Tahun Gerejawi: Bulan Pembangunan GKJW
Tema: Mandiri dan Menjadi Berkat
Judul: Saling Berbagi
Bacaan: Matius 14 : 13 – 21
Ayat Hafalan: Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. (Matius 5:7)
Lagu Tema: Kidung Siwi 16
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Mengapa Yesus mundur dari wilayah kekuasaaan Herodes? Karena Yesus mendengar kematian Yohanes pembaptis di tangan Herodes dengan cara yang keji. Bisa saja kekejian itu akan berdampak kepada Yesus dan para pengikut-Nya sehingga untuk sementara waktu Yesus menarik diri dari wilayah kekuasaan Herodes. Apakah Tuhan Yesus sedang ketakutan? Tentu saja tidak, tetapi banyak pekerjaan pelayanan yang masih harus Ia lakukan.
Itulah yang mendorong Yesus untuk menyembuhkan banyak orang, rasa kasih yang besar kepada manusia. Ini yang membedakan cara berfikir Yesus dan para murid-murid-Nya. Ketika tiba waktunya mereka harus makan, para murid masih berfikir sangat individual. Tiap orang harus memenuhi kebutuhannnya sendiri-sendiri. Tidak seperti itu bagi Yesus. Nampak jelas kasih yang dimiliki Yesus tidak bisa disejajarkan dengan para muridNya. Dan Yesus menjungkirbalikkan pikiran para murid dengan mengubah dua ikan dan lima roti menjadi berkat bagi banyak orang. Bahkan dari dua ikan dan lima roti masih ada sisa dua belas bakul. Untuk menjadi peduli kepada orang lain tidak harus tergantung kepada apa yang kita miliki tetapi tergantung seberapa dalam kasih kita kepada sesama. Akan selalu ada keajaiban dari kemurahan hati.
Refleksi Untuk Pamong
Kita tidak hidup sendirian di dunia ini. Kita diciptakan Tuhan dikaruniai anugerah sebagai makluk sosial yang hidup saling membutuhkan satu sama lain. Ada saatnya kita memberi dan ada saatnya kita juga membutuhkan orang lain. Apalagi dalam komunitas kita sebagai pamong, kita perlu mengembangkan sikap saling menolong, saling mendukung dan saling menguatkan dalam pelayanan kita kepada anak-anak.
Dalam usianya yang tak lagi muda GKJW ditantang untuk menjadi mandiri, bisa mencukupi kebutuhannya sendiri dan disaat yang bersamaan juga menjadi berani untuk menjadi berkat. Untuk menjadi peduli kepada orang lain tidak harus tergantung kepada apa yang kita miliki tetapi tergantung seberapa dalam kasih kita kepada sesama. Akan selalu ada keajaiban dari kemurahan hati.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan:
Melalui aktivitas bermain peran sederhana, anak mau mengikuti tindakan berbagi mainan atau makanan ringan kepada teman sebagai tanda menjadi berkat dengan ceria
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak. Bagaimana kabarnya hari ini? Wow luar biasa. Kita akan membaca dan mendengarkan cerita Alkitab Anak-anak melihat dan mendengarkan cerita Alkitab dari Matius 14 : 13 – 21
Inti Penyampaian
Tadi ceritanya tentang apa ya? (biarkan anak-anak menjawab). Ya, benar. Yesus memberi makan lebih dari 5000 orang, Dengan apa Tuhan Yesus memberi makan? (biarkan anak-anak menjawab) Ya benar. Dengan 2 ikan dan 5 roti. Di antara para pengikut Yesus ada yang membawa 2 ikan dan 5 roti maka Yesus menurunkan berkat atasnya lalu makanan itu cukup untuk memberi makan lebih dari 5000 orang dan masih sisa 12 bakul. Luar biasa ya. Tuhan Yesus mengasihi orang banyak yang mengikutiNya itu. Kasihan karena mereka lapar, makanya Tuhan Yesus membuat mujizat dengan memberi makan orang banyak itu dengan 5 roti dan 2 ikan.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, seperti Tuhan Yesus yang mengasihi para pengikut-Nya dengan memberkati 2 ikan dan 5 roti. Juga seperti kebaikan orang yang mau membagikan dua ikan dan lima rotinya, maka anak-anak juga bisa menunjukkan kasih dengan berbagi.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan jika kalian memiliki kue dan di sekitarmu ada teman-teman yang lainnya, jangan lupa untuk berbagi dengan menawari teman-teman kalian kue itu. Juga kalau kalian membawa mainan, ajaklah teman-teman kalian untuk bermain bergantian.
Aktivitas
Anak-anak apakah semua membawa kue dan mainan? Ada yang tidak membawa? Tidak apa-apa. Seperti Tuhan Yesus dan orang yang bersedia berbagi makanannya untuk memberi makanan lebih dari 5000 orang, maka sekarang mari kita berbagi bersama-sama (anak-anak diajak saling berbagi kue dengan teman-temannya dan mengeluarkan mainannya untuk bermain bersama teman-temannya)
Ditutup dengan menyanyi Kidung Siwi 16
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
Di akhir renungan, anak mampu memilih satu tindakan mandiri di rumah (seperti merapikan tempat tidur sendiri) sebagai langkah awal untuk tidak merepotkan orang lain dan menjadi berkat dengan benar
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak bagaimana kabarnya hari ini? Wow luar biasa. Kita akan membaca dan mendengarkan cerita Alkitab. (Anak-anak melihat dan mendengarkan cerita Alkitab dari Matius 14 : 13 – 21
Inti Penyampaian
Tadi ceritanya tentang apa ya? (biarkan anak-anak menjawab) Ya benar Yesus memberi makan lebih dari 5000 orang. Dengan apa Tuhan Yesus memberi makan? (Biarkan anak-anak menjawab) ya benar 2 ikan dan 5 roti. Di antara para pengikut Yesus ada yang membawa 2 ikan dan 5 roti maka Yesus menurunkan berkat atasnya lalu makanan itu cukup untuk memberi makan lebih dari 5000 orang dan masih sisa 12 bakul. Luar biasa ya. Tuhan Yesus mengasihi orang banyak yang mengikutiNya itu. Kasihan karena mereka lapar, makanya Tuhan Yesus membuat mujizat memberi makan orang banyak itu.
Penerapan
Bagaimana dengan kalian? Apakah kalian juga memiliki kasih kepada teman-teman kalian? Bagaimana perasaan kalian jika ada teman-temanmu yang membutuhkan pertolongan?
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, seperti Tuhan Yesus yang mengasihi para pengikut-Nya dengan memberkati 2 ikan dan lima roti. Juga seperti kebaikan orang yang mau membagikan dua ikan dan lima rotinya, maka anak-anak juga bisa menunjukkan kasih dengan berbagi. Berbagi tidak hanya membagikan makanan saja, tetapi memberikan pertolongan berupa tenaga juga merupakan bentuk lain dari berbagi.
Mari juga mengingat ayat Alkitab Matius 5:7 “Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.” Kalian bisa menolong orang lain yang membutuhkan pertolongan, lebih-lebih lagi kepada keluarga. Jika di rumah, membutuhkan pertolongan maka kalian harus membantu orang tua. Bahkan sebaiknya kalian menawarkan pertolongan kepada orang tua, dengan mengambil tugas ringan seperti menyapu, menyiram bunga atau merapikan mainan dan kamar kalian sendiri. Juga menyiapkan peralatan sekolah kalian sendiri tanpa merepotkan orang tua kalian. Dengan cara ini kalian adalah anak-anak yang mandiri dan bisa menjadi berkat.
Di bulan Agustus ini GKJW sedang memasuki bulan pembangunan GKJW. GKJW diharapkan bisa menjadi gereja yang mandiri dan menjadi berkat. Dengan menjadi anak yang mandiri dan menjadi berkat maka kalian bisa mewujudkan harapan gereja kita tercinta.
Aktivitas
Alat:
- Kertas HVS warna-warni
- Alat tulis
- Amplop
Anak-anak diminta menulis surat ucapan terima kasih kepada orang tua dan berjanji akan membantu di rumah dengan menuliskan juga bentuk bantuan apa yang akan mereka berikan kepada keluarga. Contoh: merapikan tempat tidur, menyapu, merapikan mainan, menyiram bunga dll
Ditutup dengan menyanyi Kidung Siwi 16
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
Melalui aktivitas kartu persahabatan, Madya dapat mengajak teman sebangkunya untuk saling mendoakan sebagai bentuk kasih persaudaraan dengan sungguh-sungguh
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak bagaimana kabarnya hari ini ? wow luar biasa. Kita akan membaca dan mendengarkan cerita Alkitab. (Anak-anak melihat dan mendengarkan cerita Alkitab dari Matius 14 : 13 – 21
Inti Penyampaian
Tadi ceritanya tentang apa ya ? ( biarkan anak-anak menjawab) ya benar Yesus memberi makan lebih dari 5000 orang . Dengan apa Tuhan Yesus memberi makan ? (anak-anak menjawab) ya benar 2 ikan dan 5 roti. Di antara para pengikut Yesus ada yang membawa 2 ikan dan 5 roti maka Yesus menurunkan berkat atasnya lalu makanan itu cukup untuk memberi makan lebih dari 5000 orang dan masih sisa 12 bakul. Luar biasa ya. Tuhan Yesus mengasihi orang banyak yang mengikutinya itu, kasihan karena mereka lapar. Makanya Tuhan Yesus membuat mujizat memberi makan orang banyak itu.
Penerapan
Bagaimana dengan kalian apakah kalian juga memiliki kasih kepada teman-teman kalian? bagaimana perasaan kalian jika ada teman-teman kalian yang membutuhkan pertolongan ? Anak-anak yang dikasihi Tuhan, seperti Tuhan Yesus yang mengasihi para pengikut-Nya dengan memberkati 2 ikan dan lima roti. Juga seperti kebaikan orang yang mau membagikan dua ikan dan lima rotinya, maka anak-anak juga bisa menunjukkan kasih dengan berbagi.
Berbagi tidak hanya membagikan apa yang kita miliki saja, memberikan pertolongan berupa tenaga juga merupakan bentuk lain dari berbagi. Kalian bisa menolong orang lain yang membutuhkan pertolongan. Mari juga mengingat ayat Alkitab Matius 5:7 “Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.” Kalian bisa menolong misalnya melihat orang tua kalian yang sedang repot membersihkan rumah. Kalian juga bisa mulai mengurus diri kalian sendiri. Menyiapkan perlengkapan sekolah, mencuci kaos kaki dan sepatu sekolah kalian. Kalian bisa menjadi anak yang mendiri dan sekaligus menjadi anak yang menjadi berkat bagi keluarga. Hal lain yang bisa kalian lakukan adalah mendoakan orang lain, misalnya mendoakan teman kalian. Dengan mendoakan teman kalian maka kalian membantu mereka untuk meringankan beban mereka dan memberi perhatian kepada mereka.
Di bulan Agustus ini GKJW sedang memasuki bulan pembangunan GKJW. GKJW diharapkan bisa menjadi gereja yang mandiri dan menjadi berkat. Dengan menjadi anak yang mandiri dan menjadi berkat maka kalian bisa mewujudkan harapan gereja kita tercinta.
Aktivitas
- Kertas HVS warna-warni, satu lembar dibagi menjadi 2
- Alat tulis
Anak-anak diminta membentuk kelompok, setiap kelompok 2 orang. Lalu mereka diminta bercakap-cakap dengan teman kelompoknya untuk mengetahui hal-hal apa yang bisa didoakan lalu mereka menuliskannya di kertas . lalu mereka saling mendoakan dan kertas tersebut disimpan ke Alkitab untuk didoakan juga di rumah.
Ditutup dengan menyanyi Kidung Siwi 16