Aku Mau Memuji Tuhan Selalu Tuntunan Ibadah Anak 14 Mei 2023

Tahun Gerejawi: Paskah 6
Tema: Tuhan Memelihara
Judul: Aku Mau Memuji Tuhan Selalu

Bacaan Alkitab: 1 Tawarikh 29:10-14
Ayat Hafalan: “Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya”. (Mazmur 145:2)

Lagu:

  1. Memuji Tuhan Selalu.
  2. Bila Roh Allah ada (ku kan bernyanyi seperti Daud bernyanyi).

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)
Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) memberi judul perikop 1 Tawarikh 29:10-14 sebagai “Nyanyian Pujian Daud”. Isi dari perikop ini merupakan pengakuan, pujian dan madah syukur Daud kepada Tuhan Allah. Dalam ayat ke- 10-13, dijelaskan bahwa Daud memuji Tuhan, bersyukur kepada Allah serta menyadari betapa besar dan hebatnya Allah. Pada saat yang bersamaan, Daud juga sekaligus sadar bahwa betapa kecil dirinya di hadapan Allah. Daud menyadari bahwa hanya Allah saja yang layak untuk menerima segala pujian dan hormat. Daud menghayati pemeliharaan yang Tuhan Allah berikan kepadanya Daud mengungkapkan bahwa Tuhan Allah adalah pemilik segala sesuatu. Seluruh kejayaan dan kekayaannya adalah milik kepunyaan Tuhan Allah yang dianugerahkan kepada Daud.

Sebagai wujud hormat, syukur, dan bakti kepada Tuhan Alah, Daud mempersiapkan rencana pembangunan Bait Suci. Daud membangun bait suci dengan material dan bahan-bahan yang terbaik dan luar biasa seperti emas, perak, kayu dan perabotan terbaik. Daud juga mengajak seluruh bangsa Israel untuk secara total mempersembahkan dan memberikan yang terbaik untuk Tuhan Allah. Kata dasar dari persembahan adalah sembah. Melalui persembahan, Daud mengundang umat Israel untuk menyembah, memberi pujian dan penghormatan hanya kepada Tuhan Allah. Semua ini Daud lakukan karena ia menyadari tentang siapakah Tuhan Allah yang sesungguhnya. Di ayat ke-14, Daud menyatakan, “Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini?. Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu”. Daud menyadari akan pemeliharan Tuhan melalui begitu banyak kemurahan yang telah Tuhan berikan disepanjang kehidupannya.

Refleksi untuk Pamong
Bapak, Ibu dan saudara/i pamong yang dikasihi dan mengasihi Tuhan Yesus Kristus..,
Bacaan Alkitab 1 Tawarikh 29:10-14 yang berjudul “Nyanyian pujian Daud” merupakan pujian syukur Daud kepada Allah. Berikut ini ada beberapa pertanyaan refleksi yang dapat Anda jawab secara pribadi, yaitu :

  1. Setelah membaca dan merenungkan Perikop “Nyanyian pujian Daud”, apakah alasan Daud menaikkan syukur kepada Tuhan?
  2. Di dalam ayat 11-12 Daud mengakui bahwa segala-galanya adalah milik kepunyaan Tuhan Allah. Apakah Anda sadar bahwa segala sesuatu adalah milik kepunyaan Tuhan Allah? Jika iya, maka apa yang menghalangi Anda untuk bersyukur? Cermati dan sebutkanlah hambatan kita dalam bersyukur kepada Tuhan.

TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat bersemangat memuji Tuhan sebagaimana Daud yang menyanyikan syukur dengan semangat.

Alat Peraga:

  1. Gambar Daud sedang memainkan alat musik kecapi:
  2. Gambar anak yang sedang bernyanyi memuji Tuhan – gambar ini untuk aktivitas mewarnai. Mohon di atas gambar diberi judul “Aku mau memuji Tuhan selalu”

Pendahuluan
Sebagai pendahuluan, Pamong menanyakan beberapa pertanyaan berikut ini kepada anak jenjang Balita :

  1. Siapa yang suka bernyanyi?.
  2. Suka bernyanyi lagu apa?
  3. Siapa yang tahu gambar siapakah ini ? dan sedang apakah dia?. (Pamong menunjukkan gambar yang ada pada alat peraga, yaitu gambar Daud yang sedang memainkan alat musik kecapi).

Inti Penyampaian
Anak-anak jenjang Balita yang dikasihi Tuhan,
Cerita Alkitab kita pada hari ini berkisah tentang tokoh Alkitab yang bernama Daud.

Daud adalah anak terakhir/ anak ke-8 dari Bapak Isai. Daud adalah Raja Israel pilihan Tuhan untuk menggantikan Saul. Semula, Daud hanyalah seorang gembala kambing domba milik ayahnya. Akan tetapi Tuhan Allah memilihnya untuk menjadi raja Israel. Daud tidak lupa akan kebaikan dan anugerah Tuhan. Daud menyadari bahwa seluruh kebesaran, kejayaan, kehebatan, adalah milik Tuhan

Sejak kecil Daud suka bernyanyi dan memuji Tuhan dalam keadaan apapun juga. Bacaan Alkitab kita hari ini dari 1 Tawarikh 29:10-14, judulnya “Nyanyian Pujian Daud”.

Dengan penuh semangat, Daud memuji Tuhan di depan mata segenap jemaah, Daud bernyanyi (ayat 10) “Terpujilah Engkau Ya Tuhan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya”

Penerapan
Anak-anak jenjang Balita yang dikasihi dan mengasihi Tuhan Yesus….
Kalau Daud bisa bersemangat dalam memuji Tuhan, apakah kita sebagai anak-anak Tuhan juga bisa melakukan seperti apa yang Daud lakukan kepada Tuhan yaitu memuji Tuhan dengan penuh semangat!. Yuk kalau memang bisa, coba kita lakukan bersama-sama yuk!

Pamong akan memberikan contohnya terlebih dahulu ya, pamong memberikan beberapa contoh cara menyanyikan lagu yang berjudul “Memuji Tuhan selalu” dengan cara :

  • Bersedih
    Karena saat ini aku lagi sedih, maka aku bernyanyi “Memuji Tuhan Selalu” sambil bersedih/menangis.
  • Menutup mata
    Karena saat ini aku lagi mengantuk, maka aku bernyanyi “Memuji Tuhan Selalu” sambil tiduran.
  • Marah-marah
    Karena saat ini aku lagi marah, maka aku bernyanyi “Memuji Tuhan Selalu” sambil matanya melotot dan marah-marah.
  • Bersemangat
    Karena saat ini aku lagi bersemangat, maka aku bernyanyi “Memuji Tuhan Selalu” sambil teriak-teriak dengan nada tidak jelas atau secara ngasal

Wah, menurut kalian dari ke-4 cara memuji Tuhan yang baik nomer berapa ya?

Saat kita lagi bersedih, bolehkah kita memuji Tuhannya sambil menangis? Tentu boleh. Tapi, jika keterusan menangis, jadinya bersyukur atau mengeluh ya kira-kira?

Memuji Tuhan sambil menutup mata boleh tidak ya?. Boleh saja, tapi jangan sambil tiduran ya. Memuji Tuhan sambil menutup mata karena menghayati tentu boleh saja.

Nah bagaimana kalau saat memuji Tuhan sambil marah-marah, coba kalian bayangkan pada kisah “Nyanyian pujian Daud”. Dalam bacaan kita di ayat 1 dikatakan “Daud memuji Tuhan di depan jemaah”, wah kalau saat itu Daud memuji Tuhannya sambil teriak-teriak dan matanya melotot kira-kira umat yang mendengar dan melihatnya gimana ya rasanya? Bisa-bisa malah kabur ya..hehehe.

Memuji Tuhan yang baik harus dilakukan dengan penuh semangat, tetapi tidak dengan cara berteriak-teriak ya! Memuji Tuhan dengan semangat berarti bernyanyi dengan sepenuh hati, suara lantang, tidak berteriak dan dengan nada yang jelas. Oke!

Aktivitas: Mewarnai gambar anak yang sedang memuji Tuhan dengan senang.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:

  1. Anak dapat bersemangat memuji Tuhan sebagaimana Daud yang menyanyikan syukur dengan semangat
  2. Anak dapat menyebutkan halangan yang membuat dirinya sulit memuji Tuhan dengan semangat.

Alat Peraga:

  1. Gambar Daud sedang memainkan kecapi (Lih. Jenjang Balita)
  2. Gambar anak yang sedang bernyanyi memuji Tuhan – gambar ini untuk aktivitas mewarnai. Mohon di atas gambar diberi judul “Aku mau memuji Tuhan selalu” (Lih. Jenjang Balita)

Pendahuluan:

Sebagai pendahuluan, silakan Pamong bertanya kepada anak jenjang Pratama dengan beberapa pertanyaan berikut ini :

  1. Bacaan Alkitab kita pada hari ini yang terambil dari 1 Tawarikh 29:10-14 bercerita tentang tokoh Alkitab yang bernama siapa ya ?.
  2. Siapakah Daud dan siapa yang masih ingat kisah tentang Daud ?
  3. Pamong menunjukkan alat peraga (gambar Daud sedang memainkan alat musik kecapi), tebak gambar Daud sedang apa ya ?

Inti Penyampaian:
Anak-anak jenjang Pratama yang dikasihi Tuhan….
Cerita Alkitab kita pada hari ini berkisah tentang tokoh Alkitab yang bernama Daud.

Daud adalah salah satu tokoh Alkitab yang paling terkenal karena kisahnya yang berhasil melawan raksasa bernama Goliat.

Daud adalah anak terakhir/ anak ke-8 dari Bapak Isai.

Daud adalah Raja Israel pilihan Tuhan untuk menggantikan Saul.

Semula, Daud hanyalah seorang gembala kambing domba milik ayahnya. Akan tetapi Tuhan Allah memilihnya untuk menjadi raja Israel. Daud tidak lupa akan kebaikan dan anugerah Tuhan. Daud menyadari bahwa seluruh kebesaran, kejayaan, kehebatan, adalah milik Tuhan

Daud sangat mengasihi Tuhan dan ia gemar bernyanyi. Dalam keadaan apapun Daud selalu memuji Tuhan.

Bacaan Alkitab kita hari ini terambil dari 1 Tawarikh 29:10-14. Isinya merupakan “Nyanyian Pujian Daud”.

Dengan penuh semangat, Daud memuji Tuhan di depan mata segenap jemaah. Daud melantunkan dengan lugas (ayat 10) “Terpujilah Engkau Ya Tuhan”!

Penerapan
Anak-anak jenjang Pratama yang dikasihi dan mengasihi Tuhan Yesus….
Kalau Daud bisa bersemangat dalam memuji Tuhan, apakah kita sebagai anak-anak Tuhan, juga dapat melakukan seperti apa yang Daud lakukan? yaitu memuji Tuhan dengan penuh semangat?!. Tentu bisa ya!.

Kalau Daud saja memuji Tuhan dengan semangat, maka anak-anak Tuhan pun juga bisa melakukan hal yang sama. Kakak pamong sekarang ingin tahu semangat anak-anak. Jadi yuk kita menyanyi bersama “Memuji Tuhan Selalu” (Ajak anak jenjang Pratama menyanyikan lagu ini dengan penuh semangat).

Wah… bagus ya. Anak-anak Tuhan bersemangat memuji Tuhan!. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa terkadang kita juga pernah memuji Tuhan tanpa semangat ya, benar atau tidak?. Nah, kira-kira apakah penyebabnya ya?. Mungkin penyebabnya adalah:

  • Rasa sedih.
    Karena saat ini aku lagi sedih, maka aku bernyanyi “Memuji Tuhan Selalu” sambil bersedih/menangis.
  • Rasa lapar & ngantuk.
    Karena saat ini aku lagi lapar dan mengantuk, maka aku bernyanyi “Memuji Tuhan Selalu” dengan tubuh lemas dan sambil tiduran.
  • Rasa marah.
    Karena saat ini aku lagi marah, maka aku bernyanyi “Memuji Tuhan Selalu” sambil matanya melotot dan marah-marah.

