Bacaan : 1 Raja – Raja 17 : 8 – 16 | Pujian : KJ 390
Nats : “Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.” [ayat 16]
‘Jam karet’, istilah yang tidak asing bagi kita. Istilah ini diberikan ketika suatu kegiatan dilaksanakan tidak tepat pada waktunya atau seseorang datang terlambat dan tidak sesuai dengan waktu yang telah disepakati. Tidak tepat waktu atau tepat waktu juga bisa menjadi kebiasaan. Sehingga seringkali ada yang menyampaikan “Seperti biasa, Ibu Ani datang terlambat”, “Tidak mungkin, Bapak Jan terlambat, biasanya selalu datangtepatwaktu”. Tidak dapat dipungkiri, ada hal-hal yang tidak terduga dapat terjadi sehingga membuat seseorang tidak bisa datang tepat waktu. Bagaimanapun juga, tepat waktu diperlukan dalam kehidupan ini. Apalagi dalam hal memberi pertolongan.
Pertolongan Tuhan tepat pada waktuNya, inilah yang dirasakan oleh janda di Sarfat saat berjumpa dengan Nabi Elia. Perjumpaan itu diawali ketika Nabi Elia yang bersembunyi dari Raja Ahab di sungai Kerit, yang kemudian mulai kering karena tidak ada lagi turun hujan. Namun Allah tetap mengasihi Nabi Elia dan menyuruhnya untuk pergi ke Sarfat dan menemui seorang janda yang miskin dan hidup dengan anaknya. Nabi Elia percaya dan patuh pada perintah Tuhan. Dan ternyata, janda itu juga mengalami kelaparan dan kekurangan persediaan makanan karena kekeringan sudah terjadi di negeri itu. Meskipun kondisinya demikian, Elia tetap meminta sedikit air dalam kendi dan sepotong roti. Pada akhirnya, janda itu melakukan apa yang diminta oleh nabi Elia, dan yang didapatkan janda itu justru luar biasa (ayat 16).
Disaat kita mengalami situasi yang sulit atau pergumulan dalam hidup, sesungguhnya Tuhan tetap mengasihi dan menyertai langkah kita. Terbukti bahwa pertolongan tepat pada waktuNya sehingga kita mendapatkan keselamatan, kekuatan, kelegaan dalam hati. Tuhan hanya menginginkan kita untuk memiliki keteguhan dalam iman dan tetap berharap hanya kepadaNya, Sumber Pertolongan kita. [Ita]
“Jangan pernah berhenti berharap pada pertolongan Tuhan”