Allahku Besar, Kuat dan Perkasa Tuntunan Ibadah Anak 3 Februari 2019

Bacaan Alkitab : Mazmur 135:5-7
Tahun Gerajawi : Bulan Penciptaan
Tema : Udara
Ayat Hafalan : “Sesungguhnya aku tahu, bahwa TUHAN itu maha besar dan Tuhan kita itu melebihi segala allah.”  (Mazmur 135:5)
Lagu Tema : Allahku Besar, Kuat dan Perkasa

Penjelasan Teks

Setiap mazmur dalam kitab Mazmur pada dasarnya mempunyai bentuknya sendiri-sendiri (form), yang tentu berbeda antara mazmur yang satu dan lainnya.  JIka dilakukan pembandingan-pembandingan, maka akan ditemukan kelompok-kelompok mazmur berdasarkan kesamaan unsur-unsur yang membedakannya dengan kelompok yang lainnya. Persamaan unsur-unsur tersebut membentuk apa yang disebut jenis. Unsur-unsur persamaan itu terletak misalnya dalam hal suasana dan sikap batin, susunan, nada, pemilihan kata-kata, perasaan, gagasan dan tema. Dalam kitab Mazmur paling tidak, bisa dibedakan atau dikelompokan ke dalam empat rumpun dengan tiga di antaranya, masing-masing terdiri atas beberapa jenis. (1) Pujian, terdiri atas 3 jenis; a. madah, b. madah “Tuhan Raja”, c. nyanyian-nyanyian Sion. (2) Doa, terdiri atas 3 jenis; a. permohonan, b. kepercayaan, c. ucapan syukur. (3) Mazmur-mazmur Raja. (4) Pengajaran, terdiri atas 4 jenis; a. kebijaksanaan, b. mazmur sejarah, c. mazmur kenabian, d. liturgi.

Berdasarkan pembagian tersebut jika diperhatikan maka Mazmur 135 termasuk dalam Mazmur pujian jenis madah. Madah mengagungkan Tuhan, Allah Israel, karena kebesaran dan kemuliaan-Nya dalam segala sesuatu yang diciptakan-Nya (Mazmur 8; 19:1-7; 104); karena penampakan-Nya dalam kekuatan-kekuatan alam yang menakutkan (Mazmur 29); karena kedahsyatan karya-karya keselamatan yang dilakukan-Nya kepada Israel, umat pilihan-Nya (Mazmur 33; 100; 111; 114; 135; 136; 149) dan karena kasih setia-Nya kepada manusia yang papa dan hina (Mazmur 113; 146). Madah dijiwai oleh perasaan sukacita, penyembahan dan takut yang sangat mendalam akan keagungan Tuhan. Israel sadar bahwa mereka berdiri di hadapan Tuhan yang agung dan dahsyat dalam karya-karya-Nya. Mereka memuji dan menyembah; mereka bergembira dan bersorak-sorai.

Karya-karya Tuhan yang agung ini harus diwartakan juga kepada semua bangsa. Nada bahasanya penuh semangat, sehingga hati manusia ikut terangkat juga dalam menaikkannya sebagai pujian. Secara khusus dalam bagian Mazmur 135:5-7, pemazmur mengagungkan Tuhan melalui kekuasaanNya atas alam semesta, yakni; langit, bumi, laut dan samudera raya, kabut, kilat dan bahkan angin juga dikuasai oleh Tuhan. Melalui karya dan alam semesta yang diciptakan-Nya Tuhan menampakkan ke-Maha kuasaan-Nya. Tuhan sanggup melakukan apa saja terhadap segala yang diciptakan termasuk “mengeluarkan angin dari dalam perbendaharaan-Nya.” Melalui ungkapan pemazmur ini, kita pun diajak untuk memuliakan Tuhan atas keagungan-Nya menciptakan udara bagi manusia. Cara kita memuliakan Tuhan adalah dengan menjaga udara yang ada di lingkungan kita tetap bersih dan sehat.


TUNTUNAN IBADAH ANAK  BALITA

Tujuan :Anak dapat menceritakan kembali  bahwa udara adalah bagian dari ciptaan Allah.

 Alat Peraga :

  • Balon (tiup beberapa sampai balon mengembang)
  • Kipas manual (kertas, buku atau kipas dalam bentuk lainnya)
  • Kertas (ukuran sedang yang sesuai untuk Balita)

Pendahuluan :

Selamat pagi anak-anak…

Bermain Balon

Ayo coba lihat apa yang saya bawa (menunjukkan balon yang sudah ditiup), apa ini ya? (memberikan kesempatan kepada anak untuk menjawab). Ini adalah balon, kalau yang ini (menunjukkan balon yang belum ditiup) ini juga balon. Apa yang berbeda dari dua balon yang saya bawa ini? Yang ini besar (yang sudah ditiup) sementara yang ini masih kecil, masih kempes. Kira-kira ini (yang belum ditiup) bisa besar tidak ya? Coba kita perhatikan (pamong meniup balon sampai mengembang). Wah…. Ternyata balon yang ini juga bisa mengembang dan menjadi besar. Sekarang kedua balonnya sama-sama besar. Apa ya yang menyebabkan balonnya bisa mengembang? (memberikan kesempatan kepada anak untuk menjawab)

Inti Penyampaian :

Balon-balon ini bisa mengembang dan menjadi besar karena ada udara yang masuk ke dalamnya. Udara yang ada di dalam tubuh kita berpindah ke dalam balon-balon ini, sehingga balonnya menjadi besar. Udara itu memang tidak bisa kita pegang seperti memegang teman kita (ajak anak memegang temannya atau orangtuanya). Tapi udara itu bisa kita rasakan.