Wah saat kita bersedih, bolehkah kita memuji Tuhannya sambil menangis?. Kalau lagi sendirian di dalam rumah/kamar boleh saja ya, tapi kalau lagi ibadah sekolah minggu jangan lho ya. Nanti kakak pamong jadi bingung…kok tiba-tiba anak-anak nangis… Tapi jikalau anak-anak terharu karena lirik nyanyian yang terasa dalam dan mengena di hati, lalu anak-anak meneteskan air mata, boleh nggak? Tentu boleh! Ingat menangis dan terharu itu beda lho ya…

Nah, sekarang jikalau memuji Tuhan sambil menutup mata boleh tidak ya?. Boleh saja! Tapi jangan sambil tiduran ya. Memuji Tuhan sambil menutup mata karena menghayati nyanyian tentu hal yang baik.

Bagaimana kalau memuji Tuhan sambil marah-marah?! Coba kalian bayangkan… dalam bacaan kita tentang “Nyanyian pujian Daud” di ayat 1 dikatakan, “Daud memuji Tuhan di depan jemaah.” Wah kalau saat itu Daud memuji Tuhannya sambil teriak-teriak dan matanya melotot, kira-kita umat yang mendengar dan melihatnya gimana ya? Jangan-jangan malah bisa kabur semua ya..heheheee…

Jadi, marilah kita memuji Tuhan dengan penuh semangat, tetapi tidak dengan berteriak-teriak ya!. Memuji Tuhan dengan semangat berbeda dengan berteriak-teriak nggak jelas. Memuji Tuhan dengan semangat berarti menjiwai nyanyian, suaranya lantang, nada jelas, tidak berteriak-teriak, dan dengan penuh penghayatan. Oke!

Aktivitas: Mewarnai gambar anak yang sedang memuji Tuhan dengan semangat.


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menyebutkan alasan Daud yang bersyukur kepada Tuhan.
  2. Anak dapat menyebutkan alasan mengapa dirinya sulit bersyukur kepada Tuhan.
  3. Anak dapat menyebutkan bentuk-bentuk tindakan syukur kepada Tuhan.

Pendahuluan
Sebagai pendahuluan, pamong mengajak anak Madya untuk mengingat kembali tulisan yang sudah dibuat pada minggu yang lalu, yakni tentang pengalaman rasa syukur yang pernah anak Madya rasakan di sepanjang hidupnya.

Anak-anak, rasa syukur yang kalian alami juga Daud alami lho. Hal tersebut bisa kita lihat di dalam Bacaan Alkitab kita pada hari ini, yaitu 1 Tawarikh 29:10-14. Perikopnya berjudul “Nyanyian Pujian Daud”. Isi dari perikop ini merupakan pujian dan syukur atas pemeliharaan yang Tuhan Allah berikan kepada Daud.

“Memuji Tuhan” yang dilakukan oleh Daud, tidak bisa dipisahkan dari apa yang ia bersama dengan umat lakukan terkait dengan rencana pembangunan Bait Suci. Jadi Daud memuji Allah yang ia hayati sebagai Sang Pemilik atas segalanya. Selain memuji Tuhan secara pribadi, Daud juga mengajak seluruh bangsa Israel untuk memberi pujian dan penghormatan hanya kepada Allah. Hal ini Daud lakukan karena ia menyadari tentang siapakah Allah yang sesungguhnya.

Inti Penyampaian
Anak jenjang Madya yang dikasihi dan mengasihi Tuhan Yesus Kristus….
Bacaan Alkitab 1 Tawarikh 29:10-14 yang diberi judul “Nyanyian Pujian Daud” isinya merupakan pengakuan, pujian dan madah syukur Daud kepada Tuhan Allah.

Dalam ayat ke- 10-14, kita bisa melihat alasan Daud memuji Tuhan dan bersyukur kepada Allah. Dalam ayat tersebut juga dikisahkan bahwa Daud menyadari bahwa betapa kecil dirinya di hadapan Allah. Daud menyadari bahwa hanya Tuhan Allah saja yang layak untuk menerima segala pujian dan hormat. Daud menghayati pemeliharaan yang Tuhan Allah berikan kepadanya. Selanjutnya, Daud mengungkapkan bahwa Tuhan Allah adalah pemilik segala sesuatu. Seluruh kejayaan dan kekayaannya adalah milik kepunyaan Tuhan Allah yang dianugerahkan kepadanya.

Di ayat ke-14, Daud menyatakan, “Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini?. Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu”. Daud menyadari akan pemeliharan Tuhan melalui begitu banyak kemurahan yang telah Tuhan berikan disepanjang kehidupannya.

Penerapan
Melalui kisah “Nyanyian Pujian Daud”, kita bisa melihat bahwa apa yang Daud lakukan tersebut merupakan bentuk hormat, syukur, dan bakti kepada Tuhan Allah. Karena Daud sudah mengalami dan kemudian ia menyadari akan pemeliharan Tuhan melalui begitu banyak kemurahan yang telah Tuhan berikan disepanjang kehidupannya. Maka dari itulah tiada alasan lagi bagi Daud untuk tidak menaikan syukur kepada Tuhan.

Kalau bacaan mengisahkan bentuk tindakan syukur Daud kepada Tuhan melalui nyanyian pujian, nah sekarang kalau anak madya kira-kira sudah melakukan tindakan syukur kepada Tuhan melalui bentuk yang semacam apa ya?. (Pamong mempersilahkan beberapa anak jenjang madya untuk menceritakan bentuk-bentuk tindakan syukur kepada Tuhan sesuai dengan pengalaman mereka masing-masing.)

Nah sekarang kalau ada pertanyaan seperti ini: “Apakah anak-anak jenjang Madya lebih sering mengeluh atau bersyukur?” jawabnya apa ya? Kalau lebih sering bersyukur, maka itu adalah hal yang baik. Namun,  kalau lebih sering mengeluh, berarti kalian mengalami kesulitan saat bersyukur kepada Tuhan ya?. Mengapa demikian? (pamong mengajak sharing sejenak terkait alasan anak jenjang Madya sulit untuk menaikkan syukur kepada Tuhan) Kalau Daud, ia tidak mengalami kesulitan untuk bersyukur, sebab ia sudah mengenali, merasakan, menyadari kebaikan dan kebesaran kuasa Tuhan Allah yang ia hayati selalu menopang dan melimpahkan rahmat pemeliharaan-Nya. Oleh sebab itu Daud tidak merasakan kesulitan

Aktivitas
Setiap anak diberi tugas selama 1 minggu kedepan untuk menemukan bentuk-bentuk tindakan syukur kepada Tuhan. Setiap hari anak menuliskan jurnal tentang apapun juga yang mereka alami terkait dengan bentuk tindakan syukur kepada Tuhan.

Berikut ini contoh draf “Jurnal harian Tindakan syukur kepada Tuhan”:

 Hari/ Tanggal Bentuk Tindakan Syukur dan Refleksi Pribadi
 Senin/ 15 Mei 2023 Hari ini saya bersyukur atas kesehatan yang Tuhan berikan. Terimakasih Tuhan atas kesehatan yang sudah Tuhan berikan. Sebagai bentuk tindakan rasa syukur kepada Tuhan, maka saya akan menjaga kesehatan ( ingat waktu saat belajar,bermain, makan dan istirahat ). Dengan badan yang sehat, tidak ada alasaan bagi saya untuk mengeluh dan bermalas-malasan. Kiranya dengan Kesehatan yang sudah Tuhan berikan, saya dimampukan untuk menjadi anak yang bertanggungjawab terhadap Kesehatan yang sudah Tuhan berikan.

“Jurnal Harian Tindakan Syukur Kepada Tuhan”:

Hari/ Tanggal Bentuk Tindakan Syukur dan Refleksi Pribadi
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Sabtu
Minggu

 

 

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak