Judul: Mata dan Tanah
Tahun Gerejawi: Bulan Penciptaan
Tema: Darat/Tanah
Bacaan Alkitab: Yohanes 9:1-6
Ayat Hafalan: “Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.” (Mazmur 146:2)
Lagu: Ada Orang Buta
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Dalam bacaan ini, ada 2 hal yang dapat kita perhatikan, yaitu :
- Tanah bukan hanya sebagai media tanam untuk tumbuhnya berbagai macam tanaman nutk kehidupan makhluk hidup, tetapi tanah juga dipakai oleh Tuhan Yesus sebagai media mujizat. Sebetulnya bisa saja Tuhan Yesus menyembuhkan orang buta sejak lahir itu tanpa media apapun, sebab Ia Maha Kuasa. Rupanya Tuhan Yesus hendak mengajarkan pada orang-orang yang hadir bahwa kesembuhan yang akan dialami oleh orang buta itu melalui sebuah proses dan orang harus menghargai proses itu agar mendapatkan hasil yang terbaik.
- Pada masa itu, orang yang mempunyai penyakit tertentu yang tidak bisa disembuhkan selalu dikaitkan dengan dosa. Maksudnya orang yang menderita penyakit yang tidak dapat sembuh karena ia atau orang tuanya telah melakukan dosa yang berat sehingga harus ada yang menanggungnya. Hal ini mengandung makna bahwa sakita yang diderita itu adalah hukuman dari Tuhan. Tetapi melalui bacaan ini, Tuhan Yesus mau memberitahu pada orang banyak yang hadir bahwa penyakit yang diderita seseorang bukan karena hukuman dari Tuhan tetapi ada rencana Tuhan yang hendak disampaikan melalui orang itu. Hanya saja banyak orang menyerah dengan penyakit yang dideritanya dan beranggapan bahwa ia layak menerima penyakit itu karena memang perbuatannya buruk di masa lalu.
Refleksi Untuk Pamong
Melalui bacaan ini, kita diajak untuk menghayati bahwa segala sesuatu di sekitar kita bisa menjadi media kesaksian. Misalnya tanah bisa dipakai oleh Tuhan Yesus untuk menyembuhkan orang buta sejak lahir.
Seringkali para pamong bingung mencari alat peraga karena alat peraga selalu dipersepsikan sebagai sesuatu yang jauh dari kita. Padahal banyak benda-benda di sekitar kita yang bisa dipakai sebagai alat peraga untuk menyampaikan Firman Tuhan. Alat Peraga tidak harus membeli. Yang dibutuhkan dari Pamong adalah kesediaan untuk berkreasi dengan benda-benda yang ada di sekitar untuk menjadi sarana kemuliaan Tuhan.
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah Yesus menyembuhkan dengan media tanah
Alat Peraga: Pamong menyiapkan sapu tangan atau kain untuk penutup mata
Pendahuluan:
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
Yuk…kita bermain dulu ya. Saya butuh 1 anak maju ke depan dan bersedia matanya ditutup. Kemudian saya membutuhkan 5 anak yang maju ke depan. Nah…sekarang tugas anak yang ditutup matanya adalah menyebutkan nama kelima anak yang ada di depan kamu ya.
(Setelah mata anak ditutup, maka Pamong meminta ke-5 anak itu bertukar tempat dan memberi aba-aba agar anak yang ditutup matanya dapat menebak teman yang dipegangnya. Lakukan permainan ini beberapa kali)
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Saya mau bertanya pada anak yang ditutup matanya. Menurutmu, apakah mudah menyebutkan nama temanmu dengan mata tertutup? (Beri waktu anak untuk menjawab). Yach…agak sulit melihat tanpa mata karena kita sudah terbiasa melihat dengan mata pemberian Tuhan ini.
Inti Penyampaian:
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
Mata adalah salah satu panca indera yang diciptakan Tuhan agar kita bisa melihat benda-benda yang ada di sekitar kita dengan baik.
Hari ini kita akan mendengar cerita dari Alkitab tentang seseorang yang tidak melihat di sekitarnya sejak lahir. Ketika Yesus bertemu dengan orang itu, Tuhan Yesus berniat untuk menyembuhkannya karena Tuhan Yesus ingin orang buta sejak lahir itu menjadi saksi untuk menceritakan kemaha-kuasaan Tuhan.
Orang yang buta sejak lahirnya, setiap hari duduk di pinggir jalan untuk meminta sedekah. Dengan sedekah itu, ia bisa membeli makanan. Ketika Yesus melihat orang buta itu, Ia mengambil tanah dan mengaduknya dengan ludah-Nya lalu dioleskan ke mata orang buta itu. Lalu Yesus menyuruh orang buta itu untuk berjalan ke danau Siloam untuk membasuh matanya. Dan…sungguh ajaib. Setelah tanah itu hilang dari matanya, mata orang yang buta itu bis melihat orang-orang yang ada di depannya. Bisa kalian bayangkan betapa senang hati orang buta itu. Yuk…untuk menyambut hati gembira orang tersebut, kita menyanyi lagu: Ada Orang Buta. Yuk…kita menyanyi sambil menirukan gaya yang ada pada video itu ya.
Penerapan:
Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan Yesus,
Setelah orang buta itu bisa melihat, ia menceritakan mujizat yang dilakukan oleh Yesus itu pada semua orang yang dijumpainya. Ia meyakinkan banyak orang bahwa Yesus penuh kuasa sehingga ia mendapatkan kesembuhan.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Melalui cerita ini kita diajak oleh orang buta itu untuk menceritakan mujizat Tuhan yang terjadi dalam hidup kita. Tahukah kamu mujuzat Tuhan yang terjdi setiap hari dalam hidup kita? Yach…kita diberi nafas, itu adalah mujizat. Kita diberi kesehatan sehingga bisa melakukan banyak kegiatan, itu juga adalah mujizat dari Tuhan. Jadi….setiap hari, Tuhan melakukan mujizat dalam hidup kita, maka mari kita selalu mengucapkan terima kasih pada Tuhan.
Aktivitas
Pamong menyiapkan beberapa kata tentang fungsi dari 5 panca indera, kemudian ajak anak untuk mencari fungsi dari salah satu panca indera yang disebutkan oleh Pamong. Setelah itu ajak anak untuk memelihara panca indera agar bermanfaat dengan baik.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
- Anak dapat menceritakan kembali kisah Yesus menyembuhkan dengan media tanah.
- Anak dapat menunjukkan bahwa tanah adalah sarana berkat Tuhan.
Alat Peraga: Pamong menyiapkan sapu tangan atau kain untuk penutup mata
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
Yuk…kita bermain dulu ya. Saya butuh 1 anak maju ke depan dan bersedia matanya ditutup. Kemudian saya membutuhkan 5 anak yang maju ke depan. Nah…sekarang tugas anak yang ditutup matanya adalah menyebutkan nama kelima anak yang ada di depan kamu ya.
(Setelah mata anak ditutup, maka Pamong meminta ke-5 anak itu bertukar tempat dan memberi aba-aba agar anak yang ditutup matanya dapat menebak teman yang dipegangnya. Lakukan permainan ini beberapa kali)
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Saya mau bertanya pada anak yang ditutup matanya. Menurutmu, apakah mudah menyebutkan nama temanmu dengan mata tertutup? (Beri waktu anak untuk menjawab). Yach…agak sulit melihat tanpa mata karena kita sudah terbiasa melihat dengan mata pemberian Tuhan ini.
Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
Hari ini kita akan mendengar Firman Tuhan tentang mata dan tanah. Wah…apa hubungannya nich? Yuk….kita simak baik-baik Firman Tuhan hari ini.
Bacaan kita terambil dari Yohanes 9:1-6. Mari kita membaca secara bergantian (Pamong memulai membaca dan dilanjutkan oleh anak-anak secara bergantian).
Dalam permainan tadi kita sudah belajar betapa pentingnya mata ciptaan Tuhan bagi kita. Dari permainan tadi kalian bisa membayangkan betapa sulitnya orang yang tidak bisa melihat untuk menerangkan suatu benda karena ia tidak bisa melihat. Tetapi kita tidak boleh merendahkan orang yang tidak bisa melihat, karena ia juga masih bisa mengerjakan pekerjaan lain seperti kita. Hanya saja agak terbatas.
Dalam bacaan tadi, tanah dipakai oleh Tuhan sebagai media untuk menyembuhkan orang yang buta sejak lahir. Tanah memang sumber kehidupan bagi makhluk hidup karena melalui tanah tumbuh berbagai macam tumbuhan untuk makanan. Melalui tanah, tumbuh pohon-pohon besar yang menghasilkan oksigen untuk membantu pernafasan. Melalui tanah, muncul air yang menjadi kebutuhan hidup semua makhluk ciptaan Tuhan.
Melalui tanah, orang buta itu bisa melihat. Melalui tanah, Tuhan membebaskan orang buta itu untuk tidak lagi hidup tergantung pada orang lain dengan meminta-minta. Melalui tanah, orang buta yang sudah melihat itu memberitakan kehebatan Tuhan yang telah menyembuhkannya.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan Yesus,
Mata dan tanah adalah 2 hal yang penting bagi manusia. Dengan mata, manusia dapat melihat banyak hal dan terhindar dari bahaya. Dengan mata, manusia dapat menciptakan ide-ide kreatif untuk kehidupan. Dengan tanah, manusia mendapatkan asupan makanan untuk bertahan hidup.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Mari kita membaca Mazmur 146:2 : “Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada” Melalui ayat tersebut, kita diajak oleh Pemazmur untuk memuliakan Tuhan sepanjang hidup kita. Apalagi kita mempunyai anggota tubuh yang lengkap. Mari kita belajar dari orang buta yang disembuhkan oleh Tuhan untuk menceritakan kebaikan-kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Salah satu cara untuk memuliakan Tuhan adalah memelihara tanah yang menjadi sumber kehidupan bagi manusia. Bagaimana cara memelihara tanah? Hal kecil yang bisa kita lakukan adalah jangan membuang sampah plastik dengan sembarangan dan mengurangi pemakaian kantong plastik. Jika perlu, kalian bisa membawa kantong sendiri dari rumah.
Aktivitas
Pamong dapat mengajak anak-anak untuk keluar lalu memungut sampah plastic yang berserakan di sekitar gereja.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
- Anak dapat menceritakan kembali kisah Yesus menyembuhkan dengan media tanah
- Anak dapat menunjukkan bahwa tanah adalah sarana berkat Tuhan
Alat Peraga: Pamong menyiapkan sapu tangan atau kain untuk penutup mata
Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
Yuk…kita bermain dulu ya. Saya butuh 1 anak maju ke depan dan bersedia matanya ditutup. Kemudian saya membutuhkan 5 anak yang maju ke depan. Nah…sekarang tugas anak yang ditutup matanya adalah menyebutkan nama kelima anak yang ada di depan kamu ya.
(Setelah mata anak ditutup, maka Pamong meminta ke-5 anak itu bertukar tempat dan memberi aba-aba agar anak yang ditutup matanya dapat menebak teman yang dipegangnya. Lakukan permainan ini beberapa kali)
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Saya mau bertanya pada anak yang ditutup matanya. Menurutmu, apakah mudah menyebutkan nama temanmu dengan mata tertutup? (Beri waktu anak untuk menjawab). Yach…agak sulit melihat tanpa mata karena kita sudah terbiasa melihat dengan mata pemberian Tuhan ini.
Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
Hari ini kita akan mendengar Firman Tuhan tentang mata dan tanah. Wah…apa hubungannya nich? Yuk….kita simak baik-baik Firman Tuhan hari ini.
Bacaan kita terambil dari Yohanes 9:1-6. Mari kita membaca secara bergantian (Pamong memulai membaca dan dilanjutkan oleh anak-anak secara bergantian).
Dalam permainan tadi kita sudah belajar betapa pentingnya mata ciptaan Tuhan bagi kita. Dari permainan tadi kalian bisa membayangkan betapa sulitnya orang yang tidak bisa melihat untuk menerangkan suatu benda karena ia tidak bisa melihat. Tetapi kita tidak boleh merendahkan orang yang tidak bisa melihat, karena ia juga masih bisa mengerjakan pekerjaan lain seperti kita. Hanya saja agak terbatas.
Dalam bacaan tadi, tanah dipakai oleh Tuhan sebagai media untuk menyembuhkan orang yang buta sejak lahir. Tanah memang sumber kehidupan bagi makhluk hidup karena melalui tanah tumbuh berbagai macam tumbuhan untuk makanan. Melalui tanah, tumbuh pohon-pohon besar yang menghasilkan oksigen untuk membantu pernafasan. Melalui tanah, muncul air yang menjadi kebutuhan hidup semua makhluk ciptaan Tuhan.
Melalui tanah, orang buta itu bisa melihat. Melalui tanah, Tuhan membebaskan orang buta itu untuk tidak lagi hidup tergantung pada orang lain dengan meminta-minta. Melalui tanah, orang buta yang sudah melihat itu memberitakan kehebatan Tuhan yang telah menyembuhkannya.
Penerapan
Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan Yesus,
Mata dan tanah adalah 2 hal yang penting bagi manusia. Dengan mata, manusia dapat melihat banyak hal dan terhindar dari bahaya. Dengan mata, manusia dapat menciptakan ide-ide kreatif untuk kehidupan. Dengan tanah, manusia mendapatkan asupan makanan untuk bertahan hidup.
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Mari kita membaca Mazmur 146:2 : “Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada” Melalui ayat tersebut, kita diajak oleh Pemazmur untuk memuliakan Tuhan sepanjang hidup kita. Apalagi kita mempunyai anggota tubuh yang lengkap. Mari kita belajar dari orang buta yang disembuhkan oleh Tuhan untuk menceritakan kebaikan-kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Salah satu cara untuk memuliakan Tuhan adalah memelihara tanah yang menjadi sumber kehidupan bagi manusia. Bagaimana cara memelihara tanah? Hal kecil yang bisa kita lakukan adalah jangan membuang sampah plastik dengan sembarangan dan mengurangi pemakaian kantong plastik. Jika perlu, kalian bisa membawa kantong sendiri dari rumah.
Aktivitas
Pamong dapat mengajak anak-anak untuk keluar lalu memungut sampah plastik yang berserakan di sekitar gereja dan membuat poster untuk berisi larangan membuang sampah plastik dengan sembarangan atau ajakan untuk meminimalisir pemakaian kantong plastik.
PERSIAPAN UNTUK MINGGU DEPAN:
- UNTUK JENJANG BALITA: PAMONG DAPAT MEMILIH 4 ORANG TUA UNTUK BERMAIN DRAMA.
- UNTUK JENJANG PRATAMA DAN MADYA: PAMONG DAPAT MEMILIH 4 ANAK UNTUK BERMAIN DRAMA