Kebangkitan Membawa Sukacita     Ibadah Paskah Untuk Anak 5 April 2026

23 March 2026

Tahun Gerejawi: Paskah I
Tema: Kebangkitan membawa sukacita
Judul: Kebangkitan membawa sukacita

Bacaan: Matius 28: 1 – 10
Ayat Hafalan: Ia tidak ada disini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang dikatakan-Nya. (Matius 28: 6a)

Lagu Tema: Kidung Siwi No.141 “Paskah”

Alat Peraga:
Alat peraga dapat diunduh di sini.

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Murid-murid Yesus berada dalam suasana kedukaan dan ketakutan yang mendalam. Tekanan yang besar itu membuat mereka lupa bahwa Yesus pernah mengatakan akan bangkit pada hari ketiga. Dengan diliputi perasaan cemas mereka berkumpul di sebuah rumah, dan mentaati peraturan bagi orang-orang Yahudi pada masa itu untuk tidak pergi pada hari Sabat. Didorong oleh rasa kasihnya kepada Yesus, maka segera setelah hari Sabat berlalu, menjelang fajar, Maria Magdalena dan Maria yang lain cepat-cepat menuju ke kubur Yesus.

Melalui malaikat-Nya, Allah berinisiatif dengan menggulingkan batu penutup makam supaya para perempuan itu bisa masuk dan melihat sendiri bahwa Yesus sudah bangkit. Tidak ada lagi mayat Yesus di situ.  Mereka bisa menjadi saksi. Meskipun sudah menyaksikan sendiri, tetapi para perempuan itu masih juga diliputi rasa takut maka malaikat itu menguatkan dan meneguhkan dengan mengatakan “jangan takut “. Mereka diminta untuk memberitahukan kepada murid-murid yang lain, supaya para murid itu memperoleh penghiburan dan sukacita.

Walaupun para perempuan itu masih diliputi rasa takut (bingung, cemas), tetapi sudah ada sukacita di hati mereka. Terlebih lagi ketika Yesus berkenan menjumpai mereka sehingga mereka bisa mendekati, memeluk kaki-Nya dan menyembah-Nya. Mereka semakin yakin bahwa Tuhan Yesus bangkit dan hidup maka dengan antusias (berlari cepat-cepat), mereka membagikan kabar sukacita itu kepada para murid yang lain.

Refleksi Untuk Pamong
Sebagai pamong yang tentu saja ikut bersyukur dan bersukacita dengan kebangkitan Tuhan Yesus. Apakah kita juga selalu (konsisten) menceritakan tentang Tuhan Yesus dengan penuh semangat dan antusias seperti para perempuan yang ke kubur Yesus? Ataukah kadang-kadang karena adanya masalah atau pergumulan dalam hidup kita, maka semangat untuk melayani jadi ikut “meredup”?


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan:
Anak dapat menyebutkan bahwa Tuhan Yesus bangkit

Alat Peraga
Alat peraga dapat diunduh di sini.
Peralatan atau perlengkapan atau properti yang yang perlu dipersiapkan disesuaikan dengan metode yang akan digunakan, sesuai dengan kreativitas pamong.

*Catatan: cerita tentang perempuan yang ke kubur Yesus ini bisa disampaikan dengan cara diceritakan dengan gambar (story telling), drama, role play, pantomim dengan narasi yang dibacakan, pemutaran video, dll.

Pendahuluan
(Ruangan dipersiapkan atau didekor dengan konsep “taman” tempat tempat kubur Yesus. Ruangan dibuat tidak terlalu terang untuk mendukung kesan suasana dini hari ketika para perempuan ke kubur Yesus)

Buatlah suasana situasi seperti akan menonton bioskop. Ruangan  pintu ditutup terlebih dahulu. Berikan semacam tiket (dibuat semenarik mungkin sesuai kreativitas pamong) untuk masuk ruangan. Sebelum anak-anak masuk ke dalam ruangan, bagikan kepada mereka sebuah kartu paskah yang dimasukkan ke dalam amplop / kotak yang tidak mudah dibuka.

Sampaikan sebuah pesan kepada mereka,” nanti di dalam ruangan jangan berisik ya, dan tolong simpan atau jaga ini (amplop atau kotak) baik- baik. Jangan dibuka dulu. Nanti kita akan buka bersama-sama dengan para pamong.

Inti Penyampaian
Narasi di bawah ini sebagai contoh (bisa digunakan, disesuaikan dengan kondisi masing-masing jemaat, atau pamong bisa membuat sendiri ceritanya sesuai kreativitas pamong)

(suasana ruangan dibuat gelap/ remang-remang)
Pagi hari masih sangat sepi, jalan masih gelap. Tetapi ada perempuan-perempuan yang akan pergi. Siapakah mereka? O…itu Maria Magdalena dan Maria yang lain. Mereka berjalan dengan tergesa-gesa. Mau ke mana ya?  Mereka berjalan menuju ke sebuah makam. Bukankah itu makam Yesus? Ya benar.  Hari Jumat yang lalu Yesus disalibkan dan mati di kayu salib. Lalu dikuburkan. Sekarang hari Minggu. Berarti sudah tiga hari tubuh Yesus berada di dalam gua kubur itu. Dengan takut- takut Maria Magdalena dan Maria yang lain mendekati kubur itu. Ada dua orang prajurit yang menjaga kubur itu.

Tiba-tiba tanah bergerak, pohon-pohon juga bergoyang-goyang. Ada apa ini? Ada gempa bumi! Dan lihatlah batu besar penutup gua itu terguling. Gua itu sekarang terbuka. Dua orang prajurit yang berjaga di tempat itu sangat terkejut dan takut. Lalu nampak sebuah cahaya yang sangat terang. Para perempuan itu semakin takut. Apakah itu? Apakah itu petir. Ternyata itu adalah malaikat yang duduk di atas batu yang terguling. Para perempuan itu semakin ketakutan. Tiba-tiba malaikat itu berkata,” jangan takut, kalian sedang mencari Yesus kan. Dia sudah tidak ada disini lagi. Ia mendahului kamu ke Galilea. Ajaklah teman-temanmu yang lain ke Galilea.

(Nyalakan lampu / buat ruangan menjadi lebih terang)
Kedua Maria itu cepat-cepat pulang dan sudah tidak sabar untuk menceritakan pada murid-murid Yesus yang lain.

Tiba-tiba terdengar suara,” Salam bagimu,” Suara siapakah itu? Wow, ternyata itu suara Yesus. Para perempuan itu segera mendekati-Nya, memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Lalu Yesus berkata lagi,” jangan takut, pergi dan katakan pada saudara-saudara-Ku supaya mereka pergi ke Galilea, dan disanalah mereka akan melihat Aku. Lalu pergilah dua orang orang Maria itu untuk menceritakan tentang kebangkitan Yesus.

Penerapan
Nah, anak-anak, para perempuan yang datang ke kubur Yesus itu, melihat kubur Yesus kosong. Di mana tubuh Yesus? O… ternyata Yesus sudah bangkit. Di mana Yesus? (ulang pertanyaan dan ajak anak-anak untuk mengucapkan “Yesus bangkit”. Pamong bisa juga membuat yel-yel “Yesus bangkit” dengan gerakan)

Aktivitas
Ajak anak-anak untuk bersama-sama membuka amplop atau kotak yang berisi “kartu paskah”.

Minta pada anak-anak untuk memberikan kartu itu pada orang tua di rumah sambil mengucapkan, Selamat Paskah, Tuhan Yesus bangkit.

Catatan: kartu yang diberikan anak-anak bisa berupa gambar yang harus diwarnai, atau ada bagian yang harus ditempel.


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan:
Dengan bahasa sederhana anak menceritakan tentang reaksi para perempuan yang ke kubur Yesus, ketika mengetahui Tuhan Yesus telah bangkit.

Alat Peraga
Alat peraga dapat diunduh di sini.
Peralatan atau perlengkapan atau properti yang yang perlu dipersiapkan disesuaikan dengan metode yang akan digunakan, sesuai dengan kreativitas pamong.

*catatan : cerita tentang perempuan yang ke kubur Yesus ini bisa disampaikan dengan cara diceritakan dengan gambar (story telling), drama atau role play, pantomim dengan narasi yang dibacakan, pemutaran video, dll.

Pendahuluan
(ruangan dipersiapkan atau didekor dengan konsep “taman” tempat tempat kubur Yesus. Ruangan dibuat tidak terlalu terang untuk mendukung kesan suasana dini hari ketika para perempuan ke kubur Yesus)

Buatlah suasana atau situasi seperti akan menonton bioskop. Ruangan atau pintu ditutup terlebih dahulu. Berikan semacam tiket (dibuat semenarik mungkin sesuai kreativitas pamong) untuk masuk ruangan.

Sebelum anak-anak masuk ke dalam ruangan, bagikan kepada mereka sebuah kartu paskah (berisi pesan rahasia yang nanti akan dikerjakan sebagai aktivitas. Pesan rahasia ini bisa dibuat dengan sandi atau cara yang lain sesuai kreativitas pamong. Pesan rahasianya adalah “praktekkan dan ceritakan ekspresi para perempuan ketika tahu Tuhan Yesus bangkit”, yang dimasukkan ke dalam amplop atau kotak yang tidak mudah dibuka.

Sampaikan sebuah pesan kepada mereka, nanti di dalam ruangan jangan berisik ya, dan tolong simpan atau jaga ini (amplop atau kotak) baik- baik. Jangan dibuka dulu. Tunggu instruksi pamong untuk membukanya.

Inti Penyampaian
Narasi di bawah ini sebagai contoh (bisa digunakan atau disesuaikan dengan kondisi masing-masing jemaat, atau pamong bisa membuat sendiri ceritanya sesuai kreativitas pamong)

(Ruangan dibuat gelap atau remang-remang)
Pagi hari itu masih sangat sepi, jalan masih gelap. Apalagi waktu itu belum ada lampu ya.Tetapi ada perempuan-perempuan yang sudah keluar rumah. Siapakah mereka? O…itu Maria Magdalena dan Maria yang lain. Mereka berjalan dengan tergesa-gesa. Tampaknya ada sesuatu yang penting.  Mau ke mana ya?  Mereka berjalan menuju ke sebuah makam. Apakah mereka tidak takut berjalan dalam gelap menuju ke makam? Tentu saja mereka takut. Tapi bukan takut pada hantu. Mereka takut kepada prajurit yang menjaga makam itu. Dan mereka juga takut jika nanti tidak bisa membuka batu besar penutup makam itu. Lihatlah mereka semakin dekat dengan makam itu.  Bukankah itu makam Yesus? Ya benar.  Hari Jumat yang lalu Yesus disalibkan dan mati di kayu salib. Sekarang hari Minggu. Berarti sudah tiga hari tubuh Yesus berada di dalam gua kubur itu. Dengan takut- takut Maria Magdalena dan Maria yang lain mendekati kubur itu. Prajurit penjaga makam itu nampak seram

Tiba-tiba terdengar suara yang berderak, tanah bergerak, pohon-pohon juga bergoyang-goyang. Ada apa ini? Ada gempa bumi! Dan lihatlah batu besar penutup gua itu terguling. Gua itu sekarang terbuka. Dua orang prajurit yang berjaga di tempat itu sangat terkejut dan takut. Tiba-tiba nampak sebuah cahaya yang sangat terang. Para perempuan itu semakin takut. Apakah itu? Apakah itu kilat  atau petir? Ternyata itu adalah malaikat. Malaikat itu lalu duduk di atas batu yang terguling. Para perempuan itu semakin ketakutan. Tiba-tiba malaikat itu berkata,” jangan takut, kalian sedang mencari Yesus kan. Dia sudah tidak ada disini lagi. Ia mendahului kamu ke Galilea. Ajaklah teman-temanmu yang lain ke Galilea.

(Nyalakan lampu / buat ruangan menjadi lebih terang)
Kedua Maria itu cepat-cepat pulang dan sudah tidak sabar untuk menceritakan pada murid-murid Yesus yang lain. Mereka masih agak takut, meskipun ada juga perasaan senang juga karena Yesus sudah bangkit.

Tiba-tiba terdengar suara,” Salam bagimu,” Suara siapakah itu? Wow, ternyata itu suara Yesus. Para perempuan itu segera mendekati-Nya, memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Lalu Yesus berkata lagi,” jangan takut, pergi dan katakan pada saudara-saudara-Ku supaya mereka pergi ke Galilea, dan disanalah mereka akan melihat Aku. Lalu pergilah dua orang orang Maria itu untuk menceritakan tentang kebangkitan Yesus.

Aktivitas
Ajak anak-anak untuk bersama-sama membuka amplop atau kotak yang berisi “pesan rahasia”

Anak-anak diminta utk memecahkan pesan rahasia itu. Kemudian anak-anak mempraktekkan ekspresi para murid dan menjelaskan mengapa para perempuan itu terkejut, takut dan akhirnya bersukacita. (bisa dibuat secara pribadi atau kelompok sesuai jumlah anak / situasi masing-masing jemaat)


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan:
Anak dapat menganalisis pentingnya perintah malaikat dan peran para perempuan untuk memberitakan kabar kebangkitan kepada para murid

Alat Peraga
Alat peraga dapat diunduh di sini.
Peralatan atau perlengkapan atau properti yang yang perlu dipersiapkan disesuaikan dengan metode yang akan digunakan, sesuai dengan kreativitas pamong.

*catatan: cerita tentang perempuan yang ke kubur Yesus ini bisa disampaikan dengan cara diceritakan dengan gambar (story telling), drama atau role play, pantomim dengan narasi yang dibacakan, pemutaran video, dll.

Pendahuluan
(ruangan dipersiapkan atau didekor dengan konsep “taman” tempat tempat kubur Yesus. Ruangan dibuat tidak terlalu terang untuk mendukung kesan suasana dini hari ketika para perempuan ke kubur Yesus)

Buatlah suasana atau situasi seperti akan menonton bioskop. Ruangan atau pintu ditutup terlebih dahulu. Berikan semacam tiket dibuat semenarik mungkin sesuai kreativitas pamong untuk masuk ruangan.

Sebelum anak-anak masuk ke dalam ruangan, bagikan kepada mereka sebuah kartu paskah (beberapa kartu paskah tersebut bergambar malaikat, dan beberapa kartu yang lain bergambar Maria Magdalena dan Maria yang lain. Masukkan kartu tersebut ke dalam amplop atau kotak yang tidak mudah dibuka. Sampaikan sebuah pesan kepada mereka,” nanti di dalam ruangan jangan berisik ya, dan tolong simpan atau jaga ini (amplop / kotak) baik- baik. Jangan dibuka dulu. Tunggu instruksi kakak pamong untuk membukanya.

Inti Penyampaian
Narasi di bawah ini sebagai contoh (bisa digunakan atau disesuaikan dengan kondisi masing-masing jemaat, atau pamong bisa membuat sendiri ceritanya sesuai kreativitas pamong)

(Ruangan dibuat gelap atau remang-remang)
Pagi hari itu masih sangat sepi, jalan masih gelap. Apalagi waktu itu belum ada lampu ya, tetapi ada perempuan-perempuan yang sudah keluar rumah. Siapakah mereka? O…itu Maria Magdalena dan Maria yang lain. Mereka berjalan dengan tergesa-gesa. Tampaknya ada sesuatu yang penting.  Mau ke mana ya?  Mereka berjalan menuju ke sebuah makam. Apakah mereka tidak takut, berjalan dalam gelap menuju ke makam? Tentu saja mereka takut. Tapi bukan takut pada hantu. Mereka takut kepada prajurit yang menjaga makam itu. Dan mereka juga takut jika nanti tidak bisa membuka batu besar penutup makam itu. Lihatlah mereka semakin dekat dengan makam itu.  Bukankah itu makam Yesus? Ya benar.  Hari Jumat yang lalu Yesus disalibkan dan mati di kayu salib. Sekarang hari Minggu. Berarti sudah tiga hari tubuh Yesus berada di dalam gua kubur itu. Dengan takut-takut Maria Magdalena dan Maria yang lain mendekati kubur itu. Prajurit penjaga makam itu nampak seram

Tiba-tiba terdengar suara yang berderak, tanah bergerak, pohon-pohon juga bergoyang-goyang. Ada apa ini? Ada gempa bumi! Dan lihatlah batu besar penutup gua itu terguling. Gua itu sekarang terbuka. Dua orang prajurit yang berjaga di tempat itu sangat terkejut dan takut. Tiba-tiba nampak sebuah cahaya yang sangat terang. Para perempuan itu semakin takut. Apakah itu? Apakah itu kilat  atau petir? Ternyata itu adalah malaikat. Malaikat itu lalu duduk di atas batu yang terguling. Para perempuan itu semakin ketakutan. Tiba-tiba malaikat itu berkata,” jangan takut, kalian sedang mencari Yesus kan. Dia sudah tidak ada disini lagi. Ia mendahului kamu ke Galilea. Ajaklah teman-temanmu yang lain ke Galilea.

(Nyalakan lampu / buat ruangan menjadi lebih terang)
Kedua Maria itu cepat-cepat pulang dan sudah tidak sabar untuk menceritakan pada murid-murid Yesus yang lain. Mereka masih agak takut, meskipun ada juga perasaan senang juga karena Yesus sudah bangkit.

Tiba-tiba terdengar suara,” Salam bagimu,” Suara siapakah itu? Wow, ternyata itu suara Yesus. Para perempuan itu segera mendekati-Nya, memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Lalu Yesus berkata lagi,” jangan takut, pergi dan katakan pada saudara-saudara-Ku supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku. Lalu pergilah dua orang orang Maria itu untuk menceritakan tentang kebangkitan Yesus.

Aktivitas
Ajak anak-anak untuk bersama-sama membuka amplop atau kotak yang berisi kartu paskah tersebut.

  • Bagi anak-anak yang mendapatkan kartu bergambar malaikat, diminta untuk menceritakan atau menjelaskan peran penting malaikat dalam “kisah” kebangkitan Yesus.
  • Bagi anak-anak yang mendapatkan kartu bergambar Maria Magdalena dan Maria yang lain, diminta menceritakan / menjelaskan peran penting para perempuan tersebut kebangkitan Tuhan Yesus.

(bisa dibuat secara pribadi atau kelompok sesuai jumlah anak / situasi masing-masing jemaat)

Renungan Harian

Renungan Harian Anak