Tahun Gerejawi : Transfigurasi
Tema : Transfigurasi
Bacaan Alkitab: Matius 17:1-13
Ayat Hafalan : “Ya Allah semesta alam, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat.” (Mazmur 80:8)
Lagu Tema :
- Kidung.Ria 62 “Allah Kuasa Melakukan segala Perkara”
- Kidung.Ria 140 “Senyum dan berwajah gembira”
- Kidung Jemaat 424 “Yesus menginginkan daku”
Penjelasan Teks
Peristiwa tentang Yesus dimuliakan di atas gunung ini terjadi enam hari setelah peristiwa dimana Petrus mengakui bahwa Yesus adalah Mesias. Dalam peristiwa ini ada Petrus, Yakobus dan Yohanes yang diajak oleh Yesus untuk berdoa di atas gunung dan diperkenankan untuk menyaksikan bagaimana kemuliaan terpancar pada Yesus, yang tampak bersama dengan Elia dan Musa.
Peristiwa Yesus dimuliakan di atas gunung ini juga disebut dengan Transfigurasi. Dengan kata lain, transfigurasi merupakan berubahnya Yesus : wajahNya tampak seperti matahari dan pakaianNya menjadi putih bersinar seperti terang. Suasanya kemudian dilingkupi awan terang dan dalam suasana yang demikian terjadilah momen dimana Yesus dinyatakan sebagai Mesias dan Anak Allah. suasana kemuliaan itu menandakan kehadiran Raja, karena Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengah umatNya (Luk 17:21). Oleh sebab itu, para murid diutus untuk mendengarkan Yesus.
Peristiwa ini sekaligus juga untuk meneguhkan iman para murid yang mudah goyah oleh pemikiran dan paham-paham. Apalagi Yesus yang diharap-harapkan sebagai penyelamat secara politis bahkan diakui sebagai Mesias, namun tidak bisa diterima nalar para murid bila sang Penyelamat harus menderita sampai mati sebelum dibangkitkan. Apalagi sebagai murid Yesus mereka harus bersedia mengikut Dia dan turut dalam penderitaan ‘memikul salib’.
Dengan demikian, transfigurasi merupakan peristiwa penting dalam iman orang percaya sebab Yesus dalam diri pribadi manusia sepenuhnya dimuliakan dan dinyatakan kekuasaanNya. Peristiwa ini semestinya menjadi titik balik iman para pengikut Yesus bahwa dalam kemuliaan yang agung, hadirnya Kerajaan Allah di tengah dunia, di jalani dengan sepenuh hidup dalam segala kerendahan hati dan rela menempuh penderitaan demi menyelamatkan ciptaan Allah yakni dunia ini.
Refleksi Pamong :
Yesus adalah Mesias. Yesus adalah benar-benar Juru Selamat. Dalam segala kekuasaan dan kemuliaanNya rela merendahkan dirinya untuk mengorbankan hidupNya menyelamatkan ciptaan. Maka seyogyanya sebagai pengikut Kristus yang dipanggil untuk ambil bagian melayaniNya, secara khusus melalui anak-anak juga dituntut untuk setia dalam tugas panggilan dengan penuh kerendahan hati untuk sepenuhnya dikuasi oleh Kristus. Pelayanan dijalani bukan karena kemampuan pribadi, tetapi penyerahan diri penuh pada Kristus.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan : Anak dapat menceritakan kembali kisah kemuliaan Yesus diatas gunung.
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus..
Ayo kita tersenyum dulu, senyum pada teman sebelah kanan… (menoleh ke kanan) Senyum kepada teman sebelah kiri (menoleh ke kiri). Kenapa kita harus tersenyum pada teman-teman kita? (menunjukkan wajah yang bahagia, ceria, penuh kasih) Karena tersenyum itu tanda sayang kita dan membuat orang yang melihatnya juga ikut bahagia. Ayo kita senyum lagi… sambil bernyanyi “Senyum dan Berwajah gembira”
Inti Penyampaian
Anak-anak, tadi kita sudah belajar.. tersenyum itu tandanya apa?? (menyayangi teman). Menyayangi Tuhan Yesus juga dong.. bukan hanya teman atau ayah ibu saja. Nah anak-anak, kalau kita tersenyum wajah kita nampak ceria sekali.. bahkan kelihatan berseri-seri.. seperti bersinar..
Tahukah bahwa Tuhan Yesus wajahnya juga bersinar-sinar? Pada waktu itu Tuhan Yesus mengajak tiga orang muridnya untuk pergi ke atas gunung, menemani Yesus berdoa. Murid-murid Yesus itu namanya : Petrus, Yakobus dan Yohanes.
Siapa nama tiga murid Yesus tadi?? Benar.. Petrus, Yakobus dan Yohanes.
Lalu waktu Tuhan Yesus berdoa, murid-muridnya melihat wajah Yesus bersinar. Selain Yesus, ada Musa dan Elia di samping Yesus. Petrus, Yakobus dan Yohanes senang sekali melihat mereka.
Setelah itu ada suara.. katanya begini “Inilah anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah aku berkenan, dengarkanlah Dia”
Nah mendengar itu, murid-murid jadi takut.. sampai mereka tersungkur di tanah. Ayo.. coba, tersungkur di tanah itu seperti apa? (tunjukkan anak-anak dengan gerakan tersungkur di tanah).
Tapi Tuhan Yesus berkata “Jangan takut, ayo berdirilah..” jadi mereka kembali berdiri.
Nah, pengalaman itu membuat mereka percaya kepada Yesus. Anak-anak, Yesus sangat mengasihi murid-muridnya. Wajah Yesus yang bersinar itu bukti kalau kasih Yesus besar, selalu menyinari hari-hari kita. Kasih Yesus untuk murid-muridnya juga untuk kita semua.. anak-anak Tuhan Yesus..
Penerapan
Baiklah anak-anak.. sekarang kita juga akan belajar untuk mengasihi teman.. mengasihi ayah ibu.. mengasihi kakak adik.. kakek nenek.. dan mengasihi Tuhan Yesus. Mengasihi dengan tersenyum, bukan cemberut atau marah-marah. Ayooo.. coba tersenyum lagi.. tunjukkan wajahnya yang berseri.. yang bersinar..
Aktivitas : Menyanyi “Senyum dan berwajah gembira” dengan menunjukkan senyum yang ceria.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA :
Tujuan :
- Anak dapat menceritakan kembali kisah kemuliaan Yesus di atas gunung.
- Anak dapat menyebutkan tanda-tanda kemahakuasaan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Alat Peraga : Macam-macam gambar untuk aktivitas. (Gambar tersedia di CD)
Bahasa Indonesia
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak..
Ayo kita saling memberi salam dengan senyum yang paling maniiiisss pada teman sebelah kanan dan teman sebelah kiri.. “Shalom , apa kabar?”
Sekarang sambil menepuk pelan pundak temannya ya.. katakan ‘aku menyayangimu’ untuk teman sebelah kanan. lalu untuk teman sebelah kiri katakan ‘aku mengasihimu…’
(beri waktu anak-anak saling menyapa temannya)
Inti Penyampaian
Anak-anak, kita sudah saling memberi salam tadi. Sudah saling tersenyum. Sudah saling mengatakan ‘aku mengasihimu teman’. Selain teman siapa saja sih yang harus kita kasihi?? (ajak anak-anak menjawabnya).
Kita juga harus mengasihi Tuhan Yesus, karena Tuhan Yesus juga sangaaatt mengasihi kita. Tuhan Yesus berkuasa atas manusia, menciptakan lautan, gunung, daratan juga tumbuhan dan hewan. Kita juga ciptaanNya lohh dan semua ciptaanNya dikasihi Tuhan.
Ayo sekarang kita mendengarkan cerita Tuhan Yesus berdoa di atas gunung sampai wajahnya bersinar. Pada waktu itu Tuhan Yesus mengajak tiga orang muridnya untuk pergi ke atas gunung, menemani Yesus berdoa. Murid-murid Yesus itu namanya : Petrus, Yakobus dan Yohanes.
Setelah mereka sampai di atas gunung. Tuhan Yesus berdoa, lalu murid-muridnya melihat wajah Yesus bersinar. Juga di kanan dan kiri Yesus kelihatan ada Musa dan Elia. Petrus, Yakobus dan Yohanes senang sekali melihat mereka.
Lalu tiba-tiba ada suara.. katanya begini “Inilah anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah aku berkenan, dengarkanlah Dia” Mendengar itu, murid-murid jadi takut.. sampai mereka tersungkur di tanah, tapi Tuhan Yesus berkata “jangan takut, ayo berdirilah..” jadi mereka kembali berdiri.
Nah, pengalaman itu membuat mereka lebih percaya lagi kepada Yesus. Tuhan Yesus itu anak Allah yang besar kuasaNya. Kuasa Tuhan sangat besar untuk mengasihi semua ciptaanNya ini. Kuasanya tampak dari perbuatan Yesus. Anak-anak masih ingat apa saja yang Yesus lakukan??
Ayo kita ingat lagi apa yang sudah dilakukan Tuhan : (sebutkan mulai dari awal bulan penciptaan dilanjutkan: Menyembuhkan orang sakit buta dengan tanah, Yesus berkuasa atas air, Yesus meredakan angin ribut, membuat benih tumbuh menjadi tanaman besar, memelihara Elia melalui burung gagak.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, jika kita menghitungnya tadi.. banyaak sekali kuasa Tuhan dan yang paling besar dari semua itu adalah, melalui Tuhan Yesus menyelamatkan kita dari dosa. Tuhan sanggup melakukan hal yang besar, yang tidak bisa dilakukan oleh manusia.
Seperti dalam lagu “Allah kuasa melakukan segala perkara” (ajak anak menyanyikannnya)
Tuhan memberkati anak-anak semua dengan kuasanya yang besar..
Aktivitas
Berilah tanda centang dari gambar di bawah ini, manakah ciptaan (kuasa) Allah dan manakah ciptaan Manusia. (Aktivitas ini untuk kembali mengingatkan kuasa Allah dalam penciptaanNya yang sudah menjadi pembahasan dalam bulan penciptaan.)
- Gambar 1 : Yesus menyembuhkan orang sakit buta dengan tanah
- Gambar 2 : Dokter yang memeriksa pasien
- Gambar 3 : Lautan yang banyak ikannya
- Gambar 4 : Aquarium
- Gambar 5 : Yesus meredakan angin ribut
- Gambar 6 : orang memancing diatas perahu
- Gambar 7 : Biji yang tumbuh
- Gambar 8 : Menanam sayur
- Gambar 9 : Burung-burung di udara
Basa Jawa
Pendahuluan
Shallooomm…
Ayo padha paring salam karo mesem sing maniiis marang kanca ing kiwa tengene “shalom, piye kabare?”
Sepisan maneh.. saiki coba ditepuk pundak kancane.. “Aku tresna sampean…..” ning kanca sebelah tengen. “Aku sayang sampean….” kangge kanca sebelah kiwa..
Inti Penyampaian
Bocah-bocah wis padha paring salam karo mesem. Endah tenan disawang.
Ayo saiki ngrungakna cerita Gusti Yesus dedonga ing Gunung nganti pasuryane murup padhang. Mangkene critane: ing sawijining dina Gusti Yesus ngajak muride kang jenenge: Petrus, Yohanes lan Yakobus kangge munggah gunung. Ing ndhuwur gunung Gusti Yesus ndedonga.
Nalika Gusti Yesus ndedonga, para murid ngerti pasuryane Gusti Yesus dadi terang kaya ana sinare. Ing tengen lan kiwane ana Musa lan Elia. Petrus, Yakobus lan Yohane rumangsa bungah banget anggen ningali sing kaya mangkana iku. Nganti duwe pepingin bangun tanda telu kagem Yesus, Musa lan Elia.
Banjur ana swara, dawuhe “Iki Putra-Ku kinasih, sing gawe renaning penggalih-Ku. Padha rungokna!” Krungu swara mangkana iku murid-murid padha wedi nganti ndlosor ing tanah. Ananing Gusti Yesus ngendika “Padha ngadega. Aja padha wedi!”
Nah, bocah-bocah kang kinasih.. apa kang wus dialami ndadekake para murid luwih manteb anggene pracaya marang Gusti Yesus. Yesus iku Putraning Allah kang Mahakwasa. Agung sanget kwasane ing uripe manungsa iki ora ana sing bisa nyaingi.. Bocah-bocah eling toh yen Gusti Yesus wis nindake akeh pakaryan ana ing urip kita?? Ayo padha di eling-eling maneh, apa ae kang wis ditindake Gusti : (dipun sebutaken wiwit ing ‘bulan penciptaan’) Gusti paring kesarasan kagem tiyang kan wuta kaliyan tanah, Gusti Yesus kang kwasa marang banyu, Yesus ingkang dhawuhi angin supaya sirep ing tengah danau, Gusti kang nuwuhake tetumbuhan, ngrimati Elia lantaran manuk gagak.
Penerapan
Bocah-bocah kang kinasih, anggen kita ngitung pakaryane Gusti.. uaaakkkeehhh sanget.. uga sing paling gedhe dewe yaiku, lantaran Gusti Yesus ingkang nebus dosaning manungsa. Gusti bisa nindakake prakara kang gedhe, kang ora bisa dilakoni manungsa.
Kaya ana ing lagu “Allah kuasa melakukan segala perkara” (ajak bocah-bocah nyanyi)
Gusti paring berkat kagem bocah-bocah kabeh.. awit gedhe banget kwasane Gusti..
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan :
- Anak dapat menceritakan kembali kisah kemuliaan Yesus diatas gunung.
- Anak dapat menyebutkan tanda-tanda kemahakuasaan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Alat Peraga : Macam-macam gambar untuk aktivitas. (Gambar tersedia di CD)
Bahasa Indonesia
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak..
Ayo kita saling memberi salam dengan senyum yang paling maniiiisss pada teman sebelah kanan dan teman sebelah kiri.. “Shalom, apa kabar?”
Sekarang sambil menepuk pelan pundak temannya ya.. katakan ‘aku menyayangimu’ untuk teman sebelah kanan. lalu untuk teman sebelah kiri katakan ‘aku mengasihimu…’
(beri waktu anak-anak saling menyapa temannya)
Inti Penyampaian
Anak-anak, kita sudah saling memberi salam tadi. Sudah saling tersenyum. Sudah saling mengatakan ‘aku mengasihimu teman’. Selain teman siapa saja sih yang harus kita kasihi?? (ajak anak-anak menjawabnya).
Kita juga harus mengasihi Tuhan Yesus, karena Tuhan Yesus juga sangaaatt mengasihi kita. Tuhan Yesus berkuasa atas manusia, menciptakan lautan, gunung, daratan juga tumbuhan dan hewan. Kita juga ciptaanNya lohh dan semua ciptaanNya dikasihi Tuhan.
Ayo sekarang kita mendengarkan cerita Tuhan Yesus berdoa di atas gunung sampai wajahnya bersinar. Pada waktu itu Tuhan Yesus mengajak tiga orang muridnya untuk pergi ke atas gunung, menemani Yesus berdoa. Murid-murid Yesus itu namanya : Petrus, Yakobus dan Yohanes.
Setelah mereka sampai di atas gunung. Tuhan Yesus berdoa, lalu murid-muridnya melihat wajah Yesus bersinar. Juga di kanan dan kiri Yesus kelihatan ada Musa dan Elia. Petrus, Yakobus dan Yohanes senang sekali melihat mereka.
Lalu tiba-tiba ada suara.. katanya begini “Inilah anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah aku berkenan, dengarkanlah Dia” Mendengar itu, murid-murid jadi takut.. sampai mereka tersungkur di tanah, tapi Tuhan Yesus berkata “jangan takut, ayo berdirilah..” jadi mereka kembali berdiri.
Nah, pengalaman itu membuat mereka lebih percaya lagi kepada Yesus. Tuhan Yesus itu anak Allah yang besar kuasaNya. Kuasa Tuhan sangat besar untuk mengasihi semua ciptaanNya ini. Kuasanya tampak dari perbuatan Yesus. Anak-anak masih ingat apa saja yang Yesus lakukan??
Ayo kita ingat lagi apa yang sudah dilakukan Tuhan : (sebutkan mulai dari awal bulan penciptaan dilanjutkan: Menyembuhkan orang sakit buta dengan tanah, Yesus berkuasa atas air, Yesus meredakan angin ribut, membuat benih tumbuh menjadi tanaman besar, memelihara Elia melalui burung gagak.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan, jika kita menghitungnya tadi.. banyaak sekali kuasa Tuhan dan yang paling besar dari semua itu adalah, melalui Tuhan Yesus menyelamatkan kita dari dosa. Tuhan sanggup melakukan hal yang besar, yang tidak bisa dilakukan oleh manusia.
Seperti dalam lagu “Allah kuasa melakukan segala perkara” (ajak anak menyanyikannnya)
Tuhan memberkati anak-anak semua dengan kuasanya yang besar..
Aktivitas
Berilah tanda centang dari gambar di bawah ini, manakah ciptaan (kuasa) Allah dan manakah ciptaan Manusia. (Aktivitas ini untuk kembali mengingatkan kuasa Allah dalam penciptaanNya yang sudah menjadi pembahasan dalam bulan penciptaan.)
- Gambar 1 : Yesus menyembuhkan orang sakit buta dengan tanah
- Gambar 2 : Dokter yang memeriksa pasien
- Gambar 3 : Lautan yang banyak ikannya
- Gambar 4 : Aquarium
- Gambar 5 : Yesus meredakan angin ribut
- Gambar 6 : orang memancing diatas perahu
- Gambar 7 : Biji yang tumbuh
- Gambar 8 : Menanam sayur
- Gambar 9 : Burung-burung di udara
Basa Jawa
Pendahuluan
Shallooomm…
Ayo padha paring salam karo mesem sing maniiis marang kanca ing kiwa tengene “shalom, piye kabare?”
Sepisan maneh.. saiki coba ditepuk pundak kancane.. “Aku tresna sampean…..” ning kanca sebelah tengen. “Aku sayang sampean….” kangge kanca sebelah kiwa..
Inti Penyampaian
Bocah-bocah wis padha paring salam karo mesem. Endah tenan disawang.
Ayo saiki ngrungakna cerita Gusti Yesus dedonga ing Gunung nganti pasuryane murup padhang. Mangkene critane: ing sawijining dina Gusti Yesus ngajak muride kang jenenge: Petrus, Yohanes lan Yakobus kangge munggah gunung. Ing ndhuwur gunung Gusti Yesus ndedonga.
Nalika Gusti Yesus ndedonga, para murid ngerti pasuryane Gusti Yesus dadi terang kaya ana sinare. Ing tengen lan kiwane ana Musa lan Elia. Petrus, Yakobus lan Yohane rumangsa bungah banget anggen ningali sing kaya mangkana iku. Nganti duwe pepingin bangun tanda telu kagem Yesus, Musa lan Elia.
Banjur ana swara, dawuhe “Iki Putra-Ku kinasih, sing gawe renaning penggalih-Ku. Padha rungokna!” Krungu swara mangkana iku murid-murid padha wedi nganti ndlosor ing tanah. Ananing Gusti Yesus ngendika “Padha ngadega. Aja padha wedi!”
Nah, bocah-bocah kang kinasih.. apa kang wus dialami ndadekake para murid luwih manteb anggene pracaya marang Gusti Yesus. Yesus iku Putraning Allah kang Mahakwasa. Agung sanget kwasane ing uripe manungsa iki ora ana sing bisa nyaingi.. Bocah-bocah eling toh yen Gusti Yesus wis nindake akeh pakaryan ana ing urip kita?? Ayo padha di eling-eling maneh, apa ae kang wis ditindake Gusti : (dipun sebutaken wiwit ing ‘bulan penciptaan’) Gusti paring kesarasan kagem tiyang kan wuta kaliyan tanah, Gusti Yesus kang kwasa marang banyu, Yesus ingkang dhawuhi angin supaya sirep ing tengah danau, Gusti kang nuwuhake tetumbuhan, ngrimati Elia lantaran manuk gagak.
Penerapan
Bocah-bocah kang kinasih, anggen kita ngitung pakaryane Gusti.. uaaakkkeehhh sanget.. uga sing paling gedhe dewe yaiku, lantaran Gusti Yesus ingkang nebus dosaning manungsa. Gusti bisa nindakake prakara kang gedhe, kang ora bisa dilakoni manungsa.
Kaya ana ing lagu “Allah kuasa melakukan segala perkara” (ajak bocah-bocah nyanyi)
Gusti paring berkat kagem bocah-bocah kabeh.. awit gedhe banget kwasane Gusti..