Dari Biasa Menjadi Luar Biasa Tuntunan Ibadah Natal Anak 25 Desember 2022

12 December 2022

Tahun Gerejawi: Natal
Judul: Dari Biasa menjadi Luar Biasa
Tema: Kelahiran Yesus/ Penggenapan

Bacaan Alkitab: Lukas 2:1-7
Ayat Hafalan: “Dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.” (Lukas 2 : 7 )

Lagu Tema: KJ 119 “Hai dunia, Gembiralah”, KJ 123 “S’lamat, s’lamat datang”

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Lukas menuliskan sebuah kesaksian tentang lahirnya Yesus Kristus begitu teliti dan jeli dengan menyertakan fakta sejarah (Ayat 2 : 1 – 3). Hal ini meyakinkan semua orang, bahwa kelahiran Yesus adalah bagian dari sejarah, yaitu ketika Kaisar Agustus memerintah. Yesus lahir melalui seorang perempuan bernama Maria. Siapa dia ? Seorang perawan sederhana yang mengaku bahwa dirinya adalah hamba Tuhan, sehingga sekalipun harus mengemban tugas yang begitu berat menjadi ibu bagi Yesus Kristus, ia tetap mengatakan, “jadilah kehendak-Mu” (Lukas 1 : 28). Yesus lahir dalam rengkuhan seorang laki-laki bernama Yusuf. Siapa Dia ? Seorang laki-laki yang tulus dan rendah hati. Siap menjalankan segala hal yang mungkin tidak biasa (menikahi seorang perempuan yang sudah mengandung) hanya karena Tuhan yang memintanya.

Mereka berdua menempuh perjalanan jauh, dari kota Nazaret di Galilea ke Kota Betlehem di Yudea. Perjalanan itu penuh perjuangan karena kondisi Maria yang sedang hamil besar. Namun demikian, mereka tetap setia melakukan tugas panggilannya dengan sungguh-sungguh. Bukan kebetulan jika Yesus ada dalam pangkuan dua orang berjiwa besar seperti mereka.

Kesulitan bertambah ketika tiba di Betlehem, tibalah waktunya bagi maria untuk bersalin. Tepat menjelang Yesus lahir, tidak ada tempat buat Yusuf dan Maria yang hendak melahirkan untuk beristirahat. Alkitab tidak menuliskan bahwa tempat penginapan itu sudah penuh, tapi tertulis tidak ada tempat bagi mereka. Ada banyak tafsiran akan hal ini, dan salah satunya adalah : inilah sebenarnya salah satu bentuk awal penolakan manusia akan tawaran keselamatan dan kedamaian. Bukankah ini sebenarnya sikap orang Yahudi yang menolak kehadiran Juruselamat? Di beberapa bagian injil, kita sering menjumpai tema-tema penolakan terhadap Mesias.

Meskipun ada kesulitan, akhirnya Yesus terlahir dan dibungkus dengan lampin dan dibaringkan di Palungan. Inilah bentuk kesederhanaan. Ia berada di tempat yang seharusnya bukan untuk Raja. Gambaran tempat hidupnya orang kecil dan sederhana, yang hampir tidak pernah diperhatikan oleh para penguasa dan orang-orang berada. Kelahiran Yesus di palungan itu menjadi awal perubahan, dari situasi yang sederhana ada harapan yang luar biasa. Keselamatan bagi seluruh bangsa. Semua itu terjadi karena Maria dan Yusuf setia dan rela berjuang mengemban tugas yang diberikan oleh Allah.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah kelahiran Yesus.

Alat Peraga: Pamong menyiapkan boneka dan kain putih.

Pendahuluan
(Pamong dapat bermain peran secara monolog sebagai Maria). Permisi.. permisi.. saya baru saja melahirkan. Ini bayi saya. Bolehkah saya duduk di sini. saya ingin bercerita kepada anak-anak yang imut semua di sini. Sebelumnya, ayo kita menyanyi bersama dulu : KJ 123 “S’lamat, S’lamat Datang”

Inti Penyampaian
Anak-anak, namaku Ibu Maria. Aku tinggal di kota Nazaret di Galilea. Beberapa waktu lalu, Kaisar Agustus menyuruh semua orang untuk mendaftarkan diri di kotanya sendiri. Maka pergilah kami, aku dan Yusuf tunanganku, ke Yudea, di kota Betlehem. Waktu itu aku sedang hamil besar, mengandung anak ini (sambil menunjukkan boneka bayi). Perjalanan yang kami tempuh cukup jauh dan lama. Anak-anak pernah melihat orang hamil yang perutnya besar nggak? Bagaimana jalannya? (ajak anak-anak balita memeragakannya).

Tahu tidak, ketika aku sampai di gerbang “Selamat datang di kota Betlehem” aku sangat senang. “Horeee.. akhirnya sampai” (dengan ekspresi bahagia). Aku ingin melompat karena girang, tapi nggak bisa karena perutku berat. Tapi, (ekspresi sedih) aku juga nggak jadi bahagia, aku sedih. Ada yang tahu, kenapa ibu Maria sedih? Setiap kali mengetuk pintu penginapan, baru “tok..tok..tok” belum bertanya sudah dijawab “maaf, tidak ada tempat”. Kami berpindah ke penginapan yang lain. Jawabannya sama. Apa jawabnya? Betul “maaf, tidak ada tempat!”. Kami berjalan lagi dan mengetuk lagi “tok..tok..tok” jawabnya sama lagi. Apa jawabnya? (minta anak-anak menjawab) “maaf, tidak ada tempat!”

Dhuh, gimana ini. Kami bingung, perutku sudah sakit sekali tapi tidak ada penginapan. Namun, karena kebaikan Tuhan, persalinanku lancar, aku melahirkan bayi laki-laki ini. Saya bungkus dengan lampin dan saya taruh di palungan. Saya yang awalnya bingung dan sedih akhirnya bahagia karena Tuhan bersama kami. Ada bayi Yesus yang sudah lahir dan tinggal bersama kami.

Penerapan
Anak-anak, mari berbahagia bersamaku dan semua orang di dunia yang menyambut kelahiran Yesus ke dunia sebagai juruselamat manusia. Yach…bayi yang kugendong ini disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Yuk…kita bersukaria, karena bayi yang kugendong ini akan menjadi Juruselamat manusia yang banyak berbuat dosa. Mari kita bernyanyi : “Hai, Dunia, Gembiralah”

Aktivitas
Anak-anak diajak untuk mewarnai gambar Maria Yusuf dan bayi Yesus di palungan. Misalnya seperti gambar ini


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:

  1. Anak dapat menunjukkan perjuangan Yusuf dan Maria mengemban tugas dari Allah.
  2. Anak dapat menunjukkan sikap rela berjuang dalam menyambut kedatangan Yesus.

Alat Peraga: Gambar-gambar pertandingan sepakbola, lari, dan basket.

Pendahuluan
Anak-anak, siapa yang pernah mengikuti sebuah pertandingan? Atau melihat suatu pertandingan? Pertandingan apa saja yang pernah kalian lihat (beri kesempatan anak-anak pratama menjawab. Bisa juga dengan menunjukkan berbagai pertandingan yang disiapkan). Apa yang dilakukan sebelum pertandingan itu tiba? Yang pasti adalah persiapan. Persiapan dan latihan dilakukan untuk menyambut sebuah pertandingan. Mengapa? Supaya ketika pertandingan tiba, orang siap untuk mengikutinya. Contohnya : pertandingan sepakbola, semua pemain harus melatih fisiknya, mengetahui aturan mainnya, dsb. Mungkin tidak mudah dan melelahkan, namun setiap pemain yang akan menyambut pertandingan akan rela berjuang dengan semangat supaya tidak mengecewakan.

Inti Penyampaian
Anak-anak, segala hal yang baik itu tidak tiba-tiba datangnya, namun membutuhkan perjuangan. Begitu juga dengan cerita natal hari ini. Kelahiran Tuhan Yesus adalah kebahagiaan bagi semua orang. Namun sebelum itu, ada dua orang yang telah berjuang keras demi Yesus lahir ke dunia dengan keadaan baik. Mereka adalah Yusuf dan Maria. Seperti apa perjuangannya? Perjuangan menjadi orang tua Yesus. Maria dan Yusuf mengemban tugas besar sebagai keluarga Yesus, juru selamat manusia. Di satu sisi, ini adalah tugas yang membahagiakan tapi sekaligus berat.

Seperti dalam bacaan hari ini, ketika Maria sedang hamil tua dengan perut besar, mereka berdua menempuh perjalanan panjang dari Nazaret ke Betlehem. Yuk kita bayangkan ya, kalian pernah melihat ibu-ibu yang hamil besar? Bagaimana jalannya? (beri kesempatan anak-anak untuk mengungkapkannya) Pasti tidak mudah, berjalan saja susah apalagi perjalanannya jauh. Namun, jika akhirnya mereka sampai di Betlehem dengan selamat, pastilah karena Yusuf sangat membantu Maria.

Yusuf dan Maria rela berjuang di tengah kesulitan yang dihadapi. Mereka berdua setia dan semangat, sehingga tiba di tujuan dengan selamat. Tapi ternyata perjuangan mereka tidak selesai sampai di situ, karena begitu tiba di tujuan mereka tidak mendapat tempat menginap. Wah, ternyata perjuangan mereka luar biasa. Karena mereka tidak putus asa, maka akhirnya perjuangan itu berakhir indah. Tuhan Yesus terlahir ke dunia dengan selamat sekalipun harus berada di palungan yang sederhana, bukan di tempat yang layak untuk seorang Raja seperti Dia.

Penerapan
Anak-anak, mari belajar dari Yusuf dan Maria yang selalu semangat mengemban tugas dan berjuang dengan rela hati untuk menyambut kelahiran Yesus. Persiapan yang sudah dilakukan oleh Maria dan Yusuf sebelum Yesus lahir sangatlah besar. Mari belajar meneladan mereka.

Aktivitas: Anak-anak pratama diajak untuk mengerjakan labirin perjalanan Yusuf dan Maria dari Nazaret ke Betlehem.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menunjukkan perjuangan Yusuf dan Maria mengemban tugas dari Allah.
  2. Anak dapat menunjukkan sikap rela berjuang dalam menyambut kedatangan Yesus.

Pendahuluan
Selamat hari Natal anak-anak. Siapa yang tahu artinya “natal”? Sebenarnya, Natal itu artinya lahir atau kelahiran. Namun, banyak orang mengenal Natal sebagai hari raya orang Kristen untuk memperingati lahirnya Tuhan Yesus. Siapa yang pernah melihat bayi yang baru lahir? Adakah yang tahu, apa saja yang dipersiapkan oleh keluarga yang akan menerima bayi? (ajak anak-anak yang mempunyai adik untuk mengingat sebelum adik bayinya lahir, apa yang dilakukan oleh orang tuanya : seperti membeli berbagai perlengkapan bayi, menyiapkan tempat tidur bayi, dsb.). Selain menyiapkan barang-barang, juga menyiapkan hati karena kelahiran seorang bayi itu tidak selalu lancar. Ada yang terpaksa dioperasi sesar. Apakah ada di antara anak-anak yang dulu lahirnya sesar? Ada yang ibunya kemudian pendarahan, dan masih ada yang lain. Wah, ternyata butuh perjuangan juga ya.

Inti Penyampaian
Hal yang sama juga dialami oleh Yusuf dan Maria. Sebelum Yesus lahir dalam keluarga mereka, Yusuf dan Maria juga harus rela berjuang. Seperti apa perjuangannya? Mereka berdua berjuang mengemban tugas besar dengan menjadi orang tua Yesus. Di satu sisi, ini adalah tugas yang membahagiakan tapi sekaligus berat. Seperti dalam bacaan hari ini, ketika Maria sedang hamil tua dengan perut besar, mereka berdua menempuh perjalanan panjang dari Nazaret ke Betlehem. Yuk kita bayangkan ya, kalian pernah melihat ibu-ibu yang hamil besar? Bagaimana jalannya? (beri kesempatan anak-anak untuk memeragakannya) Pasti tidak mudah ya, berjalan aja susah apalagi perjalanannya jauh. Namun, jika akhirnya mereka sampai di Betlehem dengan selamat, pastilah karena Yusuf sangat membantu Maria.

Yusuf dan Maria rela berjuang di tengah kesulitan yang dihadapi. Tapi mereka berdua tetap setia dan selalu semangat, sehingga tiba di tujuan dengan selamat. Tapi ternyata perjuangan mereka tidak selesai sampai di situ, karena begitu tiba di tujuan mereka tidak mendapat tempat menginap. Mungkin, di tengah kelelahan mereka harus mengetok pintu demi demi pintu penginapan. Namun, tetap tidak ada. Wah, ternyata perjuangan mereka luar biasa. Yang istimewa, mereka tidak putus asa, sehingga akhirnya perjuangan berakhir indah. Tuhan Yesus terlahir ke dunia dengan selamat sekalipun harus berada di palungan, bukan di tempat yang layak. Yesus yang luar biasa lahir di tempat yang sangat sederhana.

Penerapan
Anak-anak, mari belajar dari Yusuf dan Maria yang selalu semangat mengemban tugas dan berjuang dengan rela hati untuk menyambut kelahiran Yesus. Semangat juang yang besar dan dilakukan dengan setia itu dapat menjadikan sesuatu yang sederhana menjadi luar biasa. Mari berterima kasih pada orang tua kita yang sudah berjuang sejak sebelum kita lahir, mari bersyukur karena kelahiran Yesus adalah buah dari perjuangan Maria dan Yusuf.

Aktivitas:
Anak-anak diajak untuk membuat palungan dari kertas dan kapas. Lalu foto bayi Yesus diletakkan di dalamnya. (bisa menggunakan kertas bekas, untuk dimaknai : dari kertas biasa dan sederhana bisa menjadi sesuatu yang luar biasa). Sesudah itu, dibawa pulang untuk diberikan kepada orang tua atau keluarga yang selama ini berjuang untuk anak-anak.

Tutorial membuat palungan kertas (kotak kertas) sederhana bisa dilihat di youtube: cara membuat box dari kertas bekas sendiri atau yang lain.

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak