Hanya Tuhanlah Sumber Pertolongan Tuntunan Ibadah Anak 4 Juli 2021

22 June 2021

Tahun Gerajawi: Bulan Keluarga
Tema
: Karakter Kristiani dalam Keluarga
Bacaan Alkitab
: Hakim-Hakim 8:22-28
Ayat Hafalan: Amsal 14:16 –
Orang bijak berhati-hati dan menjauhi kejahatan, tetapi orang bebal melampiaskan nafsunya dan merasa aman
Lagu Tema: Kidung Jemaat 455 “Mintalah”

Penjelasan Teks
Sebelum masa kerajaan, bangsa Israel sempat dipimpin oleh hakim-hakim. Salah satu hakim yang ditunjuk oleh Tuhan untuk memimpin bangsa Israel adalah Gideon. Gideon adalah seorang pemuda yang ditunjuk oleh Tuhan untuk memimpin suku-suku Israel dalam menghadapi bangsa Midian. Pada awalnya Gideon menolak tugas tersebut karena ia dan seluruh penduduk Israel sudah mulai putus asa atas perlakukan bangsa Midian yang membuat bangsa Israel sangat menderita. Tetapi Tuhan menguatkan Gideon agar bersedia memikul tanggungjwab memimpin bangsa Israel karena Tuhan akan menyertainya memimpin rakyat Israel dalam menghadapi bangsa Midian. Dan Tuhan membuktikan janji-Nya. Tuhan menyertai Gideon selama 40 tahun sebagai seorang pemimpin dan bangsa Israel hidup aman dari incaran bangsa lain selama Gideon hidup.

Namun sayang….Gideon melakukan tindakan yang kurang diperhitungkan dengan matang sehingga menjadi jerat di kemudian hari yaitu ia meminta anting-anting hasil jarahan atau rampasan dari bangsa Midian. Setelah barang jarahan itu dikumpulkan, Gideon membuat efod dan efod itu dipajang di Ofra, tempat tinggalnya (Menurut kamus Alkitab karangan Herbert Haag terbitan Nusa Indah, Efod adalah sebuah benda untuk upacara liturgi. Bagian dari pakaian imam, yang dipakai -1 Samuel 2:28 atau dililitkan dalam bentuk baju pendek. Tetapi Efod disinggung-singgung pula dalam hubungannya dengan sebuah arca ukiran, sebuah arca cor-coran –Hak. 18:17-18). Mungkin maksud Gideon, efod dibuat sebagai kenang-kenangan selama ia menjadi pemimpin bangsa Isreal. Tetapi tidak demikian dengan bangsa Israel. Mereka memakai efod sebagai pengganti kehadiran Tuhan sehingga mereka malah menyembah efod dan membuat bangsa Israel berpaling dari Tuhan. Inilah kesalahan yang dilakukan oleh Gideon semasa menjadi pemimpin.

Dari kisah Gideon ini, kita bisa belajar bahwa setiap tindakan yang kita ambil harus diperhitungkan dengan baik. Setiap orang ingin dikenang atas apa yang telah dilakukan dan itu tidak salah, seperti yang terjadi pada Gideon. Tetapi perlu dipertimbangkan efek jangka panjang. Jangan sampai tindakan yang kita ambil hari ini menjadi jerat bagi orang lain di masa depan.

Sebagai seorang Pamong, sikap hati-hati dalam bertindak sangatlah penting sebab pamong adalah panutan anak-anak selain orang tua mereka di rumah. Meskipun jam pertemuan dengan anak-anak sangat terbatas, tetapi pamong mempunyai kontribusi yang besar untuk pertumbuhan iman anak, maka bertindak hati-hati dalam bertutur, berbuat dan berpikir sangatlah penting agar anak-anak mempunyai panutan yang positif dalam hidup mereka selain orang tua.


 

TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kesalahan Gideon dalam memimpin bangsa Israel

Alat Peraga: Pamong dapat menyiapkan :

a. Gambar di bawah ini :b. Menyiapkan patung atau boneka.

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Apa kabarnya? Saya berharap kalian semua dalam keadaan baik-baik saja?

Siapakah pagi ini yang bangun tidur menangis? (Beri kesempatan anak-anak menjawab dan berilah respon atas jawaban anak-anak) Lalu…siapakah bangun tidur wajahnya tersenyum? (Beri kesempatan anak-anak menjawab dan berilah respon atas jawaban anak-anak)Trus….siapakah yang bangun pagi mencium papa atau mama? (Beri kesempatan anak-anak menjawab dan berilah respon atas jawaban anak-anak. Pamong bisa memberi lontaran pertanyaan lainnya)

Anak-anak yang dikasihi Tuhan….

Hari ini kita akan belajar tentang seorang tokoh yang hebat, tetapi ada satu tindakan yang dilakukan karena kurang hati-hati sehingga membuat Tuhan bersedih. Siapakah dia? Yuk…kita perhatikan dengan baik ya cerita kita hari ini….

Inti Penyampaian

(Pamong menunjukkan gambar 1)
Coba kalian perhatikan gambar ini. Tokoh kita hari ini bernama Gideon. Dalam gambar ini, ia memakai baju berwarna…….apa ya? (Pamong menunjuk gambar orang berwarna coklat). Yach…tokoh kita hari ini memakai baju berwarna coklat dan bernama G – I – D – E – O – N. Siapa namanya? Yach…betul. Namanya Gideon.

Gideon ditunjuk oleh Tuhan untuk memimpin bangsa Israel melawan bangsa Midian. Orang-orang Israel sangat senang karena Gideon mau memimpin mereka melawan bangsa Midian yang kuat dan jumlahnya sangat banyak

(Pamong menunjukkan gambar 2).
Gideon dengan berani memimpin bangsa Israel karena ia sangat senang Tuhan akan menyertainya dan Tuhan akan memberi kemenangan pada bangsa Israel. Dan…memang benar. Akhirnya bangsa Midian dapat dikalahkan. Maka bersorak-soraklah bangsa Israel karena mereka akhirnya terbebas dari penderitaan karena bangsa Midian sangat jahat pada mereka.

(Pamong menunjukkan gambar 3)
Setelah bangsa Israel mengalahkan bangsa Midian, maka Gideon meminta rakyat untuk mengumpulkan perhiasan yang mereka dapat dari bangsa Midian. Gideon hanya meminta sedikit saja. Setelah terkumpul maka persembahan itu dibuat seperti patung dan diletakkan di kota, tempat tinggal Gideon.

Namun sayang….

(Pamong dapat menunjukkan gambar 4)
Patung itu ternyata membuat rakyat Israel datang menyembahnya. Mungkin maksud Gideon membuat efod atau apatung dari emas pemberian rakyat Isreal sebagai kenang-kenangan karena ia telah berhasil memimpin bangsa Israel melawan bangsa Midian yang sangat kejam sehingga membuat penduduk Israel menderita, tetapi rakyat Israel malah menganggap patung itu sebagai pengganti Tuhan. Tentu saja hal ini membuat hati Tuhan menjadi sedih. Harusnya bangsa Israel datang menyembah Tuhan, bukan menyembah patung.

Penerapan
Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Saya mau bertanya nich. (Sambil menunjukan gambar 1). Siapakah tokoh kita hari ini? (berilah kesempatan anak-anak menjawab) Yach…betul. Tokoh kita hari ini adalah Gideon. (Pamong dapat menunjukkan gambar 1). Hayo…yang mana gambarnya Gideon. Siapa yang mau menunjukkan mana gambarnya (Mintalah anak-anak untuk menunjukkan gambarnya)

Gideon memimpin bangsa Israel melawan bangsa Midian. Kira-kira bangsa Israel Israel memang atau kalah ya? (Berilah kesempatan anak-anak menjawab). Benar. Bangsa Israel yang menang. Gideoan dan dan bangsa Israel menang karena Tuhan yang menolong mereka sebab Tuhan sudah berjanji pada Gideon.

(Pamong menunjukkan gambar 4)
Ini adalah patung yang dibuat oleh Gideon agar namanya dikenang, tetapi orang-orang Israel malah menyembah patung itu. Mereka tidak minta tolong pada Tuhan, tetapi minta tolong pada patung yang tidak bisa bergerak dan berbicara. Akh…sayang sekali ya.

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Tuhan siap lho menolong kita jika kita membutuhkan pertolongan. Kita tinggal lipat tangan dan berdoa pada Tuhan. Oleh sebab itu jangan malas berdoa ya…….

Aktivitas
Pamong memberi penjelasan tentang sikap berdoa yang biasa dilakukan :

  • Melipat tangan bertujuan agar tangan kita dikunci sehingga tidak bisa bergerak dan mengganggu teman yang ada di kanan atau kiri
  • Menundukkan kepala bertujuan agar kepala kita kita menoleh ke kanan dan ke kiri sehingga mengganggu teman
  • Tutup mata agar mata tidak melirik ke kanan atau ke kiri dan kita bisa berkosentrasi sebab kita mau bvertemu dengan Tuhan di dalam doa.
  • Kemudian ajak anak untuk mempraktekkannya

Lagu Tema: Kidung Jemaat 455 “Mintalah”


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah kesalahan Gideon memimpin bangsa Israel.

Alat Peraga: Pamong dapat menyiapkan :

  1. Patung atau boneka
  2. Gambar (1), (3) dan (4) yang terdapat pada alat Peraga Balita

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Apa kabarnya? Saya berharap kalian semua dalam keadaan baik-baik saja?

Siapakah pagi ini yang bangun tidur langsung berdoa? (Beri kesempatan anak-anak menjawab dan berilah respon atas jawaban anak-anak) Lalu…siapakah bangun tidur tersenyum gembira karena ingat bahwa hari ini akan ibadah? (Beri kesempatan anak-anak menjawab dan berilah respon atas jawaban anak-anak)Trus….siapakah yang bangun pagi mencium papa atau mama? (Beri kesempatan anak-anak menjawab dan berilah respon atas jawaban anak-anak. Pamong bisa memberi lontaran pertanyaan lainnya)

Anak-anak yang dikasihi Tuhan….

Apapun yang sudah kalian kerjakan mulai bangun tidur sampai dengan saat ini, patutlah kita bersyukur sebab Tuhan masih memberi kita tubuh yang sehat sehingga kita bisa hadir di tempat ini.

Inti Penyampaian
Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan Yesus,

(Pamong menunjukkan gambar 1)
Hari ini kita akan belajar dari tokoh Gideon. Ia adalah seorang hakim yang ditunjuk oleh Tuhan untuk memimpin bangsa Israel melawan bangsa Midian. Awalnya Gideon tidak mau ditunjuk menjadi pemimpin bangsa Israel karena ia merasa masih sangat muda dan belum banyak pengalaman menjadi seorang pemimpin. Apalagi ia melihat sendiri betapa kuatnya bangsa Midian sehingga bangsa Israel kalah melawan bangsa Midian, tetapi Tuhan menyakinkan Gideon untuk menerima tugas sebagai pemimpin karena Tuhan akan menyertainya. Akhirnya Gideon mau menerima tugas itu.

Tuhan tidak berbohong. Tuhan sungguh-sungguh menyertai Gideon dan rakyat Israel sehingga bangsa Israel dapat mengalahkan bangsa Midian yang telah membuat bangsa Israel sangat menderita. Seluruh penduduk Israel sangat gembira atas kemenangan yang mereka peroleh. Apalagi mereka diijinkan untuk mengambil harta benda milik bangsa Midian. Wah…betapa senang hati mereka.

(Pamong dapat menunjukkan gambar 3)
Setelah bangsa Israel mengalahkan bangsa Midian, maka Gideon meminta rakyat untuk mengumpulkan perhiasan yang mereka dapat dari bangsa Midian. Gideon hanya meminta sedikit saja. Setelah terkumpul maka persembahan itu dibuat seperti patung dan diletakkan di kota, tempat tinggal Gideon.

Namun sayang….

(Pamong dapat menunjukkan gambar 4)
Patung itu ternyata membuat rakyat Israel datang menyembahnya. Mungkin maksud Gideon membuat efod atau patung dari emas pemberian rakyat Isreal sebagai kenang-kenangan karena ia telah berhasil memimpin bangsa Israel melawan bangsa Midian yang sangat kejam sehingga membuat penduduk Israel menderita, tetapi rakyat Israel malah menganggap patung itu sebagai pengganti Tuhan. Tentu saja hal ini membuat hati Tuhan menjadi sedih. Harusnya bangsa Israel datang menyembah Tuhan, bukan menyembah patung.

Penerapan
(Pamong menunjukkan patung atau boneka)

Pamong dapat memberikan beberapa pertanyaan berikut ini :

  1. Apakah patung atau boneka itu bisa bernafas?
  2. Apakah patung atau boneka itu bisa bergerak sendiri?
  3. Apakah patung atau boneka itu bisa mendengar apa yang kita katakan?
  4. Apakah patung atau boneka itu bisa mengerjakan apa yang kita perintahkan?

Yach…boneka atau patung tidak bisa bernafas, tidak bisa bergerak sendiri, tidak bisa mendengar apa yang kita katakan dan tidak bisa mengerjakan apa yang kita perintahkan? Mengapa? Karena boneka atau patung adalah buatan manusia.

Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan,
Rupanya Gideon ingin membuat patung agar namanya dikenang. Gideon kurang berhati-hati. Awalnya patung dibuat oleh Gideon agar namanya dikenang, tetapi orang-orang Israel malah menyembah patung itu. Mereka tahu bahwa patung tidak bisa bergerak, tidak bisa berbicara dan tidak bisa mendengarkan suara mereka, tetapi mereka tetap saja melakukannya. Bangsa Israel tidak minta tolong pada Tuhan, tetapi minta tolong pada patung yang tidak bisa bergerak dan berbicara. Akh…sayang sekali ya.

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,
Tuhan siap lho menolong kita jika kita membutuhkan pertolongan. Kita tinggal lipat tangan dan berdoa pada Tuhan. Kita bisa mengucapkan apapun yang kita butuhkan. Tuhan pasti mendengar dan dengan caranya, Tuhan akan menjawab doa kita. Oleh sebab itu jangan malas berdoa ya……..

Aktivitas: “MEMBUAT DOA DENGAN GAMBAR TANGAN”

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

  1. kertas HVS warna-warni sejumlah anak
  2. Gunting
  3. Pensil warna atau pensil
  4. crayon

Cara membuat :

  1. Setiap anak diberi 1 lembar kertas HVS.
  2. Lalu minta anak untuk menggambar kedua tangan mereka dengan jempol kanan bertemu dengan jempol kiri seperti contoh di bawah ini. Jika anak-anak kesulitan membuat gambar dengan tangan mereka, anak dapat meminta bantuan teman untuk menggambar tangan mereka.

  3. Setelah digambar, lalu minta anak untuk menggunting.
  4. Minta anak-anak untuk menulis doa yang ingin mereka sampaikan kepada Tuhan pada gambar tangan.
  5. Bisa diberi gambar lain dan diwarnai.

Lagu Tema: Kidung Jemaat 455 “Mintalah”


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan :

  1. Anak dapat menunjukkan kesalahan Gideon memimpin bangsa Israel.
  2. Anak memiliki sikap berani menegur jika mendapati kesalahan yang dilakukan oleh orang lain.

Alat Peraga:

Pendahuluan
Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan Yesus,

Hari ini kita akan belajar dari tokoh Gideon. Ia adalah seorang hakim yang ditunjuk oleh Tuhan untuk memimpin bangsa Israel melawan bangsa Midian. Awalnya Gideon tidak mau ditunjuk menjadi pemimpin bangsa Israel karena ia merasa masih sangat muda dan belum banyak pengalaman menjadi seorang pemimpin. Apalagi ia melihat sendiri betapa kuatnya bangsa Midian sehingga bangsa Israel kalah melawan bangsa Midian, tetapi Tuhan menyakinkan Gideon untuk menerima tugas sebagai pemimpin karena Tuhan akan menyertainya. Akhirnya Gideon mau menerima tugas itu.

Tuhan tidak berbohong. Tuhan sungguh-sungguh menyertai Gideon dan rakyat Israel sehingga bangsa Israel dapat mengalahkan bangsa Midian yang telah membuat bangsa Israel sangat menderita. Seluruh penduduk Israel sangat gembira atas kemenangan yang mereka peroleh. Apalagi mereka diijinkan untuk mengambil harta benda milik bangsa Midian. Wah…betapa senang hati mereka.

Inti Penyampaian
Setelah bangsa Israel mengalahkan bangsa Midian, maka Gideon meminta rakyat untuk mengumpulkan perhiasan yang mereka dapat dari bangsa Midian. Gideon hanya meminta sedikit saja dari perhiasan yang mereka dapat. Setiap orang tergerak untuk membagikan hasil yang mereka dapat dari penduduk bangsa Midian. Setelah terkumpul maka persembahan itu dibuat seperti patung dan diletakkan di kota, tempat tinggal Gideon. Rupanya Gideon ingin namanya dikenang dengan mendirikan patung di kota Ofra, tempat tinggalnya.

Namun sayang….

Patung itu ternyata membuat rakyat Israel datang menyembahnya. Mungkin maksud Gideon membuat efod atau patung dari emas pemberian rakyat Israel sebagai kenang-kenangan karena ia telah berhasil memimpin bangsa Israel melawan bangsa Midian yang sangat kejam, tetapi rakyat Israel malah menganggap patung itu sebagai pengganti Tuhan. Tentu saja hal ini membuat hati Tuhan menjadi sedih. Harusnya bangsa Israel datang menyembah Tuhan, bukan menyembah patung.

Penerapan
(Pamong menunjukkan patung atau boneka)

Pamong dapat memberikan beberapa pertanyaan berikut ini :

  1. Apakah patung atau boneka itu bisa bernafas?
  2. Apakah patung atau boneka itu bisa bergerak sendiri?
  3. Apakah patung atau boneka itu bisa mendengar apa yang kita katakan?
  4. Apakah patung atau boneka itu bisa mengerjakan apa yang kita perintahkan?

Yach…boneka atau patung tidak bisa bernafas, tidak bisa bergerak sendiri, tidak bisa mendengar apa yang kita katakan dan tidak bisa mengerjakan apa yang kita perintahkan? Mengapa? Karena boneka atau patung adalah buatan manusia.

Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan,

Gideon lupa bahwa ia adalah seorang pemimpin yang menjadi panutan seluruh penduduk Israel. Gideon tidak menyadari bahwa perbuatannya membuat patung akan membawa bangsa Israel jatuh ke dalam dosa. Awalnya patung dibuat oleh Gideon agar namanya dikenang, tetapi orang-orang Israel malah menyembah patung itu. Mereka tahu bahwa patung tidak bisa bergerak, tidak bisa berbicara dan tidak bisa mendengarkan suara mereka, tetapi mereka tetap saja melakukannya. Bangsa Israel tidak minta tolong pada Tuhan, tetapi minta tolong pada patung yang tidak bisa bergerak dan berbicara. Akh…sayang sekali ya.

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Meskipun Gideon seorang pemimpin, ia juga dapat melakukan kesalahan. Dan orang yang melakukan kesalahan harusnya ditegur agar ia sadar akan kesalahannya dan tidak melakukannya lagi. Sayangnya, penduduk Israel tidak menegur perbuatan Gideon. Bangsa Israel hanya diam saja. Ini adalah perbuatan yang tidak patut ditiru.

Jika kalian menjumpai teman atau orang tuamu melakukan kesalahan, maka tugas kita untuk menegur mereka. Jangan biarkan mereka tetap melakukan kesalahan. Jika mereka tidak mau ditegur, maka jangan menyerah untuk mengingatkan agar mereka tidak terus menerus berbuat dosa. Apakah kalian mau untuk selalu mengingatkan jika mendapati orang lain melakukan kesalahan terus menerus? MARI KITA COBA!!!! Kasihan kalau kita membiarkan mereka hidup dalam dosa.

Aktivitas
Berilah setiap anak 1 lembar kertas dan minta mereka untuk menuliskan apa saja hambatan bagi mereka untuk menegur orang lain yang melakukan kesalahan. Kemudian tulislah alasan dalam tabel di bawah ini. Lalu tunjukkan pada anak-anak jawaban yang masuk. Dan diskusikan dengan anak-anak tentang hambatan yang mereka alami untuk melakukan teguran pada orang yang melakukan kesalahan.

Renungan Harian

Renungan Harian Anak