Menerima Kuasa Roh Tuntunan Ibadah Remaja 20 Mei 2018

Bacaan : 1 Samuel 10:1-16
Tahun Gerejawi : Pentakosta
Tema : Menerima Kuasa Roh
Tujuan :

  1. Anak dapat menceritakan kisah Samuel mengurapi Saul sebagai  Raja yang dipilih oleh Tuhan.
  2. Anak dapat menjelaskan bahwa sikap patuh akan mendatangkan berkat
  3. Anak dapat mencirikan perilaku kepenuhan Roh Tuhan.
  4. Anak dapat menggali hal-hal apa aja yang dapat menghambat datangnya berkat Tuhan.

Lagu Tema : KJ 240a  “Datanglah Ya Sumber Rahmat”

PENJELASAN TEKS: (Untuk Pamong)

Samuel mengurapi Saul

Samuel mengurapi Saul menjadi raja Isrel

Pastilah ada maksud dan tujuan yang baik atas diurapinya Saul menjadi Raja. Pengangkatan Saul menjadi seorang raja bukanlah semata-mata untuk menikmati dengan fasilitas sebagai raja. Saul harus melakukannya dengan baik dan memper-tanggung-jawabkan di hadapan Allah. Menjadi raja atas Israel berarti kekuasaannya tetap dibawah kekuasaan Allah. Hal ini penting agar Saul tetap mengendalikan diri dalam menjalankan amanah dari Allah ini. Tugas Saul sebagai  raja adalah memerintah umat Allah dan menyelamatkan mereka dari musuh-musuh. Namun Allah berjanji tetap menyertai dan memberi kekuatan kepada Saul. Roh Allah yang kudus menyertai Saul untuk senantiasa memiliki kekuatan dan karunia dalam melaksanakan setiap tugasnya. Kebersamaan dengan Tuhan, membuat Saul untuk senantiasa belajar rendah hati dan tidak membanggakan dirinya sebagai seorang Raja. Kita bisa belajar bagaimana Saul yang telah diberi mandat dan karunia menjadi raja, namun tetap menge-depankan dan mengandalkan Tuhan dalam setiap pekerjaannya.

 

PERSIAPAN CERITA :

  1. Pamong memanggil dua remaja yang pernah menjadi ketua kelas, ketua kelompok atau regu dalam kegiatan di sekolah atau gereja dan diminta sharing pengalaman sebagai seorang pemimpin.
  2. Pamong memanggil beberapa remaja, diharapkan mewakili kelompok umur dan komunitas lain jika tidak homogen. Pamong menyiapkan beberapa pertanyaan: jika menjadi seorang:(10 menit):
    1. Presiden
    2. Gubernur
    3. Direktur

(seorang pemimpin yang merupakan anugerah dan karunia Tuhan)

CONTOH CERITA (Untuk Anak-anak)

Selamat pagi Anak-anak,

Apa kabar? Tetap mencintai Yesus? Setia menjadi anak-anakNya?

Pada saat seorang yang bernama Dahlan Iskan dilantik menjadi kepala PLN, ada ungkapan yang terlontar pada saat diwawancarai salah satu media televisi. Dia merasa senang berada di tengah-tengah keluarga besar PLN. Alasan yang disampaikan pada waktu itu adalah karena di PLN itu terdapat banyak orang pinter, sehingga diperlukan orang bodoh seperti saya untuk memimpin. Kita semua tahu bahwa sebelum menjadi kepala PLN, Dahlan Iskan adalah seorang pengusaha yang berhasil, artinya dari segi dana dan pengetahuan serta jiwa kepemimpinannya pastilah tidak diragukan lagi. Namun ia menganggap bahwa peran sebagai kepala PLN diyakininya sebagai mandat dari Tuhan dan dilakukannya tanpa pamrih dan setulus hati dengan tetap merendahkan diri dengan mengangap dirinya sebagai orang bodoh. Tidak mudah baginya dalam menjalankan tugas tersebut, karena banyak tantangan serta ancaman-ancaman yang ditujukan kepadanya. Walaupun pada akhirnya dia harus menerima ganjaran yang tidak menyenangkan diakhir masa jabatannya.

Anak-anak yang senantiasa mengasihi Tuhan, bacaan kita pada saat ini mengingatkan kepada kita bagaimana Allah ketika memilih seorang raja bagi umatnya. Allah memilih Saul tidak didasarkan kepada pengalaman dan kepintarannya, tetapi lebih  didasarkan karena kerendahan hati, mau diajar dan mau taat kepada campur tangan dan pimpinan Tuhan. Ketika Samuel yang mewakili Tuhan mengurapi Saul menjadi raja, maka itu merupakan tanda bahwa Allah memberikan otoritas dan karya ilahi ada pada dirinya. Melalui pengurapan tersebut, maka dipastikan bahwa Roh Allah menyatakan penyertaan dan kepemimpinanNya atas Saul supaya dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Karya Roh Allah juga mengubah Saul untuk mengalami perubahan sikap batin untuk senantiasa memelihara ketaatnya kepada Tuhan.

Sebagai anak-anak Tuhan yang dipersiapkan menjadi seorang pemimpin, baik secara formal maupun non formal, pastilah Roh Allah akan menyertai kita. Roh Allah memberi kepada kita kekuatan dan kita akan senantiasa mengalami perubahan sikap batin untuk tetap menjadi pemimpin yang rendah hati dan mempertanggungkawabkan kepada Tuhan.

Lagu Tema : KJ 240a : 1, 2

AKTIVITAS

  1. Membentuk kelompok kecil, mencari tokoh alkitab yang berkenan kepada Tuhan. Berikut penjelasannya
  2. Menyebutkan pemimpin dunia yang dikagumi dan memberi alasannya.

Gambar: Sweetpublishing.com

 

Bagikan Entri Ini: