Judul: Tetap Bersukacita, Menjadi Saksinya
Tahun Gerejawi: Kenaikan Tuhan Yesus
Tema: Bersukacita dan bersedia menceritakan peristiwa kenaikan Tuhan (Ayat 52)
Bacaan Alkitab: Lukas 24:44-53
Ayat Hafalan: “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapa-mu yang di sorga.” (Matius 5:16)
Lagu Tema: “Jadilah Saksi Kristus”
Alat Peraga: Dapat diunduh di sini.
Penjelasan Teks (Hanya Untuk Pamong)
Sebelum Tuhan Yesus ke sorga, Ia membuka pikiran murid-muridNya sehingga mereka mengerti Kitab Suci. Pikiran yang terbuka itu membawa para murid untuk memahami bagaimana karya penyelamatan yang dilakukan Yesus, yaitu Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga (ayat 45-46). Selain itu, pikiran yang terbuka itu juga membawa para murid memahami bahwa mereka harus menyampaikan berita pertobatan dan pengampunan dosa kepada segala bangsa (ayat 47). Pikiran yang terbuka itu pada akhirnya membuat para murid memahami peran dan tugasnya yaitu menjadi saksi Tuhan.
Sebelum Tuhan Yesus ke sorga, Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati para murid. Mereka menyaksikan Tuhan Yesus terangkat ke sorga, lalu sujud menyembah Yesus. Semua itu menjadikan para murid bersukacita dan penuh semangat untuk menjadi saksi Tuhan. Hidup mereka memuliakan Tuhan.
Refleksi Untuk Pamong
Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga mengingatkan kita tentang tugas dan panggilan kita sebagai saksi Kristus dan membuat kita kembali bersukacita dan bersemangat (bagi kita yang sedang putus asa, kecewa, dan mulai redup dalam panggilan pelayanan ini). Semoga pikiran kita juga terbuka sehingga kita dapat kembali menghayati bagaimana karya penyelamatan-Nya dalam hidup kita sehingga kita dapat menyampaikan berita pertobatan dan pengampunan dosa melalui pengajaran dan pelayanan yang kita lakukan di gereja, bahkan melalui kesaksian hidup kita bagi banyak orang.
Oleh sebab itu, mari bercermin. Apakah pelayananku sebagai pamong dan kehidupanku telah menjadi kesaksian (berkat) kepada anak-anak yang aku layani? Apakah aku bersukacita untuk mewartakan kabar baik Kristus melalui pelayananku ini?
TUNTUNAN IBADAH ANAK BALITA
Tujuan:
Anak-anak dapat mengingat kata kunci sederhana seperti “Yesus naik ke surga” melalui lagu atau gerakan sederhana
Alat Peraga
Gambar Tuhan Yesus naik ke sorga.
Pendahuluan
BALLON MISSION RELAY
Petunjuk kegiatan:
Siapkan dua balon dengan tulisan “KABAR BAIK” dan “SUKACITA”. Bentuklah dua kelompok besar, masing-masing mendapatkan sebuah balon. Tugas anak-anak adalah meniup balon yang ia terima ke arah teman yang lain, begitu seterusnya sampai semua anak memiliki kesempatan untuk meniup balon tersebut.
Setelah kegiatan selesai, berikan penjelasan kepada anak-anak: betapa indahnya jika kita bisa saling membagikan atau memberi sukacita atau kabar baik kepada orang-orang di sekitar kita. Meski terkadang sulit dilakukan, namun kita bisa melakukannya karena kita tidak sendirian. Ada pamong, papa mama, dan teman-teman yang akan menolong kita untuk melakukannya.
Inti Penyampaian
Sebelum Tuhan Yesus ke sorga, Ia membuat para murid mengerti bahwa mereka adalah murid-murid yang sangat Ia kasihi, yaitu yang telah rela menderita dan mati di kayu salib namun bangkit dari kematian pada hari yang ketiga. Tuhan Yesus juga membuat para murid mengerti bahwa mereka tidak hanya seorang murid yang selama ini belajar dari Yesus, namun juga punya tugas untuk menyampaikan kabar baik dan sukacita kepada banyak orang.
Setelah memberi penjelasan kepada para murid, Tuhan Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat kota Betania. Lalu Ia memberkati mereka dan kemudian Yesus terangkat ke sorga (tunjukkan gambar peraga). Melihat hal itu, para murid sujud menyembah Yesus. Mereka tidak takut dan sedih meski berpisah dengan Tuhan Yesus karena mereka percaya bahwa Yesus sangat mengasihi mereka.
Para murid pun pulang ke Yerusalem dengan hati penuh sukacita. Mereka semakin bersemangat untuk melayani Tuhan. Hidup mereka memuliakan nama Tuhan. Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga membuat para murid semakin bertumbuh untuk menjadi murid yang mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh.
Penerapan
Tuhan Yesus naik ke sorga dan para murid tidak bersedih atau takut. Mereka malah bersukacita dan memuji Tuhan Yesus karena mereka tahu bahwa Tuhan mengasihi dan menjaga mereka. Kita juga harus bersukacita dan memuji Tuhan Yesus melalui perkataan dan perbuatan kita yang baik kepada semua orang dimana pun kita berada.
Aktivitas
Mewarnai gambar Tuhan Yesus naik ke sorga.
TUNTUNAN IBADAH ANAK PRATAMA
Tujuan:
Anak-anak dapat menyebutkan mengapa para murid bersukacita meskipun Yesus naik ke surga.
Alat Peraga
Gambar Tuhan Yesus naik ke sorga.
Pendahuluan
Perpisahan! Siapa yang pernah mengalami perpisahan dengan teman atau saudaramu? Misalnya, berpisah karena kamu atau temanmu pindah ke kota yang lain; atau berpisah karena saudaramu harus tinggal dengan kakek dan nenekmu di kota yang lain. Apakah kamu sedih?
Ya, biasanya perpisahan membuat kita menangis karena sedih. Banyak sekali pengalaman suka dan duka saat kita masih bersama-sama: bermain bersama, belajar bersama, atau pengalaman menerima hukuman bersama-sama. Dan sekarang, kita berpisah dengan mereka. Hanya bisa telepon, chat WA, atau video call. Murid-murid Tuhan Yesus juga akan berpisah dengan Tuhan Yesus. Apakah mereka akan bersedih seperti yang kita alami?
Inti Penyampaian
Sebelum Tuhan Yesus ke sorga, Ia membuat para murid mengerti bahwa mereka adalah murid-murid yang sangat Ia kasihi, yaitu yang telah rela menderita dan mati di kayu salib namun bangkit dari kematian pada hari yang ketiga. Tuhan Yesus juga membuat para murid mengerti bahwa mereka tidak hanya seorang murid yang selama ini belajar dari Yesus, namun juga punya tugas untuk menyampaikan kabar baik dan sukacita kepada banyak orang.
Setelah memberi penjelasan kepada para murid, Tuhan Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat kota Betania. Lalu Ia memberkati mereka dan kemudian Yesus terangkat ke sorga (tunjukkan gambar peraga). Melihat hal itu, para murid sujud menyembah Yesus. Mereka tidak takut dan sedih meski berpisah dengan Tuhan Yesus karena mereka percaya bahwa Yesus sangat mengasihi mereka. Para murid pun pulang ke Yerusalem dengan hati penuh sukacita. Mereka semakin bersemangat untuk melayani Tuhan. Hidup mereka memuliakan nama Tuhan. Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga membuat para murid semakin bertumbuh untuk menjadi murid yang mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh.
Penerapan
Tuhan Yesus naik ke surga, namun Dia selalu bersama kita dan memimpin hidup kita. Tuhan mau kita juga bersukacita dan bersemangat untuk menjadi anak Tuhan yang baik melalui perkataan dan perbuatan kita kepada semua orang.
Aktivitas
BALLON MISSION RELAY
Petunjuk kegiatan:
Siapkan tiga balon dengan tulisan “KABAR BAIK”, “SUKACITA”, dan “ANAK TUHAN”. Bentuklah tiga kelompok besar, masing-masing membentuk lingkaran besar dan bergandengan tangan. Tiap kelompok mendapatkan sebuah balon. Tugas tiap kelompok adalah menjaga agar balon yang ada di kelompok dapat terus berada di atas. Diharapkan semua anggota kelompok dapat aktif terlibat.
Setelah kegiatan selesai, berikan penjelasan kepada anak-anak: betapa indahnya jika kita bisa bersatu dan bergandengan tangan untuk menjaga agar sukacita atau kabar baik tetap bergerak; diterima oleh banyak orang dan dibagikan oleh banyak orang. Meski terkadang sulit dilakukan, namun kita bisa melakukannya karena kita memiliki tujuan yang sama: Anak Tuhan berbagi sukacita dan memberitakan banyak kabar baik.
TUNTUNAN IBADAH ANAK MADYA
Tujuan:
Anak-anak dapat mengidentifikasi janji-janji yang Yesus berikan kepada para murid sebelum kenaikan Tuhan Yesus dan menjelaskan pentingnya janji Tuhan tersebut.
Pendahuluan
JANJIKU DAN JANJINYA
Petunjuk kegiatan:
Pamong menyiapkan selembar kertas dan alat tulis untuk tiap anak. Minta mereka melipat kertas menjadi dua bagian. Bagian kanan untuk menuliskan janji yang pernah mereka buat. Bagian kiri untuk menuliskan janji yang pernah mereka terima. Misal: “Mama janji mengajak aku bermain di mall”, “Aku janji merapikan kamar tidurku”.
Inti Penyampaian
Sebelum naik ke sorga, Tuhan Yesus mengingatkan para murid-Nya bahwa kelahiran, kematian, dan kebangkitan-Nya merupakan rencana keselamatan Allah bagi dunia ini. Ia menjelaskan bahwa segala yang terjadi adalah rencana Allah sejak awal (ayat 44). Kemudian Yesus berjanji bahwa Ia akan mengirimkan Penolong yaitu Roh Kudus (ayat 49) yang akan menolong, menguatkan dan mengajar mereka tentang firman Tuhan, sebab mereka tidak dapat melakukan perintah Tuhan (menjadi murid Yesus) tanpa pertolongan Roh Kudus.
Lalu Yesus membawa para murid ke luar kota sampai dekat kota Betania. Ia memberkati mereka dan kemudian terangkat ke sorga. Setelah menyaksikan Yesus naik ke sorga, para murid Yesus kembali ke Yerusalem dengan sangat bersukacita dan hidup mereka memuliakan Allah. Mengapa para murid tidak bersedih, padahal mereka kini berpisah dengan gurunya (Yesus)? Ya, karena mereka percaya pada janji Yesus, yang selalu bersama mereka melalui kehadiran Roh Kudus. Janji Yesus ini memberi pengharapan, kekuatan, dan semangat bagi para murid untuk melanjutkan karya pelayanan Yesus.
Kita juga adalah murid Yesus yang percaya bahwa Tuhan Yesus selalu ada dalam hidup kita. Kita adalah murid Tuhan Yesus yang diutus Tuhan untuk menceritakan kasih dan kuasa-Nya melalui perkataan dan perbuatan kita, di mana pun kita berada. Jangan takut menjadi saksi-Nya sekalipun tidak mudah!
Penerapan
Tuhan Yesus naik ke surga, namun Dia selalu bersama kita dan memimpin hidup kita. Tuhan mau kita juga bersukacita dan bersemangat untuk menjadi anak Tuhan yang baik melalui perkataan dan perbuatan kita kepada semua orang sebab Ia berjanji akan selalu menyertai dan menjaga kita setiap hari melalui Roh Kudus; kita tidak pernah sendirian.
Aktivitas
BALLON MISSION RELAY
Petunjuk kegiatan:
Siapkan tiga balon dengan tulisan “KABAR BAIK”, “SUKACITA”, dan “ANAK TUHAN”. Bentuklah tiga kelompok besar, masing-masing membentuk lingkaran besar dan bergandengan tangan. Tiap kelompok mendapatkan sebuah balon. Tugas kelompok adalah menjaga agar balon yang ada di kelompok dapat terus berada di atas. Diharapkan semua anggota kelompok dapat aktif terlibat.
Setelah kegiatan selesai, berikan penjelasan kepada anak-anak: betapa indahnya jika kita bisa bersatu dan bergandengan tangan untuk menjaga agar sukacita atau kabar baik tetap bergerak; diterima oleh banyak orang dan dibagikan oleh banyak orang. Meski terkadang sulit dilakukan, namun kita bisa melakukannya karena kita memiliki tujuan yang sama: Anak Tuhan berbagi sukacita dan memberitakan banyak kabar baik.