Tahun Gerejawi: Bulan Kitab Suci
Tema: Perintah Tuhan sebagai anugerah
Bacaan Alkitab: Mazmur 1:1-3
Ayat Hafalan: Mazmur 1:2 – “Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.”
Lagu :
Penjelasan Teks (hanya untuk pamong)
Perikop ini menggambarkan secara kontras antara orang fasik dengan orang benar. Namun yang menarik adalah bahwa dalam ayat tiga, orang benar digambarkan seperti pohon yang tumbuh di tepi aliran air dan memiliki buah sepanjang musim. Pemazmur/penulis menempatkan mazmur ini di awal dengan tujuan supaya pembaca dapat menangkap makna akan Taurat, Pentateukh atau yang lebih sederhana perintah dan ajaran Tuhan sebagai sebuah anugerah yang menyegarkan jiwa.
Secara keseluruhan, Mazmur 1:1-6 berada dalam kerangka hikmat tradisional yang memperlihatkan pola berkat dan kutuk, punish and reward. Siapa yang menuruti kehendak Tuhan maka ia akan mendapatkan berkat, tetapi siapa yang melanggar akan mendapat ganjaran hukuman. Dalam rangka mengajarkan anak akan kebenaran, maka pola hikmat tradisional perlu ditandaskan. Akan tetapi gambaran kontras antara orang fasik dan orang benar tidak bisa begitu saja dilihat dalam kutub hitam putih yang berlawanan. Manusia selalu memiliki kompleksitas, dan kehidupan terlalu sederhana bila digambarkan dalam hubungan hitam putih, sebab setiap kita tak pernah sepenuhnya putih atau seluruhnya hitam. Di dalam upaya berbuat benar yang kita lakukan, selalu terselip kefasikan bukan? Karena itu setelah menekankan ajaran tentang kebenaran, kita harus mengajarkan kebaikan dan keindahan yang menjadi karakter anugerah Tuhan. Sebab perintah dan ajaran Tuhan bukan hanya sekadar mengulas dan berisi hukum dan kebenaran semata. Inti dari pentateukh, atau Taurat adalah pernyataan tentang anugerah dan kebaikan Tuhan Allah.
Akhirnya, mengingat bahwa Tuhan telah melimpahkan anugerah keselamatan dan kehidupan, maka kita pun harus merawat anugerah Tuhan, dengan cara setia berjalan di dalam terang, setia merenungkan firman dan kehendak-Nya, serta bertumbuh layaknya pohon rindang yang membagikan buah-buah berkat dan manfaat bagi sesama.
Refleksi untuk Pamong
Hikmat tradisional memperlihatkan pola berkat dan kutuk. Pola seperti ini membantu kita untuk tetap memiliki pengharapan bahwa jalan, berkat, kesetian dan pengabdian kepada Allah senantiasa mendatangkan berkat yang tidak pernah berkesudahan. Harapan ini memang senantiasa muncul, namun persoalan kembali mencuat ketika gambaran kontras pendekatan dua kutub yang saling bertolakbelakang, yakni orang fasik dan orang benar. Dalam kehidupan pelayanan kita dituntut untuk segera bisa membedakan mana orang fasik (jahat) dan mana orang yang benar. Menarik dalam refleksi Mazmur 1, bahwa yang menjadi poin pentingnya bukan siapa yang fasik dan yang benar, melainkan bahwa anugerah dan berkat dari Allah senantiasa berkelanjutan yang digambarkan dalam pohon yang rindang dengan buah-buah yang lebat. Sebagai pamong, kita hanyalah makhluk fana, yang mungkin juga memiliki kesalahan, namun ingatlah bahwa Anugerah dan berkat dari Allah senantiasa berkelanjutan bagi kita para pamong yang juga berkelanjutan (terus-menerus) melayani serta mengabdikan diri dalam pelayanan sebagai pamong.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan: Anak rajin merenungkan firman Tuhan yang adalah anugerah Tuhan
Alat Peraga
- Gambar Pohon yang berbuah banyak.
- Gambar Pohon yang gersang.
- Gambar air dan pupuk kompos.

Pendahuluan
Halo anak-anak yang dikasihi Tuhan
(Menunjukkan gambar pohon yang buahnya banyak dan gambar pohon yang gersang), anak-anak mau pilih yang mana pohon yang lebat atau pohon yang gersang? (berikan waktu sejenak anak-anak untuk memilih). Pasti banyak yang milih pohon yang buahnya banyak, kira-kira ada alasannya gak kenapa anak-anak memilih pohon yang buahnya banyak?
Kira-kira untuk bisa jadi pohon yang buahnya banyak harus gimana ya? (sambil menunjukkan gambar air dan pupuk kompos). Pasti pohon yang buahnya banyak dirawat dengan baik, disiram dengan air, dan diberi pupuk kompos. Kalau pohon yang gersang kira-kira dirawat gak yaa?
Nah anak-anak yang dikasihi Tuhan, anak-anak yang diberkati ibaratnya seperti pohon yang buah banyak, anak-anak yang seperti ini senantiasa mendengarkan firman Tuhan, melakukannya serta membaca setiap hari. Firman Tuhan dan alkitab ibaratnya sama dengan air dan pupuk kompos.
Inti Penyampaian
Minggu ini bacaan Alkitab kita terambil dari Kitab Perjanjian Lama, yaitu Mazmur 1:1-3. Bagi anak yang sudah bisa membaca, nanti kita akan membacanya secara bergantian dan untuk anak-anak yang belum bisa membaca maka pamong/orang tua akan membantu anak membacakan, dan anak disilakan menirukan bacaan.
Pamong membacakan ulang Mazmur 1:1, setelah itu bertanya kepada anak-anak “Siapa yang mau hidupnya bahagia dan diberkati oleh Tuhan?.” Semua orang pasti ingin hidupnya bahagia ya. Tidak ada yang mau hidup susah, sedih, menderita. Pasti semua ingin hidupnya selalu diberkati Tuhan. Betul atau tidak ? Nah, bagaimana caranya ya? Dalam ayat 1, dikatakan bahwa untuk memiliki kehidupan yang berbahagia dan diberkati ternyata tidak mudah dan tidak gampang lho. Pemazmur mengatakan bahwa hidup kita akan diberkati dan berbahagia apabila kita tidak berjalan menurut nasihat orang fasik atau orang yang tidak beriman, tidak berdiri di jalan orang berdosa dan tidak berada dalam kumpulan pencemooh.
Ciri-ciri orang fasik adalah orang yang tahu tentang firman Tuhan tetapi tidak mau melakukannya. Sedangkan orang berdosa adalah orang yang melakukan kejahatan dan hidup menuruti hawa nafsunya. Sementara pencemooh adalah orang yang kesukaannya mencari-cari kesalahan, menghakimi, mengejek, mengkritik, menggosip dan merendahkan sesamanya.
Penerapan
Kita telah memeroleh anugerah kehidupan dan keselamatan. Maka karena sudah menerima kebaikan Tuhan Allah, kita harus menanggapinya dengan cara merawat anugerah. Bagaimana caranya? Yakni dengan cara melakukan seperti apa yang pemazmur ungkapkan di ayat 2 :”..kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam” Artinya mencintai firman Tuhan, mau membaca dan merenungkan setiap hari ya. Bukan hanya sehari atau dua hari, atau hanya ketika disuruh, dan dipaksa saja, melainkan di segala situasi atau keadaan secara konsisten atau terus menerus. Dengan melakukannya niscaya hidupmu akan senantiasa berbahagia, ibarat pohon yang daunnya rindang dan meneduhkan serta menghasilkan buah yang dapat bermanfaat bagi sesama.
Jadi anak-anak harus semakin semangat dan rajin merenungkan firman Tuhan yang adalah anugerah Tuhan. Saat rasa malas datang untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan yang ada di dalam Alkitab, ingatlah selalu pada ayat hafalan hari ini : ”..kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.” Dan apabila papa, mama, kakak, yangkung, yangti, yang ada di rumah lupa, anak-anak jangan sungkan untuk mengingatkan mereka Oke!. Tuhan Yesus memberkati.
Aktivitas
Para Pamong dapat membagikan gambar pohon yang buahnya lebat, air dan kompos kepada anak-anak. Untuk gambar air dan kompos pastikan anak-anak menuliskan ayat-ayat alkitab yang anak-anak hafalkan atau menuliskan FIRMAN dan RAJIN Ke GEREJA.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan: Anak rajin merenungkan firman Tuhan yang adalah anugerah Tuhan
Alat Peraga: Alat Peraga sama dengan Alat Peraga Balita
Pendahuluan
Halo anak-anak yang dikasihi Tuhan
(Menunjukkan gambar pohon yang buahnya banyak dan gambar pohon yang gersang), anak-anak mau pilih yang mana pohon yang lebat atau pohon yang gersang? (berikan waktu sejenak anak-anak untuk memilih). Pasti banyak yang milih pohon yang buahnya banyak, kira-kira ada alasannya gak kenapa anak-anak memilih pohon yang buahnya banyak?
Kira-kira untuk bisa jadi pohon yang buahnya banyak harus gimana ya? (sambil menunjukkan gambar air dan pupuk kompos). Pasti pohon yang buahnya banyak dirawat dengan baik, disiram dengan air, dan diberi pupuk kompos. Kalau pohon yang gersang kira-kira dirawat gak yaa?
Nah anak-anak yang dikasihi Tuhan, anak-anak yang diberkati ibaratnya seperti pohon yang buah banyak, anak-anak yang seperti ini senantiasa mendengarkan firman Tuhan, melakukannya serta membaca setiap hari. Firman Tuhan dan alkitab ibaratnya sama dengan air dan pupuk kompos.
Inti Penyampaian
Minggu ini bacaan Alkitab kita terambil dari Kitab Perjanjian Lama, yaitu Mazmur 1:1-3. Bagi anak yang sudah bisa membaca, nanti kita akan membacanya secara bergantian dan untuk anak-anak yang belum bisa membaca maka pamong/orang tua akan membantu anak membacakan, dan anak disilakan menirukan bacaan.
Pamong membacakan ulang Mazmur 1:1, setelah itu bertanya kepada anak-anak “Siapa yang mau hidupnya bahagia dan diberkati oleh Tuhan?.” Semua orang pasti ingin hidupnya bahagia ya. Tidak ada yang mau hidup susah, sedih, menderita. Pasti semua ingin hidupnya selalu diberkati Tuhan. Betul atau tidak ? Nah, bagaimana caranya ya? Dalam ayat 1, dikatakan bahwa untuk memiliki kehidupan yang berbahagia dan diberkati ternyata tidak mudah dan tidak gampang lho. Pemazmur mengatakan bahwa hidup kita akan diberkati dan berbahagia apabila kita tidak berjalan menurut nasihat orang fasik atau orang yang tidak beriman, tidak berdiri di jalan orang berdosa dan tidak berada dalam kumpulan pencemooh.
Ciri-ciri orang fasik adalah orang yang tahu tentang firman Tuhan tetapi tidak mau melakukannya. Sedangkan orang berdosa adalah orang yang melakukan kejahatan dan hidup menuruti hawa nafsunya. Sementara pencemooh adalah orang yang kesukaannya mencari-cari kesalahan, menghakimi, mengejek, mengkritik, menggosip dan merendahkan sesamanya.
Penerapan
Kita telah memeroleh anugerah kehidupan dan keselamatan. Maka karena sudah menerima kebaikan Tuhan Allah, kita harus menanggapinya dengan cara merawat anugerah. Bagaimana caranya? Yakni dengan cara melakukan seperti apa yang pemazmur ungkapkan di ayat kedua :”..kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam” Artinya mencintai firman Tuhan, mau membaca dan merenungkan setiap hari ya. Bukan hanya sehari atau dua hari, atau hanya ketika disuruh, dan dipaksa saja, melainkan di segala situasi atau keadaan secara konsisten atau terus menerus. Dengan melakukannya niscaya hidupmu akan senantiasa berbahagia, ibarat pohon yang daunnya rindang dan meneduhkan serta menghasilkan buah yang dapat bermanfaat bagi sesama.
