Yesus Besertaku Tuntunan Ibadah Anak 2 Februari 2020

20 January 2020

Bacaan Alkitab: Matius 8:23-27
Tahun Gerejawi : Bulan Penciptaan
Tema : Udara
Ayat Hafalan : “Angin bertiup kemana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu darimana ia datang atau kemana ia pergi.” (Yohanes 3:8a)
Lagu Tema : KJ 440 “Di Badai Topan Dunia” dan “Yesus Besertaku”

Penjelasan Teks

Beriman kepada Yesus ternyata tidak cukup hanya mempelajari diriNya atau ajaranNya saja. Beriman kepada Yesus itu berarti harus berani berserah penuh pada kuasa Yesus dan percaya dengan total bahwa kuasa Yesus mengatasi dunia ini.

Pada perikop ini, secara singkat dikisahkan tentang para murid yang ketakutan saat badai datang dalam perjalannya menyeberangi danau. Sedangkan Yesus yang mereka ikuti malah tidur. Saat para murid ketakutan di tengah badai yang mengombang-ambingkan perahu, mereka berteriak minta tolong pada Yesus. Mereka merasa bahwa akan mengalami kebinasaan. Lalu Yesus bangun, menghardik angin dan danau sehingga kembali tenang dan menegur para murid.

Kisah ini menunjukkan bahwa Yesus berkuasa penuh atas seluruh ciptaan, termasuk atas angin dan air (danau). Melalui kejadian ini diharapkan para murid yang diberi kesempatan mengalami secara langsung kuasa Yesus atas angin dan air tidak lagi ragu kepada Yesus; bahkan semakin teguh percayanya pada Yesus. Bahkan bila mengacu dari ucapan Yesus yang ditujukan pada para pengikutnya sebelum Yesus menghardik angin dan danau adalah : ‘Mengapa kamu takut hai orang yang kurang percaya?’. Bahwa sesungguhnya kuasa Yesus adalah kuasa yang menyelamatkan, bukan hanya melalui kata-kata/hardikan pada angin dan danau yang meneduhkan danau itu, tetapi kehadiran Yesus dalam perahu sesungguhnya telah memberikan kuasa yang menyelamatkan selama mereka percaya penuh pada Yesus. Sayangnya, memang sulit percaya bila sedang menghadapi badai/bahaya/pergumulan hidup.

Hal ini yang membuat peristiwa di tengah danau Galilea menjadi peristiwa penting bagi para murid. Mereka belajar menyadari bahwa Yesus berdaulat atas alam semesta. Selama ini mereka melihat karya Yesus bagi orang-orang sekeliling mereka, di perikop ini para muridlah yang justru mengalami karya Yesus tersebut.

Melalui peristiwa ini, bukan berarti Yesus tidak peduli dengan angin ribut yang menerpa, melainkan supaya karya Allah disaksikan dan dialami oleh mereka (para murid) yang mengikuti Dia. Dengan demikian, kita pun dapat melihat bahwa Allah berkuasa atas udara (angin) juga atas air (danau) dan tentu atas seluruh ciptaan. Yesus berkuasa juga atas seluruh hidup kita.

Refleksi Pamong :

Seringkali kita juga bersikap seperti para murid Yesus: merasa sudah mengenal Yesus dalam hidup kita tetapi kita tidak sepenuhnya percaya padaNya, bahkan kadang kita tidak merasakan kehadiranNya karena merasa sudah biasa dengan keadaan yang kita alami. Bagi kita Yesus hanya sebagai tokoh saja tanpa kita sendiri menyadari penyertaanNya. Melalui bacaan ini, kita diingatkan kembali untuk bukan sekedar mengakui melainkan juga mengimani dengan teguh. Kita sudah seringkali mengalami badai (masalah) dalam hidup. Mari kita juga merasakan kehadiranNya di dalam setiap perkara kita. Memampukan kita untuk mengalami kehidupan ini bersama Dia. Terlebih saat dalam menjalani panggilan pelayanan kepada anak-anakNya, mari kita terus melakukannya dengan tenang dan percaya Yesus beserta kita meski kadang-kadang juga mengalami badai masalah (entah itu masalah komunikasi dengan sesama pelayan, merasa berjuang sendiri dll). Tetaplah percaya, Yesus ada bersama kita.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan : Anak  dapat menceritakan kembali kisah Yesus yang berkuasa atas angin ribut.

Alat Peraga

  • Gambar perahu untuk bercerita. (pamong dapat menyiapkan / menggambar perahu)
  • Kertas Karton.
  • Kertas lipat (untuk origami perahu kertas).
  • Lem/double tape.

Pendahuluan

Selamat pagi anak-anak..

Ayo pagi ini kita menghirup udara dulu.. (ajak anak-anak mengambil nafas dan menghembuskannya perlahan). Bagaimana? Udara pagi ini segar atau hangat? (biarkan anak-anak merasakan dan menjawab).

Inti Penyampaian

Nah sekarang kita akan mendengarkan cerita murid-murid Tuhan Yesus yang naik perahu menyeberangi danau. Siapa yang pernah naik perahu ?? Bagaimana rasanya naik perahu? (ajak anak-anak duduk sambil berpegangan tangan dan bergoyang-goyang pelan, seakan-akan dalam perahu)

Tapi… tiba-tiba angin berhembus besar.. besar.. dan besar.. sampai perahu mereka berguncang. Berguncang dan berguncang lagi. (ajak anak-anak duduk sambil berpegangan tangan dan bergoyang-goyang agak keras dan makin cepat, seakan-akan dalam perahu terkena badai)

Para murid Yesus ketakutan semuanya.

“Ada angin besar… ada angin besar..” mereka berteriak cemas.

Tapi apa yang terjadi? Yesus sedang tertidur. Kemudian setelah mendengar teriakan murid-muridnya, Yesus bangun dengan tenang. Yesus tidak takut dengan angin besar.

Lalu setelah itu Yesus menyuruh badai itu berhenti. Supaya murid-murid tidak takut lagi.

Waahh! Hebat ya Yesus bisa membuat angin ribut menjadi tenang kembali. Danaunya kembali tenang. (ajak anak-anak duduk sambil berpegangan tangan dan bergoyang-goyang pelan, seakan-akan dalam perahu)

Penerapan:

Anak-anak yang dikasihi Tuhan. Mengapa Yesus bisa membuat angin besaaar menjadi reda? Karena Tuhan yang menciptakan udara.. juga yang menciptakan angin. Itu artinya.. Yesus berkuasa atas udara, atas angin.

Nah. Sekarang coba sekarang kita membuat perahu dulu yukkk.. nanti perahunya kita tempel pada kertas yang bergambar danau ini..

(ajak ke aktivitas)

Aktivitas :

  • Ajak anak-anak untuk menggambar danau di kertas karton (danau, awan, ombak)
  • Ajak anak-anak membuat origami perahu dari kertas lipat.
  • Minta anak untuk menempelkan origami perahu kertas dengan lem/double tape.
  • Sambil memberi penjelasan ulang tentang kisah Yesus meneduhkan angin ribut.

TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan

  1. Anak dapat menceritakan kembali kisah Yesus yang berkuasa atas angin ribut.
  2. Anak dapat menunjukkan dampak angin ribut bagi para murid.

Alat Peraga: Permainan “Tiup Bola Ping-Pong”

  • Gelas
  • Bola Pingpong

Pendahuluan

Haloo anak-anak, apa kabar?

Hari ini kita akan belajar bersama tentang Tuhan Yesus yang meneduhkan angin ribut. Ada yang tahu angin ribut itu seperti apa hayooo?? (beri kesempatan anak-anak untuk memberi jawaban). Ya.. angin ribut itu angin yang bertiup besar.. dan besar sekali….

Nah, ayo sekarang kita dengarkan bagaimana Yesus dan murid-muridnya yang naik perahu terus ada angin ribut di tengah danau..

Inti Penyampaian

Pada waktu itu Yesus dan murid-muridnya sedang naik perahu. Mereka akan menyeberangi danau. Di tengah danau tiba-tiba berhembus angin.. awalnya semilir.. pelan dan sejuk. Tapi lama kelamaan anginnya tambah besar.. tambah lagi besar.. sampai besar sekali.. perahu yang mereka naiki bergoyang membuat murid-murid Yesus panik. Ketakutan.

Tapi apa yang terjadi kemudian??

Mereka melihat Yesus tertidur. Lalu mereka berteriak pada Yesus “Yesus.. tolong kami, anginya sangat besar. Perahunya bergoyang.. hampir tenggelam!!”

Yesus terbangun mendengar itu. Kemudian Yesus berdiri lalu membuat angin ribut tadi menjadi tenang, kembali berhembus pelan dan semilir.

Penerapan

Anak-anak tahukah apa gunanya angin itu? Ya, benar. Angin bisa membuat jemuran kering, lalu membantu penyerbukan pada tanaman, bisa juga menggerakan kincir angin dan mendorong layar perahu sehingga perahu bisa bergerak maju. Kalau anginnya semilir, kita bisa merasakan kesejukan. Nah, bagaimana kalau anginnya besar sekali, seperti angin ribut? (beri kesempatan anak-anak berpikir dan menjawab)

Anak-anak yang dikasihi Tuhan, murid-murid heran melihat bagaimana Yesus membuat angin ribut menjadi tenang. Mereka percaya Yesus bisa melakukan apapun. Yesus anak Allah, berkuasa atas alam semesta, termasuk juga angin ribut yang diredakan. Kita pun juga tak perlu takut saat ada angin kencang. Kita harus berhati-hati saat angin kencang dan tetap berdoa pada Tuhan Yesus yang menyertai kita.

Aktivitas : Simulasi perahu yang bergoyang karena angin ribut dengan bola pingpong!

  • Siapkan Gelas (ukuran apa saja)
  • Gambar/Lukis bola pingpong dengan pola perahu
  • Letakkan satu bola dalam gelas yang tersedia
  • Minta anak-anak untuk meniup bola sampai bisa keluar/terlempar dari gelas
  • Dari pergerakan itu, pamong bisa menjelaskan bagaimana keadaan angin ribut yang dialami murid-murid Yesus.

TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA :

Tujuan:

  1. Anak dapat menceritakan kembali kisah Yesus yang berkuasa atas angin ribut.
  2. Anak dapat menunjukkan dampak angin ribut bagi para murid.
  3. Anak dapat menunjukkan bahwa melalui udara Tuhan menyatakan kuasa-Nya.

Alat Peraga : Permainan Tiup Perahu

  • Bak berisi air.
  • Kertas lipat.

Pendahuluan

Hallooo anak-anak, selamat pagi.. semangat ya untuk hari ini??

Nah kalau kita semua semangat ayo kita main dulu.. Kita akan main Hembusan Sang Angin!  Caranya begini :

Ketika kakak pamong mengatakan “Angin berhembus pada anak berkacamata!” Nah, anak-anak yang memakai kacamata harus berlari mendekat pada kakak pamong, supaya kalian tidak diterbangkan oleh angin.

Kalau kakak pamong mengatakan “Angin berhembus pada anak berbaju merah!” yang hari ini pakai baju mereka harus berlari mendekat pada kakak pamong juga. Begitu ya…

(permainan ini bisa disesuaikan dengan situasi dan kondisi, misal: anak berambut panjang, pendek, ikal, ikat satu, sepatu biru dan lain-lain)

Inti Penyampaian

Cerita alkitab hari ini, yaitu para murid Yesus juga seperti anak-anak tadi, cepat-cepat mencari pegangan saat ada angin kencang.

Pada waktu itu Yesus dan murid-muridnya sedang naik perahu. Mereka akan menyeberangi danau Galilea. Saat di tengah danau tiba-tiba berhembus angin.. awalnya semilir.. pelan dan sejuk. Tapi lama kelamaan anginnya tambah besar.. tambah lagi besar.. sampai besar sekali.. Perahu yang mereka naiki bergoyang membuat murid-murid Yesus panik. Ketakutan.

Tapi apa yang terjadi kemudian??

Mereka melihat Yesus tertidur. Lalu mereka berteriak pada Yesus “Yesus.. Tolong kami, anginnya sangat besar. Perahunya bergoyang.. hampir tenggelam!!”

Yesus terbangun mendengar itu. kemudian Yesus berdiri lalu membuat angin ribut tadi menjadi tenang kembali, berhembus pelan dan semilir. Melihat hal itu, murid-murid Yesus kagum. Mereka menjadi semakin percaya pada Tuhan Yesus yang berkuasa atas udara. Kuasa Tuhan Yesus lebih besar dari angin besar itu.

Penerapan

Anak-anak sekarang kita tahu.. ternyata angin yang besar itu membuat para murid kuatir. Takut perahunya bergoyang terus mereka tenggelam. Tetapi Tuhan Yesus itu hebat. Angin besar saja diperintahkan supaya berhembus pelan. Meski begitu angin juga punya banyak manfaat lo..

Anak-anak tahukah apa gunanya angin itu? Ya, benar. Angin bisa membuat jemuran kering, lalu membantu penyerbukan pada tanaman, bisa juga menggerakan kincir angin mendorong layar perahu sehingga perahu bisa bergerak maju. Kalau anginnya semilir, kita bisa merasakan kesejukan. Nah, bagaimana kalau anginnya besar sekali, seperti angin ribut? (beri kesempatan anak-anak berpikir dan menjawab)

Nah, itu artinya kita harus percaya pada Tuhan Yesus . Bukan hanya angin besar atau badai saja yang diredakan oleh Tuhan Yesus. Kita pun akan ditolongnya.. setiap hari. Tuhan memberkati..

Aktivitas :

Simulasi perahu yang bergoyang karena angin ribut!

  • Menyiapkan danau buatan (sediakan bak berisi air)
  • Ajak anak-anak membuat perahu kertas.
  • Atur kelompok (dua atau tiga orang)
  • Lomba tiup perahu (dalam satu kelompok, minta anak-anak untuk menggerakkan perahu mereka dengan cara di tiup)
  • Dari pergerakan perahu yang mereka tiup, pamong bisa menjelaskan bagaimana keadaan angin ribut yang dialami murid-murid Yesus.

Gambar: Sweet Publishing

Renungan Harian

Renungan Harian Anak