Doa yang Mengubah Hidup Renungan Harian 30 September 2018

30 September 2018

Bacaan: Yakobus 5 : 13-20  |  Nyanyian: KJ 452 – NKB 140
Nats:
…Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (ayat 16b)

Ketika saya bertanya kepada jemaat apakah arti doa, sebagian besar menjawab bahwa  doa adalah nafas hidup orang percaya. Sayangnya, sekalipun mengakui doa sebagai nafas hidup, tidak semua orang sanggup tekun berdoa secara pribadi. Kadang doa hanya dianggap kewajiban yang menjengkelkan.  Kesibukan dan berbagai persoalan juga bisa mengalihkan kepada hal-hal yang lebih menarik dibanding doa. Doa yang tekun membutuhkan komitmen dan kedisiplinan.

Perihal doa menjadi nasehat utama Yakobus kepada para pengikut Kristus mula-mula . Doa menjadi bagian penting dalam kehidupan pribadi maupun persekutuan. Jemaat diajak saling menopang dalam doa karena doa yang benar memiliki kuasa yang besar.

Doa yang lahir dari iman berkuasa menyelamatkan atau menyembuhkan orang-orang sakit serta mendatangkan pengampunan atas segala dosa. Demikian juga doa orang benar juga besarlah kuasanya. Seperti yang dilakukan Elia. Ia adalah seorang yang benar, yang taat dan setia melakukan kehendak Allah, juga yang dengan tekun dan sungguh-sungguh berdoa. Maka doanya dijawab Tuhan sehingga menyelamatkan kehidupan bangsanya.

Banyak orang yang berdoa tetapi kemudian kecewa karena mendapati doanya tidak terkabul. Sesungguhnya kita perlu berproses menjadi orang benar dan memiliki iman teguh sebelum kita berdoa. Doa yang besar kuasanya harus lahir dari iman. Artinya tidak hanya didasari keyakinan teguh tetapi juga kehidupan iman yang nyata sebagai anak-anak Allah yang taat dan setia.

Doa yang besar kuasanya adalah doa orang yang benar. Mereka adalah orang yang selalu memegang teguh perintah Allah di dalam kehidupannya. Doa orang benar bukan lagi didorong oleh hasrat manusiawi melainkan didasari motivasi yang benar untuk terus menyelaraskan kehendak dengan kehendak Allah yang mendatangkan kebaikan bagi lebih banyak orang. Doa orang benar yang dengan tekun dilakukan berkuasa mengubah hidup. [wdp]

“Kerap kali Allah harus mengubah diri saya terlebih dulu supaya Dia bisa menjawab doa saya.” (David Jeremiah)

Renungan Harian

Renungan Harian Anak