Tahun Gerajawi : Pra Paskah V
Tema : Setia
Bacaan Alkitab : Lukas 22 : 3-6
Ayat Hafalan : “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar” (Lukas 16 : 10)
Tujuan
- Remaja dapat menyebutkan alasan Yudas mengkhianati Yesus.
- Remaja dapat menyebutkan contoh-contoh sikap mengkhianati yang pernah dilakukan.
- Remaja dapat menyebutkan contoh sikap kesetiaan yang pernah dilakukan.
Penjelasan Teks
Cerita mengenai pengkhianatan Yudas Iskariot ini ada di dalam satu benang merah dengan perikop sebelumnya. Pada perikop sebelumnya (Luk 22:1-2) diceritakan bahwa Imam2 kepala dan ahli-ahli Taurat mencari cara untuk membunuh Yesus. Membunuh Yesus tidak semudah kelihatannya. Digambarkan bahwa mereka takut kepada orang banyak (ay 2). Dengan demikian, mereka harus mencari cara untuk menangkap Yesus tanpa menimbulkan kerusuhan dan kemungkinan diserang oleh orang banyak yang telah mengikuti Yesus selama ini. Di dalam konteks yang demikian, datanglah Yudas Iskariot kepada mereka untuk membantu menangkap Yesus. Tentu saja ini seperti gayung bersambut bagi para Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat. Mereka tentu amatlah gembira sampai-sampai memberikan sejumlah uang kepada Yudas.
Di sisi lain, Yudas Iskariot adalah salah satu dari ke-12 murid Yesus. Hidup bersama Yesus selama kurang lebih tiga tahun. Menerima pengajaran, melihat mujizat dan mengikuti Yesus di dalam pelayanannya. Secara psikologis, seharusnya hubungan Yudas dan Yesus ini sudah sangat dekat. Mengenal satu dengan yang lain.
Namun ternyata tidak sesederhana itu. Buktinya dalam perikop ini Yudas mengkhianati Yesus. Dalam ayat 3 dijelaskan bahwa pengkhianatan itu terjadi karena Iblis masuk ke dalam diri Yudas.
Jika kita memperhatikan penyusunan Injil Lukas, pada Lukas 21 : 34-38 dicatat bahwa Yesus memberikan kotbah serta nasihat untuk berjaga-jaga. Hanya dua perikop di atas pengkhianatan Yudas. Sungguh ironis. Hal ini memperlihatkan bahwa orang yang tidak berjaga-jaga, walaupun nampaknya sangat dekat dengan Yesus, ternyata juga bisa jatuh dan terjerat dalam kuasa Iblis, melakukan hal-hal yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Berkhianat. Berubah setia.
Pada akhirnya, cerita pengkhianatan Yudas ini menolong kita untuk menyadari bahwa kesetiaan bukanlah suatu hal yang sekedar saja. Menjaga kesetiaan harus dilakukan dalam keadaan sadar. Terjaga dan berjaga. Kesetiaan memerlukan perjuangan. Dan itulah yang kita teladani dari Yesus. Kesetiaan-Nya melakukan kehendak Bapa. Kesetiaan-Nya menunjukkan cinta bagi dunia.
Pendahuluan
- Langkah – langkah Penyampaian :
- Pamong mengajak remaja untuk melakukan aktivitas 1 : permainan
- Pamong mengajak remaja untuk membaca perikop
- Pamong mengajak remaja untuk membahas aktivitas 2 : diskusi tentang berkhianat
- Pamong menjelaskan pesan teks (cerita) kepada remaja
- Pamong mengajak remaja untuk membahas aktivitas 3 : sharing tentang kesetiaan
Cerita
Cerita tentang pengkhianatan tidak hanya terjadi sekarang di jaman ini, tetapi juga sudah ada sejak jaman dahulu. Salah satu cerita pengkhianatan yang dicatat di dalam Alkitab adalah cerita pengkhianatan Yudas Iskariot.
Yudas Iskariot adalah salah satu murid Yesus yang hidup bersama-sama dengan Yesus selama kurang lebih tiga tahun. Dalam tiga tahun itu ia tentu melihat dan mendapat banyak hal, sebab ia mendengarkan pengajaran Yesus, ia melihat Yesus membuat mujizat, ia melihat bagaimana Yesus melayani orang-orang dan lain sebagainya. Bisa dikatakan bahwa Yudas Iskariot adalah salah satu orang terdekat Yesus.
Namun, diceritakan karena Iblis masuk ke dalam dirinya, Yudas mengambil sikap berkhianat. Ia membuat kesepakatan dengan para imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat untuk menangkap dan membunuh Yesus. Dia tentu mendengar nasihat Yesus untuk berjaga-jaga (Lukas 21 : 34,36) namun tidak diindahkannya. Ia lengah dan jatuh. Ia membiarkan dirinya dipimpin dan diperbudak oleh Iblis.
Berkhianat bukanlah perilaku yang baik. Banyak efek buruk yang terjadi karena berkhianat (dapat sedikit diingatkan tentang diskusi sebelumnya mengenai berkhianat). Satu pengkhianatan dapat menghancurkan hubungan dan kepercayaan yang telah kita bangun. Oleh sebab itu, berjaga-jaga itu mutlak. Harus dilakukan. Jangan sampai kita terlena dengan keadaan dan tanpa sadar jatuh kedalam perangkap Iblis untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Tuhan.
Aktivitas
1. Permainan : Pamong mengajak para remaja untuk membentuk 1 lingkaran besar.. Setelah itu ajaklah remaja untuk bernyanyi sambil berkeliling (bisa menggunakan lagu apapun yang dihafal). Di akhir lagu, pamong meneriakkan angka. Misal : 5 (lima!). Itu berarti mereka harus cepat – cepat membagi diri dalam kelompok yang berisikan 5 anggota. Remaja yang tidak berhasil mendapatkan kelompok sesuai perintah menerima konsekuensi tertentu. Misalnya : bernyanyi lagu anak-anak sambil memperagakan dengan gerakan, dll.
Ulangi permainan dengan jumlah kelompok yang berbeda-beda. 2.. 3.. 7… Setelah dirasa cukup, ajaklah remaja berdiskusi mengenai permainan tadi. Ketika mencari kelompok apa yang mereka lakukan? Memaksa masuk dalam 1 kelompok?Apakah dengan mudah“membuang” temannya ketika jumlah anggota berlebih? Atau ada yg inisiatif keluar? Mengapa?(Hal-hal tersebut bisa sedikit dibahas dengan menggali alasan-alasan para remaja.)
2. Diskusi : Mengajak remaja untuk menggali tentang pengkhianatan.
Ajaklah remaja untuk mengemukakan pendapat mereka tentang berkhianat. Apa itu berkhianat menurut mereka? Apa mereka pernah melakukannya? Atau pernah dikhianati? Mintalah mereka untuk menceritakan pengalaman berkhianat/dikhianati. Kemudian ulaslah bersama remaja, kenapa kira-kira seseorang bisa berkhianat? Apa efek berkhianat bagi pengkhianat dan yang dikhianati?
3. Sharing : Berbagi pengalaman kesetiaan yang mereka lakukan.
Ajaklah remaja untuk membagikan pengalaman kesetiaan yang pernah mereka lakukan. Mintalah mereka untuk menceritakan perasaan mereka ketika melakukan tindakan kesetiaan itu. Lalu, tutuplah sesi ini dengan memberikan semangat kepada remaja untuk menjaga kesetiaan mereka kepada siapapun, terutama kepada Tuhan. Meneladai perjuangan Yesus yang menjaga kesetiaan-Nya untuk melakukan kehendak Bapa, untuk membuktikan kasih-Nya kepada dunia.