Yesus Telah Bangkit, Percayalah Tuntunan Ibadah Paskah untuk Remaja 21 April 2019

4 April 2019

Bacaan Alkitab  : Lukas 24 : 1-12
Tahun Gerajawi : Paskah
Tema  : Paskah
Ayat Hafalan : Lukas 24: 5b-6a “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak disini, Ia telah bangkit!”

 

Tujuan

  1. Remaja dapat menceritakan kembali kisah kebangkitan Tuhan Yesus
  2. Remaja dapat menunjukkan reaksi para perempuan dan pararasul ketika Tuhan Yesus bangkit
  3. Remaja dapa tmenyatakan percaya bahwa Tuhan Yesus sudah bangkit.

Penjelasan Teks

Penulis Injil Lukas memberi tempat dan perhatian yang cukup khusus kepada perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dalam tulisannya. Penulis Injil Lukas mencatat dengan jelas perjalanan emosi para perempuan ini. Dalam perikop sebelumnya, perikop tersebut ditutup dengan gambaran bahwa perempuan-perempuan  itu ikut serta dan penguburan Yesus (Luk 23:55). Diceritakan juga bahwa mereka menyediakan rempah dan minyak mur di penghujung hari itu, sebab pada hari Sabat mereka harus tinggal di rumah sesuai dengan ketetapan hukum Taurat(Luk 23:56a-b). Selanjutnya, diceritakan betapa para perempuan itu mengambil waktu sangat pagi untuk pergi ke kubur Yesus (Luk 24:1). Sampai di sini, Lukas menggambarkan betapa para perempuan ini berduka atas kematian Yesus.

Setelah tiba di makam, mereka mendapati batu sudah terguling dan tidak ada mayat Yesus, mereka berdiri termangu-mangu.

Tiba-tiba ada dua orang yang berdiri dekat mereka dengan pakaian yang berkilauan, mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala.

Akhirnya, setelah diyakinkan oleh kedua malaikat itu bahwa Yesus tidak mati, tetapi telah bangkit, mereka sungguh bersukacita dan mengabarkan hal itu kepada kesebelas murid dan kepada para saudara yang lain.

Namun, dalam kontras digambarkan betapa para murid yang lain tidak mempercayai kabar dari para perempuan itu. Mereka menganggapnya sebagai omong kosong (ayat 11).

Demikianlah kabar kebangkitan, tidak dapat dipercayai oleh semua orang. Bahkan para murid saat itu diceritakan bahwa mereka tidak mempercayai kebangkitan Yesus pada awalnya. Namun, setelah Yesus sendiri yang menampakkan diri kepada mereka, mereka baru menjadi percaya.

Para perempuan dikisahkan lain. Mereka belum ditemui Yesus. Hanya malaikat yang mengingatkan kepada mereka tentang perkataan Yesus (ayat 6-8) bahwa Ia telah menjanjikan kebangkitan-Nya. Itu sudah cukup bagi para perempuan untuk percaya.

Pada jaman sekarang, Yesus tidak lagi menampakkan diri kepada para pengikutnya seperti Ia menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Itulah yang menjadi tantangan umat Kristiani jaman sekarang. Kita menghidupi iman kita dari cerita-cerita yang diturunkan oleh murid-murid Yesus. Tentulah hal ini yang membuat beberapa orang ragu : Apakah Yesus benar-benar bangkit?

Belajar dari para perempuan itu, mereka percaya pada kebangkitan Yesus tanpa terlebih dahulu melihat Yesus. Cerita malaikat itu cukup untuk membuat mereka percaya. Belajar dari para perempuan ini, kita pun seharusnya juga mencukupkan diri dengan berbagai cerita dan kesaksian yang tertulis dalam Alkitab, yang menjelaskan dan megakui kebangkitan Yesus. Sebab kita mengingat sabda Yesus dalam Yohanes 20:29 “Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya”.

Pendahuluan

Langkah-langkah Penyampaian

  1. Pamong mengajak remaja untuk melakukan aktivitas 1 : permainan
  2. Pamong mengajak remaja untuk membaca perikop
  3. Pamong menjelaskan pesan teks (cerita) kepada remaja
  4. Pamong mengajak remaja untuk melakukan aktivitas 2 : membuat yel-yel

Cerita

Ada 2 pilihan untuk membawakan cerita :

  1. Setelah membaca perikop, ajaklah para remaja untuk memerankan adegan-adegan dalam cerita ini. Secara singkat mintalah remaja untuk membuat drama dari perikop tersebut. Bila jumlah yang datang banyak, bisa dibagi dalam 2 atau 3 kelompok. Berilah waktu 10 menit untuk mempersiapkan.
    Adapun unsur pemerannya adalah : Para perempuan, malaikat, murid-murid yang lain, dan Petrus.
  2. Setelah membaca perikop, ajaklah anak-anak untuk memerankan reaksi para perempuan dan murid Yesus.
    Adapun adegannya adalah : ketika para perempuan pergi ke kubur Yesus (ay 1), ketika perempuan melihat kubur terbuka dan mayatYesus tidak ada (ay 2-3), ketika malaikat mendatangi mereka (ay 3), ketika mereka mengingat janji kebangkitan Yesus (ay 8), ketika mereka menceritakan kabar itu kepada para murid (ay 9), ketika para murid mendengar kabar para perempuan, ketika Petrus pergi ke makam.

Setelah selesai memerankan drama/reaksi tersebut, bahaslah itu bersama para remaja. Apa bedanya para perempuan dan murid-murid dalam menanggapi berita kebangkitan Yesus?

Injil Lukas menceritakan reaksi yang berbeda antara para perempuan dan para murid. Ketika malaikat menyampaikan  berita kebangkitan Yesus kepada para perempuan, mereka bersukacita dan percaya. Sebaliknya, ketika para perempuan membagi pesan itu kepada para murid, mereka tidak percaya bahkan menganggap berita itu sebagai omong kosong.

Kebangkitan memang hal yang tidak mudah diterima dengan akal manusia. Sangat sulit mempercayai hal yang tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Namun itulah yang menjadi inti perayaan iman Kristen. Kematian dan kebangkitan Yesus. Kedua hal itulah yang menjadi pusat iman Kristen yang harus diterima dan dipercayai oleh seluruh umat Kristiani di seluruh dunia. Tanpa kebangkitan Kristus, maka sia-sialah iman kita. Jadi, apakah kalian semua percaya bahwa Yesus benar-benar bangkit?

Aktivitas

Permainan : Truth or lie!

Remaja diajak untuk membuat dua pernyataan. Ada pernyataan bohong dan ada yang benar. Tapi, kedua pernyataan itu baiknya adalah hal-hal yang aneh, yang tidak mudah ditebak dan yang tidak diketahui teman lain. Para remaja yang lain bertugas untuk menemukan pernyataan mana yang benar dan mana yang salah.

Membuat Yel-yel

Remaja diajak untuk membuat yel-yel yang intinya adalah percaya kepada kebangkitan Yesus. Bisa dibagi dalam kelompok, sesuai dengan kondisi masing-masing jemaat.

Lagu Tema : KJ 188 “Kristus Bangkit! Soraklah”

 

Renungan Harian

Renungan Harian Anak