Tahun Gerajawi : Bulan Ekumene
Tema : Definisi : Membentuk persekutuan
Bacaan Alkitab : Yakobus 2 : 1-8
Ayat Hafalan : “Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah” (Roma 15: 7)
Lagu Tema : Kidung Ria 105 “Hari Ini Kurasa Bahagia”
PENJELASAN TEKS
Surat Yakobus ditujukan kepada orang Kristen Yahudi. Surat ini termasuk surat yang praktis, isinya merupakan pengajaran bagaimana mempraktekkan iman percaya umat kepada Tuhan Yesus Kristus. Salah satu hal yang disoroti Yakobus adalah ketika di dalam persekutuan orang percaya, mereka sering membeda-bedakan sesamanya di dalam persekutuan. Yakobus menggambarkan pengkotak-kotakan yang terjadi dengan istilah “memandang muka”.
Memandang muka artinya memberikan perhatian khusus terhadap orang tertentu karena suatu alasan, misalnya karena kekayaannya, kedudukan, status sosial. Orang-orang Kristen di era Yakobus memiliki kecenderungan menilai sesuatu dari hal-hal lahiriah tersebut. Ada golongan kaya miskin; status sosial tinggi rendah; orang penting, orang biasa. Hal itu berdampak pada pembedaan perlakukan. Mereka memperlakukan orang-orang dengan status sosial atau kedudukan yang tinggi dengan istimewa, sebaliknya mereka cenderung memandang rendah dan hina jemaat yang miskin (ayat 3).
Padahal Tuhan tidak pernah membeda-bedakan umatNya sebab semua manusia sama dan sederajat. Tuhan justru memperhatikan orang-orang yang tersisihkan, yang dipandang hina bahkan yang penuh dengan dosa sekalipun. Yakobus mengutip Kitab Suci yang mengatakan, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Yakobus hendak mengingatkan kembali bahwa ajaran untuk mengasihi sesama tidak boleh dianggap sepele. Tujuan surat ini adalah untuk orang Kristen dari keturunan Yahudi, maka dipandang efektif jika Yakobus menegor dengan penggalan Kitab Taurat (Imamat 19:18) bahwa dasar mengasihi orang lain adalah mengasihi diri sendiri (ayat 8). Tidak ada seseorangpun yang mau direndahkan, dihina dan disisihkan. Oleh karenanya jangan berbuat demikian kepada orang lain.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan : Anak dapat menceritakan bahwa Tuhan mengajarkan untuk menghargai perbedaan dalam persekutuan.
Alat Peraga
- Gambar cerita Ela, Tina, Tino dkk (untuk adegan cerita)
Gambar (1) : Tina memasuki halaman gereja dan diejek oleh Ela dan teman-temannya.
Gambar (2) : Tina memasuki ruang ibadah anak dan disambut oleh Tino dan teman-temannya.
Gambar (3) : Gambar persekutuan di zaman Yakobus yang membedakan si kaya dan si miskin. - Gambar tentang anak-anak yang sedang TOS, BERPELUKAN, SALAMAN.
Pendahuluan
Selamat Pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Hari ini kakak pamong mau bercerita. Siapa yang siap mendengarkan cerita? OK… Semua siap mendengarkan ya! Begini ceritanya. Saat minggu pagi yang cerah, anak-anak Tuhan disuatu gereja sudah mulai berangkat. Terlihat Ela dan beberapa teman bergerombol di depan gereja sambil berbisik-bisik. “Eh… lihat itu” (sambil menunjuk kepada salah satu teman yang hendak memasuki halaman gereja). “Bukankah itu Tina. Coba lihat dia tidak pakai sepatu bagus seperti kita, cuma pakai sandal ke gereja”. Satu anak menambahi, “Ih…coba lihat bajunya kumel gitu ya… ga diseterika kali”. Saat Tina melewati mereka, ia menyapa, “Selamat pagi teman-teman!”. Ela dan teman-temannya menjawab dengan nada menyindir, “Selamat pagi anak jelek. Ih sana-sana jangan dekat-dekat. Kamu bau!” mendengar perkataan Ela dan teman-temannya, Tina menjadi sedih dan ingin menangis.
Namun ia melanjutkan langkahnya menuju ke gereja. Ketika sampai di depan pintu masuk ruang ibadah anak, Tino dan teman-teman yang lain melambai kepada Tina. “Hai Tina….. sini…sini….duduk di sebelahku sini”. Tina ragu-ragu. Dia takut, Tino dan teman-temannya akan mengejek seperti Ela dan teman-temannya tadi. Tino bangkit dan mendekat ke Tina lalu menarik tangannya. “Ayo sini kumpul sama teman-teman”. Mendengar kata-kata Tino, Ela jadi semangat lagi dan ia kembali tersenyum. Tino juga berbagi roti yang dibawa dari rumah. Dengan agak ragu-ragu, Tina mengeluarkan permen dari tasnya. Kata Tino, “Tina itu apa?”. Jawab Tina, “Cuma permen kok. Apa kalian mau?”. Dengan semangat teman-temannya menjawab, “Mau-mau”. Tina menjadi senang, ternyata Tino dan teman-temannya mau berteman dengannya. Meskipun bajunya tidak bagus, tidak wangi, hanya memakai sanda jepit, berbekal permen saja.
Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
Diantara Ela dan Tino, menurutmu manakah sikap yang tidak baik kepada teman? Ya… sikap Ela. Ternyata sikap Ela itu juga sama dengan orang Kristen yang suka memilih–milih teman seperti dalam cerita Alkitab tadi. Yang punya uang banyak dijadikan teman, sedangkan yang tidak punya apa-apa dijauhi, tidak dijadikan teman. Hal itu tidak baik. Namun YAKOBUS mengingatkan mereka supaya tidak memilih-milih teman. Siapa yang mengingatkan orang Kristen tidak memilih-milih teman? Y-A-K-O-B-U-S.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Demikian seharusnya yang dilakukan oleh anak Tuhan yang baik. Kita harus saling mengasihi satu dengan yang lain tanpa membeda-bedakan. Mari berteman dengan siapa saja. Semua sama, dikasihi oleh Tuhan.
Aktivitas
Boleh tidak boleh ( anak menjawab boleh dengan gerakan jempol dua, tidak boleh dengan menyilangkan tangan) :
Pertanyaan :
- Boleh atau tidak boleh memilih-milih teman?
- Boleh atau tidak boleh memeluk teman tanda sayang?
- Boleh atau tidak boleh bergandengan tangan dengan teman?
- Boleh atau tidak boleh membagi bekal/ jajan kepada teman?
(pamong bisa menambahkan pertanyaan)
Pamong menempel 3 gambar : anak kecil sedang TOS, gambar anak sedang BERPELUKAN, gambar anak sedang
Satu persatu diminta memilih gambar dan mempraktekannya (misal: kepada 5 orang). Usahakan semua rata memilih dan dipilih sebagai teman TOS, BERPELUKAN atau BERSALAMAN.
Lagu Tema : Kidung Ria 105 “Hari Ini Kurasa Bahagia”
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan :
- Anak dapat menceritakan bahwa Tuhan mengajarkan untuk menghargai perbedaan dalam persekutuan.
- Anak dapat mengidentifikasi perbedaan dirinya dan temannya dalam persekutuan.
Pendahuluan
Selamat Pagi anak-anak,
Bagaimana kabar hari ini? Wah semua kelihatan cantik-cantik dan ganteng-ganteng ya….. Baiklah, mari kita beraktivitas sebentar. (Tunjuk satu anak untuk menyebutkan 5 perbedaan diriya dengan satu temannya yang lain) Misal, menyebutkan perbedaan fisik, sifat, kebiasaan, hobby, mainan kesukaan, ke sekolah naik apa dll. (Minta beberapa anak untuk melakukannya)
Dari permainan ini, kita bisa melihat bahwa setiap anak-anak Tuhan diciptakan unik dan berbeda satu dengan yang lain. Namun perbedaan tidak boleh dipakai sebagai alasan untuk tidak berteman dengan siapa saja.
Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Firman Tuhan hari ini mengajarkan kita untuk tidak memandang muka. Wah apa itu artinya “memandang muka”? Apakah itu artinya jika kita berbicara dengan orang lain tidak boleh memandangnya dan menunduk atau melihat ke bawah? Tentu saja tidak begitu. Malah jika sikap kita berbicara dengan orang lain tanpa memandang orannya, itu tidak baik ya! Jika kita berbicara dengan orang lain, kita harus memandangnya sebagai bentuk kita menghargai orang tersebut dan memperhatikan apa yang dikatakannya.
Memandang muka yang dimaksud oleh Yakobus disini adalah memberikan perhatian lebih terhadap orang tertentu oleh karena hartanya dan mengucilkan orang-orang yang tidak punya, seperti di ayat 3 (dibaca sambil diperagakan).
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, Yakobus memperingatkan bagaimana seharusnya sebagai persekutuan orang percaya, orang-orang Kristen Yahudi harus bisa menjaga sikap dan perilaku di tengah-tengah persekutuan. Persekutun Kristen waktu itu terdiri dari berbagai-bagai golongan. Ada yang kaya ada yang misikin; ada yang memiliki kedudukan tinggi, ada orang biasa; ada orang yang datang dengan pakaian bagus maupun juga pakaian yang lusuh. Tidak boleh ada sikap yang berbeda di dalam menyambut, menyapa, menempatkan keduanya.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, Hari ini kita diajarkan untuk tidak membeda-bedakan teman. Termasuk juga di dalam kelas pratama kita ini. Baik teman yang kaya, teman yang sederhana , teman yang berpakaian bagus, teman yang berpakaian biasa, semuanya harus dihargai dan dihormati sebagai saudara seiman. Meski kita berbeda namun Tuhan Yesus sayang kepada kita semua.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, pada awal ibadah, kita sudah membagi diri untuk tugas-tugas pelayanan. Ada yang mendapat bagian berdoa, membaca Firman, melayani persembahan, persembahan, Pengakuan Iman (Jika ada), memimpin pujian. Lalu bagian mana yang paling penting atau paling baik? (Beri kesempatan untuk menjawab).
Nah… Sekarang kita mengerti bahwa tidak ada tugas yang paling penting dan tidak penting. Tidak ada yang boleh mengatakan aku yang membaca firman Tuhan lebih baik dari pada yang membawa persembahan. Aku yang menjadi pendoa lebih baik dari yang memimpin pujian. Tugas yang diberikan sama nilainya, sama pentingnya dan semua harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Oleh sebab itu mari kita saling mengasihi sama lain, tidak boleh saling mengejek dan menghina sesama teman.
Aktivitas
Membagi diri sebelum ibadah di mulai :
- Siapa membaca Firman.
- Siapa doa persembahan.
- Siapa mengedarkan kantong
- Siapa memimpin Pengakuan Iman (Jika ada)
- Siapa memimpin pujian.
Meminta anak untuk menyebutkan perbedaan antara dirinya dengan temannya.
Lagu Tema : Kidung Ria 105 “Hari Ini Kurasa Bahagia”
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak dapat menceritakan bahwa Tuhan mengajarkan untuk menghargai perbedaan dalam
- Anak dapat membiasakan diri menerima perbedaan status sosial dan kondisi teman – teman dalam
Pendahuluan
Selamat Pagi anak-anak,
Puji Tuhan hari ini kita bisa kembali bertemu dalam ibadah anak madya. Semua sehat? Semua suka cita? Mari sejenak kita bermain lawan kata. (Pamong bisa menunjuk satu per satu anak). Baik mari kita bermain : Lawan kata besar, tinggi, banyak, kaya, punya, bersekolah, dll. Nah… Dari permainan kita tadi terlihat bahwa inilah keadaan yang ada di sekitar kita. Ada perbedaan-perbedaan yang banyak di sekitar kita. Lalu bagaimana sikap kita atas perbedaan kita dengan teman-teman?
Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, Firman Tuhan hari ini mengajarkan kita untuk tidak memandang muka. Apa itu artinya “memandang muka”? Apakah itu artinya jika kita berbicara dengan orang lain tidak boleh memandangnya dan menunduk saja? Tentu saja tidak begitu. Malah jika sikap kita berbicara dengan orang lain tanpa memandang orannya, itu tidak baik! Jika kita berbicara dengan orang lain, justru kita harus memandangnya sebagai bentuk kita menghargai orang tersebut dan memperhatikan apa yang dikatakannya.
Memandang muka yang dimaksud oleh Yakobus disini adalah memberikan perhatian lebih terhadap orang tertentu oleh karena hartanya dan mengucilkan orang-orang yang tidak punya, seperti di ayat 3 (dibaca sambil diperagakan). Wah sikap mereka tidak baik untuk ditiru ya.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, Yakobus memperingatkan bagaimana seharusnya sebagai persekutuan orang percaya, orang-orang Kristen Yahudi kala itu harus bisa menjaga sikap dan perilaku di tengah-tengah persekutuan. Persekutun Kristen waktu itu terdiri dari berbagai-bagai golongan. Ada yang kaya ada yang misikin; ada yang memiliki kedudukan tinggi, ada orang biasa; ada orang yang datang dengan pakaian bagus maupun juga pakaian yang lusuh. Mereka memperlihatkan mengasihi orang kaya dengan memberikan penghormatan dan menghina mereka yang miskin. Padahal tidak boleh ada sikap yang berbeda. Semua harus diperlakukan sama baik saat menyambut, menyapa, menempatkan teman bagaimanapun keadaannya.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, hari ini kita diajarkan untuk tidak membeda-bedakan teman. Termasuk juga di dalam kelas madya kita ini. Sekarang kita mengerti bahwa teman yang kaya, teman yang sederhana, teman yang berpakaian bagus, teman yang berpakaian biasa, semuanya harus dihargai dan dihormati sebagai saudara. Meski kita berbeda namun Tuhan Yesus sayang kepada kita semua.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, silakan masing-masing mengisi kolom isian yang sudah pamong siapkan. (beri anak-anak waktu untuk mengisi dan mempresentasikannya di hadapan teman-teman yang lain).
Setelah anak-anak mempresentasikannya, berikan kesimpulan bahwa : tidak ada yang sama diantara kita: fisik, sekolah, hobi, pekerjaan orang tua dll. Namun di nomor 8, meski setiap anak memiliki latar belakang yang berbeda, ternyata kita sama disebut sebagai anak-anak Tuhan yang sangat dikasihiNya. Maka perbedaan tidak boleh menjadi alasan kita sombong dan merendahkan yang lain. Oleh karena itu mari kita berteman dengan siapa saja tanpa membedakannya, karena Tuhan pun tidak membeda-bedakan orang.
Alat Peraga
Menyiapkan kolom isian seperti berikut :
| 1 | Nama | |
| 2 | Sekolah di | |
| 3 | Kelas | |
| 4 | Hoby | |
| 5 | Warna favorit | |
| 6 | Nama orang tua | Ayah : |
| Ibu : | ||
| 7 | Pekerjaan Orang Tua | Ayah : |
| Ibu : | ||
| 8 | Siapapun nama kita, hoby, siapapun orang tua kita dan apapun pekerjaannya, sebagai orang Kristen kita semua sama disebut sebagai anak? |
Aktivitas
- Anak-anak mengisi kolom yang sudah disediakan.
- Anak-anak diminta untuk membaca masing-masing di depan.
Lagu Tema : Kidung Ria 105 “Hari Ini Kurasa Bahagia”