Tahun Gerajawi : Kenaikan Tuhan Yesus
Tema : Kenaikan Tuhan Yesus
Bacaan Alkitab : Lukas 24: 50-53
Ayat Hafalan : “Dari TUHAN datang pertolongan. Berkat-Mu atas umat-Mu! “ (Mazmur 3: 9)
Tujuan
- Remaja dapat menunjukkan respon para murid setelah mendapat berkat dari Yesus.
- Remaja dapat menunjukkan contoh-contoh berkat yang diterima dalam kehidupan sehari-hari.
- Remaja dapat menunjukkan sikap dari respon menerima berkat Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Penjelasan Teks
Perikop ini mengisahkan tentang peristiwa perpisahan Tuhan Yesus untuk naik ke sorga yang disaksikan oleh para murid dengan cara memberkati mereka. Ini merupakan gambaran selesainya tugas Tuhan Yesus sebagai manusia di dunia dan kembali ke sorga.
Peristiwa ini terjadi di sebuah daerah luar kota Yerusalem, dekat dengan Betania, sekitar Bukit Zaitun. Bukit yang sama ketika Tuhan Yesus akan memasuki Yerusalem dan dielu-elukan, sebelum memulai penderitaan ( Lukas 19:29).
Tuhan Yesus mengangkat tangan-Nya dan memberkati para murid sampai Ia terpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. Ia memberkati para murid, seperti seorang Imam Besar memberkati bangsanya, sebagaimana Yakub memberkati anak-anaknya, Musa memberkati suku-suku bangsa Israel sebelum meninggal, Tuhan Yesus memberkati para murid yang mewakili kedua belas suku Israel untuk menunjukkan bahwa Ia mengasihi umat-Nya sampai pada kesudahan.
Ketika sedang memberkati para murid, Tuhan Yesus terangkat ke sorga, yang memberi penegasan bahwa Tuhan Yesus terus memberkati mereka bahkan ketika Ia tidak lagi bersama dengan para murid. Berkat ini yang memberi keberanian bagi para murid untuk menghadapi tantangan juga sekaligus tugas perutusan bagi para murid untuk mengabarkan berita sukacita kepada dunia dan mencurahkan berkat-Nya atas dunia.
Para murid sujud menyembah kepada-Nya, meskipun secara fisik Tuhan Yesus tidak bersama mereka. Mereka tetap menyembah bahkan dengan sukacita mereka kembali ke Yerusalem, kembali kepada ladang pelayanan mereka dengan terus mengingat dan percaya pada berkat-Nya yang senantiasa menyertai mereka. Kembali ke Yerusalem dan senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah, merupakan gambaran kesetiaan para murid menunggu janji pencurahan Roh Kudus yang akan memperlengkapi mereka (ayat 49).
Pendahuluan
Langkah – langkah bercerita
- Pamong menyapa remaja dan bermain peran dalam Lukas 24: 50-53!
- Pamong memberi remaja pertanyaan dalam Aktivitas 1!
- Pamong menceritakan Cerita dan Ilustrasi!
- Pamong mengajak remaja melakukan Aktivitas 2!
Ilustrasi[1] :
Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang aku lihat dari bawah adalah benang ruwet.
Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut, “Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini, nanti setelah selesai, engkau akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas”.
Aku heran mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih begitu semrawut menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian aku mendengar suara ibu memanggil,
“Anakku, mari kesini dan duduklah di pangkuan ibu”.
Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.
Kemudian ibu berkata, “Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihatnya dari atas engkau dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan”.
Sering selama bertahun-tahun, kita melihat ke atas dan bertanya kepada Allah Bapa, “Bapa, apa yang Engkau lakukan?”
Ia menjawab, “Aku sedang menyulam kehidupanmu”.
Dan aku membantah, “Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?”
Kemudian Bapak menjawab, “Anakku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu di bumi ini, satu saat nanti aku akan memanggilmu ke surga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu”.
Cerita
Adik-adik yang dikasihi Tuhan, perikop kita mengisahkan tentang perpisahan Tuhan Yesus dengan para murid. Sebuah peristiwa yang di satu sisi terasa sedih karena akan berpisah dengan Guru, Tuhan dan Juruselamat mereka. Tetapi apakah mereka bersedih?
Ternyata tidak! Mengapa?
Karena mereka telah diberkati dan terus diberkati oleh Tuhan Yesus.
Siapakah yang tidak pernah bersedih? Tentu tidak ada.
Siapa yang selalu merasa diberkati Tuhan? Semua merasa demikian!
Tetapi apakah kita bisa melihat berkat Tuhan dalam kesedihan kita, dalam kegalauan kita, dalam masalah kita, dalam hidup kita yang tidak menyenangkan, seperti para murid?
Itu terletak pada cara pandang dan iman kita. Seperti kisah berikut ini! (Pamong menyampaikan Ilustrasi!)
Percaya tidak bahwa Tuhan itu sangat baik? Dia selalu merancangkan kebaikan bagi kita. Memberi berkat-Nya terus seperti kepada para murid, itulah yang kita imani.
Namun berkat-Nya juga membawa tugas. Para murid diberkati oleh Tuhan Yesus juga diutus untuk memberitakan kabar baik bagi dunia, memberitakan berkat Tuhan kepada dunia.
Apakah mudah? Tentu tidak!
Seperti kita melihat kain sulam dari bawah, seringkali kita melihat yang susah, yang buruk, ruwet, yang gelap dalam sulaman hidup kita. Demikian juga dalam tugas hidup kita sebagai anak Tuhan di dunia, kelihatannya susah, ruwet, kacau, tidak menyenangkan, penuh tantangan, celaan, tapi ingatlah itu adalah tugas yang indah pemberian Tuhan untuk kita lakukan. Pada saatnya nanti kita akan melihat keindahan itu. Mari hitung berkat-Nya setiap hari, mari lakukan tugas dari-Nya dengan sepenuh hati! Amin.
Aktivitas
Meminta remaja menjawab pertanyaan berikut:
-
- Dimana Tuhan Yesus membawa para murid?
- Apa yang Tuhan Yesus lakukan bagi para murid?
- Apa yang para murid lakukan setelah mendapat berkat?
Pamong membentuk pasangan-pasangan remaja secara acak, bisa dipilih dengan cara berhitung (diusahakan remaja tidak memilih sendiri pasangannya), pasangannya bisa lawan jenis atau sama jenis.
-
- Remaja secara berpasangan saling bercerita tentang:
- Berkat yang telah diterima dalam kehidupan sehari-hari!
- Sikap atau respon atas berkat Tuhan!
- Minta beberapa pasangan remaja untuk presentasi!
- Ajak masing-masing pasangan remaja untuk saling mendoakan!
Lagu Tema
Special Song no. 200 “Allah itu Baik”
“Allah itu Baik”