Cinta Kasih Jemaat Mula-Mula Tuntunan Ibadah Anak 17 Mei 2020

Bacaan Alkitab    : Kisah Para Rasul 4:32-35
Tahun Gerejawi   : Paskah 6
Tema                   : Allah Memelihara
Ayat Hafalan        : “Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!” (1 Korintus 16:14)
Lagu Tema          : KJ No. 184 “Yesus Sayang Padaku”

Penjelasan Teks (Hanya untuk Pamong)

Kekuatan cinta Tuhan merekatkan jemaat mula-mula dan mendorong mereka untuk berbagi pada yang membutuhkan. Kekuatan cinta Tuhan telah mengikiskan sekat-sekat keegoisan dan digantikan dengan kepedulian pada yang menderita.

Kekuatan cinta Tuhan Yesus, juga mendorong para rasul untuk memberikan Injil kepada siapapun dan mengalahkan rasa takut mereka pada orang-orang yang membenci Yesus karena setiap orang berhak mendapatkan cinta Tuhan Yesus meskipun banyak orang membenci Yesus.

Kekuatan cinta Tuhan Yesus juga mendorong Yusuf untuk menjual harta bendanya dan hasilnya dibawa ke para rasul untuk dibagi pada yang membutuhkan.

Demikianlah hendaklah kekuatan cinta Tuhan Yesus juga memenuhi hidup kita sehingga dengan sungguh-sungguh kita ikut ambil bagian dalam pelayanan. Tidak berhitung untung dan rugi. Jika masih berhitung untung dan rugi maka sesungguhnya hidup kita masih belum dipenuhi oleh cinta, sebab cinta yang diajarkan oleh Tuhan Yesus adalah cinta yang tidak mengharapkan imbalan dari orang lain. Selamat dipenuhi cinta Tuhan Yesus


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak dapat menceritakan kembali kisah Jemaat mula-mula yang saling berbagi

Alat Peraga: Pamong dapat menyiapkan gambar-gambar :

  • Gambar 1 : Gambar Tuhan Yesus
  • Gambar 2: Gambar Yesus disalib
  • Gambar 3: Gambar Barnabas dan Para Rasul

Pendahuluan

Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

(Pamong dapat menunjukkan gambar 1) – Ini adalah gambar Tuhan Yesus yang penuh dengan cinta-Nya. Cinta-Nya pada manusia sungguh luar biasa.

(Pamong dapat menunjukkan gambar 2) – Hal ini telah dibuktikan dengan Ia rela mati di kayu salib. Ia rela menderita dicambuk, diludahi, diolok-olok, diberi mahkota duri dan tidak sedikitpun Tuhan Yesus ada keinginan untuk membalas. Semuanya diterima dengan sukacita, sebab Tuhan Yesus mencintai manusia (Pamong dapat menunjukkan gambar 1).

Inti Penyampaian

Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan Yesus,

Cinta Tuhan Yesus ternyata menular. Yach…menular kepada para Rasul. Dengan cinta Tuhan Yesus, para Rasul mengabarkan Injil kepada semua orang dan banyak orang yang menjadi percaya. Semua orang percaya juga tertular cinta Tuhan Yesus. Hal ini nampak dari cara hidup jemaat mula-mula. Mereka tidak pelit untuk berbagi. Cinta Tuhan Yesus telah memenuhi hati orang-orang percaya. Dengan cinta Tuhan Yesus, mereka rela berbagi apapun yang mereka miliki. Kumpulan orang percaya sangat peduli satu dengan yang lain. Mereka tidak ingin melihat saudaranya menderita.

(Pamong dapat menunjukkan gambar 3) – Salah satu orang yang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus adalah Yusuf yang disebut dengan Barnabas. Ia juga dipenuhi oleh cinta Tuhan Yesus sehingga mendorongnya untuk menjual harta bendanya dan hasil dari penjualan harta benda itu diserahkan kepada para Rasul untuk dibagikan kepada semua orang yang membutuhkan. Yusuf tidak merasa rugi kehilangan harta benda. Malah sebaliknya, ia sangat bersukacita karena dapat berbagi dengan saudara-saudara lain yang sedang membutuhkan.

Penerapan

Anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

(Pamong dapat menunjukkan gambar 1) – Siapa yang berani maju ke depan dan menceritakan gambar ini? (Beri waktu pada anak-anak untuk maju ke depan. Jika tidak ada yang maju ke depan Pamong dapat menanyakan kepada anak-anak gambar apakah itu)

(Pamong dapat menunjukkan gambar 2) – Sekarang…siapakah yang mau menceritakan gambar ini? (Beri waktu pada anak-anak untuk maju ke depan. Jika tidak ada yang maju ke depan Pamong dapat menanyakan kepada anak-anak gambar apakah itu)

(Pamong dapat menunjukkan gambar 3) – Sekarang…siapakah yang mau menceritakan gambar ini? (Beri waktu pada anak-anak untuk maju ke depan. Jika tidak ada yang maju ke depan Pamong dapat menanyakan kepada anak-anak gambar apakah itu)

Wah…ternyata anak-anak hebat berani dan bisa menceritakan kembali apa yang tadi sudah didengar. Ayo…semua bertepuk tangan karena telah menjadi anak yang hebat. Anak yang hebat adalah anak yang mau belajar dari Bapak Yusuf yang mau berbagi pada orang-orang yang membutuhkan.

Aktivitas

Pamong menyediakan :

  1. kertas warna merah kemudian potong bentuk hati lalu bagikan kepada anak-anak. Setiap anak mendapatkan 2 bentuk hati
  2. Sedotan atau tusuk sate
  3. lem
  4. Lap
  5. baskom dan air

Cara membuat :

Lem kertas berbentuk hati pada sedotan atau tusuk sate bolak balik. Setelah selesai minta anak-anak untuk cuci tangan lalu ajak mereka untuk menyanyi Lagu KJ No. 184  “YESUS SAYANG PADAKU”


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:

  1. Anak dapat menceritakan kembali kisah jemaat mula-mula yang saling berbagi
  2. Anak dapat memberikan contoh pemeliharaan Tuhan melalui kegiatan berbagi

Alat Peraga:

Alat peraga sama dengan alat peraga Balita. Selain itu Pamong dapat menyiapkan beberapa makanan dengan jumlah yang terbatas untuk perjamuan kasih.

Pendahuluan:

Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan Yesus,

(Pamong dapat menunjukkan gambar 1) – Ini adalah gambar Tuhan Yesus yang penuh dengan cinta-Nya. Cinta-Nya pada manusia sungguh luar biasa.

(Pamong dapat menunjukkan gambar 2) – Hal ini telah dibuktikan dengan Ia rela mati di kayu salib. Ia rela menderita dicambuk, diludahi, diolok-olok, diberi mahkota duri dan tidak sedikitpun Tuhan Yesus ada keinginan untuk membalas. Semuanya diterima dengan sukacita, sebab Tuhan Yesus mencintai manusia (Pamong dapat menunjukkan gambar 1).

Inti Penyampaian:

Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan Yesus,

Cinta Tuhan Yesus ternyata menular. Yach…menular kepada para Rasul. Dengan cinta Tuhan Yesus, para Rasul mengabarkan Injil kepada semua orang dan banyak orang yang menjadi percaya. Semua orang percaya juga tertular cinta Tuhan Yesus. Hal ini nampak dari cara hidup jemaat mula-mula. Mereka tidak pelit untuk berbagi. Cinta Tuhan Yesus telah memenuhi hati orang-orang percaya. Dengan cinta Tuhan Yesus, mereka rela berbagi apapun yang mereka miliki. Kumpulan orang percaya sangat peduli satu dengan yang lain. Mereka tidak ingin melihat saudaranya menderita.

(Pamong dapat menunjukkan gambar 3) – Salah satu orang yang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus adalah Yusuf yang disebut dengan Barnabas. Ia juga dipenuhi oleh cinta Tuhan Yesus sehingga mendorongnya untuk menjual harta bendanya dan hasil dari penjualan harta benda itu diserhakan kepada para Rasul untuk dibagikan kepada semua orang yang membutuhkan. Yusuf tidak merasa rugi kehilangan harta benda. Malah sebaliknya, ia sangat bersukacita karena dapat berbagi dengan saudara-saudara lain yang sedang membutuhkan.

Penerapan:

Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan Yesus,

(Pamong dapat mengeluarkan makanan atau jajanan yang telah disiapkan).

Di hadapan kalian telah tersedia makanan. Hari ini kita akan belajar dari para jemaat mula-mula yaitu berbagi. Saya mengingatkan lagi bahwa berbagi adalah alat pengikat jemaat mula-mula. Mereka tidak pelit untuk berbagi apa yang mereka punyai. Bahkan mereka rela menjual harta bendanya untuk menolong orang-orang yang berkekurangan. Dan itu membuat mereka bahagia.

Nah…sekarang di hadapan kalian telah terhidang makanan. Silahkan dinikmati. Ingatlah kuncinya : BERBAGI

Aktivitas:

Setelah setelah perjamuan kasih, bagilah kertas kepada setiap anak dan minta mereka untuk menuliskan apa kesan mereka dalam perjamuan kasih hari ini.

Lagu Tema :  KJ No. 184 “Yesus Sayang Padaku”


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:

  1. Anak dapat menjelaskan cara hidup jemaat mula-mula
  2. Anak dapat memberikan penjelasan pentingnya berbagi dengan sesama

Alat Peraga:

Pamong dapat menyiapkan snack atau makanan ringan dengan jumlah yang terbatas dan diletakkan di tengah-tengah.

Pendahuluan:

Selamat pagi anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Hari ini kita akan perjamuan kasih. Semua makanan sudah terhidang di depan kalian. Silahkan dinikmati. Siapapun bisa menikmati makanan yang terhidang.

(sementara itu Pamong dapat mengamati apa yang dilakukan anak-anak dengan makanan yang terbatas tadi)

Setelah selesai makan bersama, Pamong dapat mengajukan beberapa pertanyaan:

  1. Adakah yang mencicipi semua makanan yang terhidang?
  2. Adakah yang tidak dapat makanan? (Jika ada yang tidak dapat, Pamong dapat menanyakan mengapa tidak mendapat)
  3. Apakah ada yang kekenyangan?

Inti Penyampaian

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Jika kamu perhatikan di sekelilingmu, tidak semua orang kaya atau tidak semua orang miskin. Kalian akan menjumpai di mana tempat pasti ada yang kaya dan ada yang miskin. Mengapa Tuhan menciptakan ada orang yang kaya dan orang miskin? Tidak lain agar manusia saling peduli dengan sesamanya. Jika semua orang kaya, orang tidak akan peduli karena semua orang sudah dapat mencukupi kebutuhannya sendiri. Demikian juga sebaliknya, jika semua orang miskin maka tidak ada orang yang peduli dengan sesamanya sebab orang sibuk untuk mencukupi kebutuhannya sendiri.

Mari kita membaca bacaaan kita hari ini yang terambil dari Kisah Para Rasul 4:32-35. (Beri waktu beberapa saat pada anak-anak untuk membaca dengan cermat. Setelah membaca berilah beberapa pertanyaan). Okey…setelah kalian membaca bacaan hari ini, saya mau bertanya:

  1. Apa yang mendorong orang percaya mula-mula mau berbagi pada orang lain? (ayat 32 – karena mereka sehati dan sejiwa)
  2. Apa yang mendorong mereka untuk berbagi pada orang lain? (ayat 33 – karena mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah).

Jadi…yang menjadi kunci orang-orang percaya mau berbagi adalah hidup mereka dipenuhi oleh kasih karunia yang melimpah-limpah.

Nah…sekarang kembali pada kegiatan awal kita yaitu perjamuan kasih. Apakah kalian juga memikirkan bagaimana makanan yang sedikit itu bisa dinikmati oleh semua orang? Apakah kalian memperhatikan ada teman yang tidak kebagian? Atau ada teman yang malu-malu untuk mengambil makanan sehingga ia memutuskan untuk tidak mengambil.

Penerapan

Anak-anak yang dikasihi oleh Tuhan Yesus,

Melalui Firman Tuhan hari ini kita diajak untuk mengisi hidup kita dengan penuh cinta sebab cinta menjadi daya dorong kita untuk mau berbagi. Jika hidup kita tidak dipenuhi oleh cinta maka sulit bagi kita menolong orang lain. Apalagi kita sering berkata, “Wong aku juga kekurangan kok mau berbagi”.

Orang yang hidupnya dipenuhi oleh cinta sesungguhnya kaya karena kaya ukurannya bukan lagi harta atau uang tetapi mempunyai kepedulian yang besar pada orang-orang yang membutuhkan. Itu pula yang mendorong Yusuf yang disebut dengan Barnabas untuk menjual harta bendanya dan disertakan kepada para Rasul untuk dibagikan kepada yang membutuhkan. Apa yang dilakukan oleh Yusuf bukan karena ia kaya uang atau harta, tetapi hidupnya dipenuhi cinta sehingga ingin dibagikan cintanya kepada semua orang yang membutuhkan.

Anak-anak yang dikasihi Tuhan,

Tadi telah dikatakan bahwa disekeliling kita banyak orang yang membutuhkan, maka perlulah bagi kita untuk membagikan cinta kita kepada mereka yang membutuhkan, bukan hanya bentuk materi, tetapi perhatian dan teman bicara. Itu sudah cukup untuk melatih diri peka pada kebutuhan orang lain.

Aktivitas

Pamong dapat membagikan kertas kepada anak-anak. Ajak mereka untuk memikirkan siapa teman atau tetangga mereka yang membutuhkan. Dan ajak mereka untuk merancang perbuatan apa yang akan mereka lakukan. Untuk mudahnya dapat dibantu dengan tabel di bawah ini :

Teman yang membutuhkan Bantuan yang dibutuhkan Cara Membantu

Lagu Tema: KJ No. 184 “Yesus Sayang Padaku”

Renungan Harian

Renungan Harian Anak