Bacaan : 2 Petrus 2 : 4 – 21 | Nyanyian : KJ 54 : 1, 4
“tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja,” [ayat 7]
Tentu kita masih ingat kisah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menggambarkan dirinya seperti ikan kecil nemo di tengah Jakarta. Dalam pembacaan nota pembelaan di salah satu persidangannya, Ahok menceritakan cuplikan film “Finding Nemo” yang pernah ditontonnya bersama anak-anak TK di Balai Kota.
Dari film tersebut, Ahok ingin menyampaikan bahwa memiliki keteguhan hati dalam menyatakan kebenaran adalah hal yang penting, sekalipun berat karena harus melawan arus.
Kisah Lot pun menceritakan hal yang senada. Hidup dalam kebenaran di tengah-tengah masyarakat yang tidak mengenal hukum dan penuh hawa nafsu adalah sebuah siksaan.Bagi Lot, bertahan dalam kekudusan, di tengah-tengah kecemaran bagaikan seekor ikan kecil nemo yang berenang melawan arus yang deras. Tidak mudah, berat, dan membutuhkan perjuangan.
Namun di tengah-tengah penderitaan yang dialami oleh Lot, Allah menyatakan pertolonganNya. Allah menyelamatkan Lot dari kungkungan bangsa yang fasik. Ia membinasakan kota Sodom dan Gomora dengan api, sehingga hilang dan lenyaplah bangsa tersebut. Allah mewujudnyatakan kasihNya bagi orang-orang yang teguh menjaga kekudusannya dan yang senantiasa menyatakan kebenaranNya dalam segala hal.
Memasuki masa pra-paskah, kita pun diajak untuk tetap setia menjaga keteguhan hati dalam menyatakan kebenaranNya. Di tengah arus dunia yang semakin deras, bertahan bahkan melawan bukanlah hal gampang. Hawa hafsu dan kedagingan seringkali menjadikan kita hanyut dalam arus dunia. Oleh sebab itu, penting bagi kita memiliki semangat seperti ikan kecil nemo. Sekalipun harus berenang melawan arus, ia tidak menyerah. Tetap berjuang. Percayalah, bagi orang-orang yang setia dalam kebenaran kedaulatan, cinta dan keadilan Allah akan berjalan secara beriring. Indah pada waktunya dan tepat pada saatnya.[7us]
“Berjuang, Bertahan dan Setia adalah Kunci sebuah Keberhasilan”