Terima Kasih Tuhan Tuntunan Ibadah Remaja 19 Mei 2019

Tahun Gerajawi  : Paskah 5
Tema  : Tuhan Memulihkan
Bacaan Alkitab : Lukas 17: 11-19
Ayat Hafalan  : “mengucap syukurlah dalam segala hal sebab itulah yang dikehendaki Allah didalam kristus Yesus bagi kamu”. (1 Tesalonika 5: 18 )

Tujuan

  1. Remaja dapat menyebutkan contoh pemulihan yang diberikan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Remaja dapat menyebutkan sikap yang harus dikembangkan agar dapat mengucap syukur kepada Tuhan.
  3. Remaja dapat menyebutkan hal-hal yang dapat menghambat seseorang mengucap syukur.

Penjelasan Teks

Cerita sepuluh orang kusta adalah cerita yang hanya ditemukan dalam Injil Lukas, Injil-injil yang lain tidak mencantumkan cerita ini. Kusta adalah penyakit yang dianggap menakutkan dan mematikan bagi orang-orang pada jaman itu. Penderitanya akan diasingkan dan ditolak oleh keluarga dan masyarakat karena mereka dianggap najis.  Mereka yang sakit adalah mereka yang sedang dihukum oleh Allah. Mereka akan menetap di daerah-daerah perbatasan yang jauh dari masyarakat.

Dalam perikop ini, Tuhan Yesus dan para murid sedang menyusuri daerah perbatasan Samaria dan Galilea menuju ke Yerusalem. Dari jauh ketika Tuhan Yesus masuk ke sebuah desa, kesepuluh orang kusta ini berteriak meminta belas kasihan Tuhan Yesus.

Mereka bersepuluh, yang artinya sesama penderita pada saat itu berkumpul, bisa jadi itu adalah salah satu sumber penghiburan dan kekuatan mereka karena mereka tidak bisa berkumpul bersama dengan keluarga dan masyarakat.

Tuhan Yesus memberi belas kasihan-Nya dengan memandang mereka dan menyuruh untuk memperlihatkan diri kepada imam-imam. Imam-imam adalah pihak yang memiliki wewenang untuk menyatakan orang tahir atau najis. Kesepuluh orang kusta ini percaya bahwa mereka akan disembuhkan, sehingga tanpa bertanya mereka berangkat untuk mendapatkan berkat pemulihan itu. Dan benar mereka menjadi tahir ketika dalam perjalanan. Mereka dapat benar-benar menunjukkan diri kepada imam-imam, sah dinyatakan tahir dan terbebas dari hukuman serta dapat kembali ke tengah kehidupan sosial mereka.

Ketika akan mendapat berkat mereka percaya dan bergegas berangkat. Tapi ketika telah mendapat berkat, hanya 1 yang kembali dengan suara nyaring bersyukur dan memuliakan Tuhan. Dengan berteriak mereka meminta belas kasihan, tetapi hanya satu dengan suara nyaring kembali untuk bersyukur. Hanya 1, orang Samaria pula, orang yang dianggap kafir oleh masyarakat Yahudi pada masa itu. Tetapi orang yang dianggap tidak mengenal Tuhan ini yang malah tahu berterimakasih. Tahu bahwa kesembuhannya berasal dari Allah. Banyak manusia yang seperti kacang lupa pada kulitnya, lupa darimana berkatnya berasal, lupa berterimakasih. Berteriak ketika meminta dan memohon tapi tidak kembali ketika mendapatkan segala kebaikan dan berkat Tuhan.

9 orang yang telah tahir dan tidak kembali kepada Tuhan Yesus untuk berterima kasih bisa jadi berpikir bahwa Tuhan Yesus yang telah menyembuhkan mereka adalah hal yang seharusnya Ia lakukan sebagai sesama orang Yahudi. Dan mereka itu adalah hal yang seharusnya maka mereka tidak mengapresiasi. Berbeda dengan orang Samaria yang tahu berterima kasih, yang artinya kepada siapapun yang telah menolongnya ia berterima kasih, terlebih kepada Tuhan Yesus yang telah dengan ajaib telah menyembuhkannya.

Banyak yang diberkati, sedikit yang bersyukur!

Pendahuluan

Langkah-langkah Penyampaian

  1. Pamong menyapa remaja dan sampaikan Ilustrasi!
  2. Pamong mengajak remaja bermain peran dalam Lukas 17: 11-19!
  3. Pamong meminta remaja menjawab pertanyaan dalam Aktivitas!
  4. Pamong menyampaikan Cerita!

ILUSTRASI[1]

Mitos dan Fakta Seputar Penyakit Kusta – Kusta, atau dikenal juga dengan istilah ‘lepra’, adalah penyakit jangka panjang yang menyerang beberapa bagian tubuh, seperti kulit, sistem saraf perifer, selaput lendir pada saluran pernapasan atas, dan mata.

Apa saja gejalanya?

Gejala penyakit kusta sendiri sangat beragam, seperti:

  • Kulit yang terinfeksi akan mengalami mati rasa sehingga tidak dapat merasakan suhu ataupun sentuhan.
  • Muncul bercak-bercak bundar berwarna merah dan putih
  • Otot (biasanya tangan, jari, kaki, muka, dan mata) menjadi lemah dan lumpuh
  • Otot mengalami atrofi (penyusutan)
  • Pembesaran saraf tepi, terutama di sekitar siku dan lutut.
  • Gangguan pada fungsi kelenjar keringat yang menyebabkan kulit menjadi tipis dan mengkilap.
  • Rontoknya alis rambut.
Mitos dan fakta seputar penyakit kusta

Meskipun sudah banyak penelitian terkait kusta, masih banyak masyarakat Indonesia yang percaya pada mitos tidak berdasar mengenai penyakit menular yang satu ini. Berikut Go Dok paparkan 5 mitos yang salah mengenai kusta, beserta dengan fakta medisnya :

 1. Mitos:Kusta merupakan penyakit kutukan dan turun temurun

Faktanya, hal ini salah, sebab sejatinya kusta disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae. Memang, risiko menderita kusta akan semakin besar jika salah satu anggota keluarga terkena penyakit ini. Namun, bukan berarti kusta bersifat turun temurun; karena penyebarannya dapat diminimalisir dengan meningkatkan kebersihan lingkungan sekitar. Selain itu, sistem imun tubuh yang kuat juga turut menurunkan risiko Anda terkena penyakit yang satu ini.

 2. Mitos:Kusta sangat mudah menular

Faktanya, hal ini salah! Kusta tidak akan mudah menular, kecuali jika Anda melakukan kontak berulang dengan penderita. Banyak yang percaya bahwa  kusta dapat menular dengan mudah karena penyebarannya bisa melalui udara. Benarkah seperti itu? Salah! Anda baru akan tertular kusta jika terbukti melakukan kontak langsung yang berulang dengan penderita; seperti penggunaan pakaian atau handuk bersama.

 3. Mitos: Kusta tidak dapat disembuhkan

Faktanya, hal ini pun salah! Penderita kusta dapat sembuh secara total jika mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Ternyata, mitos yang mengatakan bahwa kusta tidak dapat disembuhkan merupakan kepercayaan yang salah besar. Buktinya, dengan terapi multiobat (Multi Drug Therapy/MDT) yang mendapatkan pengawasan langsung dari dokter, kusta dapat disembuhkan secara total. Memang, diperlukan ketelatenan dalam mengobati penyakit ini. Karenanya, kerabat atau keluarga terdekat pasien seringkali disarankan untuk selalu memantau proses pengobatan agar infeksi tidak terjadi secara berulang.

 4. Mitos: Kusta tidak menimbulkan komplikasi serius

Faktanya, hal ini lagi-lagi salah! Kusta yang tidak segera ditangani dapat memicu beberapa komplikasi serius, termasuk cacat anggota tubuh. Jangan anggap remeh penyakit kusta! Sebab jika tidak ditangani dengan segera, pasien akan berisiko besar mengalami komplikasi kesehatan yang serius; seperti kerusakan saraf, kemunduran fungsi penglihatan, hingga cacat permanen di beberapa bagian tubuh.

Nah, itu tadi 4 mitos dan fakta seputar penyakit kusta yang berkembang di tengah-tengah masyarakat; beserta dengan penjelasan lengkap mengenai fakta medisnya. Ingat! Jika Anda atau anggota keluarga mengalami satu atau banyak gejala kusta, maka segera konsultasikan kesehatan ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Cerita
Adik-adik yang dikasihi Tuhan, kita tahu bahwa ketika kita mendapatkan sesuatu dari orang lain, entah itu barang, bantuan terlebih kebaikan pasti yang kita lakukan adalah mengucapkan terimakasih. Bahkan kita akan berusaha membalas kebaikan orang tersebut karena kita merasa memiliki hutang budi.

Hari ini kita telah mencoba bermain peran tentang kisah sepuluh orang kusta yang telah disembuhkan oleh Tuhan Yesus. Orang kusta pada jaman itu oleh masyarakat dianggap sebagai orang yang najis, orang yang kena hukuman, kena kutuk karena dosa mereka, sehingga mereka dijauhkan dari masyarakat, mereka dibuang dan diasingkan di daerah-daerah yang jauh dari pemukiman. Mereka dilarang dekat-dekat dengan orang sehat karena mereka bisa menularkan penyakit dan kenajisan mereka. Oleh karenanya tidak heran kalau kesepuluh orang kusta ini meminta kesembuhan dari Tuhan Yesus dengan berdiri jauh-jauh dan berteriak.

Adik-adik yang dikasihi Tuhan, setelah kita tahu mitos dan fakta tentang penyakit kusta yang sudah kita dengar, kita menjadi tahu bahwa kusta adalah salah satu penyakit yang serius apalagi tidak segera ditangani. Cerita kita pagi ini memperlihatkan kepada kita betapa Tuhan Yesus berkuasa menyembuhkan bahkan tanpa menyentuh mereka yang sakit. Dalam perjalanan mereka menuju Imam Besar mereka menjadi sembuh.

Ada berapa orang yang sakit dan minta disembuhkan? 10 orang

Ada berapa yang sembuh dalam perjalanan? 10 orang

Lalu adakah yang mengucap terima kasih kepada Tuhan Yesus? Ada.

Tapi itu hanya 1 orang, lalu kemana yang ke 9 ? Tidak kembali.

Bisa jadi itulah sifat manusia. Kalau sakit rajin berdoa minta kesembuhan, kalau sembuh lupa berdoa. Kalau susah rajin berdoa, kalau senang lupa berdoa.

Dengan berteriak sepuluh orang kusta ini meminta belas kasihan, tetapi hanya satu yang dengan nyaring mengucap syukur memuliakan Tuhan. Apakah sama nyaringnya kita meminta dan menyucap syukur?

Kesepuluh orang kusta mendapat pemulihan kesehatan, bukan hanya itu. Ketika mereka sembuh dari sakit kustanya maka mereka dianggap luput dari hukuman dan kutuk sehingga akan diterima kembali di masyarakat. Mereka sembuh secara fisik, juga sembuh secara sosial. Artinya mereka dipulihkan secara tubuh dari sakit penyakit, juga dipulihkan hubungan mereka, mereka diterima kembali dalam keluarga juga dalam masyarakat.

Lalu apakah kita bagian dari yang kembali kepada Tuhan dan berterima kasih, mengucap syukur untuk semua pemberian Tuhan? Ataukah kita bagian dari 9 orang kusta yang sembuh dan tidak tahu berterimakasih?

Yah.. memang banyak yang diberkati, tetapi sedikit yang bersyukur. Semoga kita menjadi anak-anak Tuhan yang selalu datang kepada Tuhan di setiap waktu. Amin.

Aktivitas

Remaja diminta menjawab pertanyaan berikut!:

  • Pemulihan apa yang dialami oleh sepuluh orang kusta?
  • Pemulihan apa yang dialami oleh remaja dalam hidup sehari-hari?
  • Sikap apa yang harus dikembangkan agar dapat mengucap syukur dengan benar?
  • Hal-hal apa yang menghambat seseorang mengucap syukur?

Lagu Tema

Kidung Ria no. 163 “S’gala Puji Syukur”

Kidung Ria no. 50 “Syukur Pada-Mu Tuhan”

[1] https://www.go-dok.com/mitos-dan-fakta-seputar-penyakit-kusta/

Renungan Harian

Renungan Harian Anak