Teruslah Berbuat Baik Tuntunan Ibadah Anak 5 Mei 2019

22 April 2019

Bacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 9:36-43
Tahun Gerajawi : Paskah 3 / Masa Raya Undhuh-Undhuh
Tema : Masa Raya Undhuh-Undhuh
Ayat Hafalan : “Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang” Galatia 6:10a (Pratama dan Madya) dan “…. marilah kita berbuat baik kepada semua orang” Galatia 6:10a (Balita) :

Lagu Tema :

  1. Kidung Ria no.29 “Aku Diberkati”
  2. Kidung Ria no.63 “Bapa Kupersembahkan Tubuhku”

Penjelasan Teks

Sebagaimana Allah bekerja melalui Petrus untuk mengadakan kesembuhan ( Kis 9:33-35) dan membangkitkan orang mati (Kis 9:40), Dia juga bekerja melalui Dorkas atau Tabita dengan perbuatan-perbuatan kebaikan hati dan kasih. Arti kata Tabita adalah kijang, dia digambarkan sebagai pribadi yang menyenangkan bagi banyak orang dan itulah yang terjadi dalam kehidupannya. Tabita adalah seorang murid (ay.36) ayat ini menunjukkan bahwa Tabita adalah salah seorang yang percaya kepada Kristus dan sudah dibaptis. Dalam hidupnya Tabita banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah sebagai perwujudan imannya kepada Kristus. Memang tidak dijelaskan tentang pekerjaan dari Tabita, tetapi perbuatan baik dan sedekah yang dilakukannya sudah menjadi bagian dari kehidupannya. Dia melakukan hal itu bukan karena terpaksa tetapi benar-benar sebagai perwujudan imannya kepada Kristus. Salah satu hal yang dilakukannya adalah membuatkan pakaian untuk para janda (ayat 39). Janda pada saat itu adalah kelompok orang yang bisa dibilang lemah secara ekonomi (miskin), mereka bisa bekerja dengan tangan mereka sendiri untuk mendapatkan makanan tetapi mungkin tidak cukup untuk membeli pakaian. Sehingga saat Tabita sakit lalu meninggal banyaklah orang yang berdukacita terutama janda-janda itu, mereka datang bersedih sambil membawa pakaian-pakaian yang telah dibuatkan Tabita untuk mereka.

Tabita sakit dan kemudian meninggal, tidak disebutkan dia sakit apa atau umur berapa saat itu. Kabar meninggalnya Tabita menjadikan banyak orang berduka karena perbuatan baik yang dilakukannya selama hidup. Setelah jenazah Tabita dimandikan (disucikan) lalu diletakkan diruang atas. Ruang atas dalam rumah orang Yahudi biasanya digunakan untuk acara pertemuan-pertemuan. Menariknya bahwa jenazah Tabita yang diletakkan diruang atas rumahnya tidak segera dikuburkan, tetapi malah orang-orang percaya yang ada di Yope menyuruh dua orang untuk datang kepada Petrus di Lida (ayat 39) supaya Petrus segera datang ke Yope ke rumah Tabita. Tampaknya para murid (orang-orang percaya) yang ada di Yope telah mendengar tentang mujizat yang dilakukan Petrus di Lida yaitu menyembuhkan Eneas yang telah lumpuh selama 8 tahun. Sepertinya mereka ingin melihat apa yang bisa dilakukan oleh Petrus untuk Tabita orang yang telah banyak berbuat baik itu. Saat Petrus sampai disana, banyak orang percaya berkumpul di ruang atas dan juga para janda menangis sambil menunjukkan pakaian yang dibuatkan oleh Tabita. Petrus menyuruh mereka keluar dan kemudian dia berlutut dan berdoa, hal ini hampir sama dengan yang dilakukan oleh nabi Elia saat anak perempuan Janda Sarfat mati. Baik Petrus maupun Elia tidak menginginkan perbuatan mereka diketahui oleh banyak orang sehingga menimbulkan pujian bagi dia, bahwa yang dilakukan adalah murni karya Allah semata. Saat Petrus menyuruh Tabita bangkit (ayat 40), maka bangkitlah perempuan itu. Banyak orang menjadi bersukacita dan percaya kepada Tuhan atas peristiwa kebangkitan Tabita, dan hal yang tak kalah pentingnya adalah kebaikan hati dan sedekah Tabita masih bisa berlanjut lagi.

Ada beberapa hal penting dari bacaan ini:

  1. Belajar dari Tabita : sebagai orang beriman kepada Kristus dia menunjukkan imannya dengan berbuat kebaikan dan memberikan sedekah terutama kepada orang-orang yang membutuhkan (membuatkan pakaian untuk para janda). Tabita melakukannya bukan karena terpaksa atau karena ingin dipuji, tetapi dia melakukannya sebagai bentuk perwujudan imannya kepada Kristus.
  2. Belajar dari Petrus : Petrus adalah seorang rasul yang ikut terlibat dalam pelayanan bersama dengan Yesus. Banyak hal telah dia lakukan, berkotbah dan juga membuat mujizat. Saat berdoa dan kemudian terjadi mujizat, dia tidak ingin banyak orang ada di dekatnya. Mengapa? Supaya bukan dia yang dipuji atas apa yang diperbuatnya, karena yang diperbuatnya adalah karya Allah untuk manusia. Petrus melakukan tugas pelayanannya dengan sepenuh hati untuk kemuliaan Allah bukan untuk mencari pujian dari manusia.
  3. Demikian juga dalam kehidupan anak-anak, mereka bisa melakukan perbuatan baik untuk siapapun. Tetapi yang perlu diingat bahwa pelayanan yang mereka lakukan bukan supaya mereka dipuji karena kehebatan mereka, tetapi apa yang mereka lakukan adalah untuk kemuliaan Allah.

 

TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA, PRATAMA DAN MADYA

Tujuan :

  1. Anak dapat menceritakan kembali kisah tentang Tabita.
  2. Anak dapat menyebutkan perbuatan-perbuatan Tabita selama hidupnya.
  3. Anak dapat meneladani cara Tabita mempersembahkan hidupnya.

Keterangan

  1. Minggu ini ibadah digabung menjadi satu untuk Merayakan Undhuh-Undhuh Anak.
  2. Pamong bisa mempersiapkan acara yang menarik sesuai dengan konteks jemaat atau kebiasaan jemaat masing-masing.
  3. Anak-anak mempersiapkan persembahan uang dan beras (sebanyak setengah kilo atau satu kilo) yang dibawa dari rumah masing-masing.
  4. Pamong mempersiapkan siapa atau dimana anak-anak akan melakukan kasih dengan memberikan beras yang telah mereka bawa. Bisa kepada warga diakonia gereja, bisa ke panti asuhan, dll (menyesuaikan dengan konteks jemaat).

Alat Peraga

  1. Pamong berbagi tugas dalam kegiatan Perayaan Undhuh-Undhuh Anak hari ini. Ada yang bertugas sebagai pemain musik, liturgos dan pencerita.
  2. Pamong mempersiapkan peralatan-peralatan menonton video pendek.

Pendahuluan

Anak-anak diajak melihat cuplikan video singkat dengan judul “Saling Berbagi Kepada Sesama”. (Video bisa dilihat di dalam cd peraga atau di https://www.youtube.com/watch?v=PypCDneWCA4 ).
Pamong mengulas sedikit tentang video yang ditonton tentang berbuat kasih kepada sesama.

Video ini berisikan tentang kisah seorang anak yang pergi ke sekolah tanpa bisa membawa bekal makanan. Dia ke sekolah dengan membawa kotak makan yang kosong. Saat jam istirahat makan tiba, dia meminta ijin untuk keluar kelas. Tanpa sepengetahuan dia, teman-teman sekelasnya mau berbagi bekal makanan yang mereka bawa. Anak ini merasa senang dan akhirnya dia bisa menikmati makan bersama dengan teman-temannya.

Inti Penyampaian

Pamong mengajak anak-anak berdiskusi sejenak berdasar video yang baru ditonton, baru masuk ke dalam inti cerita tentang Tabita.

Anak-anak, senang ya kita bisa melihat sebuah video yang bagus. Ada beberapa hal yang bisa kita diskusikan dari cerita tadi.

  1. Apa ya yang menarik dari video yang kita lihat tadi? (biarkan anak-anak menjawab sesuai ketertarikannya, pamong mengorganisir jawaban-jawaban anak).
  2. Apa yang dirasakan anak-anak jika melihat ada teman yang tidak bawa bekal ke sekolah?
  3. Siapa yang pernah berbagi bekal makanan saat di sekolah? Mengapa mau berbagi bekal dengan teman?
  4. Bagaimana rasanya saat anak-anak membagi bekal makanan kepada teman di sekolah? Senang atau sedih?
  5. Lalu kalau begitu apa sih pentingnya berbagi kepada teman atau sesama?

Anak-anak yang dikasihi Tuhan. Hari ini kita membaca cerita tentang Tabita. Siapa itu Tabita? Dia adalah murid Yesus seperti anak-anak. Dalam bacaan kita tadi dituliskan Tabita itu suka berbagi kasih kepada sesama yang membutuhkan. Dia membuatkan pakaian bagi para janda yang tidak punya cukup uang untuk membeli pakaian untuk dirinya sendiri. Ayo siapa yang bisa menemukan di ayat berapa? Mengapa Tabita mau berbagi kasih? Karena dia merasa dikasihi oleh Tuhan dalam hidupnya, (pamong bisa memberi contoh kasih Tuhan dalam hidup manusia. Contoh : punya orangtua yang mengasihi, punya teman banyak, bisa bekerja, bisa bersekolah, dll). Tabita berbuat baik bukan untuk dirinya sendiri. Perbuatan baik Tabita merupakan bentuk persembahannya kepada Tuhan. \

Perbuatan Tabita itu juga menyenangkan banyak orang, sehingga Tabita dicintai banyak orang. Saat Tabita meninggal ada banyak orang yang bersedih karena tidak lagi bisa merasakan kebaikan Tabita. Akhirnya mereka memberitahu Petrus supaya datang ke rumah Tabita, karena mereka tahu Petrus pun suka berbuat baik dengan menyembuhkan orang sakit. Petrus melihat kesedihan dari orang-orang yang ditinggal Tabita itu, lalu dia berdoa kepada Tuhan dan akhirnya Tabita bisa hidup kembali. Anak-anak, kira-kira apa yang terjadi saat orang banyak itu melihat Tabita hidup kembali? Mereka tidak takut, tetapi mereka malah bergembira karena mereka bisa merasakan kembali kebaikan dari Tabita.

Anak-anak, seperti orang banyak yang bergembira karena Tabita hidup kembali. Tentu sekarang kita semua juga bergembira karena hari ini kita merayakan Undhuh-Undhuh Anak. Pada hari Undhuh-Undhuh ini anak-anak bisa memberi persembahan kepada Tuhan. Berbagi kasih kepada sesama seperti yang dilakukan oleh Tabita itu juga salah satu bentuk persembahan kepada Tuhan.

Hari ini kita pun akan menghaturkan persembahan kita, persembahan yang akan kita berikan dengan sukacita agar menyenangkan Tuhan dan juga membuat saudara-saudara kita bergembira. Persembahan itu bisa berupa uang yang akan digunakan untuk kegiatan-kegiatan gereja. Persembahan juga bisa berupa perbuatan baik kepada sesama, misalnya dengan mengumpulkan beras yang sudah kita bawa untuk diberikan kepada sesama yang membutuhkan perhatian kita. Siapa sesama kita yang membutuhkan perhatian kita itu? Ada banyak orang di sekitar kita yang perlu kita perhatikan. Ada teman-teman kita yang sudah lama tidak ke gereja, mereka perlu kita perhatikan supaya kembali rajin ke gereja. Ada warga jemaat yang sakit dan juga sudah adiyuswa/sepuh, mereka juga perlu kita perhatikan supaya terhibur hatinya. Ada anak-anak yang tidak punya siapa-siapa dan tinggal di panti asuhan, mereka juga harus kita perhatikan supaya bisa berbahagia seperti kita. Lalu hari ini kita akan berbagi kasih kepada siapa? (pamong bisa menjelaskan anak-anak akan diajak berbagi kasih kepada siapa, mengapa mereka yang dipilih dan bagaimana teknisnya – bisa bersama-sama atau perwakilan).

Penerapan

Sekarang kita akan mengumpulkan persembahan yang sudah kita siapkan dari rumah sambil menyanyi lagu “Aku Diberkati”. Persembahan berupa uang akan dimasukkan dalam kotak persembahan dan persembahan berupa beras dimasukkan dalam wadah khusus.

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak