :  Amos 6 : 8 – 14  |  Pujian :  KJ 389 : 1, 2
Nats:
“Diam!” Sebab tidaklah patut menyebut-nyebut nama Tuhan!” (ayat 10b)

Kita sedih melihat tontonan yang seringkali disandiwarakan oleh para pemimpin negeri ini, sedih karena antara kata dan perbuatannya tidak menyatu. Sebagian pemimpin kita membawa kepalsuan. Biasanya ketika akan menjadi pejabat ramah, bersahabat, berjanji akan memperjuangkan nasib orang miskin, memperjuangkan kepentingan rakyat ternyata setelah menjadi pejabat lupa. Yang diperjuangkan bukan kepentingan rakyat tetapi kepentingannya sendiri dan golongannya, rakyat tertipu.

Suara kenabian Amos menggelegar mengingatkan para pemimpin umat Israel yang penuh kepalsuan. Di tengah krisis bangsa seharusnya para pemimpin yang pertama prihatin sekaligus berjuang tetapi justru mereka larut dalam kehidupan gemerlap dan menganggap kekelaman dari Allah itu jauh dari mereka (ayat 3,6). Mata hati mereka telah dibutakan oleh kekayaan hasil rampasan dan penindasan terhadap yang lemah bahkan mereka masih terus menyelenggarakan pemerintahan dengan tangan besi dan memutarbalikkan keadilan ( ayat 3,12) untuk semua yang mereka lakukan Tuhan bersumpah demi dirinya untuk menghukum (ayat 8), memusnahkan (ayat 9) dan Allah membangkitkan suatu bangsa untuk menindas mereka ( ayat 14).

Tindakan penghukuman Allah untuk bangsa Israel juga bisa menjadi peringatan bagi kita semua hendaknya :

  • Tidak merasa kuat dan mampu melakukan segala sesuatu tanpa Allah, kekuatan kita terbatas, kemampuan kita terbatas, segala hal kita terbatas.
  • Sebagai umat Allah yang telah diselamatkan hendaknya kita memiliki integritas pribadi yang baik yaitu antara kata dan perbuatan menyatu.
  • Menjadi manusia seutuhnya, jujur, adil, apa adanya, tidak pura-pura dan tidak penuh kepalsuan.
  • Jika Tuhan memberikan jabatan, kekuasaan pastikan semua untuk kemuliaan nama Tuhan dan pelayanan kepada sesama kita.
  • Harta benda, kedudukan, kekuasaan adalah pemberian Tuhan bersifat fana maka jangan mengandalkan itu semua, andalkan Tuhan pada Sang pemilik jagad ini agar hidup kita damai sejahtera. (Jian)

Mengandalkan jabatan, kekuasaan dan harta benda akan kecewa tetapi  mengandalkan Tuhan akan memperoleh damai sejahtera.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak