Menjaga Diri Tuntunan Ibadah Anak 29 Oktober 2023

16 October 2023

Tahun Gerejawi: Bulan Ekumene
Tema: Ekumene : Antar Sesama Ciptaan

Judul: Menjaga Diri
Bacaan: Kejadian 6:1-8
Ayat Hafalan: “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2)

Lagu:

  1. Hati-Hati Gunakan Tanganmu
  2. Aku Senang Jadi Anak Tuhan

Penjelasan Teks
(Hanya Untuk Pamong)

Kecenderungan manusia untuk berbuat dosa telah terjadi setelah peristiwa manusia jatuh ke dalam dosa dan diusir dari Taman Eden. Semakin lama hidup manusia dipenuhi dengan kejahatan dan hal tersebut memilukan hati Tuhan Allah. Sehingga Tuhan Allah akan melenyapkan kehidupan di bumi dengan mendatangkan air bah. Hal ini dilakukan sebagai hukuman atau konsekuensi dari dosa atas manusia yang hidupnya sudah tidak lagi menurut kehendak Allah.

Kehancuran dunia ini merupakan gambaran kemerosotan kehidupan manusia di dunia. Segala kecenderungan hati manusia hanya membawa kepada kejahatan. Dalam antropologi Ibrani, hati bukan hanya perasaan tetapi juga sumber pikiran dan kehendak. Semua yang dipikirkan dan dilakukan oleh manusia adalah jahat. Oleh sebab itu, ketetapan Tuhan Allah untuk menghancurkan apa yang telah diciptakan adalah jawaban atas perilaku manusia. Itu bukanlah keputusan yang sewenang-wenang. Air bah merupakan bentuk pengadilan kepada manusia yang disertai dengan kehendak untuk menyelamatkan.

Kisah dalam Kejadian 6:1-8 seperti sebuah cerita mitologi kuno. Disebutkan anak-anak Allah, pasti bukanlah allah-allah atau malaikat-malaikat seperti yang pada umumnya dikira. Bisa jadi ini adalah keturunan Set karena dia adalah orang yang saleh. Perkawinan campur antara anak-anak Allah dengan anak-anak manusia menimbulkan perilaku yang tidak pantas, karena mereka hanya berpusat kepada kecenderungan hatinya sendiri bukan lagi kepada Tuhan Allah. Kecenderungan hati manusia bisa membawa mereka kepada kejahatan.

Tuhan Allah ingin memperbaharui kehidupan manusia di dunia agar tidak lagi dibelenggu oleh dosa dengan cara melenyapkan mereka semua, tetapi bukan hanya manusia melainkan seluruh isi bumi (hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara). Tetapi Tuhan Allah menaruh belas kasihan kepada Nuh sebagai manusia yang akan diselamatkannya. Mengapa Nuh? Karena dialah orang yang tidak bercela di jamannya.

Refleksi Untuk Pamong
Kisah kejahatan manusia ini mengingatkan bahwa manusia memiliki potensi untuk berpusat kepada kecenderungan hatinya sendiri yang membawa kejahatan, bukan lagi mendengarkan firman Tuhan. Hal itu menjadikan manusia menuruti keinginan dan nafsunya sebagai manusia serta melupakan Tuhan sehingga menjadikan manusia jatuh di dalam dosa. Hal inilah yang mendukakan hati Tuhan sehingga ingin menghapuskan manusia dari muka bumi, tetapi ternyata masih ada anugerah Tuhan dengan menyelamatkan Nuh. Kisah ini mengingatkan pamong agar dapat menjadi teladan bagi anak-anak di dalam kehidupan mereka, teladan iman, teladan kebaikan, teladan kasih dan teladan dalam perbuatan. Sehingga pamong dilatih untuk terus setia melakukan Firman Tuhan dalam hidupnya bukan hanya kepada kecenderungan hatinya sendiri.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali rencana Allah menghapuskan seluruh ciptaan-Nya karena kejahatan manusia.

Alat Peraga
Pamong menyiapkan :

  1. Sebutir telur matang yang sudah dikupas.
  2. Korek api batang.
  3. Sebuah kertas.
  4. Sebuah botol kaca yang memiliki mulut agak sedikit besar, botol kaca yang biasa dibuat jus.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,

Siapa pagi ini yang mau berkreasi? Wah senangnya semua siap untuk berkreasi. Di sini ada sebutir telur, korek api, kertas dan juga botol kaca. Kira-kira kita mau buat apa ya? Siapa yang penasaran? Mari kita coba lihat, kita mau buat apa. Siap semua anak-anak, mari kita mulai. (pamong meminta bantuan 2 orang anak untuk membantu, 1 anak memegang botol dan 1 anak memegang telur).

Cara membuat percobaan “Sedot Telur” :

  1. Pamong menyiapkan bahan-bahan, 1 buah telur matang yang sudah dikupas, 1 batang korek api dan 1 buah botol kaca yang ditaruh di atas meja.
  2. Di dalam botol kaca diberi sebuah kertas kecil.
  3. Pamong meminta tolong 1 anak menjaga botol, 1 anak memegang telur.
  4. Pamong menyalakan api dari batang korek api, lalu batang korek api yang menyala dimasukkan ke dalam botol.
  5. Setelah itu minta anak yang memegang telur untuk menaruh telur di atas mulut botol, dengan posisi telur berdiri.
  6. Perhatikan dengan seksama, lama kelamaan telur akan masuk ke dalam botol walaupun mulut botol kecil.

Anak-anak, kita sudah membuat percobaan yang bernama “Sedot Telur”, tahukah kalian apa makna dari percobaan sedot telur ini? Telur itu seperti diri kita sebagai manusia yang mudah tergoda. Ketika ada sesuatu yang menarik atau menggoda di dasar botol (pamong menunjuk korek api dan kertas yang menyala), telur yang kelihatannya tidak mungkin bisa masuk ke dalam mulut botol yang kecil ternyata bisa masuk ke dalam botol. Seperti itulah manusia, saat membuka celah kecil bagi dosa dan mulai tidak menurut kepada Tuhan, maka akan mudah jatuh dalam dosa.

Inti Penyampaian
Anak-anak, seperti percobaan sedot telur tadi, demikian jugalah manusia. Saat Alkitab mencatat jumlah manusia di dunia bertambah banyak,  pada saat itu kejahatan manusia juga bertambah banyak. Kira-kira mengapa ya? Karena mereka tidak lagi menaati perintah Tuhan. Mari kita lihat di ayat 2, anak-anak Allah menikah dengan anak-anak perempuan manusia. Lalu siapa anak-anak Allah dan juga anak-anak perempuan manusia itu ya? Anak-anak Allah adalah orang-orang percaya kepada Tuhan, sedangkan anak-anak perempuan manusia adalah orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan. Mereka tidak lagi menaati Allah, mereka berbuat jahat dengan melakukan apa saja yang mereka sukai. Yang mereka lakukan hanyalah menuruti keinginan mereka sendiri. Mereka tidak peduli apakah yang mereka lakukan itu membuat Tuhan sedih atau tidak. Mereka juga tidak peduli apakah yang mereka lakukan itu menyakiti orang lain atau tidak.

Anak-anak, saat manusia berbuat seenaknya sendiri, menuruti keinginannya sendiri, kira-kira apa yang dilakukan Tuhan. Ternyata Tuhan sangat sedih sekali melihat perbuatan manusia itu, Tuhan pun juga sangat marah dengan perbuatan manusia yang hanya menuruti keinginannya sendiri. Walaupun Tuhan sedih dan marah, tetapi Tuhan tetap mau mengingatkan mereka. Tetapi ternyata mereka tidak mau bertobat. Semakin hari kejahatan mereka semakin bertambah dan mereka semakin jahat. Mereka semakin tidak menuruti Tuhan dan semakin tidak peduli kepada sesamanya. Sehingga Tuhan semakin sedih dan marah melihat perbuatan manusia itu. Oleh karena itu Tuhan ingin menghukum manusia, bagaimana caranya? Mari kita lihat ayat 7, Tuhan akan menghapus manusia, hewan, binatang melata dan burung dari muka bumi. Wah menakutkan sekali ya.

Eh tapi mari kita lihat di ayat 8, ternyata ada Nuh yang mendapat kasih karunia Tuhan. Mengapa hanya Nuh yang diselamatkan dan mendapat kasih karunia Tuhan? Kira-kira kenapa ya? Karena Nuh tidak sama dengan manusia yang lain. Dia tidak tergoda dengan keinginannya sendiri, dia tetap mau menuruti perintah Tuhan dan juga tetap mau memperhatikan sesamanya. Ternyata dalam hidupnya Nuh tetap mau taat kepada Tuhan, sehingga dia menerima kasih karunia Tuhan dan tidak ikut dihukum oleh Tuhan.

Penerapan
Anak-anak, kita tahu bahwa manusia gampang tergoda oleh dosa dan kejahatan. Tergoda untuk tidak menuruti Tuhan, tidak menuruti orangtua, tidak menuruti guru, tergoda untuk menggoda teman, tergoda untuk berbohong (pamong bisa menambahkan contoh yang lain). Saat tergoda berbuat yang tidak baik, maka Tuhan akan sedih dan marah. Tetapi kalau bisa menjaga diri seperti Nuh dengan menurut kepada Tuhan, tidak berbuat yang jahat dan tidak baik. Tentu kita akan mendapat kasih karunia dari Tuhan, tidak akan dihukum. Coba sebutkan apa saja ya kira-kira sikap menurut kepada Tuhan itu? rajin beribadah, rajin berdoa, rajin memuji Tuhan, menurut kepada orangtua, menurut kepada guru, sayang kepada teman, tidak menjahili teman, (pamong bisa menyebutkan contoh yang lain, atau juga bisa mengajak anak-anak untuk menyebutkan hal-hal baik yang disukai Tuhan seperti Nuh). Jadi, kita sekarang diajak agar ingat untuk selalu menurut kepada Tuhan dan berbuat baik.

Aktivitas
Anak-anak diajak menempel komitmen berbuat baik.

Beberapa peralatan yang perlu disediakan :

  1. 1 lembar kertas kosong yang ditulisi “AKU BERKOMITMEN”
  2. Gambar sebuah pohon yang ditempel di kertas di bawah tulisan “AKU BERKOMITMEN”
  3. Beberapa lembar kertang dipotong kecil, di beri double tape dan diberi tulisan : penurut, rajin berdoa, rajin beribadah, sayang teman, menurut orangtua, mendengar guru, tidak jahil (pamong bisa menambahkan daftar perbuatan baik lainnya). Kertas ini akan menjadi buah-buah komitmen.
  4. Kertas-kertas kecil lembar komitmen ditempel di pohon dan menjadi buah-buah di pohon itu.
  5. Pohon komitmen ini dibawa anak-anak pulang dan dipasang di kamar agar selalu ingat menurut Tuhan serta berbuat baik.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali rencana Allah menghapuskan seluruh ciptaam-Nya karena kejahatan manusia.

Alat Peraga
Pamong menyiapkan :

  1. Sebutir telur matang yang sudah dikupas.
  2. Korek api batang.
  3. Sebuah kertas.
  4. Sebuah botol kaca yang memiliki mulut agak sedikit besar, botol kaca yang biasa dibuat jus.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,

Siapa pagi ini yang mau berkreasi? Wah senangnya semua siap untuk berkreasi. Di sini ada sebutir telur, korek api, kertas dan juga botol kaca. Kira-kira kita mau buat apa ya? Siapa yang penasaran? Mari kita coba lihat, kita mau buat apa. Siap semua anak-anak, mari kita mulai. (pamong meminta bantuan 2 orang anak untuk membantu, 1 anak memegang botol dan 1 anak memegang telur).

Cara membuat percobaan “Sedot Telur” :

  1. Pamong menyiapkan bahan-bahan, 1 buah telur matang yang sudah dikupas, 1 batang korek api dan 1 buah botol kaca yang ditaruh di atas meja.
  2. Di dalam botol kaca diberi sebuah kertas kecil.
  3. Pamong meminta tolong 1 anak menjaga botol, 1 anak memegang telur.
  4. Pamong menyalakan api dari batang korek api, lalu batang korek api yang menyala dimasukkan ke dalam botol.
  5. Setelah itu minta anak yang memegang telur untuk menaruh telur diatas mulut botol, dengan posisi telur berdiri.
  6. Perhatikan dengan seksama, lama kelamaan telur akan masuk ke dalam botol walaupun mulut botol kecil.

Anak-anak, kita sudah membuat percobaan yang bernama “Sedot Telur”, tahukah kalian apa makna dari percobaan sedot telur ini? Telur itu seperti diri kita sebagai manusia yang mudah tergoda. Ketika ada sesuatu yang menarik atau menggoda di dasar botol (pamong menunjuk korek api dan kertas yang menyala), telur yang kelihatannya tidak mungkin bisa masuk ke dalam mulut botol yang kecil ternyata bisa masuk ke dalam botol. Seperti itulah manusia, saat membuka celah kecil bagi dosa dan mulai tidak menurut kepada Tuhan, maka akan mudah jatuh dalam dosa.

Inti Penyampaian
Anak-anak, seperti percobaan sedot telur tadi, demikian jugalah manusia. Saat Alkitab mencatat jumlah manusia di dunia bertambah banyak,  pada saat itu kejahatan manusia juga bertambah banyak. Kira-kira mengapa ya? Karena mereka tidak lagi menaati perintah Tuhan. Mari kita lihat di ayat 2, anak-anak Allah menikah dengan anak-anak perempuan manusia. Lalu siapa anak-anak Allah dan juga anak-anak perempuan manusia itu ya? Anak-anak Allah adalah orang-orang percaya kepada Tuhan, sedangkan anak-anak perempuan manusia adalah orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan. Mereka tidak lagi menaati Allah, mereka berbuat jahat dengan melakukan apa saja yang mereka sukai. Yang mereka lakukan hanyalah menuruti keinginan mereka sendiri. Mereka tidak peduli apakah yang mereka lakukan itu membuat Tuhan sedih atau tidak. Mereka juga tidak peduli apakah yang mereka lakukan itu menyakiti orang lain atau tidak.

Anak-anak, saat manusia berbuat seenaknya sendiri, menuruti keinginannya sendiri, kira-kira apa yang dilakukan Tuhan. Ternyata Tuhan sangat sedih sekali melihat perbuatan manusia itu, Tuhan pun juga sangat marah dengan perbuatan manusia yang hanya menuruti keinginannya sendiri. Walaupun Tuhan sedih dan marah, tetapi Tuhan tetap mau mengingatkan mereka. Tetapi mereka tidak mau bertobat. Semakin hari kejahatan mereka semakin bertambah dan semakin jahat. Mereka semakin tidak menuruti Tuhan dan semakin tidak peduli kepada sesamanya. Itulah yang membuat Tuhan semakin sedih dan marah melihat perbuatan manusia itu. Oleh karena itu Tuhan ingin menghukum manusia, bagaimana caranya? Mari kita lihat di ayat 7, Tuhan akan menghapus manusia, hewan, binatang melata dan burung dari muka bumi. Wah menakutkan sekali ya.

Benarkah semuanya akan dihancurkan oleh Tuhan? Mari kita lihat di ayat 8, ternyata ada Nuh yang mendapat kasih karunia Tuhan. Mengapa hanya Nuh yang diselamatkan dan mendapat kasih karunia Tuhan? Kira-kira kenapa ya? Karena Nuh tidak sama dengan manusia yang lain. Dia tidak tergoda dengan keinginannya sendiri, dia tetap mau menuruti perintah Tuhan dan juga tetap mau memperhatikan sesamanya. Ternyata dalam hidupnya Nuh tetap mau taat kepada Tuhan, sehingga dia menerima kasih karunia Tuhan dan tidak ikut dihukum oleh Tuhan.

Penerapan
Anak-anak, kita tahu bahwa manusia gampang tergoda oleh dosa dan kejahatan. Tergoda untuk tidak menuruti Tuhan, tidak menuruti orangtua, tidak menuruti guru, tergoda untuk menggoda teman, tergoda untuk berbohong (pamong bisa menambahkan contoh yang lain). Saat kita tergoda berbuat yang tidak baik, maka Tuhan akan sedih dan marah. Tetapi kalau kita bisa menjaga diri seperti Nuh dengan menurut kepada Tuhan, tidak berbuat yang jahat dan tidak baik. Tentu kita akan mendapat kasih karunia dari Tuhan, tidak akan dihukum. Coba sebutkan apa saja ya kira-kira sikap menurut kepada Tuhan itu? rajin beribadah, rajin berdoa, rajin memuji Tuhan, menurut kepada orangtua, menurut kepada guru, sayang kepada teman, tidak menjahili teman, (pamong bisa menyebutkan contoh yang lain, atau juga bisa mengajak anak-anak untuk menyebutkan hal-hal baik yang disukai Tuhan seperti Nuh). Jadi, kita sekarang diajak agar ingat untuk selalu menurut kepada Tuhan dan berbuat baik.

Aktivitas
Anak-anak diajak menempel komitmen berbuat baik.

Beberapa peralatan yang perlu disediakan :

  1. 1 lembar kertas kosong yang ditulisi “AKU BERKOMITMEN”
  2. Gambar sebuah pohon yang ditempel di kertas di bawah tulisan “AKU BERKOMITMEN” (Gambar terdapat pada Aktivitas BALITA)
  3. Beberapa lembar kertang dipotong kecil, di beri dobble tape dan diberi tulisan : penurut, rajin berdoa, rajin beribadah, sayang teman, menurut orangtua, mendengar guru, tidak jahil (pamong bisa menambahkan daftar perbuatan baik lainnya). Kertas ini akan menjadi buah-buah komitmen.
  4. Kertas-kertas kecil lembar komitmen ditempel di pohon dan menjadi buah-buah di pohon itu.
  5. Pohon komitmen ini dibawa anak-anak pulang dan dipasang di kamar agar selalu ingat menurut Tuhan serta berbuat baik.

 


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menjelaskan rencana Allah menghapuskan seluruh ciptaan-Nya karena kejahatan manusia.
  2. Anak dapat menyadari bahwa kejahatan manusia berdampak bagi ciptaan yang lain.
  3. Anak dapat melatih diri untuk melakukan kebenaran agar seluruh ciptaan terjaga.

Alat Peraga
Pamong menyiapkan :

  1. Sebutir telur matang yang sudah dikupas.
  2. Korek api batang.
  3. Sebuah kertas.
  4. Sebuah botol kaca yang memiliki mulut agak sedikit besar, botol kaca yang biasa dibuat jus.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak,

Siapa pagi ini yang mau berkreasi? Wah senangnya semua siap untuk berkreasi. Di sini ada sebutir telur, korek api, kertas dan juga botol kaca. Kira-kira kita mau buat apa ya? Siapa yang penasaran? Mari kita coba lihat, kita mau buat apa. Siap semua anak-anak, mari kita mulai. (pamong meminta bantuan 2 orang anak untuk membantu, 1 anak memegang botol dan 1 anak memegang telur).

Cara membuat percobaan “Sedot Telur” :

  1. Pamong menyiapkan bahan-bahan, 1 buah telur matang yang sudah dikupas, 1 batang korek api dan 1 buah botol kaca yang ditaruh di atas meja.
  2. Di dalam botol kaca diberi sebuah kertas kecil.
  3. Pamong meminta tolong 1 anak menjaga botol, 1 anak memegang telur.
  4. Pamong menyalakan api dari batang korek api, lalu batang korek api yang menyala dimasukkan ke dalam botol.
  5. Setelah itu minta anak yang memegang telur untuk menaruh telur diatas mulut botol, dengan posisi telur berdiri.
  6. Perhatikan dengan seksama, lama kelamaan telur akan masuk ke dalam botol walaupun mulut botol kecil.

Anak-anak, kita sudah membuat percobaan yang bernama “Sedot Telur”, tahukah kalian apa makna dari percobaan sedot telur ini? Telur itu seperti diri kita sebagai manusia yang mudah tergoda. Ketika ada sesuatu yang menarik atau menggoda di dasar botol (pamong menunjuk korek api dan kertas yang menyala), telur yang kelihatannya tidak mungkin bisa masuk ke dalam mulut botol yang kecil ternyata bisa masuk ke dalam botol. Seperti itulah manusia, saat membuka celah kecil bagi dosa dan mulai tidak menurut kepada Tuhan, maka akan mudah jatuh dalam dosa.

Inti Penyampaian
Anak-anak, seperti percobaan sedot telur tadi, demikian jugalah manusia. Saat Alkitab mencatat jumlah manusia di dunia bertambah banyak,  pada saat itu kejahatan manusia juga bertambah banyak. Kira-kira mengapa ya? Karena mereka tidak lagi menaati perintah Tuhan. Mari kita lihat di ayat 2, anak-anak Allah menikah dengan anak-anak perempuan manusia. Lalu siapa anak-anak Allah dan juga anak-anak perempuan manusia itu ya? Anak-anak Allah adalah orang-orang percaya kepada Tuhan, sedangkan anak-anak perempuan manusia adalah orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan. Mereka tidak lagi menaati Allah, mereka berbuat jahat dengan melakukan apa saja yang mereka sukai. Yang mereka lakukan hanyalah menuruti keinginan mereka sendiri. Mereka tidak peduli apakah yang mereka lakukan itu membuat Tuhan sedih atau tidak. Mereka juga tidak peduli apakah yang mereka lakukan itu menyakiti orang lain atau tidak.

Anak-anak, saat manusia berbuat seenaknya sendiri, menuruti keinginannya sendiri, kira-kira apa yang dilakukan Tuhan. Ternyata Tuhan sangat sedih sekali melihat perbuatan manusia itu, Tuhan pun juga sangat marah dengan perbuatan manusia yang hanya menuruti keinginannya sendiri. Walaupun Tuhan sedih dan marah, tetapi Tuhan tetap mau mengingatkan mereka. Tetapi mereka tidak mau bertobat. Semakin hari kejahatan mereka semakin bertambah dan semakin jahat. Mereka semakin tidak menuruti Tuhan dan semakin tidak peduli kepada sesamanya. Itulah yang membuat Tuhan semakin sedih dan marah melihat perbuatan manusia itu. Oleh karena itu Tuhan ingin menghukum manusia, bagaimana caranya? Mari kita lihat di ayat 7, Tuhan akan menghapus manusia, hewan, binatang melata dan burung dari muka bumi. Wah menakutkan sekali ya.

Benarkah semuanya akan dihancurkan oleh Tuhan? Mari kita lihat di ayat 8, ternyata ada Nuh yang mendapat kasih karunia Tuhan. Mengapa hanya Nuh yang diselamatkan dan mendapat kasih karunia Tuhan? Kira-kira kenapa ya? Karena Nuh tidak sama dengan manusia yang lain. Dia tidak tergoda dengan keinginannya sendiri, dia tetap mau menuruti perintah Tuhan dan juga tetap mau memperhatikan sesamanya. Ternyata dalam hidupnya Nuh tetap mau taat kepada Tuhan, sehingga dia menerima kasih karunia Tuhan dan tidak ikut dihukum oleh Tuhan.

Penerapan
Anak-anak, kita tahu bahwa manusia gampang tergoda oleh dosa dan kejahatan. Tergoda untuk tidak menuruti Tuhan, tidak menuruti orangtua, tidak menuruti guru, tergoda untuk menggoda teman, tergoda untuk berbohong (pamong bisa menambahkan contoh yang lain). Saat kita tergoda berbuat yang tidak baik, maka Tuhan akan sedih dan marah. Tetapi kalau kita bisa menjaga diri seperti Nuh dengan menurut kepada Tuhan, tidak berbuat yang jahat dan tidak baik. Tentu kita akan mendapat kasih karunia dari Tuhan, tidak akan dihukum. Coba sebutkan apa saja ya kira-kira sikap menurut kepada Tuhan itu? rajin beribadah, rajin berdoa, rajin memuji Tuhan, menurut kepada orangtua, menurut kepada guru, sayang kepada teman, tidak menjahili teman, (pamong bisa menyebutkan contoh yang lain, atau juga bisa mengajak anak-anak untuk menyebutkan hal-hal baik yang disukai Tuhan seperti Nuh). Jadi, kita sekarang diajak agar ingat untuk selalu menurut kepada Tuhan dan berbuat baik.

Aktivitas
Anak-anak diajak menempel komitmen berbuat baik.

Beberapa peralatan yang perlu disediakan :

  1. 1 lembar kertas kosong yang ditulisi “AKU BERKOMITMEN”
  2. Gambar sebuah pohon yang ditempel di kertas di bawah tulisan “AKU BERKOMITMEN” (Gambar terdapat pada Aktivitas BALITA)
  3. Beberapa lembar kertang dipotong kecil, di beri dobble tape dan diberi tulisan : penurut, rajin berdoa, rajin beribadah, sayang teman, menurut orangtua, mendengar guru, tidak jahil (pamong bisa menambahkan daftar perbuatan baik lainnya). Kertas ini akan menjadi buah-buah komitmen.
  4. Kertas-kertas kecil lembar komitmen ditempel di pohon dan menjadi buah-buah di pohon itu.
  5. Pohon komitmen ini dibawa anak-anak pulang dan dipasang di kamar agar selalu ingat menurut Tuhan serta berbuat baik.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak