The Power of Respect (Kekuatan Rasa Hormat) Renungan Harian 22 Juli 2019

22 July 2019

Bacaan :  Keluaran 18 : 1 – 12    |    Pujian : KJ. 318
Nats:
Lalu keluarlah Musa menyongsong mertuanya itu, sujudlah ia kepadanya dan menciumnya“ (ayat 7)

Seorang pemimpin besar biasanya terlihat dari seberapa banyak orang menghormati dia karena sikap dan pola-pola kepemimpinanya. Ia dihargai oleh para pengikutnya bukan karena ketaatan yang terpaksa daripada menerima sangsi. Namun sebaliknya, setiap pengikut mau melakukan instruksinya karena sikap menghargainya sebagai pemimpin organisasi. Karenanya dalam dunia organisasi dikenal istilah “Seorang pemimpin yang dihormati lebih baik daripada seorang pemimpin yang ditakuti”

Musa adalah pemimpin besar bangsa Israel dijamannya. Ia berhasil memobiliasi masa dan menumbuhkan keberanian untuk melawan penjajah mesir. Ia berhasil meyakinkan seluruh bangsa Israel untuk bergerak bersama, demi perubahan nasib yang lebih baik. Sejarah perjuangan bangsa Israel mencatat keberanian Musa sebagai pemimpin yang teguh dan tegar. Ia berani menghadapi Raja Firaun walaupun keselamatan nyawanya menjadi ancaman. Pola kepemimpinan Musa dikenang sebagai pemimpin yang berhasil membawa pengikutnya untuk bergerak mengikuti arahannya.

Maka jika dalam posisi Musa saat itu, sebenarnya ia memiliki kewewenangan dan kekuasaan. Namun ia memegang kekuasaan dan kewenangan yang dimilikinya dengan tetap menjaga kerendahan hatinya. Terbukti saat Yitro sang mertua datang, Musa keluar dari kemahnya untuk menemuinya serta bersujud dihadapan Yitro. Sebagai pemimpin, Musa tidak terjebak pada pola pencitraaan diri yang berlebih dihadapan para pengikutnya. Ia justru memberikan teladan yang baik bagaimana bersikap rendah hati pada orang yang lebih tua walaupun saat itu ia sedang menjabat sebagai pemimpin besar bangsa israel.

Sikap dan pola rendah hati serta saling menghargai itu seharusnya juga menjadi teladan dalam kehidupan kita berkeluarga. Jika kita memiliki sikap saling menghargai antar anggota keluarga, maka dari situlah cinta dan kasih antar anggota keluarga akan semakin bersemi dan terawat. Banyak anggota keluarga yang kehilangan cinta karena lunturnya sikap saling menghargai dan menghormati. Mari belajar dari Musa untuk tetap bersikap rendah hati dan menghargai orang lain walaupun kita sudah menjadi seorang pembesar. (Oka)

“Sikap menghargai dan rendah hati adalah nutrisi terbaik dalam merawat cinta antar anggota keluarga”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak