Bacaan : 2 Raja 24 : 18 – 25 : 21 | Pujian : KJ 438 : 1 – 4
Nats : “…yakni bahwa Ia sampai membuang mereka dari hadapan-Nya…“ [ayat 20]
Dalam suatu pertemuan katekisasi perkawinan, seorang penatua mengatakan bahwa menepati janji itu tak semudah mengucapkannya. Penatua itu kemudian melanjutkan kata-katanya dengan mengisahkan jatuh bangun kehidupan keluarganya sembari terlihat kaca-kaca. Ia menutup kisah itu dengan keyakinannya bahwa Tuhan setia mengasihi dan memelihara keluarganya. Mungkin bagi sebagian orang kata-kata itu hanya kata-kata Mutiara yang tanpa makna, tapi bagi penatua tersebut, keyakinan itu adalah mutiara yang diperoleh dari kedalaman pengalamannya.
Bacaan kita hari ini mengisahkan tentang betapa menyedihkannya keadaan Yehuda dibawah pimpinan Zedekia. Ketidaksetiaan Zedekia telah mendatangkan murka Tuhan dan kehancuran Yehuda. Mereka dikepung selama kurang lebih satu setengah tahun. Pengepungan itu mengakibatkan kelaparan dan orang membelah tembok benteng. Digambarkan bahwa hal ini karena Zedekia melanggar janji-nya kepada Raja Babel yang telah diucapkan dengan menyebut nama Tuhan (Yeh. 17:15). Bahwa Tuhan menghendaki memelihara Yehuda melalui kerajaan Babel, tampaknya tidak begitu saja bisa diterima oleh Zedekia. Ia menolak suara Yeremia hingga ia memberontak pada Babel. Kehancuran Yehuda melalui Babel ini menjadi kisah yang sungguh tragis. Mereka dibuang dari hadapan-Nya.
Kesetiaan iman untuk tetap berpegang pada janji Tuhan perlu senantiasa dirawat. Mungkin ada waktu dimana kita tidak dapat bersyukur di tengah limpahan rahmat-Nya, karena tidak sesuai dengan keinginan, harapan, dan permohonan kita. Mungkin kita pernah
juga tergoda seperti Zedekia untuk ingkar dan meninggalkan janji. Namun mari tetap setia, melatih diri setia. Kita bisa mulai dari memelihara hal yang sederhana dalam keluarga, seperti membaca Alkitab bersama setiap hari, berdoa dalam kekusyukan, memuji memuliakan nama Tuhan. Mari jalani hari dalam keyakinan bahwa Dia setia memelihara kita. Mari kita juga setia. [DW]
“Jadilah setegar karang, teruji oleh ombak dan waktu.”