Jadi anak-anak harus semakin semangat dan rajin merenungkan firman Tuhan yang adalah anugerah Tuhan. Saat rasa malas datang untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan yang ada di dalam Alkitab, ingatlah selalu pada ayat hafalan hari ini : ”..kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.” Dan apabila papa, mama, kakak, yangkung, yangti, yang ada di rumah lupa, anak-anak jangan sungkan untuk mengingatkan mereka Oke!. Tuhan Yesus memberkati.
Aktivitas
Para Pamong dapat membagikan gambar pohon yang buahnya lebat, air dan kompos kepada anak-anak. Untuk gambar air dan kompos pastikan anak-anak menuliskan ayat-ayat alkitab yang anak-anak hafalkan.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan: Anak rajin merenungkan firman Tuhan yang adalah anugerah Tuhan
Pendahuluan
Anak-anak Madya yang dikasihi Tuhan…
Pamong mengingatkan kembali bahwa selama bulan September Minggu Pertama sampai hari ini minggu keempat merupakan bulan Kitab Suci dan diharapkan anak-anak terus rajin membaca Alkitab. Walau minggu depan sudah bukan bulan September lagi, anak-anak jangan sampai berhenti membaca dan merenungkan firman Tuhan Oke!. Terlebih saat mengikuti ibadah anak/sekolah minggu baik secara online maupun onsite, jangan lupa untuk selalu membawa Alkitab.
Begitu pula saat di rumah, anak-anak tetap membaca dan merenungkan firman Tuhan Oke! Tolong ingatkan orang-tua, kakak/adik bila mereka lupa ya. Jadi membaca dan merenungkan Firman Tuhan tidak mengenal tempat, maksudnya bukan hanya di Gereja/saat sekolah minggu saja, namun di rumah juga ya, Oke!. Membaca dan merenungkan firman Tuhan juga tidak mengenal waktu, siapa pun bisa melakukan di pagi hari, siang hari, sore hari maupun malam hari, seperti judul firman Tuhan kita pada hari ini yaitu: “kurenungkan firman-Mu siang dan malam”.
Oh ya, sebelumnya pamong akan bertanya kepada anak-anak yang hadir minggu yang lalu. apakah sudah menjalankan melakukan misi yang diberikan pamong minggu lalu? sudahkah para orang-tua mengajarkan/menceritakan kisah Alkitab kepada anak-anaknya saat di rumah?, rutinkah melakukannya? sesering apakah? dan cerita Alkitab apakah yang disampaikan oleh para orang-tua kepada anak-anak? Pamong berharap anak-anak mengingat dan melakukan misi yang ditugaskan minggu lalu ya. Lalu untuk misi kedua, Sudahkah anak mencari satu ayat favorit di dalam Alkitab untuk ditulis diingat? jikalau sudah, maka bisa menunjukkan kepada pamong untuk diapresiasi.
Inti Penyampaian
Anak madya yang dikasihi Tuhan,
Bacaan Alkitab kita hari ini terambil dari Kitab Perjanjian Lama, yaitu kitab Mazmur 1:1-3 (dibacakan secara bergantian). Di akhir bacaan Alkitab, pamong berucap: “Yang berbahagia ialah mereka yang senantiasa membaca, memelihara dan melakukan Firman Tuhan dalam hidup keseharian.”
Kalau tadi kita sudah membaca bacaan Alkitab Mazmur 1:1-3 (karena isi dari kitab Mazmur adalah merupakan puji-pujian), maka sekarang mari kita mendengarkan Mazmur tersebut dinyanyikan ya. Pamong memutar video musik akustik Mazmur 1:1-3 misalnya seperti ini.
(Pamong membacakan ulang Mazmur 1:1, setelah itu bertanya kepada anak-anak). Siapa yang mau hidupnya bahagia dan diberkati oleh Tuhan? Semua orang pasti ingin hidupnya bahagia ya? Tidak ada yang mau hidup susah, sedih, menderita. Semua pasti ingin hidupnya diberkati Tuhan. Betul atau tidak?. Nah, bagaimana caranya ya? Di dalam ayat 1, dikatakan bahwa untuk memiliki kehidupan yang berbahagia dan diberkati ternyata tidak mudah/tidak gampang lho. Pemazmur mengatakan bahwa hidup kita akan diberkati dan berbahagia apabila kita tidak berjalan menurut tiga kategori manusia, yakni: orang fasik, orang berdosa, dan pencemooh.
Mari kita perhatikan satu persatu.
Yang pertama yang tidak hidup menurut nasihat orang fasik. Siapakah orang fasik itu? Orang fasik adalah orang yang tidak beriman, orang yang jahat, yang tidak percaya Tuhan dan tidak mengandalkan Tuhan. Jadi dia berjalan sekehendak hatinya sendiri. Jadi jika kita mengikuti anjuran dan nasihat orang fasik, pasti kita akan turut terjerumus dalam kesesatan.
Yang kedua. Mazmur ayat 1 juga mengungkapkan bahwa yang berbahagia ialah mereka yang tidak berdiri di jalan orang berdosa. Nah, orang berdosa adalah orang yang melakukan hidup berbalikan dengan kehendak Tuhan. Jadi ia sibuk menuruti hawa nafsu dan keinginannya sendiri. Ia sama sekali tidak mau melakukan kehendak Tuhan.
Yang ketiga, mereka yang tidak berada dalam kumpulan pencemooh. Tahukah anak-anak apa dan bagaimanakah pencemooh itu? Ya. Pencemooh adalah orang yang kesukaannya mencari-cari kesalahan, menghakimi, mengejek, mengkritik, menggosip dan merendahkan sesamanya.
Penerapan
Anak-anak Madya yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus…
Kita telah memeroleh anugerah kehidupan dan keselamatan. Karena sudah menerima kebaikan Tuhan Allah, maka kita harus menanggapinya dengan cara merawat anugerah. Merawat anugerah dapat kita lakukan dengan cara memilih untuk tidak hidup sebagaimana pola ketiga kategori manusia tadi. Jadi tidak hidup seperti orang fasik, orang berdosa, dan pencemooh. Sebab dengan hidup semacam itu, artinya kita menyingkirkan berkat dan anugerah Tuhan yang telah kita terima. Ibarat tumbuhan, maka kita tidak akan menjadi seperti pohon yang rindang, segar, menghasilkan buah, melainkan menjadi seperti sekam yang ditiup angin.
Jika hidup seperti orang fasik, orang berdosa, dan pencemooh, malah menjauhkan anugerah Tuhan, maka supaya kita dapat merawat anugerah Tuhan Allah, maka mari melakukan seperti yang pemazmur ungkapkan di ayat kedua:”..kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Artinya merenungkan firman Tuhan setiap saat, bukan hanya seminggu sekali, bukan hanya karena paksaan, melainkan di segala situasi atau keadaan dan secara konsisten atau terus menerus. Itulah cara yang tepat untuk merawat anugerah keselamatan dan kehidupan yang dikaruniakan Tuhan.
Yuk, semakin semangat dan rajin merenungkan firman Tuhan yang adalah anugerah Tuhan. Saat rasa malas datang untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan yang ada di dalam Alkitab, ingatlah selalu pada ayat hafalan hari ini ya, ”..kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam”. Dan apabila papa, mama, kakak, yangkung, yangti yang ada di rumah lupa untuk melakukan saat teduh, berdoa bersama, dan membaca Alkitab bersama, anak-anak tidak boleh sungkan untuk mengingatkan mereka Oke!. Tuhan Yesus memberkati.
Aktivitas
Ajak anak Madya untuk memujikan/mendaraskan Mazmur 1:1-3 dengan versi dan kreativitas mereka sendiri-sendiri.