Tahun Gerejawi: Paskah 3
Tema: Persembahan Hidup
Judul: Memberi dari Kekurangan
Bacaan: Markus 12: 41-44
Ayat Hafalan: “Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya!” (Mazmur 96:8)
Lagu Tema: KPJ 146 “Bawa Persembahanmu”
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Injil Markus memang mengkritik keras ketimpangan sosial yang terjadi pada waktu itu. Ada kesenjangan yang tajam antara orang kaya dan orang miskin, yang diwakili oleh seorang janda miskin dalam kisah hari ini. Seorang janda adalah orang-orang yang termarginalkan. Secara status sosial dia tidak memiliki kekuatan hukum di dalam kemasyarakatan pada waktu itu. Sebagai seorang janda, dia tidak mempunyai hak suara karena hak suara seorang perempuan ada pada laki-laki. Jika dalam keluarga tidak ada laki-laki, maka ia dianggap tidak ada meskipun ia ada.
Banyak orang kaya memasukkan uang dalam jumlah besar, namun jumlah ini hanyalah sebagian kecil dari total nilai mereka. Mereka berkontribusi dari kelimpahan mereka. Janda itu, sebagai pembanding, memasukkan semua yang dia miliki, yang ditekankan Markus, adalah semua yang dia miliki untuk hidup. Janda miskin mempersembahkan dari kekurangan bahkan mempersembahkan seluruh hidupnya. Berbanding terbalik dengan orang kaya ataupun sikap ahli Taurat dan Farisi, yang belum tentu mempersembahkan seluruh kehidupannya kepada Allah.
Refleksi Untuk Pamong
Memang lebih mudah memberi dari kelebihan daripada dari kekurangan. Tetapi kita harus ingat bahwa berkat Tuhan tidak pernah berhenti. Tuhan selalu memberkati hidup kita. Dengan cara-Nya yang ajaib, Tuhan melimpahkan berkat, maka sesungguhnya kita tidak pernah berkurangan. Yang menyebabkan kita berkekurangan adalah ketidak-mampuan kita mengendalikan keinginan sehingga membuat kita sulit melihat berkat-berkat Tuhan.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah persembahan seorang janda miskin
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Apa kabarnya? Wah…..pasti baik ya. Saya melihat wajah-wajah yang ceria dan penuh semangat. Yuk…..kita bertepuk tangan sebagai ungkapan rasa gembira kita hari ini. Tepuk 1… (anak-anak diajak untuk bertepuk tangan satu kali) tepuk 2…. (anak-anak diajak untuk bertepuk tangan dua kali) tepuk 3… (anak-anak diajak untuk bertepuk tangan tiga kali). Yuk…diulangi lagi….
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Ada seorang ibu yang sangat sederhana. Ia bukan orang kaya. Pakaiannya biasa saja. Tetapi…hari ini ia kelihatan sangat gembira. Wah….apa yang terjadi pada perempuan sederhana ini yach….???
Ternyata….ibu yang sederhana ini mempunyai uang hasil dari ia bekerja hari ini. Lalu ia membawa uang itu dan ia masuk ke gereja. Dengan wajah sangat ceria, ia memasukkan semua uang yang ia terima dari upah bekerja hari ini. Tak ada yang tersisa. Wah…..luar biasa. Ibu ini sungguh-sungguh tidak kuatir jika besuk tidak bisa makan. Yang penting baginya adalah ia ingin memberikan apa yang dia miliki hari ini kepada Tuhan yang telah memelihara hidupnya setiap hari.
Tidak jauh dari ibu yang sederhana itu, ada seorang bapak. Pakaiannya sangat bagus. Rupanya bapak ini seorang yang punya banyak uang. Dengan wajah yang gembira, sang bapak memasukkan sejumlah uang ke kotak persembahan. Dan uang yang dimasukkan jumlahnya lebih banyak dari ibu yang sederhana itu.
Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Dari kisah di atas, Yesus mengatakan pada para murid-Nya bahwa yang memberi persembahan paling banyak dari semua orang yang memberi persembahan ternyata ibu yang sederhana itu. Lho….kok bisa ya? Bukankah jumlah uangnya lebih sedikit dari sang bapak yang kaya itu?
