Saya Ciptaan Tuhan yang Berharga Tuntunan Ibadah Anak 7 Februari 2021

25 January 2021

Tahun Gerejawi : Bulan Penciptaan
Tema :
Manusia
Bacaan Alkitab :
Keluaran 12 : 29-42
Ayat Hafalan :
Kejadian 1 : 27
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka”
Lagu : Burung Pipit Yang Kecil

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Bangsa Israel tinggal di tanah Mesir selama 430 tahun. Selama tinggal di tanah Mesir bangsa Israel sangat menderita, sebab mereka menjadi budak. Karena tidak tahan terhadap penindasan yang dilakukan oleh bangsa Mesir. Orang-orang Israel memohon kepada Tuhan ingin keluar dari tanah Mesir, untuk itu Tuhan mengutus Musa dan Harun menyampaikan kepada Firaun agar membebaskan bangsa Israel. Namun raja Firaun tetap berkeras hati tidak mengijinkan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Untuk itu Tuhan memberikan tulah kepada bangsa Israel sebanyak sepuluh kali. Tulah adalah sebuah bencana yang diberikan Tuhan kepada bangsa Mesir untuk menunjukkan kemahakuasaan Tuhan atas manusia.

Pada akhirnya setelah terjadi tulah ke sepuluh anak sulung mati baru bangsa Israel diijinkan raja Firaun keluar dari tanah Mesir. Peristiwa kematian anak sulung membawa kesedihan yang mendalam bagi seluruh orang Mesir. Diawali dari anak sulung raja Firaun, lalu merata hingga seluruh anak sulung orang Mesir. Melihat dukacita yang dialami oleh seluruh orang Mesir, maka raja Firaun memanggil Musa dan Harun. Menyampaikan kepada mereka untuk segera membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir agar bencana ini segera dapat diakhiri, namun sebelum bangsa Israel pergi raja Firaun juga memohon belas kasihan pada Tuhan, melalui ucapannya yang memohon pada Harun dan Musa untuk memohonkan berkat pada Tuhan. Hal ini menunjukkan betapa takutnya raja Firaun bila harus kehilangan anak sulung Mesir lebih banyak lagi. Sesudah itu tanpa menunggu waktu yang lama bangsa Israel segera bersiap-siap pergi dari tanah Mesir ke daerah sukot dengan membawa kambing domba, lembu sapi, serta roti tidak beragi. Jumlah mereka saat itu 600.000 laki-laki belum termasuk anak-anak dan perempuan.

Peristiwa kematian anak sulung menyadarkan raja Firaun dan semua manusia bahwa ternyata nyawa kehidupan yang diberikan oleh Tuhan sangat berharga. Berharganya manusia sebagai ciptaan Tuhan tidak hanya ditandai dengan keluarnya bangsa Israel dari tanah Mesir, tetapi ditandai juga dengan bangsa Israel yang senantiasa disertai dalam perjalanan. Peristiwa tulah anak sulung mati menjadi sebuah pengalaman dan pelajaran bagi bangsa Mesir, Israel maupun kita semua. Bahwasanya seringkali kita baru menyadari bahwa hidup ini berharga ketika kita harus mengalami sebuah peristiwa kehilangan seperti yang dialami oleh raja Firaun. Namun disisi lain kita juga menjadi lebih memahami bahwa sejatinya Tuhan selalu menyertai, menolong dan memberkati hidup kita, karena kita adalah ciptaan Tuhan yang berharga.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali tulah anak sulung mati.

Alat Peraga: Pamong mempersiapkan gambar:

  • Anak sulung mati (gambar 1)
  • raja Firaun berbicara dengan Harun dan Musa (Gambar 2)
  • orang Israel sedang bersiap-siap keluar dari tanah Mesir (Gambar 3)

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak…bagaimana kabarnya ? senang sekali pagi ini kita bisa bertemu dalam keadaan sehat dan ceria. Pagi ini kita mau mendengarkan cerita Alkitab tentang kemahakuasaan Tuhan, yang sedang menghukum bangsa Mesir karena bangsa Israel tidak mengijinkan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir

Inti Penyampaian
Ceritanya pada suatu malam terjadi tangisan hebat di tanah Mesir, sebab Tuhan memberikan hukuman dalam bentuk anak sulung mati. (Pamong menunjukkan gambar 1) Diawali dari anak sulung raja Firaun hingga seluruh anak sulung orang Mesir. Aduh sedih ya karena orang Mesir harus kehilangan anak pertama mereka. Tuhan menunjukkan kemahakuasaan-Nya kepada bangsa Mesir, karena raja Firaun tidak mau melepaskan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Karena sedih raja Firaun memanggil Harun dan Musa (pamong menunjukkan gambar 2). Lalu raja Firaun meminta Harun dan Musa membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir dengan membawa harta mereka. Supaya tidak ada lagi anak pertama Mesir yang akan mati lagi, raja Firaun sangat sedih dan takut bila harus kehilangan anak sulung lagi. namun sebelum Harun dan Musa pergi raja Firaun memohon berkat kepada Tuhan melalui Harun dan Musa agar kematian anak sulung segera berakhir dan kehidupan orang Mesir tidak mengalami sedih lagi. Sesudah itu Harun dan Musa menyampaikan pada bangsa Israel untuk segera berisap-siap keluar dari tanah Mesir dalam waktu yang singkat. Lalu mereke pun berkemas-kemas dengan cepat dan membawa roti tidak beragi ,Lembu sapi, domba, emas, dan masih banyak lagi. Sesudah siap keluarlah bangsa Israel dari tanah Mesir. (pamong menjukkan gambar 3) Jumlah bangsa Israel banyak ya, kurang lebih 600.000 laki-laki belum termasuk perempuan dan anak-anak seperti kita lho. Wah ternyata berharga yang bila kita hidup, bila kita melihat orang yang mati seperti anak sulung orang Mesir yang mati pasti kita juga mengalami sedih. Nah seperti bangsa Israel yang berharga di mata Tuhan, kita juga menjadi anak-anak yang berharga karena kita bisa hidup.

Penerapan
Anak-anak yang terkasih senang ya bila kita hidup dan berharga di mata Tuhan seperti bangsa Israel. Ayuk kita ceritakan rasa senang kita karena telah mendengar cerita tentang kemahakuasaan Tuhan melalui tulah yang diberikan kepada bangsa Mesir, yang membuat bangsa Israel dapat keluar dari tanah Mesir. Karena bangsa Mesir tidak taat pada Tuhan mereka jadi menerima kesedihan sebab anak sulung mereka mati. Untuk itu mari berterimakasih kepada Tuhan karena kita disayangi dan diberi hidup.

Aktivitas

  • Pamong mempersiapkan kertas manila atau kertas karton yang sudah dibentuk menjadi prisma segitiga.
  • Pamong mempersiapkan urut-urutan gambar tulah anak sulung mati.
  • Pamong memandu anak-anak untuk memilih urutan gambar tulah anak sulung mati sambil mengulang cerita dari melihat gambar dan menempelkannya pada lingkaran. Menjadi bentuk seperti dibawah ini.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan

  1. Anak dapat menceritakan kembali tulah anak sulung mati.
  2. Anak dapat menunjukkan dampak kematian anak sulung bagi orang Mesir.
  3. Anak dapat menunjukkan bahwa kehidupannya sangat berharga.

Alat Peraga:  Alat Peraga sama dengan Balita

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang cantik dan ganteng… bagaimana kabarnya hari ini ?

Puji Tuhan semua sehat, kuat dan bahagia. Kesehatan yang hari ini kita rasakan adalah wujud cinta Tuhan pada kita karena kita ciptaan Tuhan yang berharga. Seperti orang-orang Israel yang hidup dan bisa keluar dari tanah Mesir, sementara orang Mesir harus merasa sedih karena menerima hukuman dari Tuhan. Mengapa Tuhan menghukum bangsa Mesir? Karena raja Firaun tidak mengijinkan bangsa Israel keluar dari bangsa Mesir. Berkali-kali Musa dan Harun menghadap Firaun untuk membebaskan bangsa Israel. Setiap kali Firaun menolak, maka Tuhan menghukum seluruh bangsa Mesir bukan hanya Firaun.

Inti Penyampaian
Cerita kita hari ini tentang hukuman Tuhan pada bangsa Mesir berupa kematian setiap anak sulung bangsa Mesir(pamong sambil menunjukkan gambar 1). Kematian anak sulung ( pertama) membuat semua orang Mesir merasakan kesedihan dan dukacita. Melihat kondisi itu maka raja Firaun segera memanggil Musa dan Harun (pamong menunjukkan gambar 2) meminta mereka untuk segera membawa bangsa Israel pergi dari tanah Mesir. Supaya bencana kematian anak sulung ini segera berakhir, kamudian raja Firaun juga memohon berkat kepada Tuhan melalui Musa dan Harun agar bencana ini segera berakhir. Orang Mesir pun segera meminta orang Israel segera pergi karena mereka takut bila nanti terjadi bencana kematian yang lebih banyak lagi. (pamong menunjukkan gambar 3) Pada akhirnya bangsa Israel segera pergi dengan membawa ternak, emas, dan roti tidak beragi pergi meninggalkan tanah Mesir. Jumlah mereka kira-kira 600.000 laki-laki belum termasuk jumlah perempuan dan anak-anak. Dengan sukacita bangsa Israel berjalan menuju Sukot.

Penerapan
Tulah anak sulung mati diberikan Tuhan kepada bangsa Israel sebagai gambar dari kemahakuasaan Tuhan atas umat ciptaan-Nya. Dampak dari hukuman itu orang Israel dapat keluar dari tanah Mesir, sementara orang Mesir mengalami dukacita karena harus kehilangan anak sulung mereka. Kita dapat bersyukur bila saat ini kita diberikan hidup oleh Tuhan, bila kita harus kehilangan saudara kita atau teman pasti kita merasakan sedih. Mari ceritakan kisah tulah anak sulung mati ini kepada keluarga dan teman kita, supaya sama-sama taat pada Tuhan dan beryukur diberi hidup.

Aktivitas
Pamong mempersiapkan lembaran kertas yang berisi kolom seperti contoh di bawah ini sejumlah anak. Lalu anak diarahkan untuk menuliskan 5 hal berharga bila mereka diberi kehidupan oleh Tuhan.

Misal:

  1. Karena diberi hidup oleh Tuhan aku bisa merasakan makanan yang enak.
  2. . . .
  3. . . .
  4. . . .
  5. . . .

TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan

  1. Anak dapat menceritakan kembali tulah anak sulung mati.
  2. Anak dapat menunjukkan dampak kematian anak sulung bagi orang Mesir.
  3. Anak dapat menunjukkan bahwa kehidupannya sangat berharga.
  4. Anak dapat menunjukkan contoh menjaga kehidupannya sebagai ciptaan Tuhan.

Alat Peraga : Alat Peraga sama dengan Balita

Pendahuluan
Selamat pagi anak – anak yang terkasih dalam Tuhan. Bagaimana kabarnya hari ini ? ……puji Tuhan kita semua sehat, semangat dan sukacita. Anak-anak yang terkasih adakah diantara kita yang pernah menghadiri peristiwa kematian, orang lain atau keluarga kita ? nah, ketika sedang dalam suasana keduaan saat anak-anak mengamati keadaan disana pasti banyak orang yang menangis sedih ya. Karena telah kehilangan orang yang disayangi untuk selamanya dan tidak dapat bertemu mereka kembali. Kesedihan karena harus kehilangan anggota keluarga jugaa dialami oleh orang-orang Mesir karena mengalami tulah kematian anak sulung.

Inti Penyampaian
Hukuman Tuhan dengan kematian anak sulung di tanah Mesir merupakan gambaran dari kemahakuasaan Tuhan yang ditunjukkan kepada bangsa Mesir karena mereka telah berlaku jahat kepada orang Israel dengan menjadikan orang Israel budak dan tidak mengijinkan mereka keluar dari tanak Mesir, sehingga membuat orang Israel menderita. Padahal Tuhan sudah menyampaikan kepada raja Firaun melalui Musa dan Harun agar melepaskan bangsa Israel, namun tetap saja raja Firaun tidak menghiraukan dan berkeras hati. Hingga pada akhirnya pada suatu malam terjadilah kematian anak sulung ( anak pertama) orang-orang Mesir ( pamong menunjukkan gambar 1). Mulai dari anak raja Firaun hingga seluruh anak sulung Mesir, seketika itu juga tanah Mesir penuh dengan tangisan dan kesedihan karena harus kehilangan seluruh anak sulung.

(Pamong menunjukkan gambar 2) Melihat keadaan itu raja Firaun memanggil kembali Harun dan Musa serta meminta mereka membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir dengan mambawa semua harta mereka, dan raja Firaun juga memohon berkat kepada Musa dan Harun sebelum mereka meninggalkan tanah Mesir, agar tulah kematian anak sulung segera diakhiri. Tidak lama kemudian bangsa Israel berkemas dan kemudian mereka pergi dari tanah Mesir dengan membawa harta benda mereka ke daerah Sukot dengan berjalan kaki sebanyak 600.000 orang laki-laki tidak termasuk anak- anak dan perempuan. (Pamong menunjukkan gambar 3)

Penerapan
Pada akhirnya orang Mesir mengalami kesedihan dan dukacita yang mendalam karena telah kehilangan anak sulung. Sementara bangsa Israel merasakan kebebasan keluar dari Tanah Mesir. Setelah mengalami kedukaan karena kematian anak sulung, orang Mesir baru menyadari kemahakuasaan Tuhan bahwa hidup ini berharga. Dari peristiwa kematian anak sulung mari kita ceritakan pada keluarga dan teman kita bahwa sebenarnya Tuhan itu senantisa menyayangi kita. Untuk itu mari belajar dari kehidupan bangsa Mesir dengan menjaga hidup kita senantiasa taat pada Tuhan, karena kita berharga dimata Tuhan. Mari kita memulai dari mencintai diri sendiri dengan cara: menjaga kebersihan diri dan lingkungan, makan makanan yang bergizi, berolah raga, selalu bersyukur dan berdoa kepada Tuhan atas setiap berkat yang diberikan bagi kita.

Aktivitas
Pamong menyediakan gambar tubuh manusia sejumlah anak, lalu anak-anak diarahkan untuk menuliskan bagaiamana cara menjaga anggota tubuh yang dipilih.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak