Dapatkah Manusia Hidup Tanpa Allah? Renungan Harian 2 Mei 2019

2 May 2019

Bacaan : Yesaya 5 : 11 – 17 | Pujian : KJ 395 : 1, 3
Nats : “Kecapi dan gambus, rebana dan suling, serta anggur terdapat dalam perjamuan-perjamuan mereka, tetapi perbuatan TUHAN tidak dipandangnya dan pekerjaan TUHAN tidak dilihatnya.” [ayat 12]

Pernahkah kita bertekad untuk tidak melanggar perintah Allah? Berhasilkah? Jawabannya pernah dan tidak berhasil. Tidak ada manusia yang sempurna. Tidak ada satu hari pun yang terlewat dari kesalahan dan dosa. Itulah kehidupan manusia yang mudah terjatuh didalam dosa. Seperti segelas air yang sudah tercemar oleh setetes racun. Maka setetes racun itu akan mencemarkan seluruh air dalam gelas dan air itu tidak lagi dapat diminum. Air itu tidak mungkin dapat menghilangkan racun itu dengan sendirinya. Melainkan air itu harus dibersihkan. Demikian juga dengan kehidupan manusia berdosa. Kita tidak dapat membersihkan dosa itu dengan sendirinya kecuali dosa kita dibersihkan oleh Allah.

Tak satupun manusia dapat hidup tanpa Allah. Kehidupan kita semua sangat bergantung kepada keMahaKuasaan Allah. Bacaan kita pada hari ini mengatakan kepada kita bahwa CELAKA orang yang tidak memandang perbuatan TUHAN dan tidak melihat pekerjaan TUHAN. Firman Tuhan itu mengingatkan bangsa Israel yang suka berfoya-foya dan tidak menggunakan waktu untuk kegiatan yang bermakna. Pola pikir mereka bukanlah memproduksi dan mempersembahkan kepada Tuhan melainkan mengkonsumsi dan mempersembahan untuk kepuasan diri sendiri. Yesaya mengatakan celakalah orang yang demikian. Tentu saja tidak bermaksud untuk menakut-nakuti, tetapi disampaikan supaya orang berbalik dari kejahatannya. Dengan kata lain supaya orang berubah dan bertobat.

Tuhan tetaplah Yang Maha Kudus dari Israel. KarakterNya nyata dengan konsisten dalam segala keadaan. Tuhan akan menunjukkan siapa Dia sesungguhnya, untuk meluruskan kebengkokan mereka dan membalikkan kekacauan kepada ketertiban (ayat 16-17). Tuhan tidak pernah berubah. Dia tetaplah Allah yang setia, panjang sabar dan KasihNya melampaui akal pikiran kita. Dia pasti memberikan kesempatan kepada manusia untuk bertobat dan memperbaiki cara hidup yang tidak berkenan dihadapanNya. Mari berubah semakin mendengar didikan Tuhan dan selalu memperhatikan pengajaran Tuhan. Bertobatlah! Karena kita tidak bisa hidup tanpa pertolongan Tuhan. [Life]

“Tuhan memberi kesempatan yang kedua bagi orang yang mau berubah”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak