Air, Aku Butuh Air Tuntunan Ibadah Anak 27 Januari 2019

Bacaan Alkitab : Kejadian 9 : 8-15
Tahun Gerajawi : Bulan Penciptaan
Tema : Air/Laut
Ayat Hafalan : “Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya” (Kisah Para Rasul 4 : 24b)
Lagu Tema : KJ No.70 “Hujan, hujan”

Penjelasan Teks:

Nampaknya Kejadian 9:1-17 dibagi menjadi dua hal:

(1) Ayat 1-7 dimana Allah memberi mandat kepada Nuh untuk menghuni, menguasai dan memelihara bumi setelah dunia dihabiskan oleh Tuhan dengan air bah karena kejahatan manusia (Kejadian 6:5). Hal ini seakan seperti sebuah pengulangan dari Pasal 1 terkait penciptaan. Manusia yang diwakili oleh Nuh dan keluarganya diberi wewenang oleh Tuhan untuk mendiami bumi yang baru, bumi yang telah beri dari kejahatan.

(2) Ayat 8-17 bagaimana Allah memanggil segala makhluk hidup untuk mengadakan perjanjian denganNya dalam pemulihan yang dilakukanNya. Isi perjanjianNya bahwa Allah tidak akan mendatangkan lagi air bah (ayat 11). Rupanya Allah menyadari betapa dahsyatnya kekuatan air yang memusnahkan bumi. Oleh sebab itu Allah berjanji tidak ada menghabisi bumi dengan air bah. Dan sebagai peringatan akan janjiNya, Ia meletakkan busurNya di langit (ayat 12) seakan Allah menyatakan damai dan pemeliharaanNya atas segala ciptaan.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali bahwa Allah memakai air sebagai perjanjian untuk merawat kehidupan.

Alat Peraga:

  • Air Mineral
  • Susu bubuk/cream
  • Teh celup

Pendahuluan:

Selamat pagi anak-anak.. selamat berjumpa kembali..

Bagaimana kabar hari ini?? Baik?? Sehat?? Senang??

Ada yang suka minum susu?? Ayo angkat tangan! (biarkan anak-anak mengangkat tangannya)

Kalau minum teh?? Air putih??

Ada yang sudah bisa membuat susu sendiri??

Bagaimana kalau kita coba sekarang?? (tunjukkan pada anak-anak cara sederhana membuat susu. Air mineral dalam gelas, lalu masukkan susu bubuk/cream/bisa juga dicoba untuk membuat teh)

Inti Penyampaian:

Anak-anak, kita sudah membuat susu dan teh tadi. Ternyata susu dan teh ini bisa kita mnum jika ada air. Kalau tidak ada air maka kita tidak bisa minum susu atau teh. Sekarang saya mau bertanya selain dipakai untuk membuat susu dan teh, apalagi ya kegunaan air? (biarkan anak-anak memberi jawab) Wao….ternyata banyak sekali ya kegunaan air. Bisa untuk mandi, memasak sayur sop, sayur asem, sayur bayam. Bisa untuk menyiram tanaman. Bisa dipakai untuk menyiram tanah yang kering agar tidak berdebu rumah kita. Bisa dipakai untuk mencuci baju. Bisa dipakai untuk mencuci sepeda motor atau mobil. Dan masih banyak lagi.

Pada hari ini kita melihat bagaimana Tuhan memakai air untuk menghabiskan kejahatan. Lho…Bagaimana caranya ya????? Ternyata Tuhan memakai air untuk menghabisi semua ciptaan di bumi. Wah…Tuhan kok gitu??? Kenapa yach Tuhan menghabisi bumi dengan air?? Ternyata manusia pada jaman Nuh suka berbuat jahat. Suka bertengkar, saling mengejek, dan saling berkelahi. Berkali-kali diingatkan tidak mau. Hanya Nuh dan keluarganya yang tetap menjadi orang yang baik. Lalu Tuhan mengambil cara untuk menghabiskan semua manusia yang jahat itu dan hanya meninggalkan Nuh dan keluarganya dengan air bah. Air yang sangat besar. 40 hari 40 malam air hujan turun dari langit. Setelah itu lama-lama air surut dan Nuh berserta keluarganya bisa keluar dari perahunya.

Itulah kekuatan dan kehebatan air. Tetapi Tuhan berjanji tidak akan menghabiskan manusia dengan air lagi. Dan janji Tuhan itu bisa kita lihat di langit yaitu pelangi. Setiap kali kita melihat pelangi, maka kita akan teringat janji Tuhan untuk tetap menjaga bumi ini meskipun manusia berbuat jahat.

Penerapan:

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Tuhan membuat air supaya manusia, hewan dan tumbuhan bisa tetap hidup. Manusia butuh minum air untuk minum, mandi, mencuci, dan lain-lain. Hewan-hewan juga butuh air, bahkan ikan hidup di dalam air. Tumbuhan pun sama membutuhkan air supaya tetap segar, bisa tumbuh tinggi dan besar.

Aktivitas:

Anak-anak diminta kembali membuat susu/teh dengan cara sederhana.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali bahwa Allah memakai air sebagai perjanjian untuk merawat kehidupan.

Alat Peraga:

  • Beberapa tanaman/bunga dalam pot (jika di halaman gereja tidak ada tanaman)
  • Sediakan pula tanaman/bunga kering (untuk membedakan tanaman yang segar dan tanaman kering)

Pendahuluan:

Shalom anak-anak! Bagaimana kabar hari ini?

Tadi sudah makan? Sudah minum?? Minum apa hayoo, susu atau air putih?

Tahu gak sih kenapa kita harus minum?? (agar tidak haus?) apalagi habis makan, pasti kita mencari air untuk minum ya..

Bagaimana kalau kita tidak bisa minum dalam satu hari? Wahh pasti hauuuuussss sekali kan..

Nah, kalau begitu kita harus bisa menggunakan air dengan baik. Ayooo bagaimana contohnya?? (kalau mengambil minum, harus dihabiskan supaya sisahnya tidak dibuang. Tidak bermain-main dengan keran air supaya airnya tidak terbuang sia-sia). Karena, kalau tidak ada air pasti kita repot! Tanaman juga tidak dapat tumbuh. Bahkan ikan-ikan akan mati.

Kalau untuk kita, apa sih gunanya air selain untuk minum? (mandi, masak, menyiram tanaman, mencuci, memelihara ikan, dll)

Benar! Jadi kalau ada air kita bisa melakukan banyak hal. Karena Tuhan menciptakan air agar kita semua tidak kehausan, bisa mandi, bisa mencuci, bisa menyiram tanaman. (Tujuan dari penekanan ini adalah : Air sumber kehidupan!)

Inti Penyampaian

Anak-anak yang terkasih,

Ternyata Tuhan memakai air untuk menghabisi semua ciptaan di bumi. Wah…Tuhan kok gitu??? Kenapa yach Tuhan menghabisi bumi dengan air?? Ternyata manusia pada jaman Nuh suka berbuat jahat. Suka bertengkar, saling mengejek, dan saling berkelahi. Berkali-kali diingatkan tidak mau. Hanya Nuh dan keluarganya yang tetap menjadi orang yang baik. Lalu Tuhan mengambil cara untuk menghabiskan semua manusia yang jahat itu dan hanya meninggalkan Nuh dan keluarganya dengan air bah. Air yang sangat besar. 40 hari 40 malam air hujan turun dari langit. Setelah itu lama-lama air surut dan Nuh berserta keluarganya bisa keluar dari perahunya.

Itulah kekuatan dan kehebatan air. Tetapi Tuhan berjanji tidak akan menghabiskan manusia dengan air lagi. Dan janji Tuhan itu bisa kita lihat di langit yaitu pelangi. Setiap kali kita melihat pelangi, maka kita akan teringat janji Tuhan untuk tetap menjaga bumi ini meskipun manusia berbuat jahat.

Penerapan

Anak-anak, dengan air Tuhan memelihara manusia, hewan juga tanaman. Karena air, manusia hewan dan tanaman bisa tumbuh dan hidup. Artinya, air sangat penting bagi kita semua. Jadi mulai sekarang ayo kita jaga kebersihan air. Menggunakan air dengan baik. Tidak boleh buang-buang air minum, jadi kalau mau minum ambil air secukupnya saja ya..

Aktivitas

Menyiram tanaman di lingkungan gereja. Jangan lupa mematikan air kran.

Anak-anak diajak untuk menyiram tanaman di sekitar gereja sambil dijelaskan bahwa karena air itu tumbuhan menjadi segar, bisa tumbuh dan hidup. Sama seperti Tuhan memelihara manusia dan hewan melalui air.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menjelaskan bahwa Allah memakai air sebagai perjanjian untuk merawat kehidupan.
  2. Anak dapat membiasakan diri menggunakan air untuk merawat kehidupan.

Alat Peraga:

  • 2 Teko Plastik/Baskom (tidak terbuat dari bahan yang mudah pecah dan membahayakan anak)
  • Air mineral (air matang/bisa diminum)
  • Batu-batu kecil
  • Sampah (plastik atau apapun itu yang tidak berbahaya)

Pendahuluan:

Ada yang suka main air??? Untuk apa sih air itu di dalam kehidupan kita?? Mandi?? Berenang?? Minum?? Memasak?? Menyiram bunga??

Wooaaahh banyak sekali ya manfaat air itu.

Tapi bagaimana kalau airnya kotor? Untuk apa air kotor? Sehat tidak kalau air itu kotor??

Sekarang kita akan mencoba untuk membuktikannya.. (bagi anak-anak dalam beberapa kelompok, setiap kelompok diberi dua teko/baskom berisi air bersih).

Nah, sekarang bagaimana air di dalam teko itu? bersih atau kotor?? Bisa diminum tidak?? (bisa! Karena airnya bersih dan matang). Ayo, kita coba minum! (ajak anak-anak untuk mengambil sedikit dan meminum airnya).

Sekarang masukkan batu-batu kecil ke salah satu teko air. (Mintalah anak-anak mengisi teko/baskom dengan batu-batu). Jika sudah masukkan juga sampah-sampah yang ada! (Lakukan hal ini sampai air terlihat kotor dan keruh)

Bagaimana air yang penuh dengan batu dan sampah? Bersih atau kotor? Boleh diminum apa tidak?

Nah, selain batu sampah apa saja ya yang membuat air itu menjadi kotor? (Kemudian ajak mereka untuk bisa menyebutkan hal-hal yang membuat air itu menjadi kotor dan tercemar).

Inti Penyampaian:

Anak-anak kita harus menjaga kebersihan air. Coba kita lihat air yang penuh dengan sampah tadi? Air yang bersih dan bisa diminum itu lama-lama menjadi keruh dan kotor bahkan tidak boleh diminum karena tidak baik untuk kesehatan, ada banyak sumber penyakit di sana. Bukan hanya itu saja, air yang penuh sampah tadi akan meluap keatas karena tempatnya tidak cukup. Kalau sudah meluap, air keluar maka bisa menimbulkan bajir dimana-mana.

Nabi Nuh dan keluarganya pernah merasakan banjir yang besar. Nabi Nuh diminta Tuhan untuk membuat bahtera, lalu ia bersama dengan isteri dan anak-anaknya tinggal di bahtera selama banjir itu terjadi. Tuhan juga meminta Nuh untuk membawa binatang-binatang segala jenis yang ada, agar bisa selamat. Setelah air bah surut baru mereka bisa keluar dari bahtera.

Waah! Ternyata air yang meluap itu bahaya! Jadi kita harus menjaga supaya air tidak penuh dengan sampah, supaya air tidak keruh, supaya air tidak meluap dan menjadi banjir. Karena Tuhan menyediakan air untuk kita supaya dapat kita gunakan dengan baik.

Penerapan

Anak-anak.. Tuhan menciptakan air untuk kita jaga dan kita rawat. Air yang bersih banyak sekali kegunaannya. Artinya, dengan air Tuhan memelihara manusia, hewan dan tumbuhan. Tapi kalau tidak ada air, manusia hewan dan tumbuhan bisa mati. Oleh karena itu, mari anak-anak kita jaga air di sekitar kita. Gunakan air seperlunya saja. Kalau minum jangan ada sisah yang dibuang. Kalau ada kran air menyala terus tanpa dipakai, segera matikan. Jangan membuang sampah di aliran air supaya air tidak  kotor atau malah membuat banjir.

Air yang bersih, hidup kita menjadi sehat!

 

Bagikan Entri Ini: