Tugas Petrus Tuntunan Ibadah Anak 15 Mei 2022

Tahun Gerejawi: Paskah 5
Tema:
Hidup Dan Tumbuh Bersama
Judul: Tugas Petrus

Bacaan: Yohanes 21:15-19
Ayat Hafalan: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” (
Matius 22:37)

Lagu Tema: I Love You, Jesus

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Kata
“mengasihi” yang dipakai oleh Tuhan Yesus dalam pertanyaan-Nya pada Petrus sebanyak 3 kali dalam bahasa Indonesia tidak kelihatan perbedaannya sebab ketiganya memakai kata ‘mengasihi’. Tetapi dalam bahasa Yunani ada 2 kata yang dipakai yaitu ‘agape’ dan ‘philia’. Kedua kata ini mengandung perbedaan yang sangat tajam. Pada pertanyaan pertama dan kedua : “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” menggunakan kata ‘apage’ (kasih yang tanpa meminta imbalan) tetapi pada pertanyaan ketiga menggunakan kata ‘philia’ (kasih persaudaraan). Pada pertanyaan ketiga inilah Petrus menjadi sedih karena ternyata Tuhan Yesus menurunkan grade kasih dari agape menjadi philia. Pertanyaannya adalah mengapa Yesus mengubah kata agape menjadi philia? Karena jawaban yang diberikan Petrus adalah kasih philia. Petrus ternyata hanya mampu mengasihi Yesus dengan kasih philia, yaitu kasih persaudaraan. Tuhan Yesus tahu kasih agape itu sulit untuk dilakukan, oleh sebab itu Ia menurunkan tingkatan kasih yang dapat dilakukan oleh manusia. Meskipun kadar kasih Petrus hanya sebatas kasih persaudaraan, tetapi Yesus tetap memakai Petrus untuk ‘menggembalakan domba-domba-Nya’ karena Yesus tahu kesungguhan Petrus untuk menjalankan tugas yang akan diberikan kepadanya.

Refleksi untuk Pamong:
Permintaan Tuhan dalam mengasihi tidak muluk-muluk, cukup kasih persaudaraan. Meskipun tingkatannya di bawah kasih agape, jika dilakukan dengan sungguh-sungguh maka akan berdampak luar biasa bagi orang lain. Jika Pamong sungguh-sungguh mengasihi anak-anak dengan kasih persaudaraan, maka akan berdampak luar biasa pada anak-anak karena mereka merasa ada yang memperhatikan dan menyayangi selain orang tuanya. Pamong menjadi tempat kedua bagi anak-anak untuk mendapatkan cinta kasih karena para Pamong membagi cintanya dengan tulus dan ikhlas. Pertanyaan Yesus pada Simon : “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” akan selalu aktual jika selalu kita tanyakan pada diri sendiri : “__________, anak ____________, apakah engkau mengasihi Aku?” Kiranya pertanyaan Yesus pada Petrus menjadi penyemangat kita dalam mendampingi dan menghantar tumbuh kembang iman anak-anak yang dititipkan Tuhan pada kita. SELAMAT MENGASIHI (PHILIA)”


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali cara Yesus mengutus Petrus untuk menggembalakan domba-domba-Nya

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Saya punya cerita. Ibu Randita akan pergi pelatihan selama seminggu di luar kota. Ibu Randita dapat tugas dari kantor, tempat kerjanya, untuk mengikuti pelatihan. Beberapa hari sebelum berangkat, ibu memasak berbagai masakan untuk disimpan di kulkas agar tetap tersedia masakan meskipun ibu tidak ada di rumah. Ibu memberi petunjuk pada kakak Randita, Renata, bagaimana menghangatkan masakan. Kemudian ibu juga memberitahu cara memasak nasi di rice cooker maupun di kompor jika listrik padam. Dengan perlahan, ibu memberi petunjuk pada Renata dan Randita agar mereka berdua dapat menyiapkan makanan untuk keluarga. Ibu juga memberitahu mereka, jika membutuhkan sesuatu dapat meminta pada ayah. Segala sesuatu dipersiapkan dengan baik oleh ibu Randita. Setelah memberi arahan pada Renata dan Randita, hati ibu terasa lega sehingga ibu dapat berangkat pelatihan dengan tenang.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Ibu Randita pergi meninggalkan rumah selama seminggu karena hendak mengikuti pelatihan, tidak demikian dengan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus akan meninggalkan para murid-Nya untuk selama-lamanya. Yesus akan kembali ke surga tempat asal-Nya, tetapi tugas memberitakan Injil harus tetap dilakukan.

Seperti ibu Randita menyiapkan semua kebutuhan anak-anaknya, demikian juga Tuhan Yesus menyiapkan para murid-muridNya agar dapat memberitakan Injil dengan berani dan penuh semangat meskipun Yesus tidak bersama-sama dengan mereka.

Dalam bacaan hari ini, Tuhan Yesus menyiapkan Simon Petrus, salah satu murid Tuhan Yesus untuk memberitakan Injil. Mengapa Yesus perlu menyiapkan Petrus? Karena Tuhan Yesus tahu bahwa memberitakan Injil itu tidak mudah, butuh perjuangan. Ketika Petrus nanti memberitakan Injil, akan ada banyak orang yang membenci dan memusuhi Petrus. Agar Petrus tidak putus asa ketika memberitakan Injil karena mendapat tantangan dan rintangan, maka Petrus perlu mempunyai cinta yang sungguh-sungguh pada Tuhan Yesus, oleh sebab itu Tuhan Yesus bertanya sampai 3 kali untuk memastikan apakah cinta Petrus sungguh-sungguh pada Tuhan Yesus. Inilah pertanyaan Tuhan Yesus pada Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?”. Yuk…..kita ulangi pertanyaan Yesus pada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” (Pamong dapat mengulang-ulang pertanyaan Yesus pada Simon Petrus)

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
(Pamong mengajak anak-anak menyanyi)

Yuk….kita nyanyi I Love You, Jesus dalam bahasa Inggris, bahasa Indonesia dan bahasa Jawa.

I love You, Jesus. Deep down in my heart. I love You, Jesus. Deep down in my heart.
I love You, Jesus. Deep down in my heart. Think about deep…deep…down…down
Deep down in my heart
Talk about deep…deep…down…down. Deep down in my heart

Aku cinta Yesus. Dalam…dalam….dalam…sekali. Aku cinta Yesus. Dalam…dalam….dalam…sekali. Cintaku…da..da…lam..lam…dalam..dalam…dalam sekali.
Cintaku…da..da…lam..lam…dalam..dalam…dalam sekali

Aku tresna Yesus. Jeru…Jeru…Jeru banget. Aku tresna Yesus. Jeru…Jeru…Jeru banget.
Tresnaku..jer…jer…ru..ru..jeru…jeru…jeru banget. Tresnaku..jer…jer…ru..ru..jeru…jeru…jeru banget.

Melalui lagu ini kita diajak untuk sungguh-sungguh mencintai Tuhan, seperti Petrus yang diminta sungguh-sungguh mencintai Tuhan Yesus. Jika kita sungguh-sungguh mencintai Tuhan, maka di manapun kita berada akan berusaha melakukan kebaikan. Salah satu contoh melakukan kebaikan adalah : memungut sampah yang dibuang sembarangan, mematikan keran air yang mengalir sampai luber-luber, memadamkan listrik jika sudah tidak dipakai lagi, membereskan mainan yang berantakan, mendengarkan Firman dengan tenang, berdoa dengan sungguh-sungguh dan meminta sesuatu dengan baik.

Aktivitas
Pamong mengajak anak-anak untuk membuat hiasan gantung. Adapun bahan-bahan yang perlu disiapkan adalah :

  1. Kertas manila yang telah dipotong menjadi bentuk hati
  2. Tali kasur atau tali kur atau sejenisnya
  3. Lem atau isolasi
  4. Tulisan AKU CINTA YESUS. Boleh diprint atau ditulis tangan pada kertas manila

Cara membuat :

  1. Masing-masing anak dibagi 3 kertas bentuk hati dan benang
  2. Setiap bentuk hati ditempel kata AKU CINTA YESUS
  3. Kemudian bentuk hati ditempel pada benang dengan lem atau isolasi. Hiasan ini dapat ditempel atau digantung di di dinding atau pintu.

 


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:

  1. Anak dapat menceritakan kembali cara Yesus mengutus Petrus untuk menggembalakan domba-domba-Nya
  2. Anak dapat melatih diri sejak dini untuk menjadi alat Tuhan dengan rajin berdoa, memuji Tuhan dan mendengarkan Firman-Nya

Alat Peraga: Pamong menyiapkan tulisan AGAPE dan PHILEO

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Siapa yang tahu matahari? Wah….pasti semua tahu Matahari. Matahari terbit dari …….. (biarkan anak-anak menjawab) Betul. Matahari terbit dari Timur. Dan terbenam di sebelah …… (biarkan anak-anak menjawab) Aha…benar sekali. Matahari terbenam di sebelah Barat. Sekarang saya mau bertanya lagi. Apakah matahari terbit hanya untuk para petani agar tanamannya tumbuh dengan subur? Yach…betul. Tidak. Matahari terbit bukan hanya untuk para petani. Apakah matahari terbit hanya untuk para penjual es agar dagangannya laris karena banyak orang kehausan karena terik matahari? Tidak. Apakah matahari terbit untuk orang-orang yang melakukan kebaikan saja? Tidak. Matahari juga terbit untuk orang-orang yang melakukan hal-hal yang buruk. Matahari juga terbit untuk semua orang. Matahari tidak pernah pilih-pilih orang. Matahari juga tidak pernah minta pada manusia untuk berterima kasih karena telah memberi sinarnya. Meskipun manusia marah-marah karena terik sianrnya, matahari diam saja. Ia tetap memancarkan cahayanya.

Ini cerita yang lain.

Sinta berteman dengan Raras. Setiap hari mereka selalu berangkat sekolah bersama. Di kelas mereka juga duduk bersama. Bahkan mereka juga berbagi makanan jika istirahat siang. Pokoknya di mana ada Sinta, di situ ada Raras. Demikian sebaliknya. Di mana ada Raras di situ ada Sinta.

Pada suatu hari, Sinta dan Raras berdebat dengan sengit. Sinta menganggap pendapatnyalah yang benar. Sebaliknya, Raras menganggap pendapatnya yang benar. Karena mereka berdua tidak ada yang mengalah, akhirnya Sinta dan Raras tidak saling bertegur sapa. Mulai hari itu, Sinta dan Raras tidak pulang sekolah bersama-sama. Demikian juga keesokan harinya, mereka tidak berangkat sekolah bersama-sama dan tidak berbagi makanan. Hal ini berlangsung selama seminggu. Sinta dan Raras tidak saling bertegur sapa. Lama-lama Sinta tidak tahan, akhirnya ia mendekati Raras untuk meminta maaf. Melihat Sinta mendekatinya, Raras juga berlari mendekati Sinta. Akhirnya Sinta dan Raras saling berpelukan dan mereka saling meminta maaf. Sinta dan Raras berbaikan kembali.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Dalam bahasa Yunani, kata kasih ada 4 macam, yaitu agape, phileo, storge dan eros dan mempunyai arti yang berbeda-beda. Hal ini berbeda dalam bahasa Indonesia. Kata kasih dalam bahasa Indonesia sinonimnya cinta dan sayang, tetapi semua artinya sama.

Dalam bacaan kita hari ini 2 kata yang dipakai yaitu AGAPE dan PHILEO (Pamong menunjukkan tulisan AGAPE dan PHILEO. Minta anak-anak untuk membacanya beberapa kali). Dalam cerita tentang Matahari yang selalu bersinar meskipun tidak disukai oleh orang dan tidak meminta balasan atas sinar yang dipancarkannya adalah contoh dari kasih AGAPE (Pamong menunjukkan tulisan AGAPE dan minta anak-anak untuk mengulanginya). Kasih AGAPE adalah kasih tidak meminta imbalan dan rela berkorban demi orang yang dikasihinya. Contoh yang lain adalah kesediaan Tuhan Yesus disalib untuk menebus dosa manusia dan Yesus tidak meminta imbalan atas pengorbananNya di kayu salib.

Sedangkan PHILEO adalah kasih persahabatan, seperti persahabatan Sinta dan Raras. Mereka bersahabat tetapi juga mereka bertengkar dan tidak bertegur sapa, tetapi akhirnya mereka berbaikan lagi.

Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Dalam percakapan Yesus dengan Petrus memakai kata ‘agape’ : “Simon, anak Yohanes, apakah engkau apa (mengasihi) Aku”. Yesus benar-benar mengasihi Petrus. Yesus tidak meminta imbalan kasih dari Simon Petrus. Meskipun Petrus pernah menyangkal Yesus sebanyak 3 kali, tetapi Yesus tidak marah, karena Yesus benar-benar mengasihi Petrus bahkan Yesus rela mati di kayu salib untuk menebus dosa Petrus yang telah menyangkal Yesus.

Sedangkan jawaban Petrus atas pertanyaan Yesus adalah : “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku phileo (mengasihi) Engkau”. Kata mengasihi yang dipakai oleh Petrus adalah PHILEO (kasih persahabatan). Jawaban Petrus ini menunjukkan bahwa ia mengasihi Yesus sebagai sahabat. Petrus menyadari ia pernah menyangkal Yesus ketika ia dalam keadaan terjepit dan ia tidak mau mengorbankan diri untuk mengakui bahwa ia mengenal Yesus sebab ia takut ditangkap dan disiksa seperti Yesus. Itulah yang membuat Petrus sedih karena kasihnya pada Yesus lebih rendah dari kasih Yesus kepadanya.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Yesus,

Meskipun kasih Petrus hanya sebatas kasih persahabatan tetapi Yesus tetap mencintai Petrus dan Yesus percaya bahwa Petrus siap dipakai oleh Yesus untuk mengabarkan Injil. Hal ini nampak dari perintah Yesus agar Petrus mau menggembalakan domba-domba-Nya, yaitu orang-orang yang rindu untuk selalu dekat dengan Tuhan.

Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan Yesus,

Meskipun kalian masih kecil, Tuhan juga ingin kita memiliki kasih yang sungguh-sungguh, kasih yang tidak meminta imbalan ketika kita berbuat baik pada orang lain (Pamong menunjukkan tulisan AGAPE). Jika kita gagal mengasihi orang lain dengan tanpa meminta imbalan, jangan berputus asa. Ayo…kita coba terus untuk tetap mengasihi dengan sungguh-sungguh. Dan…jangan lupa Tuhan juga meminta kita untuk memberitakan Injil pada orang lain. Masih banyak orang yang membutuhkan kasih sayang. Agar kita dapat memberitakan Injil maka kita perlu melatih diri terlebih dahulu. Bagaimana cara melatih diri kita agar siap memberitakan Injil? Yach…dengan cara belajar rajin berdoa. Selain berdoa untuk diri sendiri, juga mendoakan orang lain. Kemudian rajin beribadah. Jangan malas-malasan jika beribadah. Dengan rajin beribadah, maka kita melatih diri untuk makin mencintai Tuhan Yesus. Dengan rajin beribadah, maka kita melatih diri untuk selalu dekat dengan Tuhan. Dengan rajin beribadah, maka kita juga makin mengenal Tuhan karena kita akan membaca Alkitab dan memahami apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita. Nah…..jika kita telah melatih diri dengan rajin berdoa, membaca Alkitab dan beribadah maka kita akan siap diutus Tuhan untuk memberitakan Injil melalui perkataan yang baik, suka menolong orang lain dan tekun belajar.

Aktivitas
Pamong mengajak anak-anak untuk membuat tulisan AGAPE dan PHILEO. Ajak anak-anak untuk menghiasinya sebaik mungkin. Kedua kertas ini dapat ditempel di tembok atau digantung.

Bahan yang dibutuhkan :

  • 2 lembar kertas HVS untuk setiap anak
  • Pensil warna atau crayon
  • Hiasan-hiasan lainnya

TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menceritakan kembali cara Yesus mengutus Petrus untuk menggembalakan domba-domba-Nya
  2. Anak dapat menyebutkan hambatan dalam hidup bersama dalam sebuah persekutuan

Alat Peraga: Pamong menyiapkan tulisan AGAPE dan FHILEO

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Siapa yang tahu Matahari? Wah….pasti semua tahu Matahari. Matahari terbit dari ……..(biarkan anak-anak menjawab) Betul. Matahari terbit dari Timur. Dan terbenam di sebelah …… (biarkan anak-anak menjawab) Aha…benar sekali. Matahari terbenam di sebelah Barat. Sekarang saya mau bertanya lagi. Apakah matahari terbit hanya untuk para petani agar tanamannya tumbuh dengan subur? Yach…betul. Tidak. Matahari terbit bukan hanya untuk para petani. Apakah matahari terbit hanya untuk para penjual es agar dagangannya laris karena banyak orang kehausan karena terik matahari? Tidak. Apakah matahari terbit untuk orang-orang yang melakukan kebaikan saja? Tidak. Matahari juga terbit untuk orang-orang yang melakukan hal-hal yang buruk. Matahari juga terbit untuk semua orang. Matahari tidak pernah pilih-pilih orang. Matahari juga tidak pernah minta pada manusia untuk berterima kasih karena telah memberi sinarnya. Meskipun manusia marah-marah karena terik sianrnya, matahari diam saja. Ia tetap memancarkan cahayanya.

Ini cerita yang lain.

Sinta berteman dengan Raras. Setiap hari mereka selalu berangkat sekolah bersama. Di kelas mereka juga duduk bersama. Bahkan mereka juga berbagi makanan jika istirahat siang. Pokoknya di mana ada Sinta, di situ ada Raras. Demikian sebaliknya. Di mana ada Raras di situ ada Sinta. 

Pada suatu hari, Sinta dan Raras berdebat dengan sengit. Sinta menganggap pendapatnyalah yang benar. Sebaliknya, Raras menganggap pendapatnya yang benar. Karena mereka berdua tidak ada yang mengalah, akhirnya Sinta dan Raras tidak saling bertegur sapa. Mulai hari itu, Sinta dan Raras tidak pulang sekolah bersama-sama. Demikian juga keesokan harinya, mereka tidak berangkat sekolah bersama-sama dan tidak berbagi makanan. Hal ini berlangsung selama seminggu. Sinta dan Raras tidak saling bertegur sapa. Lama-lama Sinta tidak tahan, akhirnya ia mendekati Raras untuk meminta maaf. Melihat Sinta mendekatinya, Raras juga berlari mendekati Sinta. Akhirnya Sinta dan Raras saling berpelukan dan mereka saling meminta maaf. Sinta dan Raras berbaikan kembali.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Dalam bahasa Yunani, kata kasih ada 4 macam, yaitu agape, phileo, storge dan eros dan mempunyai arti yang berbeda-beda. Hal ini berbeda dalam bahasa Indonesia. Kata kasih dalam bahasa Indonesia sinonimnya cinta dan sayang, tetapi semua artinya sama.

Dalam bacaan kita hari ini 2 kata yang dipakai yaitu AGAPE dan PHILEO (Pamong menunjukkan tulisan AGAPE dan PHILEO. Minta anak-anak untuk membacanya beberapa kali). Dalam cerita tentang Matahari yang selalu bersinar meskipun tidak disukai oleh orang dan tidak meminta balasan atas sinar yang dipancarkannya adalah contoh dari kasih AGAPE (Pamong menunjukkan tulisan AGAPE dan minta anak-anak untuk mengulanginya). Kasih AGAPE adalah kasih tidak meminta imbalan dan rela berkorban demi orang yang dikasihinya. Contoh yang lain adalah kesediaan Tuhan Yesus disalib untuk menebus dosa manusia dan Yesus tidak meminta imbalan atas pengorbananNya di kayu salib.

Sedangkan PHILEO adalah kasih persahabatan, seperti persahabatan Sinta dan Raras. Mereka bersahabat tetapi juga mereka bertengkar dan tidak bertegur sapa, tetapi akhirnya mereka berbaikan lagi.

Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

Dalam percakapan Yesus dengan Petrus memakai kata ‘agape’ : “Simon, anak Yohanes, apakah engkau apa (mengasihi) Aku”. Yesus benar-benar mengasihi Petrus. Yesus tidak meminta imbalan kasih dari Simon Petrus. Meskipun Petrus pernah menyangkal Yesus sebanyak 3 kali, tetapi Yesus tidak marah, karena Yesus benar-benar mengasihi Petrus bahkan Yesus rela mati di kayu salib untuk menebus dosa Petrus yang telah menyangkal Yesus.

Sedangkan jawaban Petrus atas pertanyaan Yesus adalah : “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku phileo (mengasihi) Engkau”. Kata mengasihi yang dipakai oleh Petrus adalah PHILEO (kasih persahabatan). Jawaban Petrus ini menunjukkan bahwa ia mengasihi Yesus sebagai sahabat. Petrus menyadari ia pernah menyangkal Yesus ketika ia dalam keadaan terjepit dan ia tidak mau mengorbankan diri untuk mengakui bahwa ia mengenal Yesus sebab ia takut ditangkap dan disiksa seperti Yesus. Itulah yang membuat Petrus sedih karena kasihnya pada Yesus lebih rendah dari kasih Yesus kepadanya.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Yesus,

Meskipun kasih Petrus lebih rendah tingkatannya dari kasih Yesus tetapi Yesus tetap mencintai Petrus dan Yesus percaya bahwa Petrus siap dipakai oleh Yesus untuk mengabarkan Injil. Hal ini nampak dari perintah Yesus agar Petrus mau menggembalakan domba-domba-Nya, yaitu orang-orang yang rindu untuk selalu dekat dengan Tuhan.

Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan Yesus,

Meskipun kalian masih kecil, Tuhan juga ingin kita memiliki kasih yang sungguh-sungguh, kasih yang tidak meminta imbalan ketika kita berbuat baik pada orang lain (Pamong menunjukkan tulisan AGAPE). Jika kita gagal mengasihi orang lain dengan tanpa meminta imbalan, jangan berputus asa. Ayo…kita coba terus untuk tetap mengasihi dengan sungguh-sungguh. Dan…jangan lupa Tuhan juga meminta kita untuk memberitakan Injil pada orang lain. Masih banyak orang yang membutuhkan kasih sayang. Agar kita dapat memberitakan Injil maka kita perlu melatih diri terlebih dahulu. Bagaimana cara melatih diri kita agar siap memberitakan Injil? Yach…dengan cara belajar rajin berdoa. Selain berdoa untuk diri sendiri, juga mendoakan orang lain. Kemudian rajin beribadah. Jangan malas-malasan jika beribadah. Dengan rajin beribadah, maka kita melatih diri untuk makin mencintai Tuhan Yesus. Dengan rajin beribadah, maka kita melatih diri untuk selalu dekat dengan Tuhan. Dengan rajin beribadah, maka kita juga makin mengenal Tuhan karena kita akan membaca Alkitab dan memahmi apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita. Nah…..jika kita telah melatih diri dengan rajin berdoa, membaca Alkitab dan beribadah maka kita akan sipa diutus Tuhan untuk memberitakan Injil melalui perkataan yang baik, suka menolong orang lain dan tekun belajar.

Aktivitas
Pamong mengajak anak-anak untuk berdiskusi dengan dipandu pertanyaan-pertanyaan di bawah ini :

  1. Apakah anak-anak termasuk anak yang rajin berdoa? Jika iya, apa yang mendorong mereka rajin berdoa? Jika tidak, apa alasan mereka tidak rajin berdoa?
  2. Apakah anak-anak termasuk anak yang rajin membaca Alkitab? Jika iya, apa yang mendorong mereka rajin membaca Alkitab? Jika tidak, apa alasan mereka tidak rajin membaca Alkitab?
  3. Apakah anak-anak termasuk anak yang rajin beribadah? Jika iya, apa yang mendorong mereka rajin beribadah? Jika tidak, apa alasan mereka tidak rajin beribadah?

Renungan Harian

Renungan Harian Anak