Setia Bertekun Dalam Doa Tuntunan Ibadah Kenaikan Yesus Kristus 29 Mei 2025 untuk Anak-anak

13 May 2025

Minggu 29 Mei 2025

Tahun Liturgi: Kenaikan Tuhan Yesus
Tema:
Setia bertekun dalam doa

Bacaan Alkitab: Lukas 24:50-53
Ayat Hafalan:
“Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.” (Lukas 24:53)

Lagu Tema: Setia Pada Yesus

Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Pada minggu terakhir di bulan Mei 2025, umat Kristiani di seluruh dunia akan merayakan Hari Kenaikan Yesus Kristus. Kali ini peringatan tersebut jatuh pada hari Kamis tanggal 29 Mei 2025. Kenaikan Tuhan Yesus ini berkaitan dengan misi Tuhan Yesus dalam menebus dosa-dosa manusia. Kenaikan Yesus ke sorga untuk mempersiapkan tempat tinggal bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya.

Peristiwa Kenaikan Yesus Kristus ke surga atau Asensi (ascension) terjadi 40 hari setelah kebangkitan Yesus dari kematian atau Paskah. Walaupun peringatan Hari Kenaikan Tuhan Yesus terkadang tidak dirayakan semeriah dengan perayaan hari raya gerejawi lainnya, seperti: Paskah dan Natal, tetapi hal ini tidak berarti bahwa peristiwa kenaikan Yesus ke Sorga kurang penting. Hari Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga adalah peristiwa yang sangat penting bagi orang percaya sebagai kebenaran yang mutlak dari pernyataan Yesus bahwa Dia sungguh-sungguh Mesias, Sang Juruslamat yang dijanjikan untuk menyelamatkan manusia.

Sebelum kita membahas bacaan Alkitab yang terambil dari Lukas 24:50-53, maka para pamong dipersilahkan untuk membaca, merenungkan dan mencermati tiap ayat yang terdapat di dalam Injil Lukas 24:50-53 secara cermat dan mendalam.

Pada ayat ke-50, dijelaskan nama tempat dimana Tuhan Yesus naik ke sorga, dekat Betania “Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania.” Kisah Para Rasul 1:12 mencatat bukit Zaitun, yang secara geografis terleta di luar kota Yerusalem, dekat Betania.

Ketika itu, Tuhan Yesus mengangkat tangan-Nya dan memberkati para murid-murid-Nya. Jadi gesturenya jelas. Tuhan Yesus memberkati murid-murid-Nya dengan mengangkat tangan, ketika pada saat yang sama Ia terangkat ke sorga. Artinya, perbuatan terakhir yang Yesus lakukan sebelum meninggalkan murid-murid-Nya di bumi adalah mengangkat tangan dan memberkati murid-murid-Nya.

Kemudian dalam ayat 51, ketika Tuhan Yesus tengah memberkati murid-murid-Nya, maka berpisahlah Tuhan Yesus dengan para murid. Tuhan Yesus terangkat ke sorga. Lalu pada ayat 52-53, dikisahkan bagaimana reaksi atau respon yang dilakukan oleh para murid-murid, yaitu:

  1. Para murid-murid sujud menyembah kepada Tuhan.
  2. Murid-murid Tuhan Yesus sangat bersukacita saat mereka pulang ke Yerusalem.
  3. Para murid senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

Refleksi Untuk Pamong
Hal yang menarik dalam kisah Kenaikan Tuhan ke Sorga, yaitu terkait dengan reaksi/respon dari para murid-murid Yesus. Mereka bersukacita, roh mereka menyala, dan dengan penuh semangat senantiasa berada di dalam bait Allah untuk memuliakan Allah. Dengan demikian terlihat jelas bahwa para murid tetap setia melakukan perintah Tuhan Yesus untuk bertekun dalam doa. Mengapa mereka berdoa? Dalam rangka menunggu datangnya Sang penolong yang lain yakni Roh Kudus yang akan semakin memperlengkapi para murid agar dapat menjadi saluran berkat yang efektif.

Jadi respon para murid setelah diberkati oleh Kristus adalah semakin disiplin mengolah kerohanian dan menyediakan diri untuk menjadi saluran berkat. Jikalau selama ini para murid mendapatkan ajaran dan dibimbing oleh Yesus Kristus, maka tiba saatnya bagi mereka untuk mengajar dan membimbing sesame kepada kebenaran sejati.  Jika selama ini mereka dihibur, dikuatkan, sekarang mereka bertugas untuk menghibur, menguatkan sesame dengan pewartaan kabar sukacita/Injil. Kalau selama ini mereka diberi, sekarang mereka memberi. Mereka mengikuti Tuhan Yesus yang sudah memberikan hidup-Nya untuk mereka, yang sudah memberikan Roh Kudus-Nya untuk mereka, yang sudah memberikan hidup yang kekal untuk mereka. Lantas bagaimana dengan kita? Sebagai murid Kristus yang telah Tuhan bimbing dan Tuhan limpahi berkat, maka mari bersemangat untuk memberikan diri kepada-Nya, untuk menjadi saluran berkat bagi dunia. Peristiwa asensi atau kenaikan Tuhan Yesus kiranya semakin memantabkan para pamong untuk tanpa gentar dan terus bersemangat menjadi saluran berkat bagi anak-anak dan dunia!


TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA

Tujuan: Anak memahami keharusan untuk bertekun dalam doa

Alat Peraga
(Jika fasilitas memadai untuk diputarkan video peristiwa Kenaikan Tuhan Yesus, silahkan pamong memutarkan video singkat yang ada di youtube-dengan durasi kurang lebih 5-10 menit).

Pendahuluan
Awali ibadah dengan memutarkan video singkat (seperti dalam penjelasan di alat peraga). Jika fasilitas tidak memadai,silahkan para pamong bermain peran untuk memvisualisasikan Bacaan Alkitab Lukas 24:50-53.

Inti Penyampaian
Dalam Bacaan Alkitab yang terambil dari Lukas 24:50-53, Lembaga Alkitab Indonesia memberi judul perikop “Kenaikan Yesus”.

Pada ayat ke-50, dijelaskan nama tempat dimana Tuhan Yesus naik ke sorga “Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania.” Dalam Kisah Para Rasul 1:12, tempat itu disebut sebagai bukit Zaitun.

Dalam peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke sorga, melalui ayat 50 kita bisa mengetahui bahwa Tuhan Yesus mengangkat tangan-Nya dan tengah memberkati para murid-murid-Nya sebelum Ia terangkat ke sorga. Jadi, perbuatan terakhir yang Tuhan Yesus lakukan sebelum meninggalkan murid-murid-Nya di bumi adalah memberkati para murid dengan mengangkat tangan-Nya. Setelahnya menganugerahka berkat lantas berpisahlah Tuhan Yesus dengan para murid, sebab Tuhan Yesus terangkat ke sorga (ayat 51).

Yang menarik, dalam ayat 52-53, dikisahkan bagaimana reaksi atau respon para murid setelah Yesus Kristus naik dan terangkat ke sorga, yaitu:

  1. Para murid sujud menyembah kepada Tuhan.
  2. Murid-murid Tuhan Yesus sangat bersukacita saat mereka pulang ke Yerusalem.
  3. Para murid senantiasa berada di dalam Bait Allah, bertekun dalam doa, dan memuliakan Allah.

Penerapan
Dari kisah Kenaikan Tuhan ke Sorga, kita diingatkan bahwa kita semua juga merupakan murid-murid Tuhan Yesus yang Tuhan panggil untuk hidup dalam penyembahan, sukacita, serta bertekun di dalam doa.

Memang proses untuk setia bertekun dalam doa tidak selalu mudah untuk kita lakukan. Namun, ibarat battery gadget yang habis dan harus di charge, battery kerohanian kita pun juga bisa habis jika tidak secara rutin kita rawat. Bagamana proses recharger “battery” kerohanian kita? Tak ada jalan lain, melalui setia membaca Alkitab, merenungkannya, dan berdoa setiap hari.  Maka, mari menjadi murid-murid Kristus yang paham akan keharusan untuk bertekun dalam doa. Serta jadilah sukacitalah senantiasa. Amin!

Aktivitas
Sebagai aktivitas diakhir ibadah, ajaklah anak-anak untuk menyanyikan lagu “Setia pada Yesus”. Mari kita bersama-sama memuliakan nama Tuhan dengan penuh sukacita! (pamong bisa memutarkan video klip/musik lagu ini di youtube)

Lirik lagu “Setia pada Yesus”

Setia setia setia setia pada Yesus
Setia setia setia setia pada Kristus
Baca Alkitab rajin berdoa
Yuk beribadah di gereja
Jangan lupa juga bersaksi
Kepada teman-teman


TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA

Tujuan: Anak memahami keharusan untuk bertekun dalam doa

Alat Peraga
(Jika fasilitas memadai untuk diputarkan video peristiwa Kenaikan Tuhan Yesus, silahkan pamong memutarkan video singkat yang ada di youtube-dengan durasi kurang lebih 5-10 menit).

Pendahuluan
Awali ibadah dengan memutarkan video singkat (seperti dalam penjelasan di alat peraga). Jika fasilitas tidak memadai,silahkan para pamong bermain peran untuk memvisualisasikan Bacaan Alkitab Lukas 24:50-53.

Inti Penyampaian
Dalam Bacaan Alkitab yang terambil dari Lukas 24:50-53, Lembaga Alkitab Indonesia memberi judul perikop “Kenaikan Yesus”.

Pada ayat ke-50, dijelaskan nama tempat dimana Tuhan Yesus naik ke sorga “Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania.” Dalam Kisah Para Rasul 1:12, tempat itu disebut sebagai bukit Zaitun.

Dalam peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke sorga, melalui ayat 50 kita bisa mengetahui bahwa Tuhan Yesus mengangkat tangan-Nya dan tengah memberkati para murid-murid-Nya sebelum Ia terangkat ke sorga. Jadi, perbuatan terakhir yang Tuhan Yesus lakukan sebelum meninggalkan murid-murid-Nya di bumi adalah memberkati para murid dengan mengangkat tangan-Nya. Setelahnya menganugerahka berkat lantas berpisahlah Tuhan Yesus dengan para murid, sebab Tuhan Yesus terangkat ke sorga (ayat 51).

Yang menarik, dalam ayat 52-53, dikisahkan bagaimana reaksi atau respon para murid setelah Yesus Kristus naik dan terangkat ke sorga, yaitu:

  1. Para murid sujud menyembah kepada Tuhan.
  2. Murid-murid Tuhan Yesus sangat bersukacita saat mereka pulang ke Yerusalem.
  3. Para murid senantiasa berada di dalam Bait Allah, bertekun dalam doa, dan memuliakan Allah.

Penerapan
Dari kisah Kenaikan Tuhan ke Sorga, kita diingatkan bahwa kita semua juga merupakan murid-murid Tuhan Yesus yang Tuhan panggil untuk hidup dalam penyembahan, sukacita, serta bertekun di dalam doa.

Memang proses untuk setia bertekun dalam doa tidak selalu mudah untuk kita lakukan. Namun, ibarat battery gadget yang habis dan harus di charge, battery kerohanian kita pun juga bisa habis jika tidak secara rutin kita rawat. Bagamana proses recharger “battery” kerohanian kita? Tak ada jalan lain, melalui setia membaca Alkitab, merenungkannya, dan berdoa setiap hari.  Maka, mari menjadi murid-murid Kristus yang paham akan keharusan untuk bertekun dalam doa. Serta jadilah sukacitalah senantiasa. Amin!

Aktivitas
Sebagai aktivitas diakhir ibadah, ajaklah anak-anak untuk menyanyikan lagu “Setia pada Yesus”. Mari kita bersama-sama memuliakan nama Tuhan dengan penuh sukacita! (pamong bisa memutarkan video klip/musik lagu ini di youtube)

Lirik lagu “Setia pada Yesus”

Setia setia setia setia pada Yesus
Setia setia setia setia pada Kristus
Baca Alkitab rajin berdoa
Yuk beribadah di gereja
Jangan lupa juga bersaksi
Kepada teman-teman


TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA

Tujuan: Anak memahami keharusan untuk bertekun dalam doa

Alat Peraga
(Jika fasilitas memadai untuk diputarkan video peristiwa Kenaikan Tuhan Yesus, silahkan pamong memutarkan video singkat yang ada di youtube-dengan durasi kurang lebih 5-10 menit).

Pendahuluan
Awali ibadah dengan memutarkan video singkat (seperti dalam penjelasan di alat peraga). Jika fasilitas tidak memadai,silahkan para pamong bermain peran untuk memvisualisasikan Bacaan Alkitab Lukas 24:50-53.

Inti Penyampaian
Dalam Bacaan Alkitab yang terambil dari Lukas 24:50-53, Lembaga Alkitab Indonesia memberi judul perikop “Kenaikan Yesus”.

Pada ayat ke-50, dijelaskan nama tempat dimana Tuhan Yesus naik ke sorga “Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania.” Dalam Kisah Para Rasul 1:12, tempat itu disebut sebagai bukit Zaitun.

Dalam peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke sorga, melalui ayat 50 kita bisa mengetahui bahwa Tuhan Yesus mengangkat tangan-Nya dan tengah memberkati para murid-murid-Nya sebelum Ia terangkat ke sorga. Jadi, perbuatan terakhir yang Tuhan Yesus lakukan sebelum meninggalkan murid-murid-Nya di bumi adalah memberkati para murid dengan mengangkat tangan-Nya. Setelahnya menganugerahka berkat lantas berpisahlah Tuhan Yesus dengan para murid, sebab Tuhan Yesus terangkat ke sorga (ayat 51).

Yang menarik, dalam ayat 52-53, dikisahkan bagaimana reaksi atau respon para murid setelah Yesus Kristus naik dan terangkat ke sorga, yaitu:

  1. Para murid sujud menyembah kepada Tuhan.
  2. Murid-murid Tuhan Yesus sangat bersukacita saat mereka pulang ke Yerusalem.
  3. Para murid senantiasa berada di dalam Bait Allah, bertekun dalam doa, dan memuliakan Allah.

Penerapan
Dari kisah Kenaikan Tuhan ke Sorga, kita diingatkan bahwa kita semua juga merupakan murid-murid Tuhan Yesus yang Tuhan panggil untuk hidup dalam penyembahan, sukacita, serta bertekun di dalam doa.

Memang proses untuk setia bertekun dalam doa tidak selalu mudah untuk kita lakukan. Namun, ibarat battery gadget yang habis dan harus di charge, battery kerohanian kita pun juga bisa habis jika tidak secara rutin kita rawat. Bagamana proses recharger “battery” kerohanian kita? Tak ada jalan lain, melalui setia membaca Alkitab, merenungkannya, dan berdoa setiap hari.  Maka, mari menjadi murid-murid Kristus yang paham akan keharusan untuk bertekun dalam doa. Serta jadilah sukacitalah senantiasa. Amin!

Aktivitas
Sebagai aktivitas diakhir ibadah, ajaklah anak-anak untuk menyanyikan lagu “Setia pada Yesus”. Mari kita bersama-sama memuliakan nama Tuhan dengan penuh sukacita! (pamong bisa memutarkan video klip/musik lagu ini di youtube)

Lirik lagu “Setia pada Yesus”

Setia setia setia setia pada Yesus
Setia setia setia setia pada Kristus
Baca Alkitab rajin berdoa
Yuk beribadah di gereja
Jangan lupa juga bersaksi
Kepada teman-teman

Renungan Harian

Renungan Harian Anak