Bagaimana kita merasakan udara? (pamong menggerakkan kipas; kertas atau buku ke arah pamong sendiri) apalagi kalau cuaca sedang panas sekali, udara akan sangat mudah kita rasakan. Coba sekarang anak-anak juga ikut merasakan udara ini (pamong mengerakkan kipas manual ke arah anak-anak). Bagaimana rasanya? Dingin, segar, sejuk ya? Berarti udara itu memang ada sekalipun tidak bisa dipegang, karena udara itu tetap bisa dirasakan. Kira-kira siapa ya yang menciptakan udara yang kita rasakan ini? Penciptanya adalah Tuhan. Lalu untuk apa ya Tuhan menciptakan udara? Supaya manusia bisa terus hidup.

Penerapan :

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Udara benar-benar penting dalam kehidupan manusia. Maka kita harus bersyukur kepada Tuhan yang telah menciptakan udara bagi kita manusia. Hanya Tuhan yang bisa memberi dan mengambil udara dalam tubuh manusia yang disebut nafas.

Aktivitas :

Menempel dan menyusun gambar dengan tulisan: “Tuhan menciptakan: UDARA bagi ……” (titik-titik diisi dengan nama anak)

Alat dan Bahan:

  • Gambar balon dengan tulisan yang siap gunting
  • Double tape
  • Benang

Cara membuat :

  1. Gunting gambar balon satu persatu
  2. Berikan huruf U—D—A—R–A pada masing-masing balon.
  3. Tempelkan satu sisi benang pada bagian belakang gambar balon.
  4. Tempelkan sisi benang yang lain pada bagian kertas dengan tulisan: “bagi:….” (berikan ruang untuk menuliskan nama anak-anak)
  5. Tempelkan semua bagian tersebut pada selembar kertas dengan ukuran yang lebih besar.
  6. Tuliskan “Tuhan menciptakan..” pada kertas besar dibagian atas.

TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan :

  1. Anak dapat menjelaskan bahwa udara adalah bagian ciptaan dari Allah.
  2. Anak dapat menunjukkan cara-cara menjaga kebersihan udara sebagai wujud cinta kepada Allah.

Alat Peraga : Potongan kertas dengan ukuran 10 cm x 5 cm

Pendahuluan :

Selamat pagi anak-anak

Sebelum kita merenungkan firman Tuhan, saya akan membagikan kertas dan kita akan melakukan sesuatu…(bagikan kertas kepada masing-masing anak) Sekarang coba posisikan kertas (memanjang ke bawah) yang anak-anak pegang di depan mulutmu (bantu anak-anak untuk memposisikan kertas di depan mulut mereka). Kemudian mari kita tarik nafas (ajari dan berikan waktu kepada anak-anak untuk mengambil nafas) setelah itu hembuskan nafas kita ke arah kertas. Apakah kertasmu bergerak? Jika iya, itu tandanya di dalam dirimu dan kita semua ada udara. Udara itu terus keluar dan masuk dalam diri kita. Coba sekarang tutup hidung adik-adik, apakah ada yang bisa bernafas? Tentu tidak.

Inti penyampaian :

Udara adalah bagian yang penting bagi manusia. Udara itu selalu ada di manapun manusia berada. Siapakah yang menciptakan udara itu? Pastilah Tuhan yang menciptakannya. Bagaimana perasaan kita saat kita bisa menarik nafas dengan baik dan enak? Apakah kita bersukacita? Selain kita pemazmur dalam kitab mazmur juga mengungkapkannya melalui puji-pujian dan puisi. Sekarang mari kita buka Alkitab kita dari kitab Mazmur 135:5-7 kita baca secara bergantian, saya akan membacakan bagian ayat yang barisnya keluar dan kalian membaca baris yang masuk.

Dalam bacaan kita ini pemazmur memuji dengan kagum akan karya Tuhan yang begitu indah melalui alam semesta yang diciptakan-Nya, yakni; langit, bumi, laut dan samudera raya, kabut, kilat dan bahkan angin juga dikuasai oleh Tuhan. Semua isi alam semesta adalah Tuhan yang menciptakan termasuk udara yang ada disekitar kita. Kita tentu bersukacita dan bersyukur seperti pemazmur itu, bukan? Kita bersyukur atas udara yang masih bisa kita hirup sampai hari ini. Apakah kalian bersyukur dan bersukacita? Kalau begitu apa yang bisa kita lakukan sebagai ungkapan syukur kita? Tentu kita harus menjaga udara pemberian Tuhan tersebut dengan baik. Karena dengan udara yang baik hidup kita juga akan tetap baik bukan? Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga udara yang diciptakan oleh Tuhan dalam keadaan baik?

Penerapan :

Anak-anak beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga udara adalah:

  1. Lebih banyak menanam tanaman.
  2. Lebih sering berjalan kaki atau menggunakan kendaraan bermotor seperlunya saja.
  3. Membuang sampah pada tempatnya supaya tidak membusuk dan menjadi bau yang tidak baik dihirup.

Aktivitas : Menyusun kata-kata dari kata UDARA dengan tema menjaga udara:

Contoh

U dara yang sejuk

D ari Tuhan untukku

A ku harus bisa menjaganya

R upanya tidak sulit

A ku pasti bisa!


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan :

  1. Anak dapat menjelaskan bahwa udara adalah bagian ciptaan dari Allah.
  2. Anak dapat menunjukkan cara-cara menjaga kebersihan udara sebagai wujud cinta kepada Allah.

Pendahuluan

Selamat pagi anak-anak…

Apa kabar hari ini? Semua sehat ya? Kalau semua sehat coba lakukan perintah saya… Mari kita berdiri.. (tunggu sampai semua anak berdiri) Mari tarik nafas yang dalam dari hidung kemudian kita tahan dalam hitungan 5 hitungan (hitung selama 5 hitungan) sekarang hembuskan perlahan dari mulut… Mari kita lakukan lagi… tarik nafas dari hidung, rasakan udara segar masuk ke dalam hidung dan mengalir ke seluruh tubuh kita. (hitung lagi selama 5 hitungan) hembuskan secara perlahan dari mulut, rasakan ada udara yang keluar dari dalam diri kita. Baik.. sekarang semua boleh duduk kembali.

Inti Penyampaian

Dari aktivitas kita tadi, apa pendapat kalian? Apa yang kalian rasakan ketika menarik nafas? Apa yang kalian rasakan ketika menghembuskan nafas? Apakah kalian merasa lega? (berikan waktu dan kesempatan kepada anak-anak untuk menjawab) Aktivitas yang baru kita lakukan adalah di tempat kita yang dalam kondisi yang baik, sekarang coba pejamkan mata.. (ajak anak-anak untuk memejamkan mata) kemudian bayangkan kita berada di suatu tempat yang penuh dengan sampah makanan yang sudah berhari-hari tidak dibersihkan. Bayangkan juga ada orang yang membakar sampah kering di siang hari.. apakah kita masih bisa lega ketika menarik dan membuang nafas? Tentu tidak nyaman bukan? Kita akan merasa nyaman kalau udara yang kita hirup itu bersih dan sehat..

Berbicara tentang udara, siapakah yang menciptakan udara ini? Pastilah Tuhan yang menciptakan. Sekarang mari kita buka Alkitab kita dari Kitab Mazmur 135:5-7. Dari bacaan kita ini kita bisa melihat bagaimana penulis atau pemazmur mengungkapkan kekagumannya kepada Tuhan yang menciptakan langit, bumi, laut, kabut, kilat, hujan dan angin atau udara. Apakah kita juga kagum dengan Tuhan kita? (berikan waktu kepada anak untuk menjawab)

Dalam kehidupan sehari-hari memang tidak mudah untuk melihat secara langsung apa yang disebut “angin” atau “udara”. Akan tetapi keberadaannya tetap bisa dirasakan dan dilihat pengaruhnya terhadap benda-benda lain yang bergerak karena keberadaannya. Daun-daun (baik yang ada masih hijau di pohon maupun yang kering di tanah) yang bergerak merupakan tanda keberadaannya. Udara merupakan bagian penting yang diciptakan oleh Tuhan untuk mendukung ciptaan yang lainnya. Manusia tidak bisa terpisah dari udara, karena dengan adanya udara manusia bisa bertahan hidup. Maka dari itu penting untuk menjaga udara sebagai bentuk penghormatan kita kepada Tuhan yang telah menciptakannya. Menjaga udara tetap berada dalam kondisi baik berarti kita juga telah menjaga ciptaan Tuhan yang lainnya termasuk diri kita, “manusia” yang telah Tuhan ciptakan.

Penerapan :

Ajak anak untuk mendaftar hal-hal apa saja yang bisa dilakukan untuk menjaga udara tetap bersih dan dalam kondisi baik. (Berikan waktu dan kesempatan kepada anak untuk mencoba memberikan masukan). Jika sudah, pamong juga dapat mengusulkan beberapa hal berikut ini sebagai usulan, antara lain:

  • Menanam pohon diberbagai tempat
  • Menanam tanaman hias
  • Bersepeda atau berjalan kaki
  • Menggunakan kendaraan bermotor seperlunya saja.
  • Tidak memanasi motor di dalam rumah

Aktivitas

Pemazmur begitu mengagungkan Tuhan melalui puisi atau kata-kata pujian yang indah. Maka dari itu seperti pemzmur, ajak anak-anak juga untuk membuat puisi dengan tema tentang menjaga udara ciptaan Tuhan, serta berikan kesempatan kepada beberapa anak untuk membacakan puisi mereka di depan teman yang lainnya.

 

 

 

Bagikan Entri Ini: