Mengucap Syukur Ditengah Kepenatan dan Penderitaan Tuntunan Ibadah Anak 8 Mei 2022

25 April 2022

Tahun Gerejawi: Paskah 4 | Masa Raya Undhuh-Undhuh
Tema:
Masa Raya Undhuh-Undhuh

Bacaan: Kejadian 8:1-22
Ayat Hafalan:
Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.” (Kejadian 6:9)

Lagu Tema: Nabi Nuh

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Cerita Air Bah adalah salah satu cerita-cerita yang menggambarkan hukuman Allah melalui bencana alam. Bencana dalam perspektif Perjanjian Lama, salah satu gambaran yang digunakan sebagai hukuman ilahi atas dosa-dosa dan atau pelanggaran akan firman Tuhan. Oleh karena itu dalam melihat hukuman ini perlu dilihat juga tujuan dari hukuman ilahi tersebut yaitu menyelamatkan generasi yang baik, generasi keluarga nabi Nuh, nenek moyang Israel.

Setelah air bah surut, Nuh mempersembahkan korban bakaran kepada Allah. Korban bakaran menjadi salah satu wujud syukur Nuh. Korban bakaran atau persembahan yang dipahami oleh Nuh bukan dalam arti ingin membujuk Allah dengan korban persembahan melainkan melalui korban bakaran Nuh mengucap syukur. Ternyata, korban syukur yang dilakukan oleh Nuh membuat Tuhan berjanji tidak akan mengutuk manusia lagi meskipun manusia mempunyai kecenderungan untuk melakukan kejahatan. Inilah bukti cinta Tuhan yang besar pada manusia.

Refleksi untuk Pamong
Melalui bacaan ini kita dapat belajar bahwa rasa syukur yang dinaikkan dengan kesungguhan hati mampu mengubah hati Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan yang kita sembah bukanlah Tuhan yang hati-Nya kaku dan tidak dapat diubah keputusan-Nya. Manusia punya kesempatan untuk menawar keputusan Tuhan asalkan segala yang dilakukannya lahir dari kesungguhan hati.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali cara Nuh berterima kasih kepada Tunan atas keselamatan dari Tuhan

Alat Peraga
Pamong mengajak anak-anak membuat perahu dari kertas HVS. Pamong dapat menyiapkan bahan-bahan sebagai berikut :

  1. Kertas HVS
  2. Tusuk sate
  3. Lem

Cara Membuat:
Pamong mengajak anak-anak membuat perahu kemudian tusuk sate diberi lem dan dilekatkan di tengah-temnagh perahu. Perahu ini akan dipakai sebagai alat peraga. Pamong juga bisa membuat perahu lebih besar dengan membuat dari kertas koran.

Selain itu, Pamong juga bisa menyiapkan gambar-gambar di bawah ini:

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,

(Pamong menunjukkan perahu yang telah dipersiapkan)

Ini adalah perahu. Yuk…kita membuatnya ya (Pamong membimbing anak-anak untuk membuat perahu).

Coba….saya lihat hasil pekerjaan kalian. Wah…bagus banget.

Hari ini cerita kita tentang perahu besar (Pamong menunjukkan perahu yang dibuat dari kertas koran) seperti ini. Tapi perahunya tidak terbuat dari kertas yach. (Pamong menunjukkan gambar 1) Perahu ini dibuat oleh Nuh. Yuk…diulangi. N – U – H. Siapa yang membuat? Yach…betul Nuh. Nuh diutus oleh Tuhan untuk membuat perahu sebab Tuhan akan membanjiri seluruh tanah dengan air. Mengapa Tuhan mau membanjiri seluruh permukaaan tanah dengan air? Rupanya Tuhan sangat marah pada manusia karena manusia hidupnya penuh kejahatan. Salah satu kejahatan yang dilakukan manusia adalah banyak tanaman yang rusak. Manusia tidak mau memelihara tanaman yang telah disediakan Tuhan bagi manusia, padahal tanaman adalah sumber kehidupan manusia dan hewan. Dari sekian banyak manusia yang hiudp pada waktu itu, hanya Nuh dan keluarganya yang hidup taat dan setia kepada Tuhan dan Tuhan berencana mau menyelamatkan Nuh dan keluarganya dari bahaya banjir.

Setelah perahu siap dibuat, lalu Tuhan meminta Nuh untuk menyiapkan segala bahan makanan yang harus dibawa dan dimasukkan ke dalam perahu (Pamong menunjukkan gambar 2). Tuhan juga meminta Nuh untuk mengambil binatang-binatang untuk diselamatkan (Pamong dapat menunjukkan gambar 3). Setiap binatang sepasang, jantan dan betina. Setelah semua siap, perahu ditutup dan Tuhan mendatangkan hujan lebat selama 40 hari 40 malam (Pamong menunjukkan gambar 4). Setelah 40 hari 40 malam hujan berhenti, tetapi Bumi masih diliputi air. Selama 150 hari Bumi penuh dengan air.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Apakah Tuhan membiarkan Nuh dan keluarganya hidup terus di dalam bahtera? Ternyata tidak. Perlahan-lahan air menjadi berkurang dan akhirnya air menjadi surut. Tuhan memerintahkan Nuh dan keluarganya keluar dari bahtera (Pamong dapat menunjukan gambar 4). Wah…..betapa gembira hat Nuh dan keluarganya sebab mereka akhirnya dapat keluar dari bahtera. Selain Nuh dan keluarga yang gembira karena bisa keluar dari bahtera, ada juga para hewan yang dibawa Nuh selama banjir melanda. Wah…tentu saja para hewan juga sangat gembira. Mereka dapat berjalan-jalan dan berkejar-kejaranan.

Selama Nuh, istri, anak, menantu dan para hewan berada di dalam bahtera, mereka tidak pernah kekurangan. Tuhan selalu menyediakan apa yang mereka butuhkan, sebab mereka tidak bisa menanam. Tuhan tahu itu, makanya Tuhan selalu mencukupkan kebutuhan mereka. Nuh sangat menyadari hal itu. Tuhan selalu menjaga dia dan keluarganya, maka patutlah ia mengucap syukur karena Tuhan telah memberi kecukupan. Sebagai wujud rasa syukurnya, Nuh mendirikan tempat untuk mempersembahkan korban (Pamong menunjukkan gambar 5). Apakah Tuhan senang dengan persembahan Nuh?…Ternyata Tuhan sangat senang lalu Tuhan berjanji tidak akan lagi menghukum manusia yang melakukan kejahatan dengan mendatangkan hujan lebat.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Seperti Tuhan memelihara hidup Nuh selama di dalam bahtera, demikian juga Tuhan memelihara hidup kita dan seluruh anggota keluarga kita. Cara Tuhan memelihara tidak tergantung kita minta pada Tuhan atau tidak. Dia tahu kebutuhan kita dan Tuhan pasti menyediakan kebutuhan kita. Oleh sebab itu patutlah kita berterima kasih pada Tuhan. Dalam kesempatan apapun, kita dapat berterima kasih pada Tuhan. Salah satu cara kita berterima kasih pada Tuhan adalah jangan membuang makanan. Kalau mau makan, ambillah sesuai kebutuhan. Lebih baik menambah makanan daripada mengambil banyak tetapi tidak habis lalu kita buang. Sungguh sayang…..

Jika Nuh berterima kasih pada Tuhan dengan mempersembahan hewan sebagai korban bakaran, maka kita juga bisa berterima kasih pada Tuhan dengan cara rajin ikut Ibadah Anak. Berangkat ibadah tidak malas-malasan. Tidak menangis. Ketika ibadah ikut memuji Tuhan dengan semangat. Berdoa dengan sikap yang baik. Mendengarkan firman Tuhan dengan sikap yang tenang. Itulah hal kecil yang bisa kita lakukan untuk bersyukur kepada Tuhan.

Aktivitas
Membuat kartu yang ditempel hiasan-hiasan serta hiasan bentuk hati (love). Kartu ini akan diserahkan kepada orang tua, ayah dan ibu sebagai kartu cinta (tanda cinta dan syukur)

Lagu Tema:  Nabi Nuh

Nabi Nuh dan istrinya. Tiga orang anaknya. Tiga orang mantunya masuk dalam bahtera
Lalu hujan turunlah. Hujan lebat turunlah. Hujan lebat turunlah. Delapan orang selamat

Binatangpun masuklah. Tiap jenis sepasang. Singa, domba dan burung masuk dalam bahtera
Lalu hujan turunlah. Hujan lebat turunlah. Hujan lebat turunlah. Delapan orang selamat


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:

  1. Anak dapat menyebutkan cara Nuh berterima kasih kepada Tuhan karena terbebas dari air bah
  2. Anak dapat menyebutkan cara dirinya berterima kasih atas kebaikan Tuhan

Alat Peraga:  Pamong dapat memakai Alat Peraga yang terdapat pada Tuntunan BALITA

Pendahuluan:
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Hari ini kita belajar tokoh Nuh. Siapa yang tahu Nuh (beri waktu pada anak-anak untuk menjawab). Yach…benar. Nuh adalah orang yang sangat saleh pada jamannya. Ketika banyak orang melakukan kejahatan, Nuh tidak tergoda untuk melakukan kejahatan, malah sebaliknya ia melakukan kebaikan. Ia dan keluarganya menjaga diri agar tidak melanggar perintah Tuhan. Itulah yang membuat Tuhan memilih Nuh untuk membuat bahtera. Wah…untuk apa ya bahteranya? Simak dengan baik cerita berikut ini :

Nuh diutus oleh Tuhan untuk membuat perahu sebab Tuhan akan membanjiri seluruh tanah dengan air (pamong dapat menunjukkan gambar 1). Mengapa Tuhan mau membanjiri seluruh permukaaan tanah dengan air? Rupanya Tuhan sangat marah pada manusia karena manusia hidupnya penuh kejahatan. Salah satu kejahatan yang dilakukan manusia adalah banyak tanaman yang rusak. Manusia tidak mau memelihara tanaman yang telah disediakan Tuhan bagi manusia. Dari sekian banyak manusia yang hidup pada waktu itu, hanya Nuh dan keluarganya yang hidup taat dan setia kepada Tuhan dan Tuhan berencana mau menyelamatkan Nuh dan keluarganya dari bahaya banjir.

Setelah perahu selesai dibuat, Tuhan meminta Nuh untuk menyiapkan segala bahan makanan yang harus dibawa dan dimasukkan ke dalam perahu (pamong dapat menunjukkan gambar 2). Tuhan juga meminta Nuh untuk mengambil binatang-binatang untuk diselamatkan (pamong dapat menunjukkan gambar 3). Setiap binatang sepasang. Jadi…yang diselamatkan Tuhan bukan hanya manusia, tetapi juga hewan. Setelah semua siap, perahu ditutup dan Tuhan mendatangkan hujan lebat selama 40 hari 40 malam (pamong dapat menunjukkan gambar 4). Selama itu hujan tidak berhenti sama sekali. Air makin hari makin tinggi. Seluruh tanaman dan rumah tertutup oleh air. Sepanjang mata memandang hanya ada air. Tidak ada satupun pepohonan yang kelihatan. Setelah 40 hari 40 malam hujan berhenti, tetapi Bumi masih diliputi air. Selama 150 hari Bumi penuh dengan air. Wao….lama banget ya Nuh dan seluruh isi perahu terombang-ambing di atas air.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Apakah Tuhan membiarkan Nuh dan keluarganya hidup terus di dalam bahtera? Ternyata tidak. Perlahan-lahan air menjadi berkurang dan akhirnya air menjadi surut. Tuhan memerintahkan Nuh dan kelurganya keluar dari bahtera. Wah…..betapa gembira hati Nuh dan keluarganya sebab mereka akhirnya dapat keluar dari bahtera. Selain Nuh dan keluarga yang gembira karena bisa keluar dari bahtera, ada juga para hewan yang dibawa Nuh selama banjir melanda. Wah…tentu saja para hewan juga sangat gembira. Mereka dapat berjalan-jalan dan bekejaran lagi setelah sekian lama di atas bahtera.

Selama Nuh, istri, anak, menantu dan para hewan berada di dalam bahtera, mereka tidak pernah kekurangan. Tuhan selalu menyediakan apa yang mereka butuhkan, sebab mereka tidak bisa menanam. Tuhan tahu itu, makanya Tuhan selalu mencukupkan kebutuhan mereka. Nuh sangat menyadari hal itu. Tuhan selalu menjaga dia dan keluarganya, maka patutlah ia mengucap syukur karena Tuhan telah memberi kecukupan (pamong dapat menunjukkan gambar 5). Sebagai wujud rasa syukurnya, Nuh mendirikan tempat untuk mempersembahkan korban. Apakah Tuhan senang dengan persembahan Nuh?…Ternyata Tuhan sangat senang. Dan…hebatnya lagi persembahan Nuh ternyata dapat melunakkan hati Tuhan yang marah karena kejahatan yang dilakukan manusia. Persembahan Nuh membuat Tuhan berjanji tidak akan menghukum manusia meskipun manusia melakukan kejahatan. Itu artinya Tuhan memberi kesempatan pada manusia untuk berhenti melakukan kejahatan.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Seperti Tuhan memelihara hidup Nuh selama di dalam bahtera, demikian juga Tuhan memelihara hidup kita dan seluruh anggota keluarga kita. Cara Tuhan memelihara tidak terganrtung kita minta pada Tuhan atau tidak. Dia tahu kebutuhan kita dan Tuhan pasti menyediakan kebutuhan kita. Oleh sebab itu patutlah kita berterima kasih pada Tuhan. Dalam kesempatan apapun, kita dapat berterima kasih pada Tuhan. Salah satu cara kita berterima kasih pada Tuhan adalah jangan membuang makanan. Kalau mau makan, ambillah sesuai kebutuhan. Lebih baik menambah makanan daripada mengambil banyak tetapi tidak habis lalu kita buang. Sungguh sayang…..

Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
Jika Nuh berterima kasih pada Tuhan dengan mempersembahkan hewan sebagai korban bakaran, maka apa yang dapat kita lakukan sebagai wujud terima kasih pada Tuhan karena Ia telah memelihara hidup kita. Saya akan membagikan selembar kertas, kalian bisa mengisi apa saja yang akan kalian lakukan untuk berterima kasih pada Tuhan (setelah anak-anak membuat daftar cara mengucapkan terima kasih pada Tuhan, Pamong dapat meminta anak-anak untuk membuat prioritas. Dalam waktu dekat mana yang akan mereka penuhi atau mereka kerjakan).

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Melalui firman Tuhan hari ini kita diingatkan bahwa mengucap syukur itu sangat penting karena mengucap syukur menyenangkan hati Tuhan dan juga membuat Tuhan selalu ingat akan janji-Nya untuk tidak memusnahkan manusia yang sering berbuat jahat. Mengucap syukur pada Tuhan membuat kita juga ingat bahwa Tuhan masih memberi kesempatan pada kita untuk melakukan kebaikan.

Aktivitas
Pamong menyiapkan kertas. Bagi setiap anak mendapatkan 1 kertas. Lalu minta anak-anak untuk membuat daftar apa saja yang dapat mereka lakukan sebagai wujud rasa terima kasihnya pada Tuhan. Setelah anak-anak membuat daftar ucapan syukur, lalu minta mereka memilih salah satu yang dapat mereka kerjakan dalam waktu dekat ini atau yang dapat mereka tampilkan di gereja.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menyebutkan cara Nuh berterima kasih kepada Tuhan karena terbebas dari air bah
  2. Anak dapat menyebutkan janji Tuhan kepada Nuh setelah menerima persembahan Nuh
  3. Anak dapat menyebutkan cara dirinya berterima kasih atas kebaikan Tuhan
  4. Anak dapat menyebutkan janjinya setelah menerima kebaikan Tuhan

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Hari ini kita belajar tokoh Nuh. Siapa yang tahu Nuh (beri waktu pada anak-anak untuk menjawab). Yach…benar. Nuh adalah orang yang sangat saleh pada jamannya. Ketika banyak orang melakukan kejahatan, Nuh tidak tergoda untuk melakukan kejahatan, malah sebaliknya ia melakukan kebaikan. Ia dan keluarganya menjaga diri agar tidak melanggar perintah Tuhan. Itulah yang membuat Tuhan memilih Nuh untuk membuat bahtera. Wah…untuk apa ya bahteranya? Simak dengan baik cerita berikut ini :

Nuh diutus oleh Tuhan untuk membuat perahu sebab Tuhan akan membanjiri seluruh tanah dengan air. Mengapa Tuhan mau membanjiri seluruh permukaaan tanah dengan air? Rupanya Tuhan sangat marah pada manusia karena manusia hidupnya penuh kejahatan.Salah satu kejahatan yang dilakukan manusia adalah banyak tanaman yang rusak. Manusia tidak mau memelihara tanaman yang telah disediakan Tuhan bagi manusia. Dari sekian banyak manusia yang hidup pada waktu itu, Hanya Nuh dan keluarganya yang hidup taat dan setia kepada Tuhan dan Tuhan berencana mau menyelamatkan Nuh dan keluarganya dari bahaya banjir.

Setelah perahu selesai dibuat, Tuhan meminta Nuh untuk menyiapkan segala bahan makanan yang harus dibawa dan dimasukkan ke dalam perahu. Tuhan juga meminta Nuh untuk mengambil binatang-binatang untuk diselamatkan. Setiap binatang sepasang. Jadi…yang diselamatkan Tuhan bukan hanya manusia, tetapi juga hewan. Setelah semua siap, perahu ditutup dan Tuhan mendatangkan hujan lebat selama 40 hari 40 malam. Selama itu hujan tidak berhenti sama sekali. Air makin hari makin tinggi. Seluruh tanaman dan rumah tertutup oleh air. Sepanjang mata memandang hanya ada air. Tidak ada satupun pepohonan yang kelihatan. Setelah 40 hari 40 malam hujan berhenti, tetapi Bumi masih diliputi air. Selama 150 hari Bumi penuh dengan air. Wao….lama banget ya Nuh dan seluruh isi perahu terombang-ambing di atas air.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Apakah Tuhan membiarkan Nuh dan keluarganya hidup terus di dalam bahtera? Ternyata tidak. Perlahan-lahan air menjadi berkurang dan akhirnya air menjadi surut. Tuhan memerintahkan Nuh dan kelurganya keluar dari bahtera. Wah…..betapa gembira hati Nuh dan keluarganya sebab mereka akhirnya dapat keluar dari bahtera. Selain Nuh dan keluarga yang gembira karena bisa keluar dari bahtera, ada juga para hewan yang dibawa Nuh selama banjir melanda. Wah…tentu saja para hewan juga sangat gembira. Mereka dapat berjalan-jalan dan bekejaran lagi setelah sekian lama di atas bahtera.

Selama Nuh, istri, anak, menantu dan para hewan berada di dalam bahtera, mereka tidak pernah kekurangan. Tuhan selalu menyediakan apa yang mereka butuhkan, sebab mereka tidak bisa menanam. Tuhan tahu itu, makanya Tuhan selalu mencukupkan kebutuhan mereka. Nuh sangat menyadari hal itu. Tuhan selalu menjaga dia dan keluarganya, maka patutlah ia mengucap syukur karena Tuhan telah memberi kecukupan. Sebagai wujud rasa syukurnya, Nuh mendirikan tempat untuk mempersembahkan korban. Apakah Tuhan senang dengan persembahan Nuh?…Ternyata Tuhan sangat senang. Dan…hebatnya lagi persembahan Nuh ternyata dapat melunakkan hati Tuhan yang marah karena kejahatan yang dilakukan manusia. Persembahan Nuh membuat Tuhan berjanji tidak akan menghukum manusia meskipun manusia melakukan kejahatan. Itu artinya Tuhan memberi kesempatan pada manusia untuk berhenti melakukan kejahatan.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Seperti Tuhan memelihara hidup Nuh selama di dalam bahtera, demikian juga Tuhan memelihara hidup kita dan seluruh anggota keluarga kita. Cara Tuhan memelihara tidak terganrtung kita minta pada Tuhan atau tidak. Dia tahu kebutuhan kita dan Tuhan pasti menyediakan kebutuhan kita. Oleh sebab itu patutlah kita berterima kasih pada Tuhan. Dalam kesempatan apapun, kita dapat berterima kasih pada Tuhan. Salah satu cara kita berterima kasih pada Tuhan adalah jangan membuang makanan. Kalau mau makan, ambillah sesuai kebutuhan. Lebih baik menambah makanan daripada mengambil banyak tetapi tidak habis lalu kita buang. Sungguh sayang…..

Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
Jika Nuh berterima kasih pada Tuhan dengan mempersembahkan hewan sebagai korban bakaran, maka apa yang dapat kita lakukan sebagai wujud terima kasih pada Tuhan karena Ia telah memelihara hidup kita. Saya akan membagikan selembar kertas, kalian bisa mengisi apa saja yang akan kalian lakukan untuk berterima kasih pada Tuhan (setelah anak-anak membuat daftar cara mengucapkan terima kasih pada Tuhan, Pamong dapat meminta anak-anak untuk membuat prioritas. Dalam waktu dekat mana yang akan mereka penuhi atau mereka kerjakan).

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Melalui firman Tuhan hari ini kita diingatkan bahwa mengucap syukur itu sangat penting karena mengucap syukur menyenangkan hati Tuhan dan juga membuat Tuhan selalu ingat akan janji-Nya untuk tidak memusnahkan manusia yang sering berbuat jahat. Mengucap syukur pada Tuhan membuat kita juga ingat bahwa Tuhan masih memberi kesempatan pada kita untuk melakukan kebaikan.

Aktivitas
Pamong menyiapkan kertas. Bagi setiap anak mendapatkan 1 kertas. Lalu minta anak-anak untuk membuat daftar apa saja yang dapat mereka lakukan sebagai wujud rasa terima kasihnya pada Tuhan. Setelah anak-anak membuat daftar ucapan syukur, lalu minta mereka memilih salah satu yang dapat mereka kerjakan dalam waktu dekat ini atau yang dapat mereka tampilkan di gereja.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak