Terima Kasih Tuntunan Ibadah Anak 12 Juli 2020

30 June 2020

Bacaan Alkitab : Lukas 17 : 11-19
Tahun Gerejawi : Bulan Keluarga
Tema : Karakter Moral Tokoh
Ayat Hafalan : 1 Tawarikh 16 : 34, “Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.”
Lagu Tema : Terima Kasih Seribu

Penjelasan Teks

Penyakit kusta adalah salah satu sejenis penyakit kulit, yang menurut bangsa Yahudi dapat membuat seseorang menjadi najis dan harus dikucilkan dari keluarga serta masyarakat. Untuk itu penyakit kusta atau lepra adalah penyakit yang ditakuti, selain karena menjadi najis penderita kusta bisa kehilangan anggota tubuhnya dan menular. Menurut pemahaman bangsa Yahudi, ketika seseorang bersentuhan dengan seseorang yang menderita penyakit kusta maka mereka menjadi najis dan untuk memulihkan diri dari kenajisan itu mereka harus mengikuti upacara pentahiran. Bagi orang Yahudi penyakit ini dipandang sebagai hukuman atas dosa tertentu. Para orang kusta yang mengalami nasib sama digambarkan hidup saling berkumpul, Injil Matius menyebut sepuluh orang kusta. Sebelum meminta kesembuhan dari Yesus kemungkinan besar mereka ini telah mendengar tentang perbuatan-perbuatan Yesus yang memberikan banyak mujizat kepada banyak orang. Maka ketika didengar bahwa Yesus telah menyusuri perbatasan Samaria dan Galilea, kesepuluh orang kusta pun segera pergi menemui Yesus, walaupun mereka menemui Yesus namun kesepuluh orang kusta ini menyadari akan diri mereka yang najis, sehingga mereka tidak berani mendekat kepada Yesus. Karena memang secara hukum Taurat para penderita kusta harus menjaga jarak dari orang lain.

Walaupun penyakit kusta bisa disembuhkan namun tidak begitu saja mereka dapat diterima kembali dalam kalangan masyarakat. Mereka dapat kembali ke dalam kehidupan masyarakat ketika sudah datang kepada para Imam untuk diperiksa dan dinyatakan benar-benar sembuh. Itulah juga yang menjadi gambaran Tuhan Yesus ketika sepuluh orang kusta meminta kesembuhan dari Yesus. Mereka diminta untuk berbalik dan menunjukkan diri kepada para imam, namun ditengah jalan mereka telah mengalami kesembuhan. Mujizat yang dialami sepuluh orang kusta ini membuat mereka berbahagia, namun mereka terlalu bersukacita sehingga lupa kepada Yesus yang telah memberi kesembuhan. Justru seorang Samaria (orang asing / non-Yahudi yang tidak bersahabat dengan bangsa Israel) yang dipandang rendah oleh bangsa Yahudi justru ingat untuk kembali dan berterima kasih kepada Yesus. ketika Tuhan Yesus telah bertemu dengan orang Samaria ini, Tuhan Yesus menegaskan bahwa kesembuhan yang terjadi karena orang Samaria ini percaya dan beriman kepada Tuhan, inilah yang dikehendaki oleh Yesus untuk diwartakan menjadi kabar baik bagi banyak orang.


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan : Anak dapat menceritakan kembali kisah sepuluh orang kusta yang disembuhkan Tuhan Yesus

Alat Peraga (Gambar terdapat di CD)

  1. Pamong menyiapkan gambar 10 orang kusta + orang sakit demam + orang sakit gigi
  2. Pamong mempersiapkan gambar 10 orang Kusta + Yesus
  3. Pamong mempersiapkan gambar 10 Orang kusta diperjalanan mengalami kesembuhan
  4. Pamong mempersiapkan gambar 1 orang Samaria yang kembali menemui Tuhan Yesus

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan… Senang sekali hari ini kita bisa bertemu dan berkumpul bersama teman-teman untuk beribadah kepada Tuhan. Bagaimana kabar anak-anak hari ini…? ya Puji Tuhan semua sehat. Karena ketika kita sakit rasanya pasti tidak enak dan kita tidak bisa bermain bersama teman seperti gambar-gambar ini ? ( pamong menunjukkan beberapa gambar orang yang sedang sakit) coba anak-anak menebak gambar ini anak yang sedang sakit apa ya ? demam… (pamong mengajak anak-anak untuk menggambarkan pada anak saat tubuh menderita sakit demam), gambar selanjutnya sakit apa ya…? gigi …ketika gigi kita sakit pasti kita tidak bisa tidur. Lalu yang selanjutnya gambar penyakit apa ya ? ini adalah penyakit kusta, nah kira-kira penyakit kusta itu seperti apa ya ?

Inti Penyampaian
Penyakit kusta adalah salah satu penyakit kulit, namun jenis penyakit ini banyak ditakuti oleh orang. Sebab anggota tubuhnya dapat hilang satu-persatu. Selain itu bila seseorang mendapat penyakit ini oleh bangsa Yahudi dianggap sebagai sebuah kutukan karena telah melanggar perintah Tuhan. Para penderita kusta ini hidup terpisah dari keluarga dan masyarakat, untuk itu sesama penderita kusta hidup bersama-sama dengan penderita kusta lainnya.

Suatu hari ketika Yesus sedang berjalan menuju kota Yerusalem, tiba-tiba saat di perbatasan Samaria dan Galilea Yesus bertemu dengan sepuluh orang Kusta. Namun sepuluh orang kusta ini tidak berani mendekat pada Yesus karena merasa dirinya najis atau kotor karena terkena penyakit kusta. Mereka hanya berteriak dari jauh “Yesus Guru Kasihanilah kami”, sesudah itu Tuhan Yesus menjawab orang-orang kusta tadi dan berkata, “pergilah perlihatkan dirimu kepada para imam-imam”. Nah mereka pun menurut pada perkataan Yesus. Lalu mereka berbalik dan segera pergi kepada para imam, dan ternyata di tengah perjalanan penyakit kusta mereka telah sembuh. Wah luarbiasa mujizat yang dilakukan Tuhan. Tapi sayangnya setelah sepuluh orang itu sembuh hanya 1 yang kembali kepada Yesus untuk berterima kasih, dan orang itu adalah orang Samaria. Nah anak-anak yang dikasihi Tuhan hari ini kita belajar dari seorang Samaria yang mau kembali pada Yesus untuk berterimakasih. Karena sama seperti orang Samaria kita juga sudah mendapat banyak hadiah, kesembuhan, kasih sayang. Untuk itu ketika kita diberi sesuatu oleh orang lain kita harus mengatakan terimakasih.

Penerapan
Anak-Anak diajak berdiri memilih salah satu gambar yang mereka suka dari cerita sepuluh orang kusta, lalu dipandu oleh pamong untuk menyebutkan cerita yang ada dalam gambar itu. Sesudah itu anak diajak untuk mengucapkan. TE-RI-MA-KA-SIH.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:

  1. Anak dapat menceritakan kembali kisah sepuluh orang kusta yang disembuhkan Tuhan Yesus.
  2. Anak dapat memberikan contoh cara berterima kasih kepada orang tua yang sudah merawat mereka.
  3. Anak dapat membiasakan diri mengucapkan terimakasih ketika mendapat pertolongan orang.

Alat Peraga (Gambar Terdapat di CD)

  1. Pamong menyiapkan gambar 10 orang kusta + orang sakit demam + orang sakit gigi
  2. Pamong mempersiapkan gambar 10 orang Kusta + Yesus
  3. Pamong mempersiapkan gambar 10 Orang kusta diperjalanan mengalami kesembuhan
  4. Pamong mempersiapkan gambar 1 orang Samaria kembali menemui Tuhan  Yesus

Pendahuluan
Selamat pagi anak-anak yang terkasih didalam Tuhan ….

Bagaimana kabarnya ..?sehat luar biasa… puji Tuhan semua sehat… karena ketika kita sakit pasti terasa tidak enak, seperti sakit Flu bagian tubuh mana yang terasa tidak enak atau sakit ? benar bagian hidung dan bisa juga kepala. Kalau saat diare bagian tubuh mana yang terasa tidak enak? Benar bagian perut yang terasa tidak enak. Nah bila menderita sakit kusta bagian mana yang terasa tidak enak… ?

Inti Penyampaian
Penyakit kusta atau yang disebut penyakit lepra adalah salah satu penyakit kulit yang menyerang seluruh tubuh manusia. Jenis penyakit ini banyak ditakuti oleh orang karena dapat merusak anggota tubuhnya dan menular. Menurut pemahaman bangsa Yahudi, ketika seseorang bersentuhan dengan seseorang yang menderita penyakit kusta maka mereka menjadi najis dan untuk memulihkan diri dari kenajisan itu mereka harus mengikuti upacara pentahiran yang dilakukan oleh seorang imam. Karena dipandang najis maka para penderita kusta ini harus hidup terpisah dari keluarga dan masyarakat, untuk itu mereka memilih hidup bersama dengan penderita kusta lainnya.

Suatu hari ketika Yesus sedang berjalan menuju kota Yerusalem, tiba-tiba saat di perbatasan Samaria dan Galilea Yesus bertemu dengan sepuluh orang Kusta. Namun sepuluh orang kusta ini tidak berani mendekat pada Yesus, karena ada larangan dalam hukum Taurat bila penderita penyakit kusta tidak boleh mendekat pada orang yang tidak menderita penyakit kusta. Kesepuluh orang kusta ini sengaja datang kepada Yesus karena mereka telah mendengar mujizat yang dilakukan-Nya. Namun karena mereka tidak diperkenankan mendekat maka hanya berteriak dari jauh “Yesus Guru Kasihanilah kami”, sesudah itu Tuhan Yesus menjawab orang-orang kusta tadi dan berkata, “pergilah perlihatkan dirimu kepada para imam-imam”. Syarat utama seseorang dinyatakan sembuh dari penyakit kusta ketika telah datang pada Imam untuk diperiksa dan dinyatakan benar-benar sembuh. Itulah juga yang menjadi gambaran Tuhan Yesus ketika sepuluh orang kusta meminta kesembuhan dari Yesus. Mereka diminta untuk berbalik dan menunjukkan diri kepada para imam, namun ditengah jalan mereka telah mengalami kesembuhan.

Setelah sepuluh orang itu sembuh hanya 1 yang merasa bersyukur dan ingat akan Yesus yang telah menyembuhkan maka ia kembali kepada Yesus untuk berterima kasih, dan orang itu adalah orang Samaria. Seseorang dari golongan non-Yahudi yang seringkali dianggap sebagai golongan minoritas  namun mereka mau kembali pada Yesus untuk berterimakasih.

Penerapan
Seperti halnya 10 orang Kusta yang meminta bantuan kepada Yesus untuk disembuhkan demikian juga dengan kita. Pasti kita sering meminta bantuan kepada orang lain ataupun mendapat bantuan dari  orang Seperti diantar keluarga pergi beribadah, diantar pergi ke sekolah, diberi uang jajan, disediakan sarapan, ditolong oleh teman bila kita jatuh, diberi kue oleh teman. Hal-hal seperti inilah yang seringkali kita alami. Ketika kita mengalami itu maka kita harus selalu mengucapkan terimakasih kepada mereka yang menolong dan selalu menyayangi kita seperti orang tua, teman dan orang lain.

Aktivitas

  1. Pamong menyediakan kertas HVS dan pensil warna
  2. Anak-anak diminta menggambar pengalaman dirinya yang telah mendapat pertolongan dari orang lain. Lalu di sebelah gambar itu diberi ungkapan terimakasih kepada orang yang telah menolong.

TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan :

  1. Anak dapat menceritakan kembali kisah sepuluh orang kusta yang disembuhkan Tuhan Yesus.
  2. Anak dapat mencirikan orang yang dapat berterimakasih kepada orang tua yang telah merawat mereka.
  3. Anak dapat membiasakan diri mengucapkan terimakaih ketika mendapat pertolongan.
  4. Melalui membuat kartu atau hasil karya anak dapat menyatakan terimakasih kepada para orang tua.

Alat Peraga :

  1. Pamong mengajak anak untuk bermain peran dengan memilih 10 orang untuk memperagakan menjadi orang kusta dan 1 orang untuk menjadi Yesus.
  2. Kemudian memilih 1 orang anak untuk mengekspresikan terimakasih kepada Yesus.
  3. Pamong dapat mempersiapkan sebelum ibadah dimulai.

Pendahuluan :
Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan

Bagaimana kabar kalian hari ini?…Puji Tuhan semua sehat luar biasa. Hari ini kita bersyukur karena telah diberkati Tuhan dengan berkat yang luar biasa berupa kesehatan. Sebelum kita merenungkan firman Tuhan hari ini mari kita membaca lagi dari  Lukas 17 : 11-19 dalam waktu 1 menit, lalu ketika mendengar aba-aba tutup. Maka Alkitabnya harus segera ditutup. Kemudian silakan menebak peran yang dilakukan oleh teman-teman kalian ….. dari yang kita lihat ada beberapa peran 1) 10 orang kusta, 2) Yesus, 3 ) 1 orang Samaria yang kembali untuk berterimakasih. Nah sebenarnya apa ya penyakit kusta itu ?.

Inti Penyampaian
Penyakit kusta atau yang disebut penyakit lepra adalah salah satu penyakit kulit yang menyerang seluruh tubuh manusia. Jenis penyakit ini banyak ditakuti oleh orang karena beberapa hal : pertama, dapat merusak anggota tubuh, 2) dapat menular kepada orang lain lewat udara dan ketika berdekatan dengan penderita kusta, 3) bagi bangsa Yahudi penyakit Kusta dianggap najis karena dianggap telah melanggar hukum Taurat. Ketika sudah tertular dan menderita penyakit ini maka bila ingin dipulihkan harus mengikuti upacara pentahiran yang dilakukan oleh seorang imam. Karena dipandang najis maka para penderita kusta ini harus hidup terpisah dari keluarga dan masyarakat, untuk itu mereka memilih hidup bersama dengan penderita kusta lainnya. Namun penyakit kusta ini dapat sembuh dan mereka dapat kembali ke keluarga dan masyarakat bila oleh para imam mereka dinyatakan telah bersih dan mengalami kesembuhan.

Suatu hari ada 10 orang kusta yang hidup bersama, mereka sedang menantikan kesembuhan dan mereka telah mendengar bahwa Yesus telah mengadakan banyak mujizat, termasuk mujizat kesembuhan untuk itu mereka mengikuti Yesus sampai tiba di perbatasan Samaria dan Galilea. Namun sepuluh orang kusta ini tidak berani mendekat pada Yesus, karena ada larangan dalam hukum Taurat bila penderita penyakit kusta tidak boleh mendekat pada orang yang tidak menderita penyakit kusta. Kesepuluh orang kusta ini hanya berteriak dari jauh untuk meminta kesembuhan kata mereka“Yesus Guru Kasihanilah kami”, sesudah itu Tuhan Yesus menjawab orang-orang kusta itu dan berkata, “pergilah perlihatkan dirimu kepada para imam-imam”. Mereka diminta untuk berbalik dan menunjukkan diri kepada para imam, namun ditengah jalan mereka telah mengalami kesembuhan.

Ketika  sepuluh orang itu mendapatkan kesembuhan hanya 1 yang merasa bersyukur dan ingat akan Yesus yang telah menyembuhkan maka ia kembali kepada Yesus untuk berterima kasih, dan orang itu adalah orang Samaria. Seseorang dari golongan non-Yahudi yang seringkali dianggap sebagai golongan minoritas  namun mereka mau kembali pada Yesus untuk berterimakasih. Yesus yang mengetahui 1 orang kusta ini kembali dan yang 9 lain tidak membuat Yesus pada awalnya heran, namun dalam diri orang Samaria yang berterimakasih ini Ia menyatakan bahwa imannya kepada Allah yang telah menyelamatkannya.

Penerapan
Keluarga, orang tua dan sabahat adalah contoh nyata dari orang-orang yang selalu memberi pertolongan kepada kita. Untuk itu belajar dari apa yang mereka berikan pada kita, ketika ada orang yang membutuhkan pertolongan maka kitapun juga harus menolong. Sama seperti Yesus yang menolong sepuluh orang kusta untuk mengalami kesembuhan dan 1 orang Samaria mengucapkan terimakasih kepada Yesus. Ketika mendapat pertolongan kita diajarkan untuk membiasakan diri mengucapkan terimakasih. Ciri-ciri orang yang selalu mengucapkan terimakasih  1) secara spontan membiasakan diri mengucapkan terimakasih kepada orang tua dan keluarga yang telah merawat, maupun dalam bentuk tindakan memeluk dan menyayangi mereka. 2) memiliki rasa sukacita dan syukur kepada Tuhan karena telah memberikan berkat.

Aktivitas

  • Pamong menyediakan kertas HVS dan pensil warna
  • Anak-anak diminta menggambar pengalaman dirinya yang telah mendapat pertolongan dari orang lain. Lalu di sebelah gambar itu diberi ungkapan terimakasih kepada orang yang telah menolong.
  • Hasil karya anak-anak dibawa pulang.

Lagu Tema : Terima kasih Seribu (https://youtu.be/6w6P0e9rI00 atau https://youtu.be/Rdkn6ejjq-o)

Renungan Harian

Renungan Harian Anak