Firman-Mu Tidak Akan Kulupakan. Tuntunan Ibadah Anak 15 September 2019

Tahun Gerejawi : Bulan Kitab Suci
Tema : Sikap mengingat
Bacaan : 2 Tawarikh 30:1-27
Ayat Hafalan : (“Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan”) Mazmur 119:16,

Lagu : KJ No. 51 “Kitab Suci, Hartaku”

PenjelasanTeks

Kitab 2 Tawarikh merupakan kelanjutan kisah yang telah diceritakan dalam kitab 1 Tawarikh, juga dalam kitab 1 dan 2 Samuel serta 1 dan 2 Raja-raja. Akan tetapi isinya dan penekanannya berbeda. Kitab 2 Tawarikh tidak menyoroti persoalan-persoalan politik, melainkan lebih fokus pada hal-hal yang berkaitan dengan peribadahan yang benar.

Dalam kitab 2 Tawarikh penulis memberikan perhatian khusus pada kehidupan dari beberapa raja, antara lain; Asa, Yosafat, Hizkia dan Yosia. Sekalipun fokus kepada Bait Allah yang dibangun oleh Salomo namun kisah yang berhubungan dengan pengangkatan Salomo tidak diceritakan, maka penulis fokus pada kehidupan keempat raja setelah Salomo. Empat raja tersebut adalah raja yang setia dan taat serta mengabdikan dirinya untuk membawa bangsa Israel kembali kepada Allah: menaati dan menjalankan perintah Allah.

Seperti halnya kitab 1 Tawarikh, kitab 2 Tawarikh juga ditulis untuk orang-orang yang telah kembali dari pembuangan di Babel. Kitab 2 Tawarikh tersusun dalam tiga bagian utama. Pertama, 2 Tawarikh 1-9 bercerita tentang Salomo serta pembangunan Bait Allah. Kedua, 2 Tawarikh 10-28 bercerita tentang kisah terpecahnya kerajaan yang diikuti dengan pemberontakan suku-suku utara, namun dalam kitab ini yang diceritakan sejarah kerajaan selatan yakni Yehuda. Ketiga, 2 Tawarikh 29-36 bercerita tentang kisah-kisah dari akhir kerajaan yang terbagi.

Bagian bacaan 2 Tawarikh 30:1-27 termasuk dalam bagian yang ketiga dari susunan kitab 2 Tawarikh. Bagian ini secara khusus menceritakan tentang pembaharuan yang dilakukan oleh raja Hizkia. Raja Hizkia adalah raja Yehuda yang dikenal sebagai raja yang takut akan Tuhan serta yang membawa perubahan besar-besaran bagi bangsa Israel. Perubahan tersebut diawali dengan pengudusan Bait Allah atau rumah Tuhan (2 Taw 29:3-36). Selanjutnya Hizkia jugalah yang memelopori diadakannya kembali ibadah-ibadah kepada Tuhan di Bait Allah di Yerusalem. Hizkia mengajak orang Israel untuk menata kembali laku hidup keagamaan mereka. Dia menyadari bahwa apa yang telah dilakukan oleh nenek moyangnya semakin jauh dari kehendak Tuhan dan membuat Tuhan murka atas mereka. Dalam hal ini Hizkia mengadakan pembaharuan mental yang bersifat menyeluruh terhadap kehidupan bangsa Yehuda, bahkan ia berani mengajak orang-orang di Kerajaan Israel dan kepada suku Efraim dan Manasye untuk beribadah merayakan Paskah. Paskah sejak semula memang dikenal dengan istilah Hari Raya Roti tidak ber-ragi. Paskah dalam perjanjian lama dimaknai sebagai tanda penyertaan Tuhan terhadap umat-Nya yang menuntun bangsa Israel keluar dari tanah perbudakan (Mesir) menuju tanah perjanjian. Sebagaimana dicatat dalam kitab Keluaran pasal 12 tentang perayaan Paskah.

Dengan kembali merayakan Paskah berarti bahwa orang Israel diajak untuk mengingat dan menghayati kembali penyertaan Tuhan atas mereka. Perayaan Paskah perlu terus dilakukan sebagai tanda ucapan syukur juga pengingat bagi bangsa Israel yang telah menerima kebebasan dan kemerdekaan dari tanah Mesir. Saat itu perayaan Paskah bukan hanya dirayakan selama 7 hari, melainkan lebih lama yakni 14 hari. Semua ini adalah berkat usaha Hizkia yang mengandalkan Tuhan dan terus mengingat segala kebaikan Tuhan bagi orang Israel. Demikianlah pembaharuan yang dilakukan oleh Hizkia. Pembaharuan yang menantang seluruh orang Yehuda dan Israel pada saat itu untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan, yaitu untuk terus hidup di dalam kekudusan. Nasehat dan perintah yang diikuti oleh seluruh bangsa itu, yang membuat doa-doa mereka kembali didengar oleh Tuhan (ay. 27). Setelah itu Yerusalem dibersihkan. Segala macam berhala ditumbangkan. Mezbah-mezbah dan tempat-tempat penyembahan kepada berhala dihancurkan.

Dalam cerita Hizkia yang demikian ini kata kuncinya adalah mengingat segala kebaikan Tuhan. Dengan mengingat segala kebaikan Tuhan dan penyertaan-Nya, Hizkia mampu membawa suatu perubahan besar bagi bangsa Israel. Mengingat memang bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, namun sebagai anak-anak Tuhan mengingat segala kebaikan Tuhan harus terus dilakukan. Mengingat kebaikan Tuhan dilakukan juga dengan mengingat cerita-cerita Alkitab, karena melalui banyak cerita dalam Alkitab itulah anak-anak bisa semakin mengenal dan menghayati segala kebaikan Tuhan di dalam hidupnya.


 

Tuntunan Ibadah Anak Balita

Tujuan :

  1. Anak dapat menceritakan kembali Tokoh Hizkia sebagai tokoh yang mengingat Firman Tuhan.
  2. Anak dapat menunjukkan sikap mengingat Firman Tuhan dengan menyebutkan beberapa tokoh Alkitab.

Alat Peraga

  • Permainan mengingat benda-benda.
  • Pamong dapat menyiapkan gambar yang terdapat di CD

Petunjuk permainan mengingat benda-benda

  1. Pamong menyiapkan benda atau barang, bisa berupa makanan; mainan atau benda-benda lainnya.
  2. Pamong menyiapkan meja dan tudung saji.
  3. Pamong menata benda-benda (no. 1) di meja atau tempat yang telah disiapkan dan ditutup dengan tudung saji (tertutup).
    Catatan: persiapan ini dilakukan sebelum kebaktian dimulai yakni sebelum ada anak yang datang.
  4.  Jika anak sudah datang dan kebaktian bisa dimulai, ajaklah anak untuk memperhatikan tudung saji yang tertutup.
  5. Bukalah tudung saji tersebut dan dalam waktu 2 menit mintalah anak untuk mengingat benda atau barang apa saja yang ada di dalam tudung saji tersebut.
  6. Setelah 2 menit tutup kembali tudung sajinya.
  7. Mintalah anak menyebutkan benda apa saja yang ada di dalam tudung saji tersebut.
  8. Jika dibutuhkan permainan bisa dilakukan beberapa kali sampai semua benda atau barang yang ada dalam tudung saji berhasil disebutkan oleh anak.

Tujuan Permainan:
Kata kunci dari permainan ini adalah mengingat. Semakin banyak benda atau barang yang bisa diingat oleh anak, semakin banyak yang bisa mereka sebutkan. Pengulangan dilakukan beberapa kali bertujuan untuk menjelaskan kepada anak bahwa butuh beberapa kali kesempatan menemukan benda atau barang untuk dapat mengingat. Demikian juga dengan cerita Alkitab perlu dibaca-didengar beberapa kali supaya bisa diingat.

Pendahuluan

Selamat pagi anak-anak,
Apakah kabarnya masih luar biasa baik hari ini? Coba saya mau tanya, nanti jawab dengan “Puji Tuhan, luar biasa, baik-baik-baik!” bisa ya? Halo anak-anak.. apa kabar? (berikan kesempatan kepada anak untuk merespon, jika perlu ulangi beberapa kali) Pagi ini kita mau bermain mengingat benda-benda. Coba lihat! Di tengah-tengah kita sudah ada sesuatu yang ditutupi. Kira-kira apa ya yang ada di dalamnya? Cara bermainnya, saya akan membuka tutupnya dan selama 2 menit, kalian harus mengingat sebanyak-banyaknya benda atau barang apa saja yang ada di dalamnya. Siap ya? 1-2-3 hayo.. lihat dan ingat benda atau barang apa saja ini sebelum saya tutup kembali. (jika waktu dirasa sudah cukup maka tudung saji bisa ditutup kembali) Sudah ya? Sekarang saya mau tanya, benda atau barang apa saja yang ada di dalamnya tadi? (berikan waktu kepada anak untuk menjawab. Jika ada barang dan benda yang belum berhasil disebutkan, permainan bisa dilakukan kembali dengan membuka tudung sajinya.) Bagaimana menurut kalian susah atau tidak untuk mengingat? Ada yang susah, ada yang tidak ya? Bagaimana dengan cerita-cerita Alkitab, mudah atau tidak untuk diingat? Supaya mudah maka harus dibaca dan diulang beberapa kali supaya terus diingat.

Inti Penyampaian

Dalam Alkitab ada seorang raja yang bernama H-I-Z-K-I-A, coba ulangi lagi! Raja Hizkia ini adalah Raja yang setia kepada Tuhan. Raja Hiskia mengajak orang-orang Isarel untuk mengingat kembali kebaikan-kebaikan Tuhan dalam kehidupan mereka. Raja Hizkia tahu bahwa orang-orang Israel semakin jauh dari Tuhan, tidak mau melakukan perintah Tuhan dan justru menyembah patung-patung. Oleh sebab itu raja Hizkia mengajak orang-orang Israel untuk kembali melakukan perintah Tuhan yakni beribadah.

(tunjukkan gambar 1, Hizkia memberikan titah kepada para pesuruh).
Saat itu raja Hizkia menugaskan beberapa orang untuk menyampaikan pesan kepada semua orang supaya mereka mengadakan Paskah Mengadakan apa? P-A-S-K-A-H. Apa itu paskah? Paskah adalah acara makan roti tidak beragi bersama-sama dengan semua orang yang ada.

(tunjukkan gambar 2, pesuruh berangkat menyebarkan berita)
Saat diminta untuk menyebarkan berita itu, mereka pergi dan menyampaikan pesannya kepada orang-orang Israel. Orang-orang Israel berkumpul dan mendengarkan berita yang disampaikan, yakni untuk mengadakan P-A-S-K-A-H.

(tunjukkan gambar 3, para pesuruh mewartakan pesan dari raja Hizkia)
Setelah mendengar berita itu orang-orang beramai-ramai datang ke Yerusalem, ke mana? Y-E-R-U-S-A-L-E-M untuk mengadakan P-A-S-K-A-H. mereka duduk bersama dan makan roti bersama; besar kecil, tua dan muda semua orang Israel.

(tunjukkan gambar 4; orang-orang merayakan paskah)
Raja Hizkia mengajak orang-orang Israel untuk mengadakan Paskah karena raja Hizkia mengingat kebaikan Tuhan dalam kehidupan orang-orang Israel.

Penerapan

Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,
Sama seperti raja Hizkia yang mengingat kebaikan Tuhan, kita sebagai anak-anak Tuhan juga diajak untuk mengingat kebaikan Tuhan dalam kehidupan kita. Bagaimana caranya? Dengan mengingat cerita-cerita Alkitab yang kita baca dan dengarkan setiap minggunya atau dalam kebaktian-kebaktian lainnya (bisa disebutkan sesuai dengan keadaan jemaat masing-masing.) Kenapa kita harus mengingat cerita Alkitab? Karena melalui cerita-cerita Alkitab itu kita bisa tahu bahwa Tuhan kita itu baik, bukan hanya kepada tokoh-tokoh dalam Alkitab saja tetapi juga kepada kita semua. Coba saya mau tanya masih ingat tidak ya siapa tokoh Alkitab kita hari ini? siapa raja yang mengingat kebaikan Tuhan bagi orang-orang Israel? Kalau hari ini kita belajar dari raja Hizkia dan kalian sudah mengingatnya dengan baik. Coba kita temukan orang-orang lain di dalam Alkitab.

Aktivitas

Untuk Akitivitas ini, Pamong menyiapkan gambar yang terdapat di CD. Lalu Pamong menunjukkan gambar pada anak-anak dan minta anak-anak untuk menyebutkan siapakah tokoh dalam gambar tersebut.
15 September – gambar Simson
15 September – gambar daud goliat
15 September – gambar musa
15 September – gambar nabi nuh
15 September – gambar yunus

Catatan:
Berikan potongan puzzle bagian 3 kepada masing-masing Anak Balita


 

Tuntunan Ibadah Anak Pratama

Tujuan :

  1. Anak dapat menceritakan kembali Tokoh Hizkia sebagai tokoh yang mengingat Firman Tuhan.
  2. Anak dapat menunjukkan sikap mengingat Firman Tuhan dengan menyebutkan beberapa kisah dari Alkitab.

Alat Peraga

  1. Kartu remi atau kartu lainnya (kembar dan atau bisa dipasangkan) sesuai dengan kreativitas pamong. Kartu ini digunakan untuk melakukan permainan ingat dan pasangkan.
  2. Pamong menyiapkan gambar yang sama dengan Alat Peraga Balita

Petunjuk permainan ingat dan pasangkan.

  • Pamong menyediakan kartu (bisa kartu remi atau kartu lainnya sesuai dengan kreativitas pamong). Usahakan kartu tersebut bisa dipasangkan, misalnya jika menggunakan kartu remi; (♦) diamonds/permata/wajik dengan (♥) heart/hati bisa disamakan angka dan warnanya. 10 ♦ warna merah dengan 10 ♥ warna merah, dst. (♠) spades/waru dengan (♣) clubs/keriting disamakan angka dan warnanya. KING ♠ warna hitam dengan KING ♣ warna hitam, dst.
  • Pamong memilih beberapa pasang kartu remi atau kartu lainnya.
  • Letakkan beberapa pasang kartu tersebut di tengah-tengah ruangan (di meja atau lantai-menyesuaikan kondisi ruang kebaktian anak di jemaat masing-masing). Kartu dalam posisi tertutup.
  • Undanglah beberapa anak untuk bermain di depan.
  • Mintalah anak membuka masing-masing kartu dan menemukan pasangan dari kartu tersebut. Anak hanya membuka dua kartu setiap putarannya. Pasangan kartu harus ditemukan saat anak membuka kartu kedua. Jika kartu kedua bukan pasangan dari kartu pertama maka kedua kartu harus ditutup kembali.
  • Lakukan permainan ini beberapa kali, jika dalam permainan pertama semua kartu telah dibuka maka kartu dapat dikocok dan kembali ditata dengan acak dan permainan dimulai kmbali dari awal. (banyaknya pengulangan permainan menyesuaikan dengan kondisi kebaktian anak di jemaat masing-masing.)

Pendahuluan

Selamat pagi anak-anak..
Pagi ini kita akan bermain ingat dan pasangkan. Adakah di antara kalian yang bisa membantu saya untuk bermain? (pamong dan anak melakukan permainan ingat dan pasangkan sesuai dengan petunjuk permainan)
—setelah permainan—
Bagi kalian yang sempat mencoba untuk bermain, bagaimana perasaan kalian saat bermain? Apakah mudah untuk menemukan pasangan dari kartu yang kita buka pertama kali? Adakah diantara kalian yang berhasil menemukan pasangan kartu pertama dengan hanya membuka kartu sekali saja? Tentu tidak mudah menemukan pasangan kartu dari kartu pertama yang kita buka, kita perlu membuka kartu ketiga, keempat dan seterusnya. Kunci sukses dalam permainan ini adalah kita perlu mengingat dengan baik posisi atau letak kartu dan gambar atau angkanya. Dengan mengingat posisi, gambar dan angkanya maka kita dapat dengan mudah menemukan pasangan kartu pertama saat membuka kartu yang kedua. Namun, memang untuk dapat menemukan, kita harus membuka beberapa kali kartu yang sudah pernah kita buka. Semakin sering dibuka maka semakin kita mengingatnya.

Inti Penyampaian

Minggu pertama bulan ini kita sudah belajar tentang sikap membaca, selanjutnya minggu lalu sikap mendengar maka minggu ini kita akan belajar tentang sikap mengingat. Mengingat adalah sikap yang harus diambil setelah kita membaca dan mendengarkan cerita-cerita Alkitab.

Pagi ini kita akan belajar sari salah satu tokoh Alkitab yang bernama Hizkia. Hizkia adalah raja Yehuda yang dipilih oleh Tuhan untuk memulihkan keadaan keagamaan orang Israel setelah kembali dari tanah pembuangan di Babel. Saat itu orang-orang Israel masih menyembah patung-patung atau sering disebut dengan berhala. Oleh sebab itu raja Hizkia memulai pembaharuannya dengan penyucian bait Allah di Yerusalem. Setelah itu raja Hizkia mengajak untuk mengingat kebaikan Tuhan yang telah menyertai orang-orang Israel, maka dia mengajak orang-orang Israel untuk merayakan Paskah.

Paskah dalam Perjanjian Lama dimengerti sebagai suatu tanda pengingat bagi orang-orang Israel atas penyertaan Tuhan bagi mereka. Pengingat bahwa Tuhan telah membawa mereka keluar dari tanah perbudakan di Mesir.

(tunjukkan gambar 1, Hizkia memberikan titah kepada para pesuruh).
Saat itu raja Hizkia menugaskan beberapa orang untuk menyampaikan pesan kepada semua orang supaya mereka mengadakan Paskah Mengadakan apa? P-A-S-K-A-H. Apa itu paskah? Paskah adalah acara makan roti tidak beragi bersama-sama dengan semua orang yang ada.

(tunjukkan gambar 2, pesuruh berangkat menyebarkan berita)
Saat diminta untuk menyebarkan berita itu, mereka pergi dan menyampaikan pesannya kepada orang-orang Israel. Orang-orang Israel berkumpul dan mendengarkan berita yang disampaikan, yakni untuk mengadakan P-A-S-K-A-H.

(tunjukkan gambar 3, para pesuruh mewartakan pesan dari raja Hizkia)
Setelah mendengar berita itu orang-orang beramai-ramai datang ke Yerusalem, ke mana? Y-E-R-U-S-A-L-E-M untuk mengadakan P-A-S-K-A-H. mereka duduk bersama dan makan roti bersama; besar kecil, tua dan muda semua orang Israel.

(tunjukkan gambar 4; orang-orang merayakan paskah)
Raja Hizkia mengajak orang-orang Israel untuk mengadakan Paskah karena raja Hizkia mengingat kebaikan Tuhan dalam kehidupan orang-orang Israel.

Penerapan

Belajar dari raja Hizkia yang mau mengingat firman Tuhan untuk merayakan Paskah, kita sebagai anak-anak Tuhan juga diajak untuk terus mengingat segala kebaikan Tuhan dengan mengingat cerita-cerita Alkitab dengan baik. Kenapa melalui cerita-cerita Alkitab? Karena melalui cerita-cerita Alkitab tersebut kita bisa belajar dari para tokoh di dalamnya, seperti hari ini kita belajar dari raja Hizkia. Selain itu kita juga bisa menemukan sendiri kebaikan Tuhan bagi kita melalui cerita Alkitab tersebut.

Aktivitas
Nah, apakah kalian sudah bisa mengingat cerita kita hari ini? Coba ceritakan kembali dengan mengurutkan gambar-gambar sesuai dengan urutan cerita yang sudah saya sampaikan tadi. Pamong dapat menunjuk beberapa anak untuk bercerita dengan menggunakan media gambar 1-4 yang diurutkan

Catatan:
Berikan potongan puzzle bagian 3 kepada masing-masing Anak Pratama

Tuntunan Ibadah Anak Madya

Tujuan :

  1. Anak dapat mencirikan Tokoh Hizkia sebagai tokoh yang mengingat Firman Tuhan.
  2.  Anak dapat menunjukkan sikap mengingat Firman Tuhan dengan aktivitas dalam kelas.

Alat Peraga
Pamong menyiapkan Kartu remi atau kartu lainnya (kembar dan atau bisa dipasangkan) sesuai dengan kreativitas pamong. Kartu ini digunakan untuk melakukan permainan ingat dan pasangkan.

Petunjuk permainan ingat dan pasangkan.

  1. Pamong menyediakan kartu (bisa kartu remi atau kartu lainnya sesuai dengan kreativitas pamong). Usahakan kartu tersebut bisa dipasangkan, misalnya jika menggunakan kartu remi; (♦) diamonds/permata/wajik dengan (♥) heart/hati bisa disamakan angka dan warnanya. 10 ♦ warna merah dengan 10 ♥ warna merah, dst. (♠) spades/waru dengan (♣) clubs/keriting disamakan angka dan warnanya. KING ♠ warna hitam dengan KING ♣ warna hitam, dst.
  2. Pamong memilih beberapa pasang kartu remi atau kartu lainnya.
  3. Letakkan beberapa pasang kartu tersebut di tengah-tengah ruangan (dimeja atau lantai-menyesuaikan kondisi ruang kebaktian anak di jemaat masing-masing). Kartu dalam posisi tertutup.
  4. Undanglah beberapa anak untuk bermain di depan.
  5. Mintalah anak membuka masing-masing kartu dan menemukan pasangan dari kartu tersebut. Anak hanya membuka dua kartu setiap putarannya. Pasangan kartu harus ditemukan saat anak membuka kartu kedua. Jika kartu kedua bukan pasangan dari kartu pertama maka kedua kartu harus ditutup kembali.
  6. Lakukan permainan ini beberapa kali, jika dalam permainan pertama semua kartu telah dibuka maka kartu dapat dikocok dan kembali ditata dengan acak dan permainan dimulai kmbali dari awal. (banyaknya pengulangan permainan menyesuaikan dengan kondisi kebaktian anak di jemaat masing-masing.)

Pendahuluan

Selamat pagi anak-anak,
Pagi ini kita akan bermain ingat dan pasangkan. Kita akan membuat kelompok-kelompok (pembentukan kelompok sesuai dengan kreativitas pamong). Selanjutnya tentukan perwakilan satu orang dari masing-masing kelompok untuk bermain. Kelompok yang menang adalah kelompok yang pemainnya paling banyak berhasil membuka dan menemukan pasangan dari kartu-kartu yang ada di depan ini.
—setelah permainan—
Setelah kita bermain, permainan ingat dan pasangkan ini, bagaimana perasaan kalian saat bermain? Apakah mudah untuk menemukan pasangan dari kartu yang kita buka pertama kali? Adakah di antara kalian yang berhasil menemukan pasangan kartu pertama dengan hanya membuka kartu sekali saja? Tentu tidak mudah menemukan pasangan kartu dari kartu pertama yang kita buka. Kita perlu membuka kartu ketiga, keempat dan seterusnya. Kunci sukses dalam permainan ini adalah kita perlu mengingat dengan baik posisi atau letak kartu dan gambar atau angkanya. Dengan mengingat posisi, gambar dan angkanya maka kita dapat dengan mudah menemukan pasangan kartu pertama saat membuka kartu yang kedua. Namun, memang untuk dapat menemukan, kita harus membuka beberapa kali kartu yang sudah pernah kita buka. Semakin sering dibuka maka semakin kita mengingatnya. Kira-kira apa makna dari permainan ini? kunci dari permainan ini adalah “mengingat”, semakin banyak kita mengingat posisi kartu dan gambarnya, semakin mudah kita menemukan pasangannya.

Inti Penyampaian
Berbicara tentang “mengingat” tahukah kamu kalau di dalam Alkitab ada seorang tokoh yang menggunakan ingatannya untuk melakukan suatu perubahan yang besar bagi bangsanya? Siapakah dia? Dia adalah tokoh yang kisahnya dicatat dalam kitab yang letaknya ada sebelum kitab Ezra. Coba kalian temukan kitab apa itu! (berikan kesempatan kepada anak untuk mencari dan menemukan kitab 2 Tawarikh) Kitab itu adalah kitab 2 Tawarikh, sekarang kita buka dari pasal 30 ayat 1 sampai 27. Kita tidak akan membaca semua bagian ayatnya, tapi kita perhatikan judulnya “Hizkia merayakan paskah”. Dari judul ini apa ya kira-kira isi ceritanya?

Anak-anak yang terkasih,
Hizkia adalah raja yang diurapi oleh Tuhan untuk membawa pembaharuan bagi bangsa Israel. Waktu itu bangsa Israel masih melakukan penyembahan-penyembahan kepada patung-patung atau berhala, namun dalam masa raja Hizkia, dia berhasil merobohkan patung-patung itu dan mengembalikan peribadahan mereka ke Bait Allah yang berpusat di Yerusalem.

Bacaan kita ini mengisahkan tentang perayaan yang hendak dilakukan oleh raja Hizkia bersama dengan semua rakyatnya. Saat itu raja Hizkia meminta beberpa orang untuk menyampaikan pesan kepada seluruh rakyat atau orang Israel bahwa mereka akan mengadakan perayaan paskah bersama-sama di Yerusalem. Setelah menerima mandat atau perintah tersebut para pesuruh atau orang-orang yang disuruh oleh raja Hizkia segera melaksanakan tugas tersebut dengan baik. Mereka membawa surat dari raja dan para pemimpin dan mengatakan berita sesuai dengan titah raja dari kota ke kota.

Berkat perjalanan para pesuruh itu, seluruh rakyat mendengar berita dari raja dan segera mempersiapkan diri untuk datang ke Yerusalem dan merayakan paskah bersama. Dalam tradisi bangsa Israel paskah selalu dirayakan dalam suatu masa tertentu untuk mengingatkan orang Israel atas penyertaan Tuhan yang mereka terima. Tuhan yang menuntun mereka keluar dari tanah perbudakan di Mesir menuju kemerdekaan. Raja Hizkia sebagai pelopor bagi bangsa Israel untuk merayakan paskah sebagai tanda pengingat akan segala kebaikan Tuhan juga ungkapan syukur.

Penerapan

Anak-anak yang diaksihi Tuhan Yesus,
Belajar dari permainan kita di awal dan raja Hizkia, kita tahu bahwa mengingat adalah bagian penting yang perlu terus dilatih dan dilakukan. Apalagi sebagai anak-anak Tuhan, mengingat juga perlu kita lakukan, seperti raja Hizkia yang mengingat kebaikan Tuhan dengan merayakan paskah dan juga mengajak orang Israel untuk merayakannya bersama-sama.

Aktivitas

Pamong mengajak Ajak anak untuk menceritakan kembali kisah Hizkia ini secara singkat melalui peragaan peran. Alur cerita seperti dalam bacaan 2 Tawarikh 30:1-27. Pamong bisa membantu anak untuk menyusun kembali alur cerita mulai dari Hizkia memerintahkan para pesuruh sampai paskah berhasil dirayakan.
Tokoh:

  1. Hizkia
  2. Para pesuruh
  3. Orang-orang Israel

Catatan:
Berikan potongan puzzle bagian 3 kepada masing-masing Anak Madya

 

Bagikan Entri Ini:

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •