Pasukan Konga Tuntunan Ibadah Remaja 29 September 2019

Bacaan: Keluaran 4: 18-30
Tahun Gerejawi: Bulan Kitab Suci
Tema: Sikap Melakukan/ Bersaksi
Tujuan:

  1. Remaja dapat mencirikan tokoh Musa sebagai tokoh yang mau melakukan Firman Tuhan.
  2. Remaja berani membuat keputusan untuk melakukan Firman Tuhan dengan segala resikonya.

Ayat Hafalan: “ajarkan aku melakuakan kehendak-Mu, Sebab Engkaulah Allahku! Kiranya Roh-Mu yang baik itu menuntun aku di tanah yang rata!” (Mazmur 143:10)

Lagu Tema:

  1. Hiduplah dalam Firmannya – Kidung Kontekstual 38
  2. Jika padaku ditanyakan – Kidung Jemaat 432

Penjelasan Teks

Kitab Keluaran sangat berperan penting dalam tradisi bangsa Israel. Sebab di dalamnya tertuang  sejarah  perjalanan panjang bangsa dalam memahami kehendak dan tuntunan Tuhan menuju tanah yang dijanjikan. Musa adalah tokoh sentral yang dipilih Allah untuk memimpin bangsa itu. Sebelum menerima panggilan Allah, Musa dipersiapkan terlebih dahulu di dalam rumah Yitro hingga ia siap mengemban tugas itu.

Bacaan kita hari ini memuat adegan ketika Musa melakukan langkah besar dari rumah Yitro untuk mengemban tugas. Ia ajak pula keluarganya, istri dan anak-anaknya turut serta. Hal pertama yang dilakukan Musa adalah menemui Firaun dan membuat mujizat yang Allah berikan (ayat. 21). Musa harus meminta Firaun membebaskan bangsa Israel. Namun di tengah perjalanan, Tuhan berikhtiar membunuh Musa (ayat. 24). Tetapi Tuhan membiarkan Musa setelah potongan kulit khatan anaknya menyentuhnya (ayat. 26). Ini bermakna bila setiap orang yang sedang mengemban tugas dari Tuhan haruslah layak dan seturut dengan kehendaknya yakni telah bersunat. Kemudian Musa tetap melajutkan perjalananya, bertemua haru dan melakukan mujizat di depan bangsanya.

Dengan demikian, Musa tidak hanya mendengar apa yang menjadi difirmankan Allah, tetapi juga melakukannya. Sebab jika hanya didengar dan disimpan saja, firman Allah hanya akan jadi angan- angan. Musa mau melakukan kehendak Allah di dalam hidupnya dan menjadi sarana berkat bagi keluarga dan bahkan bagi bangsanya sendiri.

Pendahuluan: PASUKAN KONGA (Pasukan Kotingen Garuda)

Seberapa kenal kita dengan Pasukan Konga? Pasukan Konga adalah Pasukan Kontingen Garuda. Pasukan Kotingen Garuda merupakan Pasukan Gabungan antara TNI dan Polri yang tergabung dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB. Sejak tahun 1957, Indonesia selalu mengirimkan pasukan Konga ini dalam berbagai  misi perdamaian. Ini bukti Indonesia turut memberikan perhatian serius terhadap kepentingan perdamaian dunia.

Pasukan Konga mengemban tugas dan panggilan yang selaras dengan amanat UUD RI 1945, dimana disebutkan warga negara pun wajib menjaga perdamaian dunia. Mereka bergabung dengan pasukan-pasukan perdamaian dari negara anggota PBB lainnya. Mereka seringkali bertugas di daerah-daerah konflik seluruh dunia. Oleh karena itu mereka dipersiapkan, dilatih dan dididik secara khusus untuk menghadapi situasi berat di daerah rawan konflik internasional. Namun, bagaimanapun juga mereka tetap memenuhi panggilan itu dan melakukan tugas dengan semangat ’45.

Apa persamaan antara Musa dan Pasukan Konga ini? (beri kesempatan remaja merespon dan mengungkapkan pendapatnya).

Inti Penyampaian

Musa merupakan salah satu orang penting dalam iman bangsa Israel. Sebab di dalam pimpinan Musa, bangsa Israel dapat terbebas dari belenggu perbudakan di Mesir. Namun sebelum melaksanakan tugasnya, Musa harus dipersiapkan TUHAN di dalam asuhan Yitro. Bacaan kita hari ini menunjukkan bagaimana Musa melakukan apa yang menjadi tugas dan panggilannya: “membebasakan bangsa Israel dari tanah Mesir.”

Musa secara ajaib menerima tugas dari TUHAN melalui semak duri yang menyala namun tak terbakar. Tetapi Musa tidak hanya diam saja, ia melakukan dengan meninggalkan kenyamanan demi melakukan kehendak Allah. Maka dibawa juga bersamanya keluarganya, Zipora istrinya, dan anak-anaknya laki-laki. Akhirnya ia bertemu dengan Harun dan menyampaikan tugas yang sedang diembannya itu. Baginya, kehendak Allah harus diwujud-nyatakan, tidak bisa hanya disimpan dalam angan-angan dan tertimbun kemalasan.

Pada Minggu terakhir di bulan September ini, kita telah banyak membaca, mendengar dan merenungkan firman TUHAN. Kini saatnya bagi kita untuk berjuang melakukannya. Setidaknya kita harus berkomitmen dan benar-benar melakukannya. Sehingga semakin nyata kehendak Allah di muka bumi ini. tantangan dan pergumulan pasti ada, namun penyertaan Tuhan selalu menemani orang yang melakukan kehendak Allah dalam hidupnya. Amin.

Aktivitas:

  1. Pamong memeriksa tabel tugas membaca(lampiran 2 TIARtgl. 1 Sept. 2019).
  2. Pamong memberikan apresiasi berupa hadiah bagi para remaja yang paling lengkap catatannya.
  3. Pamong mengajak remaja untuk menyatakan komitmen untuk melakukan hal-hal yang berguna bagi sesama secara nyata. Berikut beberapa pilihan tindakan yang dapat dilakukan:
    1. Menyisihkan uang jajan untuk disumbangkan ke panti
    2. Mengunjungi veteran jaman kemerdekaan
    3. Mengunjungi panti jompo
    4. Mengunjungi orang-orang tua yang tinggal
      dapat dikembangkan lagi dengan catatan bahwa yang dilakukan adalah bentuk bagi orang lain selain keluarga dan anggota gereja)
  4. Pamong  mengarahkan  remaja  untuk  berdiskusi  menentukan kegiatan  yang  akan dilakukan. Dampingi hingga terjadi kesepakatan waktu dan teknisnya.
  5. Pamong mendokumentasikan kegiatan dan bagikan pada warga jemaat lainnya di dalam sebuah mading dan atau media sosial milik gereja.
 

Bagikan Entri Ini:

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •