Rukun Bersama Tuntunan Ibadah Anak 21 Oktober 2018

Bacaan Alkitab: Yohanes 4:1-23
Tahun Gerajawi : Bulan Ekumene
Tema : Ekumene: Antar Agama
Ayat Hafalan : “Sungguh alangkah baiknya dan indahnya bila saudara saudara diam bersama dengan rukun” (Mazmur 133:1)
Lagu Tema : Specials Song For Kids No.202 “Rukun Cinta”

PENJELASAN TEKS

Sepertinya orang Samaria dan orang Yahudi tidak akur. Untuk mengetahui hal itu kita perlu mundur kepada sejarah apa yang membuat mereka tidak akur.

Samaria adalah satu daerah utama di bagian Utara negara Israel, juga merupakan suatu ibu kota(1Raj. 16:24, 29). Perpecahan Israel menjadi kerajaan Utara dan Selatan terjadi karena setelah wafatnya Salomo  pada 931 SM, sepuluh suku di Utara menolak menerima Rehabeam (anak Salomo) sebagai raja mereka. Gantinya pada sekitar tahun 930 SM memilih Yerobeam, yang bukan dari garis Daud sebagai raja mereka. Kerajaan Utara kemudian dikenal dengan Kerajaan Israel atau Efraim (mengacu pada suku terbesar). Sejak saat itu kerajaan Utara dan kerajaan Selatan tidak akur. Kerajaan Utara terdiri atas suku Zebulon, Isakhar, Asyer, Naftali, Dan, Manasye, Efraim, Ruben dan Gad. Suku kerajaan Selatan lebih dikenal sebagai kerajaan Yehuda atau  bangsa Yahudi terdiri atas suku Yehuda dan Benyanmin

Sekitar tahun 700 SM, orang-orang Asyur menaklukkan Samaria lalu membawa orang-orang dari Babel dan negara-negara kafir untuk mendiaminya (2Raj. 17:6, 24). Sejak saat itu, penduduk di sana (orang-orang Samaria) menjadi masyarakat berdarah campuran antara orang-orang kafir dan orang-orang Yahudi.

Sebagian orang Samaria, yang ditolak beribadah di Yerusalem namun enggan untuk terus bertikai, menarik diri dan mendirikan tempat ibadah di Sikhar. Mereka menggunakan Pentateukh (lima kitab Musa) berbahasa Samaria, dan mulai mengembangkan kepercayaan yang berbeda. Mereka, misalnya, menantikan kedatangan Musa sebagai Mesias dan menganggap Gunung Gerizim sebagai tempat yang ditetapkan Allah untuk mempersembahkan korban (Yoh. 4:19-20). Perbedaan kepercayaan inilah yang memperparah pertikaian di antara orang Samaria dan Yahudi.

Dalam bacaan kita, Yesus memberikan babak baru dalam relasi orang Yahudi dan Samaria. Yesus menjembatani perbedaan di antara mereka dengan kasih sayang dan perhatian yang diberikan. Yesus bersedia datang menghampiri perempuan dari Samaria meskipun  tradisi mereka tidak akur. Yesus menghapus jarak antara Yahudi dan Samaria dan menggantikannya dengan kasih sayang. Perbedaan keyakinan seharusnya tidak membuat relasi kemanusiaan kita dengan manusia yang lain terputuskan. Kita bisa meneladani Yesus yang datang dengan kasih sayang tanpa mempersoalkan perbedaan keyakinan dengan perempuan Samaria.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menyebutkan nama lima agama di Indonesia.

Alat Peraga

  • Gambar rumah ibadah agama-agama di Indonesia disertai namanya yang ditulis dengan tulisan berukuran besar yang bisa dibaca anak-anak
  • Tulisan “YAHUDI” dan “SAMARIA” ditulis dengan huruf balok dengan ukuran besar agar terbaca anak-anak

Pendahuluan:  Anak-anak  diajak mengeja kata Samaria dan Yahudi ( diulang 3X)

Inti Penyampaian

Yang baru saja kita sebutkan tadi adalah nama dari dua bangsa dengan dua keyakinan atau cara beribadah yang berbeda. Mereka tidak akur, saling bermusuhan. Pada suatu hari Tuhan Yesus sedang berpergian lalu Tuhan Yesus melihat ada seorang perempuan Samaria sedang menimba air. Orang Samaria dan orang Yahudi tidak akur karena berbeda keyakinan dan cara beribadah, tapi Yesus mau berteman dengan orang Samaria.

Apakah ada adik-adik di sini yang tidak akur dengan temannya? Puji Tuhan kalau tidak ada. Adik-adik, di negara kita Indonesia juga banyak agama.

Mari kita mengeja bersama :

  • KRISTEN
  • KATOLIK
  • ISLAM
  • HINDU
  • BUDHA
  • KONGHUCU
  • ALIRAN KEPERCAYAAN

Diulang 3 kali sambil menunjukkan gambarnya

Mereka tidak sama dengan Kristen, caranya berdoa lain, nama kitabnya juga lain.

Penerapan

  • Meski berbeda kita harus hidup rukun bersama. Mari sekarang kita bernyanyi lagu rukun cinta dari Specials Song For Kids No.202
  • Mewarnai berbagai rumah ibadah. Anak-anak boleh memilih rumah ibadah yang mana yang akan diwarnai.

TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:

  1. Anak dapat menceritakan kembali tentang kisah Tuhan Yesus berkenan menjumpai perempuan Samaria yang berbeda tradisi agama denganNya
  2. Anak dapat menyebutkan nama agama-agama di Indonesia dengan nama tempat ibadahnya

Alat Peraga:

  • Gambar rumah ibadah agama-agama di Indonesia
  • Lembar kerja tentang nama-nama agama dan tempat ibadahnya (terlampir)

Pendahuluan:  Anak-anak diajak membaca Alkitab

Inti Penyampaian:

Setelah selesai membaca, anak-anak dijelaskan alasan mengapa orang Samaria dan orang Yahudi bermusuhan seperti yang ada di penjelasan teks. Meskipun mereka bermusuhan tetapi Tuhan Yesus berkenan mendatangi perempuan Samaria yang sedang menimba air. Yesus adalah orang Yahudi, harusnya menurut tradisi, beliau tidak boleh mendekati apalagi bercakap-cakap dengan perempuan Samaria. Yesus meminta air minum kepada perempuan Samaria dan perempuan itu terkejut lalu bertanya ‘Mengapa Yesus orang Yahudi kok bergaul dengan orang Samaria?’. Lalu Yesus menebak kehidupan perempuan Samaria itu makanya perempuan Samaria itu percaya pada Yesus.

Yesus mau bergaul dengan orang Samaria karena Yesus menyayangi semua manusia tidak peduli apapun agamanya dan latar belakangnya. Manusia sebagai sesama ciptaan Tuhan harus saling mengasihi.  Contohnya kalau ada teman yang berbeda agama ingin bermain bersama maka kita bersedia bermain bersama. Jika mereka sakit kita menjenguk, jika mereka merayakan hari raya maka kita juga mengucapkan selamat dan mengunjungi rumah mereka.

Coba kalian sebutkan nama-nama agama di Indonesia (sambil menunjukkan gambar rumah ibadah agama-agama tersebut)

Penerapan:

Apakah adik-adik mempunyai teman yang berbeda agama? Coba sebutkan agama apa saja ? Apakah kalian tahu apa nama tempat ibadahnya, coba sebutkan. Nah saya akan membagikan kertas tolong kalian mengisinya:

Menyanyikan Specials Song For Kids No.202 Rukun Cinta

Penjelasan tentang agama-agama bisa dilihat dibagian akhir halaman ini.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menceritakan kembali tentang kisah Tuhan Yesus berkenan menjumpai perempuan Samaria yang berbeda tradisi agama denganNya
  2. Anak dapat menyebutkan nama agama-agama di Indonesia dengan nama tempat ibadahnya.

Alat Peraga

  • Gambar rumah ibadah agama-agama di Indonesia
  • Lembar kerja tentang nama-nama agama dan tempat ibadahnya (terlampir)

Pendahuluan: Anak-anak diajak membaca Alkitab

Inti Penyampaian

Setelah selesai membaca anak-anak dijelaskan alasan mengapa orang Samaria dan orang Yahudi bermusuhan seperti yang ada di penjelasan teks. Meskipun mereka bermusuhan tetapi Tuhan Yesus berkenan mendatangi perempuan Samaria yang sedang menimba air. Yesus adalah orang Yahudi, harusnya menurut tradisi, beliau tidak boleh mendekati apalagi bercakap-cakap dengan perempuan Samaria. Yesus meminta air minum kepada perempuan Samaria dan perempuan itu terkejut lalu bertanya Mengapa Yesus orang Yahudi kok bergaul dengan orang Samaria. Lalu Yesus menebak kehidupan perempuan Samaria itu makanya perempuan Samaria itu percaya pada Yesus.

Yesus mau bergaul dengan orang Samaria karena Yesus menyayangi semua manusia tidak peduli apapun agamanya dan latar belakangnya. Manusia sebagai sesama ciptaan Tuhan harus saling mengasihi. Apakah kalian memiliki teman yang beragama lain ? Apakah kalian menyayangi mereka ? Coba sebutkan contoh sikap kalian yang menunjukkan kalau kalian menyayangi teman kalian yang berbeda agama tersebut. (Tunggu sampai anak-anak menjawabnya)

Contohnya kalau ada teman yang berbeda agama ingin bermain bersama maka kita  bersedia bermain bersama. Jika mereka sakit kita menjenguk, jika mereka merayakan hari raya maka kita juga mengucapkan selamat dan mengunjungi rumah mereka.

Coba kalian sebutkan nama-nama agama di Indonesia

(sambil menunjukkan gambar rumah ibadah agama-agama tersebut)

Penerapan

Apakah adik-adik mempunyai teman yang berbeda agama ? Coba sebutkan agama apa saja ? Apakah kalian tahu apa nama tempat ibadahnya coba sebutkan. Nah saya akan membagikan kertas tolong kalian mengisinya :

Penjelasan Tentang Agama-Agama Untuk Para Pamong

Agama Islam

Nama Kitab Suci : Al-Qur’an
Nama Pembawa : Nabi Muhammad SAW
Permulaan : Sekitar 1400 tahun yang lalu
Tempat Ibadah : Masjid
Hari Besar Keagamaan : Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha, Tahun Baru Hijrah, Isra’ Mi’raj

Agama Kristen Protestan

Nama Kitab Suci  : Alkitab
Nama Pembawa : Yesus Kristus
Permulaan : Sekitar 2000 tahun yang lalu
Tempat Ibadah : Gereja
Hari Besar Keagamaan : Hari Natal, Hari Jumat Agung, Hari Paskah, Kenaikan Yesus Kristus

Agama Katolik

Nama Kitab Suci : Alkitab
Nama Pembawa : Yesus Kristus
Permulaan : Sekitar 2000 tahun yang lalu
Tempat Ibadah : Gereja
Hari Besar Keagamaan : Hari Natal, Hari Jumat Agung, Hari Paskah, Kenaikan Isa Almasih

Agama Hindu

Nama Kitab Suci : Weda
Nama Pembawa : –
Permulaan : Sekitar 3000 tahun yang lalu
Tempat Ibadah : Pura
Hari Besar Keagamaan : Hari Nyepi, Hari Saraswati, Hari Pagerwesi

Agama Buddha

Nama Kitab Suci : Tri Pitaka
Nama Pembawa : Siddharta Gautama
Permulaan : Sekitar 2500 tahun yang lalu
Tempat Ibadah : Vihara
Hari Besar Keagamaan : Hari Waisak, Hari Asadha, Hari Kathina

Agama Kong Hu Cu

Nama Kitab Suci : Si Shu Wu Ching
Nama Pembawa : Kong Hu Cu
Permulaan : Sekitar 2500 tahun yang lalu
Tempat Ibadah : Li Tang / Klenteng
Hari Besar Keagamaan : Tahun Baru Imlek, Cap Go Meh

Menyanyi: Lagu “Rukun Cinta Satu Sama Lain”

Persiapan Untuk Minggu Depan

  1. Untuk kelas madya diumumkan untuk membawa ember dan  gayung untuk menyiram tanaman di Gereja. Juga ada yang membawa cetok untuk menyiangi rumput dan memberi pupuk, dan sapu lidi untuk membersihkan tanah di sekitar Gereja.
  2. Pamong menyediakan pupuk kompos untuk diberikan pada tanaman. Pamong memberikan contoh cara memupuk yang baik.
 

Bagikan Entri Ini: