Bacaan: Lukas 24 : 44 – 53 | Pujian: KJ. 218
Nats: “Mereka sujud menyembah Dia, lalu pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.” (Ayat 52)
Selamat tinggal kasih, Sampai kita jumpa lagi
Aku pergi takkan lama, Hanya sekejap saja
Ku akan kembali lagi, Asalkan engkau tetap menanti
Lagu yang pernah dipopulerkan oleh Ello ini bisa menggambarkan keberadaan iman kita. Iman yang kuat karena adanya pengharapan yang kuat, yaitu pengharapan yang dijanjikan Tuhan Yesus sendiri. Tentunya perpisahan dengan seorang yang dihormati dan dicintai akan membuat suasana hati gundah gulana, gelisah, cemas, risau bahkan sedih. Tetapi perpisahan Tuhan Yesus dengan para murid yang disaksikan oleh Injil Lukas justru membuat mereka bersukacita dan memuliakan Allah. Mengapa? Karena terangkatnya Tuhan Yesus ke surga semakin menguatkan iman para murid. “Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.” (Ay. 50). Terangkatnya Tuhan Yesus ke surga bukanlah akhir, tetapi awal dari pelayanan gereja yang akan terus diberkati-Nya. Dan untuk menjalankan tugas pelayanan itu gereja dikaruniai Roh Kudus. Karena itu, semangat dan sukacita bersama Roh Kudus inilah yang harus kita rawat terus sampai saat ini.
Para murid yang menyaksikan terangkatnya Tuhan Yesus Kristus ke surga bersukacita dan memuliakan Allah karena Tuhan Yesus menjanjikan tempat di surga bagi mereka. Kenaikan-Nya ke surga memang terjadi di masa lalu, tetapi memiliki dampak yang nyata bagi kehidupan orang percaya saat ini. Di tengah dunia yang selalu berubah, peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke surga menegaskan dan menguatkan iman kita, bahwa Ia sungguh berkuasa di dunia dan di surga, di kehidupan dan kematian. Ia adalah Sang Imam Agung yang menjadi perantara kita dengan Tuhan Allah. Ia mengutus Roh Kudus untuk menolong kita dan mempersiapkan tempat bagi kita yang percaya di surga. Dan sesuai janji-Nya, Ia akan datang kembali ke dunia dalam kemuliaan-Nya.
Sebagai orang yang percaya pada janji Kristus, marilah kita tetap teguh dalam iman dan menjalani hidup dalam pengharapan bahwa kita akan bersama Tuhan Yesus di surga. Beribadahlah senantiasa untuk memuliakan Tuhan Allah dengan penuh sukacita serta beranilah menjadi saksi-saksi Kristus. Mari kita hidup dengan iman dan pengharapan, serta setia menantikan kedatangan-Nya yang kedua. Amin. [Zere].
“Pengendalian diri terbaik berawal dari kuatnya sebuah pengharapan akan masa depan.”