Ternyata….Yesus bukan hanya melihat jumlah uang yang telah diberikan, melainkan Yesus melihat pengorbanan yang sungguh-sungguh dari perempuan sederhana itu. Perempuan yang sederhana itu memberi dari kekurangannya. Memang jumlahnya sedikit, tetapi dia berani berkorban atas nasibnya esok hari. Prempuan sederhana ini yakin bahwa Tuhanlah yang telah memelihara hidupnya sehingga hari ini ia dapat uang, maka dengan senang hati ia mempersembahkan uangnya. Hal ini berbeda dengan bapak yang kaya itu. Dia memang memberi banyak tetapi dia tidak berani berkorban atas semua uang yang dia miliki. Tentu dia masih menyimpan uang untuk besuk. Berbeda dengan ibu sederhana itu. Ia tidak punya uang lagi untuk besuk, tetapi dia yakin bahwa Tuhan pasti akan memelihara hidupnya besuk.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Tuhan Yesus memuji sikap perempuan yang sederhana itu, sebab perempuan itu memberi dari semua yang dia miliki. Perempuan itu tidak kuatir akan hidup selanjutnya sebab ia yakin Tuhan pasti memelihara, seperti kita hari ini telah dipelihara oleh Tuhan. Coba…lihat tubuh kalian. Adakah yang sakit hari ini? (beri waktu anak-anak menjawab). Kita juga melihat mama dan papa dalam keadaan sehat. Itu adalah bukti Tuhan memelihara kita. Apalagi ya bukti bahwa Tuhan memelihara kita?
Yuk….kita lihat sekitar. Wah….Tuhan masih memberi matahari, sehingga pagi ini terlihat terang. Coba…lihat burung-burung di udara. Mereka dapat terbang dengan bebas. Itu adalah bukti bahwa Tuhan juga memelihara mereka. Oleh sebab itu, kita tidak perlu kuatir sebab Tuhan pasti memelihara kita semua, seperti perempuan sederhana itu tidak kuatir ketika ia mempersembahkan seluruh uang yang dimilikinya karena dia yakin Tuhan memeliharanya.
Aktivitas
Pamong dapat melatih anak-anak Balita dan Pratama untuk menyanyikan lagu PKJ 146 “Bawa Persembahanmu” untuk dipersembahkan dalam ibadah Undhuh-Undhuh di gereja.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
- Anak dapat menyebutkan perbedaan persembahan janda miskin dengan orang kaya
- Anak dapat memberikan persembahan dengan segala kemampuan yang dimilikinya
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
Anak-anak….Saya punya 2 cerita. Ini cerita yang pertama.
Bulan depan di gereja Santi akan diadakan hari Raya Persembahan. Santi berpikir keras apa yang akan dia berikan kepada Tuhan. Dia ingin memberikan sesuatu pada Tuhan sebagai ungkapan rasa terima kasih karena Tuhan sudah baik padanya dan keluarganya. Lalu Santi menemukan cara, yaitu ia mau mengumpulkan uang dari uang sakunya selama 1 bulan.
Mulai hari ini sampai bulan depan, Santi memutuskan untuk bangun lebih pagi dari biasanya. Mengapa ia bangun pagi? Karena ia ingin membuat makanan untuk bekal ke sekolah. Hal ini dilakukannya agar ia tidak jajan atau membeli sesuatu dari uang sakunya. Santi membulatkan tekad agar berhasil. Kadang-kadang Santi ingin sekali membeli sesuatu seperti biasanya, tetapi ia segera teringat niatnya untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan.
Seminggu pertama adalah hal yang sangat berat, sebab Santi harus bisa menahan diri dari keinginan membeli jajanan yang dia sukai. Setiap kali ia ingin membeli jajan, Santi segera membuka bekalnya. Dengan demikian Santi dapat mengatasi keinginannya. Bagi Santi, ini adalah perjuangan yang berat. Ia harus bisa menekan keinginannya. Apakah Santi berhasil? Yach…Santi berhasil tidak jajan selama sebulan. Lalu ia menghitung uang yang terkumpul dan dengan hati yang gembira, Santi membawa persembahan itu ke gereja.
Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
Ini cerita yang kedua. Ada seorang ibu yang sangat sederhana. Ia bukan orang kaya. Ia tidak mempunyai suami, sehingga untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari, ia harus bekerja. Pakaiannya biasa saja. Tetapi…hari ini ia kelihatan sangat gembira. Wah….apa yang terjadi pada perempuan sederhana ini yach….???
Ternyata….ibu yang sederhana ini mempunyai uang hasil dari ia bekerja hari ini. Lalu ia membawa uang itu dan ia masuk ke gereja. Dengan wajah sangat ceria, ia memasukkan semua uang yang ia terima dari upah bekerja hari ini. Tak ada yang tersisa. Wah…..luar biasa. Ibu ini sungguh-sungguh tidak kuatir jika besuk tidak bisa makan. Yang penting baginya adalah ia ingin memberikan apa yang dia miliki hari ini kepada Tuhan yang telah memelihara hidupnya setiap hari.
Tidak jauh dari ibu yang sederhana itu, ada seorang bapak. Pakaiannya sangat bagus. Rupanya bapak ini seorang yang punya banyak uang. Dengan wajah yang gembira, sang bapak memasukkan sejumlah uang ke kotak persembahan. Dan uang yang dimasukkan jumlah lebih banyak dari ibu yang sederhana itu.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Santi dan perempuan yang sederhana dalam cerita di atas adalah contoh tentang memberi persembahan dengan kesungguhan meskipun dalam kekurangan. Persembahan yang banyak bukan dilihat dari jumlahnya, tetapi dari hati yang mau berkorban dengan sungguh-sungguh. Santi dan perempuan yang sederhana itu rela berkorban untuk memberikan yang terbaik pada Tuhan.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Manakah yang lebih sulit : memberi dari kelebihan atau memberi dari kekurangan? Yach…betul. Paling sulit adalah memberi dari kekurangan sebab kita masih kuatir jika tidak punya sesuatu atau tidak bisa makan jika kita berbagi pada orang lain. Hal ini berbeda jika kita memberi karena kita mempunyai sesuatu lebih. Misalnya: kita punya 2 pensil dan melihat ada teman yang tidak punya pensil, maka kita akan lebih mudah memberi. Coba kalau kita hanya punya 1 pensil, pasti akan sulit untuk memberi pada orang lain.
Hari ini kita belajar bahwa memberi persembahan bukan hanya ketika kita mempunyai sesuatu lebih atau menunggu ketika kita punya sesuatu yang banyak. Janda miskin dan Santi mengajari kita untuk memberi yang dilandasi sikap mau berkorban karena dari situlah muncul ketulusan dan kesunggguhan. Orang yang mau berkorban tidak akan pelit untuk memberi sesuatu meskipun yang ia punyai hanya sedikit. Orang yang mau memberi dengan sikap rela berkorban tidak mempunyai perasaan kuatir karena ia yakin bahwa Tuhan pasti akan mencukupi kebutuhannya.
Aktivitas
Pamong dapat melatih anak-anak untuk menyanyikan lagu KPJ 146 “Bawa Persembahanmu” untuk dipersembahkan dalam ibadah Undhuh-Undhuh di gereja.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak dapat menyebutkan perbedaan persembahan janda miskin dengan orang kaya
- Anak dapat memberikan persembahan dengan segala kemampuan yang dimilikinya
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
Anak-anak….Saya punya 2 cerita. Ini cerita yang pertama.
Bulan depan di gereja Santi akan diadakan hari Raya Persembahan. Santi berpikir keras apa yang akan dia berikan kepada Tuhan. Dia ingin memberikan sesuatu pada Tuhan sebagai ungkapan rasa terima kasih karena Tuhan sudah baik padanya dan keluarganya. Lalu Santi menemukan cara, yaitu ia mau mengumpulkan uang dari uang sakunya selama 1 bulan.
Mulai hari ini sampai bulan depan, Santi memutuskan untuk bangun lebih pagi dari biasanya. Mengapa ia bangun pagi? Karena ia ingin membuat makanan untuk bekal ke sekolah. Hal ini dilakukannya agar ia tidak jajan atau membeli sesuatu dari uang sakunya. Santi membulatkan tekad agar berhasil. Kadang-kadang Santi ingin sekali membeli sesuatu seperti biasanya, tetapi ia segera teringat niatnya untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan.
Seminggu pertama adalah hal yang sangat berat, sebab Santi harus bisa menahan diri dari keinginan membeli jajanan yang dia sukai. Setiap kali ia ingin membeli jajan, Santi segera membuka bekalnya. Dengan demikian Santi dapat mengatasi keinginannya. Bagi Santi, ini adalah perjuangan yang berat. Ia harus bisa menekan keinginannya. Apakah Santi berhasil? Yach…Santi berhasil tidak jajan selama sebulan. Lalu ia menghitung uang yang terkumpul dan dengan hati yang gembira, Santi membawa persembahan itu ke gereja.
Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
Ini cerita yang kedua. Ada seorang ibu yang sangat sederhana. Ia bukan orang kaya. Ia tidak mempunyai suami, sehingga untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari, ia harus bekerja. Pakaiannya biasa saja. Tetapi…hari ini ia kelihatan sangat gembira. Wah….apa yang terjadi pada perempuan sederhana ini yach….???
Ternyata….ibu yang sederhana ini mempunyai uang hasil dari ia bekerja hari ini. Lalu….ia membawa uang itu dan ia masuk ke gereja. Dengan wajah sangat ceria, ia memasukkan semua uang yang ia terima dari upah bekerja hari ini. Tak ada yang tersisa. Wah…..luar biasa. Ibu ini sungguh-sungguh tidak kuatir jika besuk tidak bisa makan. Yang penting baginya adalah ia ingin memberikan apa yang dia miliki hari ini kepada Tuhan yang telah memelihara hidupnya setiap hari.
Tidak jauh dari ibu yang sederhana itu, ada seorang bapak. Pakaiannya sangat bagus. Rupanya bapak ini seorang yang punya banyak uang. Dengan wajah yang gembira, sang bapak memasukkan sejumlah uang ke kotak persembahan. Dan uang yang dimasukkan jumlah lebih banyak dari ibu yang sederhana itu.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Santi dan perempuan yang sederhana dalam cerita di atas adalah contoh tentang memberi persembahan dengan rela berkorban. Persembahan yang banyak bukan dilihat dari jumlahnya, tetapi dari hati yang mau berkorban. Santi dan perempuan yang sederhana itu rela berkorban untuk memberikan yang terbaik pada Tuhan.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Manakah yang lebih sulit : memberi dari kelebihan atau memberi dari kekurangan? Yach…betul. Paling sulit adalah memberi dari kekurangan sebab kita masih kuatir jika tidak punya sesuatu atau tidak bisa makan jika kita berbagi pada orang lain. Hal ini berbeda jika kita memberi karena kita mempunyai sesuatu lebih. Misalnya: kita punya 2 pensil dan melihat ada teman yang tidak punya pensil, maka kita akan lebih mudah memberi. Coba kalau kita hanya punya 1 pensil, pasti akan sulit untuk memberi pada orang lain.
Hari ini kita belajar bahwa memberi persembahan bukan hanya ketika kita mempunyai sesuatu lebih atau menunggu ketika kita punya sesuatu yang lebih. Janda miskin dan Santi mengajari kita untuk memberi yang dilandasi sikap mau berkorban karena dari situlah muncul ketulusan dan kesunggguhan. Orang yang mau berkorban tidak akan pelit untuk memberi sesuatu meskipun yang ia punyai hanya sedikit. Orang yang mau memberi dengan sikap rela berkorban tidak mempunyai perasaan kuatir karena ia yakin bahwa Tuhan pasti akan mencukupi kebutuhannya.
Aktivitas
Pamong membagi anak-anak menjadi beberapa kelompok lalu mengajak anak-anak untuk merancang kegiatan yang akan dipersembahkan di gereja dalam rangka Undhuh-Undhuh.