Judul: Diangkat dari Air
Tahun Gerejawi: Bulan Penciptaan
Tema: Laut/Air
Bacaan Alkitab: Keluaran 2:1-10
Ayat Hafalan: “Pujilah TUHAN, hai segala buatan-Nya, di segala tempat kekuasaan-Nya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku!” (Mazmur 103:22)
Lagu: Yesus Sayang Padaku (Kidung Jemaat 184)
Penjelasan Teks ( Hanya Untuk Pamong)
Dalam bacaan ini, air mempunyai peranan yang penting atas keselamatan Musa, karena untuk menyelamatkan Musa, ibunya menaruh Musa dalam keranjang lalu diletakkan ke sungai dan air membawa Musa bertemu dengan puteri Firaun dan akhirnya Musa dipelihara oleh puteri Firaun.
Tuhan mempunyai rencana besar atas Musa, oleh sebab itu Tuhan menyelamatkan Musa dari pembunuhan yang sedang dilakukan oleh raja Mesir karena jumlah penduduk bangsa Israel makin banyak di Mesir. Dengan jumlah penduduk yang makin besar itu, Firaun merasa terancam kedudukannya. Lalu ia memerintahkan pada para prajuritnya untuk membunuh bayi laki-laki yang lahir dari keluarga Israel. Tetapi, rencana manusia tidak bisa membatalkan rencana Tuhan. Dan dengan caraNya, Tuhan akan menyelamatkan orang-orang yang terlibat dalam rencana-Nya. Tuhan memakai air untuk menyelamatkan Musa.
Refleksi Pamong
Melalui bacaan ini, kita diajak untuk merenungkan setiap waktu apa rencana Tuhan dalam hidup kita karena kita hadir di dunia ini bukan kebetulan. Tuhan pasti punya rencana atas hidup kita, oleh sebab itu kita harus menggumulkan setiap waktu agar kita bisa menemukan rencana Tuhan dalam hidup kita.
Jika saat ini kita menjadi pamong, mungkin itulah rencana Tuhan atas hidup kita, oleh sebab itu mari kita kerjakan dengan baik tugas itu. Jika Tuhan memang memakai kita untuk menjadi Pamong, maka jangan pernah menyerah mengupayakan yang terbaik untuk melayani anak-anak. Mari kita belajar terus meningkatkan kualitas pelayanan kita. Tuhan akan memakai banyak hal untuk mendukung pelayanan kita. Jangan menyerah dengan kegagalan dan keterbatasan.
BAHASA INDONESIA
TUNTUNAN IBADAH ANAK JENJANG BALITA
Tujuan. Anak dapat menceritakan kembali kisah Musa diangkat dari air
Alat Peraga
Pamong bermain peran. Dibutuhkan 4 orang Pamong. Bisa melibatkan orang tua. Pemeran yang dibutuhkan adalah Maryam, Putri Firaun, 1 orang dayang-dayang dan ibu Musa.
Kemudian Pamong juga menyiapkan keranjang yang dilapisi dengan kain dan boneka
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
Hari ini kita akan mendengarkan Firman tentang seorang bayi yang diangkat dari air. Wah….siapakah dia? Yuk…kita ikuti jalan ceritanya.
Ayo…anak-anak duduk dengan tenang ya untuk mendengarkan Firman Tuhan hari ini.
Inti Penyampaian
Dayang-dayang : Lihat…..di sungai Nil ada keranjang menuju arah kita.
Puteri Firaun : Coba kamu lihat apa isinya?
Dayang-Dayang : Baik Tuan Puteri
Lalu diambilnya keranjang itu
Dayang-dayang : Ini Tuan Puteri
Puteri Firaun : Coba kamu lihat apa isinya?
Lalu Dayang-dayang itu membuka isinya. Ketika melihat isinya, bertapa terkejut dayang-dayang itu karena di dalam keranjang itu berisi seorang bayi laki-laki. Lalu berteriaklah dayang-dayang itu.
Dayang-dayang : Hah…..seorang bayi
Puteri Firaun : Apa? Bayi? Coba kamu bawa ke sini
Lalu dayang-dayang itu membawa keranjang tersebut pada Puteri Firaun.
Dayang-dayang : Ini Tuan Puteri
Puteri Firaun : Wao….seorang bayi yang sangat elok. Aku ingin mengangkatnya menjadi seorang anak
Lalu mendekatlah Maryam yang mengikuti adiknya dari kejauhan
Maryam : Mohon maaf Tuan Puteri. Saya mau bertanya apakah Tuan Puteri bersedia saya carikan seorang pengasuh yang akan menyusui bayi tersebut?
Puteri Firaun : Baikah. Tolong carikan aku seorang pengasuh untuk merawatnya
Lalu pergilah Maryam menemui ibunya.
Maryam : Ibu…….(teriak Maryam)
Ibu Musa : Ada apa nak. ?
Maryam : Ibu…..(lalu dirangkulnya ibunya)
Ibu Musa : Kenapa? Apa yang terjadi? (Jawanb ibu Musa penuh kekuatiran melihat sikap Maryam)
Maryam : (Dengan terbata-bata karena gembira) Ibu….Tuhan menyertai adikku. Ketika ibu melarung adik Musa, aku mengikuti perginya keranjang itu. Dan puji Tuhan….ada puteri Firaun sedang mandi di tepi sungai Nil. Dan akhirnya puteri Firaun akan memelihara adik Musa bu.
Ibu Musa : (Dengan berlutut) Ya…Tuhanku yang ajaib. Terima kasih sebab Engkau menyelamatkan anakku.
Maryam : Ibu…yang lebih menggembirakan lagi. Puteri Firaun mengutus aku untuk mencarikan pengasuh adik Musa, maka aku menunjuk ibu untuk menyusuinya. Dengan demikian ibu bisa bersama-sama adik Musa sampai adik Musa tidak meyusu lagi dan akan kita kembalikan pada Puteri Firaun
Ibu Musa : (Sambil mencium tanah) Segal puji syukur hanya aku haturkan kepada-Mu ya Tuhan. Terima kasih sebab Engkau memelihara anakku. Aku siap merawatnya. Tuhan pasti punya rencana besar atas hidupnya. Terima kasih ya Tuhan.
Maka Maryam dan ibu Musa berpelukan. Lalu keduanya bersyukur kepada Tuhan.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Itulah kisah Musa yang diselamatkan Tuhan. Yach…ibu Musa menyelamatkannya dengan meletakkan dalam keranjang lalu dibawa oleh air hingga sampai bertemu dengan Puteri Firaun. Air dipakai oleh Tuhan untuk menyelamatkan Musa.
Aktivitas
Pamong mengajak anak-anak untuk melihat tanaman di sekitar gereja. Jika ada tanaman yang mulai kering, Pamong dapat mengajak anak-anak untuk menyirm tanaman tersebut. Lalu Pamong dapat menjelaskan bahwa air juga bermanfaat untuk menyuburkan tanaman, selain air dapat menyelamatkan Musa.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
- Anak dapat menceritakan kembali kisah Musa diangkat dari air
- Anak dapat menyadari bahwa air dipakai oleh Tuhan untuk menyelamatkan Musa
- Anak dapat memberi contoh air sebagai sarana keselamatan bagi kehidupan
Alat Peraga
Pamong bermain peran. Dibutuhkan 4 orang sebgai pemeran. Bisa melibatkan anak-anak. Pemeran yang dibutuhkan adalah Maryam, Putri Firaun, 1 orang dayang-dayang dan ibu Musa.
Kemudian Pamong juga menyiapkan keranjang yang dilapisi dengan kain dan boneka.
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
Hari ini kita akan mendengarkan Firman melalui drama yang akan diperankan oleh Pamong dan teman-temanmu.
Ayo…anak-anak duduk dengan tenang ya untuk mendengarkan Firman Tuhan hari ini.
Intui Penyampaian
Dayang-dayang : Lihat…..di sungai Nil ada keranjang menuju arah kita.
Puteri Firaun : Coba kamu lihat apa isinya?
Dayang-Dayang : Baik Tuan Puteri
Lalu diambilnya keranjang itu
Dayang-dayang : Ini Tuan Puteri
Puteri Firaun : Coba kamu lihat apa isinya?
Lalu Dayang-dayang itu membuka isinya. Ketika melihat isinya, bertapa terkejut dayang-dayang itu karena di dalam keranjang itu berisi seorang bayi laki-laki. Lalu berteriaklah dayang-dayang itu.
Dayang-dayang : Hah…..seorang bayi
Puteri Firaun : Apa? Bayi? Coba kamu bawa ke sini
Lalu dayang-dayang itu membawa keranjang tersebut pada Puteri Firaun.
Dayang-dayang : Ini Tuan Puteri
Puteri Firaun : Wao….seorang bayi yang sangat elok. Aku ingin mengangkatnya menjadi seorang anak
Lalu mendekatlah Maryam yang mengikuti adiknya dari kejauhan
Maryam : Mohon maaf Tuan Puteri. Saya mau bertanya apakah Tuan Puteri bersedia saya carikan seorang pengasuh yang akan menyusui bayi tersebut?
Puteri Firaun : Baikah. Tolong carikan aku seorang pengasuh untuk merawatnya
Lalu pergilah Maryam menemui ibunya.
Maryam : Ibu…….(teriak Maryam)
Ibu Musa : Ada apa nak. ?
Maryam : Ibu…..(lalu dirangkulnya ibunya)
Ibu Musa : Kenapa? Apa yang terjadi? (Jawanb ibu Musa penuh kekuatiran melihat sikap Maryam)
Maryam : (Dengan terbata-bata karena gembira) Ibu….Tuhan menyertai adikku. Ketika ibu melarung adik Musa, aku mengikuti perginya keranjang itu. Dan puji Tuhan….ada puteri Firaun sedang mandi di tepi sungai Nil. Dan akhirnya puteri Firaun akan memelihara adik Musa bu.
Ibu Musa : (Dengan berlutut) Ya…Tuhanku yang ajaib. Terima kasih sebab Engkau menyelamatkan anakku.
Maryam : Ibu…yang lebih menggembirakan lagi. Puteri Firaun mengutus aku untuk mencarikan pengasuh adik Musa, maka aku menunjuk ibu untuk menyusuinya. Dengan demikian ibu bisa bersama-sama adik Musa sampai adik Musa tidak meyusu lagi dan akan kita kembalikan pada Puteri Firaun
Ibu Musa : (Sambil mencium tanah) Segal puji syukur hanya aku haturkan kepada-Mu ya Tuhan. Terima kasih sebab Engkau memelihara anakku. Aku siap merawatnya. Tuhan pasti punya rencana besar atas hidupnya. Terima kasih ya Tuhan.
Maka Maryam dan ibu Musa berpelukan. Lalu keduanya bersyukur kepada Tuhan.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Itulah kisah Musa yang diselamatkan Tuhan. Tahukah kalian, sarana apa yang dipakai oleh Tuhan untuk menyelamatkan Musa? (Beri waktu anak-anak untuk menjawab) Yach…Tuhan memakai air untuk menyelamatkan Musa. Ternyata…banyak sekali manfaat air. Nah…sekarang, siapakah yang dapat menyebutkan manfaat lain dari air? (Beri waktu anak-anak untuk menjawab).
Wah…ternyata banyak sekali manfaat dari air. Menurut kalian, apakah air bisa habis? (Beri waktu anak-anak untuk menjawab) Yach…air bisa habis. Apa penyebab air bisa habis? (Beri waktu anak-anak untuk menjawab). Yach..betul. Karena banyaknya pohon yang ditebang, membuat tanah tidak bisa menyimpan air. Apalagi jumlah penduduk makin bertambah, sehingga konsumsi air meningkat. Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk memelihara air agar tidak habis? (Beri waktu anak-anak untuk menjawab). Yach…betul. Dengan menanam lahan-lahan kosong agar tanah bisa menyimpan banyak air. Kemudian kita juga perlu menghemat pemakaian air. Jangan membuang air. Minumlah seperlunya. Itulah beberapa cara untuk memelihara air agar air tidak habis.
Aktivitas
Pamong mengajak anak-anak untuk membuat poster tentang menghemat air. Untuk itu, Pamong dapat menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak dapat menunjukkan peranan air menyelamatkan Musa dari pembunuhan bayi-bayi di Mesir
- Anak dapat memberi contoh manfaat air sebagai sarana keselamatan bagi kehidupan
- Anak dapat membiasakan diri untuk menghemat air
Alat Peraga
Pamong bermain peran. Dibutuhkan 4 orang sebgai pemeran. Bisa melibatkan anak-anak. Pemeran yang dibutuhkan adalah Maryam, Putri Firaun, 1 orang dayang-dayang dan ibu Musa.
Kemudian Pamong juga menyiapkan keranjang yang dilapisi dengan kain dan boneka.
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
Hari ini kita akan mendengarkan Firman melalui drama yang akan diperankan oleh Pamong dan teman-temanmu.
Ayo…anak-anak duduk dengan tenang ya untuk mendengarkan Firman Tuhan hari ini.
Inti Penyampaian
Dayang-dayang : Lihat…..di sungai Nil ada keranjang menuju arah kita.
Puteri Firaun : Coba kamu lihat apa isinya?
Dayang-Dayang : Baik Tuan Puteri
Lalu diambilnya keranjang itu
Dayang-dayang : Ini Tuan Puteri
Puteri Firaun : Coba kamu lihat apa isinya?
Lalu Dayang-dayang itu membuka isinya. Ketika melihat isinya, bertapa terkejut dayang-dayang itu karena di dalam keranjang itu berisi seorang bayi laki-laki. Lalu berteriaklah dayang-dayang itu.
Dayang-dayang : Hah…..seorang bayi
Puteri Firaun : Apa? Bayi? Coba kamu bawa ke sini
Lalu dayang-dayang itu membawa keranjang tersebut pada Puteri Firaun.
Dayang-dayang : Ini Tuan Puteri
Puteri Firaun : Wao….seorang bayi yang sangat elok. Aku ingin mengangkatnya menjadi seorang anak
Lalu mendekatlah Maryam yang mengikuti adiknya dari kejauhan
Maryam : Mohon maaf Tuan Puteri. Saya mau bertanya apakah Tuan Puteri bersedia saya carikan seorang pengasuh yang akan menyusui bayi tersebut?
Puteri Firaun : Baikah. Tolong carikan aku seorang pengasuh untuk merawatnya
Lalu pergilah Maryam menemui ibunya.
Maryam : Ibu…….(teriak Maryam)
Ibu Musa : Ada apa nak. ?
Maryam : Ibu…..(lalu dirangkulnya ibunya)
Ibu Musa : Kenapa? Apa yang terjadi? (Jawanb ibu Musa penuh kekuatiran melihat sikap Maryam)
Maryam : (Dengan terbata-bata karena gembira) Ibu….Tuhan menyertai adikku. Ketika ibu melarung adik Musa, aku mengikuti perginya keranjang itu. Dan puji Tuhan….ada puteri Firaun sedang mandi di tepi sungai Nil. Dan akhirnya puteri Firaun akan memelihara adik Musa bu.
Ibu Musa : (Dengan berlutut) Ya…Tuhanku yang ajaib. Terima kasih sebab Engkau menyelamatkan anakku.
Maryam : Ibu…yang lebih menggembirakan lagi. Puteri Firaun mengutus aku untuk mencarikan pengasuh adik Musa, maka aku menunjuk ibu untuk menyusuinya. Dengan demikian ibu bisa bersama-sama adik Musa sampai adik Musa tidak meyusu lagi dan akan kita kembalikan pada Puteri Firaun
Ibu Musa : (Sambil mencium tanah) Segal puji syukur hanya aku haturkan kepada-Mu ya Tuhan. Terima kasih sebab Engkau memelihara anakku. Aku siap merawatnya. Tuhan pasti punya rencana besar atas hidupnya. Terima kasih ya Tuhan.
Maka Maryam dan ibu Musa berpelukan. Lalu keduanya bersyukur kepada Tuhan.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Itulah kisah Musa yang diselamatkan Tuhan. Tahukah kalian, sarana apa yang dipakai oleh Tuhan untuk menyelamatkan Musa? (Beri waktu anak-anak untuk menjawab) Yach…Tuhan memakai air untuk menyelamatkan Musa. Ternyata…banyak sekali manfaat air. Nah…sekarang, siapakah yang dapat menyebutkan manfaat lain dari air? (Beri waktu anak-anak untuk menjawab).
Wah…ternyata banyak sekali manfaat dari air. Menurut kalian, apakah air bisa habis? (Beri waktu anak-anak untuk menjawab) Yach…air bisa habis. Apa penyebab air bisa habis? (Beri waktu anak-anak untuk menjawab). Yach..betul. Karena banyaknya pohon yang ditebang, membuat tanah tidak bisa menyimpan air. Apalagi jumlah penduduk makin bertambah, sehingga konsumsi air meningkat. Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk memelihara air agar tidak habis? (Beri waktu anak-anak untuk menjawab). Yach…betul. Dengan menanam lahan-lahan kosong agar tanah bisa menyimpan banyak air. Kemudian kita juga perlu menghemat pemakaian air. Jangan membuang air. Minumlah seperlunya. Itulah beberapa cara untuk memelihara air agar air tidak habis.
Aktivitas
Pamong mengajak anak-anak untuk membuat poster tentang menghemat air. Untuk itu, Pamong dapat menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan.
BASA JAWI
JENJANG BALITA
Pendahuluan
Sugeng enjing para putraning Gusti Yesus ingkang kinasih,
Dina iki kita bakal ngrungokake Sabda bab bayi sing diangkat saka banyu. Waduh…sapa iku?
Ayo … bocah-bocah, lungguha kanthi tenang ngrungokake Pangandikane Gusti ing dina iki.
Inti Penyampaian
Dayang-Dayang : Delengen…..ing Kali Nil ana kranjang nuju kita.
Putri Fir’aun : Ayo ndeleng apa isine?
Dayang-Dayang : Nggih Tuan Putri
Banjur njupuk kranjang
Dayang-Dayang : Menika Tuan Putri
Putri Fir’aun : Ayo ndeleng apa isine?
Banjur dayang-dayang mbukak isine. Bareng weruh isine, para pembantu kaget amarga ing kranjang kasebut ana bayi lanang.
Dayang-dayang : Huh…wonten bati Tuan Puteri
Putri Firaun : Apa? Bayi? Coba gawanen mrene
Dayang-dayang banjur nggawa kranjang marang putriné Firaun.
Dayang-dayang : Iki Putri
Putri Firaun : Wao….bayi sing ayu banget. Aku pengin nggedhekake.
Maryam banjur nyedhak.
Maryam : Nuwun sewu, Tuan Putri. Panjenengan menapa kersa kula padhosaken emban sing bakal nyusoni bayi?
Putri Firaun : Yo…ora apa-apa.
Maryam banjur nemoni ibune.
Maryam : Bu…….
Ibu Musa : Ana apa nduk?
Maryam : Ibu….(banjur ngrangkul ibune)
Ibune Musa : Lho kok? Ana apa? (Jawab ibune Musa kanthi rasa kuwatir ndeleng sikape Maryam)
Maryam : (gagap-gagap) Ibu….Gusti mugi karsaa nunggil adhiku. Nalika ibuku mbuwang Musa, aku nututi kranjang. Lan puji marang Gusti Allah…. ana putriné Firaun siram ing pinggir Kali Nil. Lan pungkasane putri Firaun bakal ngopeni adhine Musa.
Ibune Musa : (Njengkluk) Ya…Dhuh Allah kawula ingkang ajaib. Matur nuwun Paduka sampun nylametake anak kawula.
Maryam : Bu…sing luwih nyenengake. Putrine Firaun ngutus aku golek ibu ingkang kersa nyusoni adhi Musa, mula aku milih ibu kanggo nyusoni dheweke.
Ibu Musa : (ngambung lemah) Sakabehing puji lan panuwun kang dakaturake mung marang Panjenengan, dhuh Gusti. Matur nuwun wis ngopeni anakku. Aku siap ngopeni dheweke. Gusti Allah mesthi duwe rencana gedhe kanggo uripe. Matur nuwun Gusti.
Mula Maryam lan ibune Musa padha rangkulan. Wong loro mau banjur padha ngucap sokur marang Gusti Allah.
Penerapan
Para putraning Allah ingkang kinasih,
Kuwi critané Musa sing dislametké karo Gusti Allah. Yach…Ibune Nabi Musa nylametaké panjenengané kanthi dilebokake ing kranjang, banjur digawa ing banyu nganti ketemu karo putriné Firaun. Banyu digunakake Gusti Allah kanggo nylametake Musa.
JENJANG PRATAMA
Pendahuluan
Sugeng enjing para putraning Gusti Yesus ingkang kinasih,
Dina iki kita bakal ngrungokake Firman liwat drama sing bakal diputer dening Pamong lan kanca-kanca.
Ayo … bocah-bocah, lungguha kanthi tenang ngrungokake Pangandikane Gusti ing dina iki.
Inti Penyampaian
Dayang-dayang : Delengen…..ing Kali Nil ana kranjang nuju kita.
Putri Fir’aun : Ayo ndeleng apa isine?
Dayang-Dayang : Nggih Tuan Puteri Putri
Banjur njupuk kranjang
Dayang-dayang : Menika Tuan Putri
Putri Fir’aun : Ayo ndeleng apa isine?
Banjur dayang-dayang mbukak isine. Bareng weruh isine, para dayang kaget amarga ing kranjang kasebut ana bayi lanang.
Dayang-dayang : Huh…bayi???
Putri Firaun : Apa? Bayi? Coba gawanen mrene
Dayang-dayang iku banjur nggawa kranjang marang putriné Firaun.
Dayang-dayang : Menika, Tuan Putri
Putri Firaun : Wao….bayi sing elok banget rupane. Aku pengin nggedhekake dheweke
Maryam banjur nyedhak.
Maryam : Nuwun sewu, Tuan Putri. Badhe matur. Bilih kepareng, kawula purun madosaken pengasuh ingkang merawat bayi menika
Putri Firaun : Mangga golek emban kanggo ngurus dheweke
Maryam banjur nemoni ibune.
Maryam : Bu…….
Ibu Musa : Ana apa nduk?
Maryam : Ibu….(banjur ngrangkul ibune)
Ibune Musa : Lho kok? Ana apa? (Jawab ibune Musa kanthi rasa kuwatir ndeleng sikape Maryam)
Maryam : (gagap-gagap) Ibu….Gusti mugi karsaa nunggil adhiku. Nalika ibuku mbuwang Musa ing kali, aku nututi kranjang. Lan puji marang Gusti Allah…. ana putriné Firaun siram ing pinggir Kali Nil. Lan pungkasane putri Firaun bakal ngopeni Musa.
Ibune Musa : (Njengkluk). Dhuh Allah kawula ingkang ajaib. Matur nuwun kanggo nylametake anak kawula.
Maryam : Bu…sing luwih nyenengake. Putrine Firaun ngutus aku golek pengasuh kanggo ngopeni Musa, mula aku milih ibu kanggo nyusoni dheweke.
Ibu Musa : (ngambung lemah) Sakabehing puji lan panuwun kang dakaturake mung marang Panjenengan, dhuh Gusti. Matur nuwun sampun paring margi pinanggih anak kawula. Nduk…ibu siap ngopeni adhimu. Gusti Allah mesthi duwe rencana gedhe kanggo uripe. Matur nuwun Gusti.
Mula Maryam lan ibune Musa padha rangkulan. Wong loro mau banjur padha ngucap sokur marang Gusti Allah.
Penerapan
Para putraning Allah ingkang kinasih,
Kuwi critané Musa sing dislametké karo Gusti Allah. Apa sampeyan ngerti sarana apa sing diagem Gusti Allah nylametake Musa? (Wenehana wektu kanggo bocah-bocah kanggo mangsuli) Ya…Gusti Allah nggunakake banyu kanggo nylametake Musa. Akeh manfaate banyu. Saiki, sapa sing bisa nyebutake manfaat banyu liyane? (Wenehana wektu kanggo bocah-bocah kanggo mangsuli).
Wah… jebule akeh manfaate banyu. Apa sampeyan mikir banyu bisa entek? (Wenehi wektu kanggo bocah-bocah kanggo mangsuli) Wah…bener. Banyu bisa entek. Apa sing nyebabake banyu entek? (Wenehana wektu kanggo bocah-bocah kanggo mangsuli). Yach..bener. Amarga akeh wit sing ditegor, lemah ora bisa nyimpen banyu. Kajaba iku, populasi saya tambah, saengga konsumsi banyu saya mundhak. Dadi apa sing bisa ditindakake kanggo ngirit banyu supaya ora entek? (Wenehana wektu kanggo bocah-bocah kanggo mangsuli). Yach… bener. Kanthi nandur lemah kosong supaya lemah bisa nyimpen banyu akeh. Banjur kita uga kudu ngirit panggunaan banyu. Aja mbuwang banyu. Ngombe kanthi sithik. Iki minangka cara kanggo ngirit banyu supaya banyu ora entek.
Aktivitas
Pamong ngajak bocah-bocah nggawe poster babagan hemat banyu. Kanggo kuwi Pamong bisa nyiyapake bahan-bahan kang dibutuhake
JENJANG MADYA
Pendahuluan
Sugeng enjing para putraning Gusti Yesus ingkang kinasih,
Dina iki kita bakal ngrungokake Firman liwat drama sing bakal diputer dening Pamong lan kanca-kanca.
Ayo … bocah-bocah, lungguha kanthi tenang ngrungokake Pangandikane Gusti ing dina iki.
Inti Penyampaian
Dayang-dayang : Delengen…..ing Kali Nil ana kranjang nuju kita.
Putri Fir’aun : Ayo ndeleng apa isine?
Dayang-Dayang : Nggih Tuan Puteri Putri
Banjur njupuk kranjang
Dayang-dayang : Menika Tuan Putri
Putri Fir’aun : Ayo ndeleng apa isine?
Banjur dayang-dayang mbukak isine. Bareng weruh isine, para dayang kaget amarga ing kranjang kasebut ana bayi lanang.
Dayang-dayang : Huh…bayi???
Putri Firaun : Apa? Bayi? Coba gawanen mrene
Dayang-dayang iku banjur nggawa kranjang marang putriné Firaun.
Dayang-dayang : Menika, Tuan Putri
Putri Firaun : Wao….bayi sing elok banget rupane. Aku pengin nggedhekake dheweke
Maryam banjur nyedhak.
Maryam : Nuwun sewu, Tuan Putri. Badhe matur. Bilih kepareng, kawula purun madosaken pengasuh ingkang merawat bayi menika
Putri Firaun : Mangga golek emban kanggo ngurus dheweke
Maryam banjur nemoni ibune.
Maryam : Bu…….
Ibu Musa : Ana apa nduk?
Maryam : Ibu….(banjur ngrangkul ibune)
Ibune Musa : Lho kok? Ana apa? (Jawab ibune Musa kanthi rasa kuwatir ndeleng sikape Maryam)
Maryam : (gagap-gagap) Ibu….Gusti mugi karsaa nunggil adhiku. Nalika ibuku mbuwang Musa ing kali, aku nututi kranjang. Lan puji marang Gusti Allah…. ana putriné Firaun siram ing pinggir Kali Nil. Lan pungkasane putri Firaun bakal ngopeni Musa.
Ibune Musa : (Njengkluk). Dhuh Allah kawula ingkang ajaib. Matur nuwun kanggo nylametake anak kawula.
Maryam : Bu…sing luwih nyenengake. Putrine Firaun ngutus aku golek pengasuh kanggo ngopeni Musa, mula aku milih ibu kanggo nyusoni dheweke.
Ibu Musa : (ngambung lemah) Sakabehing puji lan panuwun kang dakaturake mung marang Panjenengan, dhuh Gusti. Matur nuwun sampun paring margi pinanggih anak kawula. Nduk…ibu siap ngopeni adhimu. Gusti Allah mesthi duwe rencana gedhe kanggo uripe. Matur nuwun Gusti.
Mula Maryam lan ibune Musa padha rangkulan. Wong loro mau banjur padha ngucap sokur marang Gusti Allah.
Penerapan
Para putraning Allah ingkang kinasih,
Kuwi critané Musa sing dislametké karo Gusti Allah. Apa sampeyan ngerti sarana apa sing diagem Gusti Allah nylametake Musa? (Wenehana wektu kanggo bocah-bocah kanggo mangsuli) Ya…Gusti Allah nggunakake banyu kanggo nylametake Musa. Akeh manfaate banyu. Saiki, sapa sing bisa nyebutake manfaat banyu liyane? (Wenehana wektu kanggo bocah-bocah kanggo mangsuli).
Wah… jebule akeh manfaate banyu. Apa sampeyan mikir banyu bisa entek? (Wenehi wektu kanggo bocah-bocah kanggo mangsuli) Wah…bener. Banyu bisa entek. Apa sing nyebabake banyu entek? (Wenehana wektu kanggo bocah-bocah kanggo mangsuli). Yach..bener. Amarga akeh wit sing ditegor, lemah ora bisa nyimpen banyu. Kajaba iku, populasi saya tambah, saengga konsumsi banyu saya mundhak. Dadi apa sing bisa ditindakake kanggo ngirit banyu supaya ora entek? (Wenehana wektu kanggo bocah-bocah kanggo mangsuli). Yach… bener. Kanthi nandur lemah kosong supaya lemah bisa nyimpen banyu akeh. Banjur kita uga kudu ngirit panggunaan banyu. Aja mbuwang banyu. Ngombe kanthi sithik. Iki minangka cara kanggo ngirit banyu supaya banyu ora entek.
Aktivitas
Pamong ngajak bocah-bocah nggawe poster babagan hemat banyu. Kanggo kuwi Pamong bisa nyiyapake bahan-bahan kang dibutuhake