Tahun Gerejawi: Advent I
Tema: Yesus menjadi berkat
Bacaan Alkitab: Matius 12 : 9-15a
Ayat Hafalan: Galatia 6 : 2 – “Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu, Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus”
Lagu Tema: Yesus Menginginkan Daku ( KJ 424 : 2)
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Regulasi Sabat ditetapkan dan menjadi acuan semua orang-orang Israel. Namun banyak orang termasuk para murid yang tidak mengetahui bahwa Tuhan Yesus memiliki kekuasaan yang melebihi kekuatan hukum. Yesus mengkritik adanya taurat yang justru memberatkan/membelenggu manusia untuk menyembah Allah. Seharusnya taurat ada bertujuan menjadi berkat bukan menjadi pembelenggu. Karena bagi orang Farisi dan Saduki yang paling utama adalah menjalankan hukum, namun kehadiran Yesus justru menjadi berkat
Perikop ini menceritakan tentang pertentang orang Farisi mengenai hari sabat disaat Yesus sedang masuk ke rumah ibadat orang Yahudi ( Sinagoge) dan bertemu seseorang yang sedang mati sebelah tangannya. Di synagoge itu Yesus menyembuhkan tangan orang itu, namun karena bertepatan dengan hari sabat. Maka orang-orang Farisi menguji Yesus dengan bertanya “bolehkah menyembuhkan orang pada hari sabat”?. Yesus tidak seketika memberikan jawaban. Sebab bila Yesus salah memberi jawaban maka mereka dapat menuduh dia dan membawaNya kepada Mahkamah Agung. Untuk itu Yesus menjawab dengan memberikan sebuah cerita tentang seorang yang memiliki satu ekor domba saja.jika doma itu jatuh ke lubang pada hari sabat pasti pemiliknya akan mengeluarkannya walaupun pada hari sabat. Kehadiran Yesus adalah untuk menjadi berkat, karena bagi Tuhan Yesus hari Sabat adalah hari yang penuh berkat dan sudah seharusnya kita juga menjadi berkat. Yesus mengajak kita untuk melihat hal yang paling dasar dari hari sabat, yakni hari berkat, seperti Yesus yang menjadi berkat. Dalam ayat 12 menjadi kesimpulan Yesus, bukankah manusia lebih berharga daripada domba ?jikalau seekor domba dihargai apalagi manusia patut dihargai biarpun dia manusia yang sangat sederhana Untuk itu berbuat baik kepada sesama lebih dipentingkan.
Setelah apa yang didengar dan dilihat oleh orang Farisi akan apa yang dilakukan Yesus nampaknya mereka tidak tersentuh sedikit pun dengan apa yang dilakukan Yesus. Mereka tetap memegang teguh pengertiaan hari sabat dari apa yang mereka pahami, bukan memahami dari apa yang seharusnya dimengerti seperti yang diungkapkan oleh Yesus. Mereka menganggap Yesus sebagai pelanggar hukum sabat. Orang Farisi tidak mengetahui bahwa Yesus menafsirkan Perjanjian Lama dengan cara lebih dalam daripada mereka, dan bahwa Yesus mempunyai pengertian tentang Allah yang jauh lebih sempurna daripada mereka. Setelah melakukan penyembuhan dan berkata kepada orang Farisi ,Yesus meninggalkan mereka dan disitu Ia tahu bahwa orang farisi akan merencanakan untuk membunuhNya.
Refleksi Pamong
Peristiwa Yesus menyembuhkan orang pada hari sabat menjadi gambaran bahwa Yesus telah mengajarkan bahwa setiap manusia diberi kepekaan, kasih dan berkat. Untuk itu kita harus menyalurkan apa yang kita terima kepada sesama kita tidak hanya untuk diri kita saja. Menjadi seorang pamong juga menjadi salah satu berkat bagi anak dan remaja. Sebab menjadi seorang pamong tidak hanya dibekali dengan semangat serta kempuan untuk mendampingi anak -anak, namun melalui cawisan pamong juga diberi pengetahuan untuk diajarkan pada anak –anak agar mereka mengenal dan mengerti tentang Tuhan Allah. Mari terus semangat untuk hadir menjadi pamong dan menjadi berkat bagi anak-anak.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah Yesus menyembuhkan orang pada Hari Sabat.
Alat Peraga: Pamong menyediakan gambar Yesus menyembuhkan orang pada Hari Sabat.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang terkasih, bagaimana kabarnya ? senang kan rasanya kalau kita dalam keadaan sehat dan kuat, adakah yang tahu apa ada diantara teman kita hari ini ada yang sakit ? bila ada diantara kita ada yang sakit mari kita doakan mereka ya agar mereka segera mendapat kesembuhan dari Tuhan seperti orang yang sakit sebelah tangannya dan disembuhkan oleh Tuhan pada hari sabat.
Inti Penyampaian
(Pamong menunjukkan gambar Yesus Menyembuhkan orang pada hari Sabat)
Anak-anak yang terkasih ini di gambar Yesus ketika menyembuhkan seseorang yang sedang mati sebelah tangannya. Saat itu Yesus bersama keduabelas muridnya sedang berada di synagoge ( tempat ibadah orang Yahudi). Disana Tuhan Yesus tidak hanya bertemu dengan orang yang mati sebelah tangannya, namun Yesus juga bertemu dengan orang-orang Farisi. Setelah bertemu dengan orang yang mati sebelah tangganya Tuhan Yesus langsung ingin menyembuhkannya. Tetapi orang Farisi mencoba untuk menguji Tuhan Yesus dengan bertanya kepada-Nya “bolehkah menyembuhkan orang pada hari sabat”?. Yesus tidak seketika memberikan jawaban. Sebab bila Yesus salah memberi jawaban maka mereka dapat menuduh dia dan membawaNya kepada Mahkamah Agung. Untuk itu Yesus menjawab dengan memberikan sebuah cerita tentang seorang yang memiliki satu ekor domba saja.jika domba itu jatuh ke lubang pada hari sabat pasti pemiliknya akan mengeluarkannya walaupun pada hari sabat. Yesus hadir untuk memberikan berkat kesembuhan kepada orang yang mati sebelah tangannya bukan untuk membahas tentang hari sabat.
Penerapan
Senang ya rasanya bila kita merasa sakit lalu kita mendapat kesembuhan, pasti seperti itu juga yang dirasakan oleh orang yang mati sebelah tangannya dan mendapat kesembuhan dari Tuhan pada hari sabat. Untuk itu mari kisah ini kita ceritakan pada keluarga kita, dan saudara-saudara kita yang sedang sakit. Bahwa Yesus hadir untuk membawa berkat kesembuhan seperti yang sudah dilakukannya pada orang yang mati sebelah tangannya. Mari berulang-ulang mengatakan : “Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat”
Aktivitas
Pamong melipat kertas hingga membentuk corong lalu minta anak-anak untuk berkata lewat corong itu, Yesus menyembuhkan orang pada hari sabat.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah Yesus menyembuhkan orang pada Hari Sabat.
Alat Peraga: Pamong menyediakan gambar Yesus menyembuhkan orang pada Hari Sabat
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang terkasih, bagaimana kabarnya ? senang kan rasanya kalau kita dalam keadaan sehat dan kuat, adakah yang tahu apa ada diantara teman kita hari ini ada yang sakit ? bila ada diantara kita ada yang sakit mari kita doakan mereka ya agar mereka segera mendapat kesembuhan dari Tuhan seperti orang yang sakit sebelah tangannya dan disembuhkan oleh Tuhan pada hari sabat.
Inti Penyampaian
Setiap hari sabat biasanya para orang Yahudi dan para orang Farisi datang dan berkumpul di synagoge untuk beribadah kepada Allah. Pada saat itu ketika hari sabat di Synagoge hadir juga Yesus bersama keduabelas muridnya. Disana Yesus bertemu dan melihat orang yang sedang sakit sebelah tanggannya. Melihat orang itu Yesus lalu tergerak untuk segera menyembuhkannya. namun ternyata ada orang Farisi yang melihat apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Mereka pun menggunakan kesempatan ini untuk menguji Tuhan Yesus dengan bertanya, “bolehkah menyembuhkan orang pada hari sabat”?.Tuhan Yesus yang mengetahui bahwa hal ini adalah jebakan dari para orang Farisi. Ia pun tidak menjawab secara langsung, namun Yesus mengarahkan orang Farisi untuk berfikir. Dengan memberikan sebuah perumpamaan tentang seseorang yang memiliki seekor domba dan domba itu terjatuh kedalam lobang pada hari sabat, tidakkan ia akan mengeluarkannya dan menangkapnya ?bukankah manusia lebih berharga daripada domba ?Hal ini dilakukan Yesus supaya orang-orang Farisi tidak bisa begitu saja segera menangkap Yesus karena dianggap telah melanggar hukum Taurat dan memawannya ke Mahkamah Agama, pada akhirnya Tuhan Yesus pun menyembuhkan orang yang mati sebelah tangannya, sebagai bukti bahwa Tuhan Yesus adalah Allah yang Maha kuasa.
Penerapan
Luarbiasa bukan karya Tuhan Yesus yang telah menyembuhkan orang yang mati sebelah tangannya mari bersama kita ceritakan kuasa dan mujizat Yesus kepada orang tua, kakak-adik dan keluarga kita yang lain. Agar jika ada yang merasakan sakit bisa mendengar dan semangat mendapatkan kesembuhan dari Tuhan. Mari berulang-ulang mengatakan : “Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat”
Aktivitas
- Pamong membuat tulisan kalimat Yesus Menyembuhkan orang pada hari sabat secara terpisah lalu disembunyikan dan minta anak-anak mencarinya. Bila sudah menemukan diminta untuk merangkai tulisan itu.
- Mintalah anak-anak untuk mengurutkan bagian dari kalimat yang benar dan bila sudah benar minta mereka mengatakan rangkaian dari kalimat itu.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan
- Anak dapat menjelaskan alasan Yesus menyembuhkan orang pada Hari Sabat.
- Anak dapat menjelaskan reaksi orang–orang Farisi melihat perbuatan Yesus.
- Anak dapat menjelaskan bahwa membantu seseorang sama berharganya dengan beribadah kepada Tuhan.
- 4. Anak menerapkan sikap hidup yang seimbang antara beribadah kepada Tuhan dengan menolong orang lain.
Alat Peraga: Pamong menyediakan gambar Yesus menyembuhkan orang pada Hari Sabat
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang terkasih di dalam Tuhan, bagaimana kabarnya ?sukacita rasanya kita bisa berjumpa saat ini dalam keadaan sehat. Kita patut bersyukur kepada Tuhan Yesus karena kita telah diberi tubuh yang sehat, sebab saat dalam kondisi sakit rasanya tidak menyenangkan, makan terasa kurang berselera, tidur pun tidak pulas dan kita juga tidak bisa beraktivitas. Karena Tuhan Yesus tahu bahwa manusia merasa menderita ketika dalam kondisi sakit, maka Tuhan pun tidak tega ketika melihat orang yang sakit dan ingin segera menyembuhkannya. Kira-kira ada yang ingat Tuhan Yesus menyembuhkan penyakit apa ya saat berada di Synagoge?
Inti Penyampaian
(Pamong menunjukkan gambar Yesus berada di Synagoge dan melakukan penyembuhan)
Ini dia gambar ketika hari sabat Yesus bersama keduabelas muridnya datang ke Synagoge. Sudah menjadi tradisi orang Yahudi bila hari sabat mereka berkumpul di Synagoge, untuk beribadah kepada Tuhan. Di setiap hari sabat semua orang harus berhenti dari pekerjaannya dan aktivitasnya untuk beribadah kepada Tuhan. Termasuk menyembuhkan orang yang sedang sakit tidak boleh dilakukan dalam tradisi orang-orang Yahudi. Ketika Tuhan Yesus hadir di Synagoge, Ia melihat ada salah seorang yang hadir di situ sedang sakit mati sebelah tanggannya. Melihat apa yang dialami orang ini Yesus merasa kasihan lalu kemudian hendak menyembuhkan orang yang sedang sakit ini, namun orang-orang Farisi yang hadir disitu mencoba menentang apa yang dilakukan Yesus dengan cara menguji lewat sebuah pertanyaan : “bolehkah menyembuhkan orang pada hari sabat”?.Tuhan Yesus yang mengetahui bahwa hal ini adalah jebakan dari para orang Farisi. Ia pun tidak menjawab secara langsung, namun Yesus mengarahkan orang Farisi untuk berfikir. Dengan memberikan sebuah perumpamaan tentang seseorang yang memiliki seekor domba dan domba itu terjatuh kedalam lobang pada hari sabat, tidakkan ia akan mengeluarkannya dan menangkapnya ?bukankah manusia lebih berharga daripada domba ?Hal ini dilakukan Yesus supaya orang-orang Farisi tidak bisa begitu saja segera menangkap Yesus karena dianggap telah melanggar hukum Taurat dan memawannya ke Mahkamah Agama. Orang-orang Farisi ini tidak hanya bertugas memimpin ibadah namun mereka adalah orang-orang yang belajar tentang hukum Taurat. Walaupun mendapat pertentangan dari orang-orang Farisi, Tuhan Yesus tetap menunjukkan kasihnya pada orang yang sedang sakit ini dan segera menyembuhkannya. Setelah Tuhan Yesus selesai menyembuhkan orang yang mati sebelah tangannya ini Ia pergi kembali bersama para murid-muridnya. Dari apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus, sejatinya Tuhan ingin menunjukkan sebuah teladan kepada kita tentang berbuat baik dengan cara membantu sesama yang sedang sakit, susah dan sedih.
Penerapan
Tuhan Yesus telah menunjukkan kasihnya dengan memberikan kesembuhan pada orang yang mati sebelah tanggannya. Dengan mujizat yang dilakukan oleh Tuhan Yesus orang yang sebelumnya merasakan sakit karena mati sebelah tanggannya dan tidak dapat melakukan aktivitas, pada akhirnya bisa bersukacita, bahagia dan tersenyum. Karena dia bisa melanjutkan pekerjaan dan aktivitasnya lagi. Bukankah kita pun senang bila melihat orang lain juga merasa sukacita, untuk itu anak-anak yang terkasih mulai saat ini dan seterusnya mari mencontoh apa yang dilakukan Tuhan Yesus dengan cara lihatlah apa yang terjadi di sekeliling kita. Ingatlah bahwa berbuat baik harus dilakukan kepada semua orang disetiap saat. Tolonglah orang yang butuh pertolongan mulai dari orang tua, saudara, dan orang lain dengan tulus iklas tanpa mengharapkan imbalan apapun. Mari mulai dari hal sederhana dari apa yang kita bisa, dengan menolong sesama menjadi wujud bahwa kita telah berbakti kepada Tuhan, hal itu juga menjadi bagian dari ibadah kita kepada Tuhan.
Aktivitas
- Pamong membuat kertas undian yang digulung-gulung.
- Minta anak-anak untuk berpasangan 2 orang.
- Lalu salah satu anak menggambil kertas undian dan mereka yang menggambil kertas undian harus melakukan aktivitas kepada pasangannya
- Daftar aktivitas yang menjadi alternatif pilihan sebagai berikut dan bisa dikembangkang lagi oleh pamong :
- Memijat tangan teman ( mambantu teman melepaskan lelah )
- Memijat punggung teman ( mambantu teman melepaskan lelah )
- Memijat kaki teman ( mambantu teman melepaskan lelah )
- Mengembalikan kursi yang diduduki seusai ibadah, dsb.