Aku Bisa dan Bertalenta Tuntunan Ibadah Anak 4 November 2018

Bacaan Alkitab: 1 Samuel 16:17-23
Tahun Gerajawi : Bulan Budaya
Tema : Anak Kreatif : Tuhan Memberi Talenta
Ayat Hafalan : “Bernyanyilah bagi Tuhan dengan nyanyian syukur, bermazmurlah bagi Allah kita dengan kecapi!” (Mazmur 147:7)
Lagu Tema :

  1. Bersama Tuhan Aku Bisa
  2. Kidung Sekolah Minggu 394  “Adikku Belajar Menari”

Penjelasan Teks

Saul ditolak sebagai raja karena tidak taat kepada Tuhan, saat dia diutus menumpas orang Amalek ternyata dia masih menyisakan raja Agag dan hewan-hewan yang terbaik (1 Samuel 15). Sikap raja Saul ini mengecewakan Tuhan dan akhirnya Tuhan menolaknya sebagai raja, ditandai dengan roh Tuhan meninggalkan Saul dan sekarang dia diganggu oleh roh jahat yang dari pada Tuhan. Akan tetapi Saul tidak ditinggalkan begitu saja tanpa penghiburan. Saat ada orang yang bermain kecapi maka Saul akan merasa nyaman, sehingga dia mengutus hamba-hambanya untuk mencari orang yang pandai bermain kecapi. Pasti bukan suatu kebetulan jika Daud yang terpilih untuk menghibur Saul dengan permainan kecapinya. Kisah Saul dan Daud tertulis pada 1 Samuel 16-31.

Daud diceritakan sebagai seorang yang pandai bermain kecapi, pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit yang pandai bicara, elok perawakannya dan Tuhan menyertai dia (ay.18). Tentu hal ini sangat kontras sekali dengan Daud sebelum dia diurapi oleh Samuel. Sebelum itu Daud adalah seorang yang tidak diperhitungkan. Saat saudara-saudaranya di medan perang, dia di padang menjaga domba-dombanya. Saat saudara-saudaranya diundang dalam pesta jamuan bersama Samuel, dia tetap tidak diperhitungkan dan masih di padang. Tetapi setelah diurapi oleh Samuel maka dia menjadi orang yang diperhitungkan dan akhirnya banyak orang mengetahui akan kemampuan Daud. Ada satu perubahan besar saat Daud menunjukkan keberaniannya untuk tampil sehingga banyak orang yang akhirnya mengerti dan mengetahui akan kerja kerasnya. Saat bermain kecapi untuk Saul, Daud juga melakukan dengan baik sehingga Saul menyukainya. Saat Daud memainkan kecapi, Saul merasa lega dan nyaman dan roh jahat itu undur dari padanya.

Anak balita, pratama dan madya sering tidak diperhitungkan karena mereka masih kecil dan kadangkala dirasa belum mampu apa-apa. Tapi dibalik kelemahannya itu, mereka adalah anak-anak yang spesial. Seperti Daud, mereka pun memiliki kemampuan atau talenta yang luar biasa dan dibutuhkan keberanian dan motivasi supaya mereka bisa mengeluarkan kemampuan atau talenta mereka. Menggunakan kemampuan atau talenta mereka sesuai kehendak Tuhan sehingga diberkati seperti Daud dan tidak ditolak seperti Saul. Anak-anak Tuhan adalah anak yang harus berani menunjukkan kemampuannya untuk kemuliaan Tuhan dan akhirnya disukai banyak orang.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA, PRATAMA, dan MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menceritakan kembali kisah Daud menghibur Saul dengan bermain kecapi.
  2. Anak dapat menampilkan bakat/talenta yang dimilikinya dalam sebuah gelar talenta.

Persiapan:

  • Ibadah Minggu, 4 November 2018 bersamaan dengan Pembukaan Bulan Budaya sehingga ibadah Anak dan Remaja dilaksanakan bersama semua jenjang. Seperti yang telah diumumkan pada ibadah Minggu, 14 Oktober 2018.
  • Pada bulan budaya ini gereja diajak menggumuli warisan budaya dan membangun budaya sesuai dengan kehendak Tuhan. Gereja harus mewarnai budaya dan juga mewariskan budaya yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Dalam konteks Jawa Timur ada budaya Jawa, Madura, Osing dan budaya-budaya lainnya yang merupakan kekayaan bersama. (Penjelasan tentang bulan budaya di dalam buku Leksionari 2018 DPT GKJW hal.6)
  • Dalam ibadah Minggu kali ini anak-anak mulai balita sampai dengan remaja diajak untuk dapat terlibat di dalam rangkaian ibadah, mulai sebagai petugas ibadah dan sebagai pengisi acara (bisa berupa paduan suara, menyanyi solo, menyanyi duet, band, drama, tarian atau yang lainnya). Untuk pengisi acara bisa dilakukan perjenjang, bisa per kelompok atau per blok melihat konteks jemaat masing-masing.
  • Supaya Ibadah Pembukaan Bulan Budaya dan Gelar Talenta ini menjadi semakin meriah, perlu disiapkan panggung untuk tempat para pengisi acara menampilkan talenta masing-masing.
  • Diusahakan pamong bisa memakai baju daerah yang ada di Indonesia atau baju dari daerah asal pamong supaya anak-anak dapat mengenal keberagaman budaya yang ada di Indonesia atau minimal keberagaman budaya yang ada di Jawa Timur. Mohon bisa didokumentasikan baju-baju daerah yang dipakai oleh pamong dan bisa dipakai sebagai alat peraga pada ibadah anak minggu depan (Minggu, 11 November 2018).

Alat Peraga

  • Gambar Daud bermain kecapi.
  • Slide lagu Bersama Tuhan Aku Bisa

Pembukaan

  • Jelaskan kepada anak-anak jika hari ini adalah ibadah minggu sekaligus pembukaan bulan budaya. Dalam bulan budaya ini anak-anak diajak untuk mengenali budaya-budaya yang ada di Indonesia, khususnya budaya-budaya lokal yang ada di daerah anak-anak.
  • Dalam pembukaan bulan budaya hari ini, anak-anak diajak belajar dari sosok Daud. Apa yang bisa dipelajari dari Daud?

Inti Penyampaian

  • Tanyakan kepada anak-anak tentang siapakah Daud.
    Anak-anak yang terkasih, hari ini kita akan belajar dari Daud. Adakah yang tahu siapa Daud? (biarkan anak-anak menjawab seperti yang diketahuinya).
    Daud adalah anak dari bapak Isai, dia diurapi oleh Samuel supaya nanti menjadi Raja di Israel. Daud adalah pahlawan gagah berani yang mengalahkan Goliat. Daud juga adalah Raja Israel yang menggantikan Raja Saul. Tetapi tahukah anak-anak, ternyata sebelum diurapi oleh Samuel, Daud adalah anak yang tidak diperhitungkan kemampuannya. Saat saudara-saudaranya diutus di medan perang, dia hanya di padang menggembalakan dombanya sambil bermain kecapi.
  • Ceritakan bagaimana kesukaan Daud bermain kecapi sehingga akhirnya dia dipilih untuk bermain kecapi bagi Saul.
    Daud suka sekali bermain kecapi. Saat dia berada di padang rumput bersama domba-dombanya. Dia sering bermain kecapi sehingga dia menjadi pemain kecapi yang bagus. Anak-anak, pada saat Raja Saul tidak menurut kepada Allah, dia ditolak sebagai raja. Lalu roh jahat sering hinggap dalam diri raja Saul dan dia merasa tidak tenang. Pada saat itulah Raja Saul menyuruh untuk mencarikan pemain kecapi supaya dia merasa tenang. Pengawal Saul mengatakan bahwa Daud bisa bermain kecapi dengan baik dan cocok untuk bermain kecapi bagi raja Saul.
    Anak-anak yang terkasih, akhirnya Daud dipilih untuk memainkan kecapi bagi raja Saul. Karena Daud memainkan kecapinya dengan baik dan Tuhan menyertai dia sehingga Saul menyukai Daud. Setelah diurapi oleh Samuel dan Tuhan menyertai dia, Daud berani menunjukkan kemampuannya. Dia mau menggunakan kemampuannya dengan baik, sehingga banyak orang yang menyukainya.

Penerapan

  • Ajak anak-anak untuk membuat gerak dan lagu dibawah ini

Bersama Tuhan Aku Bisa
Big or small short and tall semua dicintaiNya
Tuhan membuat kita berharga
bekerja berkarya bagi kemuliaanNya
bersama Tuhan aku bisa

reff :
sa sa sa aku bisa , ta ta ta bertalenta

bersama Tuhan aku bisa  ye ye ye ye
sa sa sa aku bisa , ta ta ta bertalenta
bersama Tuhan aku bisa  ye ye ye ye
(Chord, lirik dan chanel video bisa dilihat di cd peraga).

  • Jelaskan kepada anak-anak bahwa mereka semua memiliki kemampuan seperti Daud.
    Nah, sama seperti Daud yang suka bermain kecapi dan akhirnya dia terpilih bermain kecapi untuk raja Saul. Anak-anak semua memiliki kemampuan yang diberikan oleh Tuhan. Ada yang suka menari, ada yang suka bernyanyi, ada yang suka menggambar, ada yang suka bermain peran dan ada yang suka bermain alat musik. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh anak-anak Tuhan. Walaupun kemampuan anak-anak berbeda-beda seperti lagu yang kita nyanyikan tadi. Jangan pernah malu dengan kemampuan kalian karena semua itu adalah anugerah Tuhan bagi anak-anak. Seperti Daud, kalian adalah anak-anak yang hebat karena Tuhan telah memilih kalian semua. Lalu apa yang harus anak-anak lakukan? Sebentar lagi anak-anak akan menampilkan kemampuan anak-anak dalam berbagai bentuk atraksi dalam gelar talenta. Tampillah dengan sebaik mungkin baik untuk teman-teman atau orangtua yang melihat dan terlebih lagi tampilkan yang terbaik untuk Tuhan. Yakinlah walaupun anak-anak masih kecil tetapi anak-anak telah dipilih Tuhan untuk mengembangkan kemampuan itu untuk kemuliaan Tuhan. Mari kita semua mengatakan : AKU BISA.
  • Pelaksanaan Gelar Talenta
    Tampilan dari anak-anak bisa dibagi perjenjang, perkelompok atau per blok menyesuaikan kondisi jemaat masing-masing.
    Selalu beri apresiasi kepada anak-anak yang telah menampilkan atraksinya karena mereka telah berani tampil di depan penonton.
    Pada akhir pelaksanaan gelar talenta ajak anak-anak menutupnya dalam doa syukur karena ternyata mereka telah diberikan kemampuan yang hebat oleh Tuhan.

Gambar: Sweetpublishing.com

 

Bagikan Entri Ini: