Saling Menopang Tuntunan Ibadah Anak 1 Januari 2023

19 December 2022

Tahun Gerejawi: Tahun Baru
Tema: Tahun Baru

Bacaan Alkitab: Roma 15:1-13
Ayat Hafalan:Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.” (Roma 15:1)

Lagu: Bukan Kuat, Bukan Gagah (https://youtu.be/EA_fuBmxLGQ)

Penjelasan Teks ( Hanya Untuk Pamong)
Rasul Paulus bukanlah pendiri jemaat Roma sebab ia tidak pernah mengabarkan Injil sampai kota Roma (lihat Roma 15:22-24). Beberapa kali mempunyai niat untuk pergi ke Roma tetapi selalu gagal. Lalu siapakah pekabar Injil di kota Roma? Kemungkinan besar jemaat Roma mengenal Kristus melalui orang-orang Kristen-Yahudi, seperti melalui Akwila dan Priscilia.

Dalam beribadah, jemaat Roma melakukan peribadahan dari rumah ke rumah. Hal ini disebabkan oleh banyak ancaman pada orang-orang Yahudi yang telah menjadi pengikut Kristus. Ibadah jemaat diselenggarakan secara tertutup karena banyak orang yang tidak menyukai orang Kristen karena dianggap bertentangan dengan ajaran agama-budaya-suku yang bersifat gnostic-filosofis (pengenalan akan Allah berdasarkan filsafat Yunani-Roma). Puncak ketidak-sukaan terhadap agama Kristen adalah peristiwa pembantaian orang Kristen pada masa Kaisar Nero. Kaisar Nero memerintah dari tahun 54 – 68. Ancaman ini telah menimbulkan ketakutan dan kekalutan dalam persekutuan Kristen di Roma. Beberapa di antara anggota jemaat yang tidak sanggup menanggung sengsara berbalik mengikuti cara hidup lama. Peristiwa pembantaian terencana itu menyebabkan orang Kristen melarikan diri ke wilayah perbukitan dan bersembunyi di dalam gua-gua.

Konteks yang diuraikan di atas menjadi salah satu latar belakang penulisan surat kepada jemaat Kristen di kota Roma. Adapun tujuan Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat Kristen di Roma adalah:

  1. Rasul Paulus memberikan penghiburan dan penguatan anggota jemaat Kristen di Roma yang sedang menghadapi ancaman kelompok-kelompok masyarakat.
  2. Di dalam surat ini, Rasul Paulus mempertanggungjawabkan iman Kristen kepada semua orang yang menolaknya
  3. Surat ini juga berisi pengajaran (dogma atau dokrin) tentang karya penyelamatan dan pembebasan yang dianugerahkan Allah melalui pekerjaan Kristus-Yesus kepada umat manusia baik orang Israel maupun non Israel.

Dalam situasi yang sulit, jemaat harus bertahan dalam iman pada Yesus Kristus. Melalui bacaan ini, Rasul Paulus memberi kunci untuk tetap bertahan dalam iman yaitu “Saling Menguatkan”, yang kuat menopang yang lemah agar semua orang percaya memuliakan Tuhan. Dengan saling menguatkan, maka bisa bersama-sama menghadapi masalah.

Refleksi Pamong
Tak dapat dipungkiri, semangat untuk melayani kita kadang-kadang mengalami turun naik. Ada berbagai macam sebab yang membuat semangat melayani itu turun naik, antara lain : kesibukan pekerjaan, kesibukan mengurus rumah tangga, persoalan antar Pamong dan persoalan pribadi. Akibatnya pelayanan yang kita kerjakan menjadi tidak optimal. Dampaknya anak-anak yang kita layani juga hasilnya tidak optimal. Melalui firman Tuhan hari ini, kita diingatkan oleh Rasul Paulus bahwa keberhasilan sebuah pelayanan, sangat ditentukan oleh kerelaan para Pamong untuk saling menopang antara “yang bisa melayani” dengan “yang tidak bisa melayani”, antara “yang kreatif” dengan “yang tidak tidak kreatif”, antara “yang rajin menggantikan teman yang absen” dengan “teman yang datang jika ada jadual saja” . Dengan saling menopang, maka setiap Pamong akan tumbuh bersama dalam iman, yang kuat menopang yang lemah seperti yang dianjurkan oleh Rasul Paulus.

Pertemuan Pamong yang dilakukan secara rutin adalah salah satu media untuk tumbuh bersama dalam iman. Hal baik ini dapat dilakukan secara rutin agar semangat pelayanan terjaga dengan baik.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak menirukan Roma 15:1

Alat Peraga

  1. Pamong menyiapkan batu yang besar atau meja yang berat atau barang lain.
  2. Pamong menyiapkan tulisan Roma 15:1 sebagai ayat hafalan. Pamong juga bisa mengganti kata-kata tertentu dengan gambar seperti : kata kuat, lemah dan senang

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

(Pamong menunjukkan alat peraga)

Hayo…..siapakah yang bisa memindahkan benda ini dari ke sini sampai ke sana (Pamong dapat menentukan tempatnya. Pamong dapat meminta setiap anak untuk mencobanya. Jika ada anak yang tidak bisa mengangkatnya, Pamong dapat bertanya pada anak-anak apa yang harus dilakukan agar anak tersebut dapat membawa benda ini ke tempat yang dituju. Jika semua anak dapat mengangkat benda yang berat itu, Pamong dapat mencari benda lain yang lebih berat. Harapannya ada anak yang mau membantu sehingga anak yang tidak kuat akhirnya bisa juga membawa benda tersebut)

Wah….kalian sungguh hebat. Tadi…siapa ya yang kuat membawa benda yang pertama? (Jika ada yang tidak kuat membawa benda yang pertama). Tadi saya melihat ada yang tidak kuat membwa benda yang pertama. Dan hebatnya….ada di antara kalian yang mau membantunya sehingga temanmu dapat membawa benda itu ke tempat yang seharusnya. Sungguh luar biasa. Yuk…kita bertepuk tangan atas kehebatan kalian.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Hari ini kita akan menghafalkan ayat yang terambil dari Roma 15:1. Rasul Paulus mengajak jemaat Roma untuk saling menolong seperti yang kalian lakukan tadi, yaitu yang kuat mebantu yang lemah.
Kita, yang kuat (Pamong dapat menunjukkan gambar orang kuat), wajib menanggung kelemahan (Pamong dapat menunjukkan gambar orang lemah), orang yang tidak kuat
dan jangan kita mencari kesenangan (Pamong dapat menunjukkan gambar senyum), kita sendiri

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
Hayo…siapakah yang sudah bisa menghafalkan ayat tadi. Yuk…kita ulang lagi ya (Pamong mengajak anak-anak untuk menghafal lagi). Nah…sekarang. Siapakh yang berani maju ke depan untuk menghafalkan Roma 15:1


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:

  1. Anak dapat menyebutkan sikap orang yang kuat dan orang yang lemah
  2. Anak dapat memberikan contoh sikap saling menguatkan dalam kehidupan sehari-hari

Alat Peraga: Pamong dapat menyiapkan alat gambar pohon tumbang seperti gambar ini.

Pendahuluan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

(Pamong menunjukkan alat peraga)

Coba kalian perhatikan gambar yang saya pegang ini. Kira-kira….bisakah orang yang berbaju orange itu mengangkat seorang diri pohon yang tumbang tersebut? (Beri waktu anak-anak untuk menjawabnya). Ya betul. Tentu saja orang itu tidak mampu mengangkat pahon itu seorang diri. Lalu apa yang dilakukan orang tersebut? Coba kalian perhatikan gambar ini dengan baik. Apa yang dipegang oleh orang itu? Yach…alat pemotong kayu. Meskipun ia telah dibantu oleh alat pemotong kayu, tentu saja ia masih membutuhkan bantuan orang lain untuk memindahkan kayu agar jalan bisa dilalui.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan Yesus,

Bacaan kita hari ini diambil dari Roma 15:1-13. Mari kita baca secara bergantian. Ini adalah nasihat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma. Saat itu orang Kristen di Roma sedang dalam ketakutan sebab orang Kristen banyak yang kejar-kejar bahkan dibunuh karena banyak orang tidak suka dengan agama Kristen.

Dalam keadaan seperti itu, Rasul Paulus meminta pada jemaat yang imannya masih kuat menghadapi ancaman untuk mendukung jemaat lain yang mulai goyah imannya karena tidak kuat akan ancaman dari luar.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

(Pamong menunjukkan gambar peraga)

Seperti orang yang sedang memotong pohon yang tumbang. Ia membutuhkan bantuan orang lain agar pohon yang tumbang itu segera bisa dipindahkan dan lalu lintas bisa lancar kembali. Demikian juga dengan kita. Coba kalian perhatikan siapakah di antara teman-temanmu yang mulai jarang ke gereja untuk beribadah berasama-sama dengan kita. Wah…sudah saatnya kita mengunjungi mereka. Siapa tahu mereka sedang bersedih atau ada sesuatu hal sehingga tidak pergi beribadah. Ayo…sekarang kita mendaftar siapa saja yang perlu kita kunjungi sambil kita mengucapkan Selamat Tahun Baru pada mereka. Siapa tahu minggu depan mereka bisa bersama-sama dengan kita beribadah. Tentu kita akan sangat senang jika beribadah berasama-sama lagi (Pamong memimpin anak-anak untuk mendaftar anak-anak yang mulai jarang beribadah dan merancang waktu kunjungan)

Aktivitas: Membuat Kartu Ucapan Selamat Tahun Baru
Pamong menyiapkan bahan untuk membuat kartu selamat Tahun Baru untuk teman-teman yang akan mereka kunjungi.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan

  1. Anak dapat menyebutkan sikap orang yang kuat dan orang yang lemah
  2. Anak dapat memberikan contoh sikap saling menguatkan dalam kehidupan sehari-hari

Alat Peraga: Pamong menyiapkan alat Peraga yang terdapat di Jenjang Pratama

Pendahuluan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

(Pamong menunjukkan alat peraga)

Coba kalian perhatikan gambar yang saya pegang ini. Kira-kira….bisakah orang yang berbaju orange itu mengangkat seorang diri pohon yang tumbang tersebut? (Beri waktu anak-anak untuk menjawabnya). Ya betul. Tentu saja orang itu tidak mampu mengangkat pahon itu seorang diri. Lalu apa yang dilakukan orang tersebut? Coba kalian perhatikan gambar ini dengan baik. Apa yang dipegang oleh orang itu? Yach…alat pemotong kayu. Meskipun ia telah dibantu oleh alat pemotong kayu, tentu saja ia masih membutuhkan bantuan orang lain untuk memindahkan kayu agar jalan bisa dilalui.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan Yesus,

Bacaan kita hari ini diambil dari Roma 15:1-13. Mari kita baca secara bergantian. Ini adalah nasihat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma. Saat itu orang Kristen di Roma sedang dalam ketakutan sebab orang Kristen banyak yang kejar-kejar bahkan dibunuh karena banyak orang tidak suka dengan agama Kristen.

Dalam keadaan seperti itu, Rasul Paulus meminta pada jemaat yang imannya masih kuat menghadapi ancaman untuk mendukung jemaat lain yang mulai goyah imannya karena tidak kuat akan ancaman dari luar.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

(Pamong menunjukkan gambar peraga)

Seperti orang yang sedang memotong pohon yang tumbang. Ia membutuhkan bantuan orang lain agar pohon yang tumbang itu segera bisa dipindahkan dan lalu lintas bisa lancar kembali. Demikian juga dengan kita. Coba kalian perhatikan siapakah di antara teman-temanmu yang mulai jarang ke gereja untuk beribadah berasama-sama dengan kita. Wah…sudah saatnya kita mengunjungi mereka. Siapa tahu mereka sedang bersedih atau ada sesuatu hal sehingga tidak pergi beribadah. Ayo…sekarang kita mendaftar siapa saja yang perlu kita kunjungi sambil kita mengucapkan Selamat Tahun Baru pada mereka. Siapa tahu minggu depan mereka bisa bersama-sama dengan kita beribadah. Tentu kita akan sangat senang jika beribadah berasama-sama lagi (Pamong memimpin anak-anak untuk mendaftar anak-anak yang mulai jarang beribadah dan merancang waktu kunjungan)

Aktivitas: Membuat Kartu Ucapan Selamat Tahun Baru
Pamong menyiapkan bahan untuk membuat kartu selamat Tahun Baru untuk teman-teman yang akan mereka kunjungi.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak