Bileam Dipenuhi oleh Roh Kudus Tuntunan Ibadah Anak 9 Juni 2019

28 May 2019

Hari Pentakosta
Bacaan Alkitab : Bilangan 23:4 – 24:10
Tahun Gerajawi : Pentakosta
Tema : Menerima Kuasa Roh

Ayat Hafalan : Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu (Mazmur 34:14)
Lagu Tema :

  • Special Songs for Kids No. 93 “Ku Tak Dapat Jalan Sendiri”
  • “Bileam”

 

Penjelasan Teks
Untuk memahami perikop ini, kita harus membaca mulai pasal 22. Di sana diceritakan bahwa bangsa Israel telah tiba di dataran Moab. Rupanya raja bangsa Moab yaitu Balak bin Zipor telah mendengar bahwa bangsa Israel telah mengalahkan bangsa Amori. Keperkasaan bangsa Israel mengalahkan bangsa-bangsa lain, membuat hati Balak menjadi gentar atau takut. Ada 2 hal yang membuat Balak menjadi gentar atau takut pada bangsa Israel yaitu, pertama bangsa Israel merupakan bangsa dengan jumlah penduduk yang banyak jika dibandingkan dengan bangsa Moab. Kedua, bangsa Israel selalu menang dalam peperangan melawan bangsa-bangsa lain. Dua alasan itulah, Balak berupaya mencari bala bantuan agar bangsanya selamat.
Pada saat Balak mencari bantuan, ia mendengar tentang Bileam, seorang imam yang berasal dari Aram. Rupanya Bileam adalah seorang yang terkenal karena apa yang diucapkan pasti terjadi. Jika mengucapkan berkat maka akan keluar berkat dan jika ia mengutuk maka keluarlah kutuk.

Hal yang menarik dari sosok Bileam adalah Bileam tidak langsung “menerima pesanan” raja Balak untuk membantu bangsanya sebab Bileam harus bertanya terlebih dahulu kepada Tuhan. Tampak pada Bilangan 22:18 Bileam bukanlah pribadi yang mudah tergiur oleh harta benda yang dibawa oleh utusan raja Moab. Bileam lebih setia kepada Tuhan daripada kepada Balak yang mempunyai banyak uang. Rupanya raja Balak tidak mau menyerah meminta pada Bileam. Balak bahkan memaksa Bileam untuk mengucapkan kata-kata kutuk kepada bangsa Israel. Kalaupun akhirnya Bileam berangkat menemui Balak, itu karena Tuhan yang mengutusnya berangkat dengan pesan agar Bileam tetap mengucapkan kata berkat bukan kutuk kepada bangsa Israel. Sampai 3 kali dengan berpindah-pindah tempat Bileam diminta untuk mengutuk bangsa Israel, tetapi tetap saja yang keluar dari mulai Bileam adalah kata-kata berkat bagi bangsa Israel. Bahkan pada Bilangan 24:2 dikatakan bahwa Roh Allah menghinggapi Bileam untuk menuntunnya mengucapkan kata-kata berkat kepada bangsa Israel.
Melalui bacaan ini, kita makin dimantabkan bahwa :

  1. Karya Allah tidak bisa dibatasi siapapun dan apapun juga. Allah bisa memakai siapa saja untuk menjadi jalan berkat. Seperti bacaan kita, meskipun Bileam bukan berasal dari bangsa Israel, tetapi Allah berkenan memakainya untuk menjadi jalan berkat bagi bangsa Israel. Tuhan bisa memakai anak-anak, pasangan hidup kita, tetangga, rekan kerja bahkan orang-orang yang tidak kita kenal sekalipun untuk menjadi saluran berkat. Oleh sebab itu, kita tidak boleh kuatir atas apapun dalam hidup ini, karena Tuhan punya banyak cara untuk menyampaikan berkat kepada kita.
  2. Peristiswa turunnya Roh Kudus kembali mengingatkan kepada kita bahwa Roh Kudus sudah berdiam di dalam diri kita. Oleh sebab itu kita harus berhati-hati dengan setiap ucapan yang keluar dari mulut kita. Tuhan mengutus kita untuk mengucapkan berkat, bukan kutuk.

 

TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan : Anak dapat menceritakan kembali kisah Bileam
Alat Peraga :  Pamong dapat menyiapkan

  1. Gambar Tokoh – tokoh  Alkitab
  2. Tempat yang besar lalu diisi dengan pasir
  3. Kardus
  4. Tusuk sate
  5. Lem
  6. Gunting

Cara membuat wayang :

  1. Setiap anak mendapat 2 gambar yang sama.
  2. Ambil 1 gambar kemudian tempel pada salah satu sisi kardus lalu digunting.
  3. Ambil gambar kedua lalu ditempelkan pada sisi yang lain.
  4. Ambil tusuk sate lalu ditusukkan di rongga kardus.

Jika jumlah anak sedikit, Pamong bisa membuat di rumah terlebih dahulu untuk menambah jumlah orang yang akan dipakai sebagai penduduk bangsa Israel yang jumlah sangat banyak
(Gambar dipotong per-orang)

Pendahuluan

Selamat pagi anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan,
Kita akan membuat wayang. Setiap anak akan mendapat 2 gambar yang sama. Caranya adalah ambil 1 gambar lalu tempel di kardus. Setelah itu gunting kardus sesuai dengan gambar. Jika sudah selesai, ambil gambar kedua lalu tempelkan gambar pada sisi yang lain. Jika sudah jadi silahkan ambil tusuk sate lalu ditusukkan pada lobang kecil-kecil di bawah kardus. Mudah kan. Siapa yang sudah jadi? Wah…hebat semua.
(Jika sudah selesai, Pamong dapat mengambil tempat yang berisi pasir untuk menancapkan wayang anak-anak)

Inti Penyampaian

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Rombongan bangsa Israel telah tiba di tanah Moab. (Pamong dapat menancapkan wayang yang telah dibuat di rumah. Lalu meminta anak-anak juga untuk menancapkan wayang mereka di pasir). Wao….jumlah orang-orang Israel banyak sekali yaa. Karena jumlah penduduk bangsa Israel sangat banyak, Balak raja Moab dan bangsa menjadi sangat takut. “Wah…bisa-bisa kita akan kalah perang nich”, kata raja Balak. Siapa tadi namanya? (Beri waktu anak-anak menjawab). Betul namanya BALAK. Lalu raja Balak mencari pertolongan. Ia mau meminta tolong kepada BILEAM. Siapa tadi namanya? (Beri waktu anak-anak menjawab). Yach…betul BILEAM. Balak meminta tolong supaya Balak berkata buruk pada bangsa Israel. Tetapi Bileam berdoa kepada Tuhan untuk meminta petunjuk. Dan ternyata Tuhan mengutus Bileam untuk mengucapkan kata-kata yang baik kepada bangsa Israel seperti ”hai engkau bangsa Israel yang dikasihi Allah, engkau semua akan dilindungi Tuhan”. Mendengar perkataan Bileam, tentu saja raja Balak menjadi sangat marah, tetapi Bileam tidak takut kepada Balak. Mengapa Bileam tidak takut kepada Balak? Sebab Roh Tuhan menyertai Bileam. Meskipun Balak seorang raja, Bileam tidak takut

Penerapan

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Hari ini kita memperingati hari Pentakosta, hari turunnya Roh Kudus. Roh Kudus juga dicurahkan atas Bileam sehingga Bileam tidak bisa mengucapkan kata-kata yang buruk kepada bangsa Israel. Roh Tuhan menuntun Bileam untuk mengucapkan kata-kata yang baik.

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Roh Tuhan bukan hanya ada di Bileam, Roh Tuhan juga ada di dalam kita. Hari ini kita memperingati hari turunnya Roh Kudus yang disebut dengan hari PENTAKOSTA. Ayo…kita ulangi bersama sama : HARI PEN-TA-KOS-TA. Oleh sebab itu kita harus berhati-hati dengan kata-kata yang keluar dari mulut dan perbuatan kita. Tuhan ingin kita mengucapkan kata-kata yang baik misalnya : Aku sayang kamu adikku, aku minta maaf ya sudah mencubitmu, aku berterima kasih sebab engkau sudah menolongku ketika aku jatuh, Mama, aku tadi sudah membereskan mainan. Mama aku tadi membantu adik merapikan tempat sepatu, ayo kita ke gereja.

Aktivitas

Anak-anak diminta mengumpulkan celengan dan “methog” celengan bersama-sama. Pamong dapat menjelaskan bahwa uang yang terkumpul akan diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan


 

TUNTUNAN IBADAH ANAK  PRATAMA

Tujuan :

  1. Anak dapat menceritakan kembali kisah Bileam
  2. Anak dapat berani menyatakan kebenaran

Alat Peraga
Peralatan yang perlu disiapkan Pamong :

  1. 3 kotak/kardus/wadah.
  2. Membuat kata-kata dari kertas manila lalu dipotong-potong dan dimasukkan ke dalam kotak. Semua kotak ada kata-kata ini (10 kata-kata), yaitu : BALAK, ARAM, TAK TERHITUNG SEPERTI DEBU, ZIPOR, TUHAN, UNTUK MEMBERKATI, ROH ALLAH, KEMAH-KEMAHNYA INDAH, TINGGAL DI TEPI AIR, MESIR
  3. Kertas Manila atau papan tulis

Pendahuluan

Selamat pagi anak-anak,
Kita akan membuat 3 kelompok (Minta anak-anak untuk berhitung 1 sampai 3. Setelah itu minta anak-anak yang menyebutkan angka 1 berkumpul dengan angka 1, 2 dengan angka 2 dan 3 dengan angka 3). Setelah itu kelompok 1 membaca Bilangan 23:7-10. Kelompok 2 membaca Bilangan 23:18-24, sedangkan kelompok 3 membaca Bilangan 24:1-10. Masing-masing kalian membaca sendiri-sendiri, setelah itu saya akan memberikan pertanyaan kepada masing-masing kelompok.

Inti Penyampaian

Nah…anak-anak,
Setelah kalian membaca ayat-ayat tadi, sekarang saya akan memberi pertanyaan kepada kalian. Jika di kelompok 1 ada yang tahu jawabannya, maka silahkan mengambil jawabannya dalam kotak dan ditempel di papan tulis atau kertas manila. Sekarang, perhatikan ya baik-baik cerita saya.

Untuk Kelompok 1.
Ada sebuah bangsa yang sedang melakukan perjalanan. Nama bangsa itu adalah bangsa Israel. Mereka sedang dalam perjalanan menuju tanah Moab. Sebelumnya bangsa Israel telah mengalahkan bangsa Moab. Pertanyaan pertama untuk kelompok 1 : Siapakah nama raja Moab? (Balak)
Karena melihat bangsa Israel selalu menang maka hati Balak menjadi sangat takut. Kemudian Balak mencari bantuan. Ia meminta bantuan kepada Bileam. Pertanyaan kedua untuk kelompok 1 adalah Dari manakah asal Bileam? (Aram)

Bangsa Israel selalu menang, jumlah bangsa Israel lebih banyak dari bangsa Moab. Pertanyaan ketiga untuk kelompok 3: Berapakah jumlah penduduk bangsa Israel? (ayat 10 – tak terhitung seperti debu)

Untuk Kelompok 2.

Bileam adalah imam dari Aram. Pertanyaan pertama untuk kelompok 2: Siapakah nama ayah Bileam? (Zipor).
Balak meminta Bileam untuk mengucapkan kata-kata buruk kepada bangsa Israel supaya bangsa Israel kalah. Tetapi bangsa Israel tidak pernah kalah. Pertanyaan kedua untuk kelompok 2 : Siapakah yang menyertai bangsa Israel ? (ayat 21 – TUHAN).
Ya…ternyata yang menyertai bangsa Israel adalah Tuhan sehingga bangsa Israel tidak pernah kalah. Makanya Balak meminta Bileam tetapi Tuhan punya rencana lain. Pertanyaan ketiga untuk kelompok 2: Apakah perintah Allah kepada Bileam? ( ayat 20 – untuk memberkati)

Untuk kelompok 3

Ternyata Tuhan memakai Bileam bukan untuk mengucapkan kata-kata buruk kepada bangsa Israel malah sebaliknya Tuhan memakai Bileam untuk memberkati bangsa Israel. Pertanyaan pertama untuk kelompok 3: Bileam berani melawan perintah raja Balak karena Bileam disertai oleh ………… (ayat 2 – Roh Allah). S
Sudah terbukti bahwa Tuhan menyertai bangsa Israel yaitu memberi kemenangan kepada bangsa Israel. Selain itu, Tuhan juga mencukupkan kebutuhan bangsa Israel. Pertanyaan kedua untuk kelompok 3 adalah : Bukti bahwa Tuhan mencukupkan kebutuhan bangsa Israel adalah ……….. (ayat 5,7 – kemah-kemahnya indah dan mereka tinggal di tepi air).
Pertanyaan ketiga untuk kelompok 3 adalah Sebelum melakukan perjalanan bangsa Israel sampai tanah Moab, bangsa Israel tinggal di ………..(ayat 8 – Mesir)

Penerapan

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Dalam cerita tadi kita tahu bahwa Roh Allah membimbing Bileam untuk mengucapkan kata-kata berkat atau baik. Contoh kata-kata berkat : “Tuhan akan melindungi bangsa Israel, Tuhan akan menuntun bangsa Israel, Tuhan akan memberkati bangsa Israel”. Padahal Balak meminta Bileam untuk mengucapkan kata-kata jahat atau buruk. Contoh kata-kata jahat atau buruk : “Celakalah kamu hai bangsa Israel, Tuhan akan membuat bangsa Israel menderita”. tetapi Bileam tidak mau, apalagi Bileam mendapat curahan kuasa Roh Allah. Artinya Roh Allah menjaga Bileam dari mengucapkan kata-kata yang buruk atau jahat
Sejak jaman dulu, Roh Tuhan selalu dicurahkan kepada siapa saja yang dipilih Tuhan. Nah….hari ini kita memperingati hari turunnya Roh Kudus. Tuhan mau mengingatkan kepada kita bahwa di dalam diri kita telah berdiam Roh Kudus. Oleh sebab itu kita diminta untuk berkata-kata yang baik dan benar, bukan kata-kata yang jahat dan buruk. Nah…Sekarang saya akan membagikan kertas yang beriri tabel. Tugas kalian adalah mengisi tabel tersebut dengan jawaban yang benar.

KATA-KATA YANG BAIK DAN BENAR
1 ……………………………………………………..
2 ……………………………………………………..
3 ……………………………………………………..
4 ……………………………………………………..
5 ……………………………………………………..
6 ……………………………………………………..
7 ……………………………………………………..
8 ……………………………………………………..
9 ……………………………………………………..
10……………………………………………………..

KATA-KATA YANG BURUK DAN JAHAT

1 ……………………………………………………..
2 ……………………………………………………..
3 ……………………………………………………..
4 ……………………………………………………..
5 ……………………………………………………..
6 ……………………………………………………..
7 ……………………………………………………..
8 ……………………………………………………..
9 ……………………………………………………..
10……………………………………………………..

Aktivitas

Anak-anak diminta mengumpulkan celengan dan “methog” celengan bersama-sama. Pamong dapat menjelaskan bahwa uang yang terkumpul akan diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan.


 

TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan

  1. Anak dapat menceritakan kembali kisah Bileam
  2. Anak dapat berani menyatakan kebenaran

Alat Peraga
Bagi anak-anak menjadi beberapa kelompok. Lalu masing-masing kelompok mendapat 1 lembar kertas yang harus diisi seperti tabel di bawah ini :

KATA-KATA YANG BAIK DAN BENAR
1 ……………………………………………………..
2 ……………………………………………………..
3 ……………………………………………………..
4 ……………………………………………………..
5 ……………………………………………………..
6 ……………………………………………………..
7 ……………………………………………………..
8 ……………………………………………………..
9 ……………………………………………………..
10……………………………………………………..

KATA-KATA YANG BURUK DAN JAHAT

1 ……………………………………………………..
2 ……………………………………………………..
3 ……………………………………………………..
4 ……………………………………………………..
5 ……………………………………………………..
6 ……………………………………………………..
7 ……………………………………………………..
8 ……………………………………………………..
9 ……………………………………………………..
10……………………………………………………..

Pendahuluan

Selamat pagi anak-anak,
Ketika kalian mengisi lembar kerja tadi, manakah yang lebih mudah mengisinya? Menyebutkan kata-kata yang baik dan benar atau kata-kata buruk dan jahat? (Berilah waktu pada anak-anak untuk menjawabnya) Mengapa lebih mudah? (Berilah waktu pada anak-anak untuk menjawabnya). Salah satu alasan kalian lebih mudah mengucapkan kata-kata baik dan benar/kata-kata buruk dan jahat (tergantung jawaban anak-anak lebih banyak mana) karena kalian sering melakukannya. Sebaliknya makin jarang kita melakukannya, maka makin sulit pula kalian menemukan kata-katanya.

Inti Penyampaian

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Mari kita membaca bacaan kita ini. Karena bacaannya panjang maka saya akan membagi kalian menjadi 3 kelompok. Kelompok 1 membaca Bilangan 23:7-10. Kelompok 2 membaca Bilangan 23:18-24, sedangkan kelompok 3 membaca Bilangan 24:1-10. Setelah kalian membaca ayat-ayat tadi, sekarang saya akan memberi pertanyaan kepada kalian. Perhatikan ya baik-baik cerita saya.

Untuk kelompok 1

Ada sebuah bangsa yang sedang melakukan perjalanan. Nama bangsa itu adalah bangsa Israel. Mereka sedang dalam perjalanan menuju tanah Moab. Sebelumnya bangsa Israel telah mengalahkan bangsa Moab. Pertanyaan pertama untuk kelompok 1 : Siapakah nama raja Moab ? (Balak)
Karena melihat bangsa Israel selalu menang maka hati Balak menjadi sangat takut, maka ia mencari bantuan. Ia meminta bantuan kepada Bileam. Pertanyaan kedua untuk kelompok 1 : Dari manakah asal Bileam? (Aram)
Selain bangsa Israel selalu menang, jumlah bangsa Israel lebih banyak dari bangsa Moab. Pertanyaan ketiga untuk kelompok 1: Berapakah jumlah penduduk bangsa Israel? (ayat 10 – tak terhitung seperti debu)

Untuk kelompok 2

Bileam adalah imam dari Aram. Pertanyaan pertama untuk kelompok 2: Siapakah nama ayah Bileam? (Zipor). Balak meminta Bileam untuk mengucapkan kata-kata buruk kepada bangsa Israel supaya bangsa Israel kalah. Tetapi bangsa Israel tidak pernah kalah. Pertanyaan kedua untuk kelompok 2 : Siapakah yang menyertai bangsa Israel ? (ayat 21 – TUHAN). Yach…ternyata yang menyertai bangsa Israel adalah Tuhan sehingga bangsa Israel tidak pernah kalah. Makanya Balak meminta Bileam tetapi Tuhan punya rencana lain. Pertanyaan ketiga untuk kelompok 2: Apakah perintah Allah kepada Bileam? ( ayat 20 – untuk memberkati)

Untuk kelompok 3

Ternyata Tuhan memakai Bileam bukan untuk mengucapkan kata-kata buruk kepada bangsa Israel malah sebaliknya Tuhan memakai Bileam untuk memberkati bangsa Israel. Pertanyaan pertama untuk kelompok 3: Bileam berani melawan perintah raja Balak karena Bileam disertai oleh ………… (ayat 2 – Roh Allah). Sudah terbukti bahwa Tuhan menyertai bangsa Israel yaitu memberi kemenangan kepada bangsa Israel. Selain itu, Tuhan juga mencukupkan kebutuhan bangsa Israel. Pertanyaan kedua untuk kelompok 3 adalah : Bukti bahwa Tuhan mencukupkan kebutuhan bangsa Israel adalah ……….. (ayat 5,7 – kemah-kemahnya indah dan mereka tinggal di tepi air). Pertanyaan ketiga untuk kelompok 3 adalah Sebelum melakukan perjalanan bangsa Israel sampai tanah Moab, bangsa Israel tinggal di ………..(ayat 8 – Mesir)

Penerapan

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Dalam cerita tadi kita tahu bahwa Roh Allah membimbing Bileam untuk mengucapkan kebenaran, meskipun Balak meminta Bileam untuk mengucapkan kata-kata yang buruk tetapi Bileam tidak bisa melakukan kuasa Roh Allah.
Hari ini kita memperingati hari turunnya Roh Kudus. Roh Kudus juga diberikan kepada kita agar kita mengucapkan kata-kata yang baik dan benar seperti yang sudah kalian tulis tadi. Kalau kalian selalu mengucapkan kata-kata yang baik dan benar berarti Roh Kudus selalu memimpin hidup kalian. Ayo…sekarang coba kelompok 1 sebutkan kata-kata yang baik dan benar.
Tapi kalau suka mengucapkan kata-kata yang buruk dan jahat berarti Roh Kudus tidak berdiam atau tinggal di dalam hatimu, sebab hatimu penuh dengan hal-hal yang buruk. Sekarang coba kelompok 2 dan 3 sebutkan kata-kata buruk dan jahat yang kalian tulis tadi. Tentu kita ingin hidup dipimpin oleh Tuhan. Oleh sebab itu, ayo kita selalu mengucapkan kata-kata yang baik dan benar setiap hari. SETUJU!!! Hebat. Itu anak Tuhan.

Aktivitas

A. Mengisi Teka Teki Silang:

 

 

 

 

 

 

Mendatar
1. Siapakah nama raja Moab? (Balak)
4. Siapakah nama ayah Bileam? (Zipor)
5. Dari manakah bangsa Israel berangkat? (Mesir)
7. Dari manakah asal Bileam? (Aram)
8. Berapa kali nabi Aram memberi berkat pada bangsa Israel? (Tiga)
9. Siapakah yang mengutus Bileam untuk memberkati bangsa Israel? (Tuhan)

Menurun :
1. Siapakah yang didatangi raja Moab? (Bileam)
2. Apa lawan kata kutuk? (Berkat)
3. (dibalik) Daerah subur yang menjadi tempat tinggal bangsa Israel (Tepi air)
6. Yang menghinggapi nabi dari Aram sehingga mengucapkan kata berkat (Roh Allah)

 

B. Anak-anak diminta mengumpulkan celengan dan “methog” celengan bersama-sama. Pamong dapat menjelaskan bahwa uang yang terkumpul akan diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Lagu Tema

  1. Special Songs for Kids No. 93 “Ku Tak Dapat Jalan Sendiri”
  2. Lagu “Bileam”
    “BILEAM”
    (Syair berdasarkan Bilangan 23:1 – 24:25)
    Lagu : Budi Prasetyo; D = do; 4/4

Renungan Harian

Renungan Harian Anak